Sastrawacana.id– Majas personifikasi adalah gaya bahasa yang menggambarkan sebuah benda mati seolah-olah menjadi hidup dengan melakukan hal-hal atau tindakan layaknya  manusia. Majas personifikasi banyak digunakan dalam menulis karya sastra, baik berupa puisi, pantun, prosa, novel, dan sebagainya.

Ciri khas dari majas personifikasi adalah meletakkan sifat manusiawani (hidup) kepada benda (mati). Fungsi majas personifikasi adalah untuk memberikan citraan atau bayangan konkret tentang situasi dan kondisi yang diceritakan secara detail. Untuk lebih memahaminya, berikut adalah 50 contoh majas personifikasi:

  1. Badai tsunami menyapu bersih apapun yang dilaluinya
  2. Kursi goyang itu menidurkan nenekku dengan ayunannya
  3. Gempa mengoyang goyang seluruh gedung pencakar langit
  4. Lonceng stasiun memberitahu para penumpang untuk bergegas naik kereta
  5. Setiap hari lampu merah di jalanan mengatur para pengguna jalan
  6. Matahari bersinar terik terasa menggigit seluruh kulit tanganku
  7. Anak anak pantai dengan gembira bermain kejar kejaran bersama ombak
  8. Desas desus tentang dirinya sudah terbang menyebar ke seluruh penjuru negeri
  9. Salju turun menyelimuti seluruh isi kota
  10. Hujan lebat kemarin menghanyutkan beberapa rumah
  11. Obat batuk itu menghangatkan tenggorokkannya
  12. Sepeda tua itu selalu setia menemaninya kemana pun ia pergi
  13. Narkoba itu sudah menghabiskan sisa hidupnya di jeruji besi
  14. Bintang malam ini berkedip kedip menerangi seluruh isi kota
  15. Wajahnya bersinar sinar mendengar beasiswanya di terima
  16. Kuas itu menari lincah di atas kanvas yang di lukisnya
  17. Tanah warisan itu telah menghidupi keluarganya hingga beberapa keturunan
  18. Sepatu usang itu melindungi kakinya dari kerikil tajam
  19. Waktu berjalan terus tanpa menunggu atau menanti siapa pun
  20. Kartu kredit itu membelikan semua barang mewah untuknya sehingga ia terlilit hutang
  21. Beduk subuh itu memanggilnya untuk bergegas ke mesjid
  22. Longsor itu menegur kita agar menjaga kelestarian alam
  23. Bulan bersembunyi di balik tebalnya awan hitam
  24. Kodok berdendang riang menyambut musim penghujan
  25. CCTV itu menyelamatkannya dari tuduhan perkara
  26. Suara gemuruh pagi tadi membangunkan semua orang
  27. Siaran televisi telah merusak banyak moral anak anak
  28. Radio tua itu berkoar koar menyampaikan berita
  29. Semangatnya berkobar untuk mendapat promosi tahun ini
  30. Bendera negaraku berkibar dengan gagah berani di angkasa raya
  31. SMS yang diterimanya, membuat ia melompat kegirangan
  32. Makanan pedas itu membakar lidahnya
  33. Obat pencahar yang diminumnya mengaduk seluruh isi perutnya
  34. Nyawanya hampir melayang tersengat kabel listrik yang menggantung di dahan pohon
  35. Dedaunan kering di jalanan itu melayang layang tertiup angin kencang
  36. Speaker di lapangan parkir itu memanggil pemilik mobil agar memindahkan kendaraannya
  37. Cacing di dalam perutku berteriak meminta makanan
  38. Bangku sekolahnya masih setia menemaninya jika ia gagal lagi ujian kelulusan tahun ini
  39. Jari jemarinya berlompatan lincah di atas keyboard komputer
  40. Pameran lukisan itu memanjakan mata para pengunjung
  41. Gemercik air pegunungan menenangkan suasana di sekelilingnya
  42. Tiang listrik berbaris rapi di sepanjang jalan protokol ibukota
  43. Pesta kembang api berkilauan menyambut pergantian tahun
  44. Rimbunan pohon mangga di taman itu memayungi setiap orang yang kepanasan
  45. Album kenangan itu mengingatkannya akan kisah masa mudanya
  46. Dahan pohon itu berayun ayun terbawa arus sungai
  47. Rumput liar di depan rumahku menghalangi pandangan ke jalanan
  48. Sarung tinju usang itu telah membawanya menjadi juara
  49. Bus antar jemput setiap hari mengantarnya ke sekolah
  50. Iklan rokok memperingati para perokok akan bahaya merokok