Majas alusio adalah salah satu jenis majas perumpamaan yang digunakan untuk menyerupakan suatu peristiwa, keadaan, tokoh, atau tempat di masa lalu dengan peristiwa yang terjadi pada masa sekarang.

Kesamaan yang terdapat antara dua peristiwa ini membuat pembaca lebih mudah memahami maksud atau pesan yang ingin disampaikan oleh penulis.

Secara umum, majas alusio bekerja dengan merujuk secara tidak langsung pada hal-hal yang sudah dikenal luas oleh masyarakat, seperti tokoh terkenal, legenda, peristiwa bersejarah, atau budaya populer.

Dengan demikian, majas ini memberikan perumpamaan yang akrab dan relevan, sehingga teks menjadi lebih hidup dan menarik untuk dibaca.

Tujuan utama majas alusio adalah membantu pembaca memahami konteks atau maksud dari sebuah kalimat dengan menggunakan perbandingan yang sudah dikenal.

Dengan cara ini, penulis tidak perlu menjelaskan secara panjang lebar karena pembaca akan langsung menangkap makna dari perumpamaan tersebut.

Ciri-ciri Majas Alusio

Majas alusio memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari majas lain. Adapun ciri-cirinya antara lain:

  • Menggunakan kalimat perumpamaan yang berkaitan dengan peristiwa di masa lalu atau kejadian yang sudah terkenal.
  • Memakai peribahasa atau ungkapan yang dapat mempermudah pembaca memahami maksud dari kalimat tersebut.
  • Mengacu pada tokoh, legenda, peristiwa penting, atau hal-hal yang dikenal luas sehingga pembaca dapat mengenalinya dengan mudah.
  • Kadang menggunakan peribahasa atau ungkapan yang tidak lengkap, namun maknanya tetap dapat ditangkap melalui konteks dan pengetahuan umum pembaca.

Contoh Majas Alusio

Berikut beberapa contoh majas alusio yang umum digunakan dalam kalimat sehari-hari atau karya sastra:

“Kau dan kakakmu bertengkar terus seperti Tom dan Jerry.”

“Jangan melawan orang tua kalau tidak mau seperti Malin Kundang.”

“Kisah cinta mereka seperti Romeo dan Juliet.”

“Meski tinggal di kampung, tapi cita-citanya seperti Laskar Pelangi.”

“Kehidupan keluarga Pak Lurah seperti Keluarga Cemara.”

“Suaramu merdu sekali seperti Mariah Carey.”

“Ombak laut yang naik ke daratan mengingatkanku pada Tsunami Aceh.”

“Ilmu agamamu sudah seperti ulama, meski masih berumur 10 tahun.”

“Peristiwa semalam mengingatkan Tragedi Bali 2001.”

“Pak Polisi di desaku sering disebut Superman.”

“Kamu adalah tulang rusukku yang hilang.”

“Ucapanmu seperti Pinokio.”

“Kamu romantis dan pandai gombal seperti Dilan.”

“Pukulanmu keras, mengingatkanku pada Muhammad Ali.”

“Sikap dan kemandirianmu seperti R.A Kartini.”

Dari contoh-contoh tersebut terlihat bahwa majas alusio mempermudah penyampaian pesan dengan merujuk pada hal-hal yang telah dikenal banyak orang, sehingga pesan yang disampaikan menjadi lebih hidup, jelas, dan mudah diingat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.