Definisi Humaniora

Mungkin telinga kita sudah tidak asing lagi saat mendengar istilah humaniora, baik dari televisi maupun internet. Namun, walau sering mendengar, nyatanya masih banyak yang tidak paham definisi humaniora itu sendiri.

Lantas, apa arti humaniora?

Secara umum, humaniora atau humanus lebih ditekankan pada sebuah perlakuan, perbuatan, serta tindakan manusia kepada manusia lainnya. Perlakuan yang benar dan tidak meninggalkan etika bermasyarakat memang perlu dilakukan demi menjalin sebuah hubungan yang sehat tanpa adanya konflik.

Baca juga: Pengertian Hirarki Secara Gamblang

Pengertian Humaniora

Menurut Kbbi, humaniora adalah ilmu pengetahuan yang meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, seni, dan sebagainya. Istilah humaniora berasal dari program pendidikan yang dikembangkan CICERO, yang disebutnya humanitas sebagai faktor penting pendidikan untuk menjadi orator yang ideal.

Dari segi keilmuan, humaniora adalah ilmu yang berhubungan dengan Ilmu Budaya Dasar. Ilmu Budaya Dasar bukanlah ilmu yang monolit yang sudah merupakan Body of Knowledge (tubuh keilmuan).

Karena sasaran ilmu ini adalah masalah-masalah manusia dan budayanya, mencakup filsafat, teologi, sejarah, seni, dan cabang-cabangnya termasuk seni sastra, seni musik, seni lukis, dan sebagainya.

Pendidikan humaniora adalah pendidikan yang berorientasi untuk mendidik manusia menjadi manusia seutuhnya. Prinsip pendidikan humaniora bertujuan membuat manusia lebih manusiawi atau untuk keselamatan dan kesempurnaan manusia.

Baca juga: Pengertian Linguistik Menurut Teori Sastra

Ilmu budaya dasar yang kita kenal kini, di luar negeri terutama di Negara-negara Barat dikenal dengan istilah humaniora, yang merupakan istilah lain dari The Humanities.

Istilah itu berasal dari bahasa latin Humanus yang dalam bahasa Indonesia berarti manusiawi, berbudaya, dan halus (Widagdho, 2010:15). Manusia hidup dan tumbuh berkembang didampingi kebudayaan sejak masih belia.

Kebudayaan yang telah diwariskan dari nenek moyang tanpa disadari dapat membentuk moral manusia menjadi lebih baik dan lebih halus. Dua kekayaan manusia yang paling utama ialah akal dan budi atau yang lazim disebut pikiran dan perasaan.

Di satu sisi akal dan budi atau pikiran dan perasaan tersebut telah memungkinkan munculnya tuntutan-tuntutan hidup manusia yang lebih daripada tuntutan makhluk lain (Widagdho, 2010:24).

Clauser (1990) berpendapat bahwa mempelajari humaniora sastra, filsafat, sejarah – dapat meningkatkan kualitas pikir (qualities of mind) yang diperlukan dalam ilmu kedokteran. Kualitas pikir tidak lagi terfokus pada hal-hal hafalan, materi baku, konsep mati, tetapi ditingkatkan dalam hal kemampuan kritik, perspektif yang lentur, tidak terpaku pada dogma, dan penggalian nilai-nilai yang berlaku didalam ilmu kedokteran.

Pengertian humanities menurut Woodhouse (2002: 4) merupakan sekelompok disiplin pendidikan yang isi dan metodenya dibedakan dari ilmu-ilmu fisik dan biologi, dan juga paling tidak dibedakan dengan ilmu-ilmu sosial. Kelompok studi humanities meliputi bahasa, sastra, seni, filsafat, dan sejarah. Disini inti humanitas kadangkala ditentukan sebagai sekolah atau bagian dari sebuah universitas modern.

Baca juga: Pengertian Oposisi Biner

Menurut Martiatmodjo, BS dalam “Catatan Kecil tentang Humaniora” dikatakan ilmu budaya dasar yang merupakan mata kuliah wajib diperguruan tinggi dan merupakan juga terjemahan dari istilah basic bhumanitis atau pendidikan humaniora. Humaniora ini menyajikan bahan pendidikan yang mencerminkan keutuhan manusia dan membantu agar manusia menjadi lebih manusiawi. Martiatmodjo menegaskan bahwa perlunya humaniora bagi pendidik berarti menempatkan manusia di tengah-tengah proses pendidikan.

Ruang Lingkup Humaniora

Ruang lingkup humaniora ada delapan, yaitu manusia dan cinta kasih, manusia dan keindahan, manusia dan penderitaan, manusia dan keadilan, manusia dan pandangan hidup, manusia dan tanggung jawab, manusia dan kegelisahan, manusia dan harapan.