Pengertian Teks Anekdot

Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur jenaka dan mempunyai maksud untuk melakukan kritikan. Umumnya, teks anekdot bertopik seputar layanan publik, politik, lingkungan, budaya, ekonomi, dan sosial.

Namun, perlu diketahui juga bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita jenaka saja, melainkan juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

Jadi, teks anekdot sendiri sifatnya harus nyata, realita, dan seputar fakta. Sehingga jika ingin menulis teks anekdot, biasanya penulis harus mengalami langsung apa yang akan diangkatnya menjadi anekdot.

Baca juga: Contoh Teks Pidato Tema Pendidikan 2019

Struktur Teks Anekdot

Teks anekdot memiliki 5 struktur yakni orientasi, abstraksi, krisis, koda dan reaksi. Berikut ini adalah penjelasan tentang struktur anekdot.

1. Abstraksi

Dalam teks anekdot biasanya terdapat abstraksi yang menunjukkan gambaran unik pada teks tersebut. Contoh teks anekdot pada struktur abstraksi adalah “pada suatu hari, ada tukang semir sepatu keliling. Dia berteriak kencang sampai orang-orang pada penasaran”.

2. Orientasi

Orientasi dalam teks anekdot biasnaya membahas latar belakang peristiwa yang terjadi. Latar belakang akan ditulis secara mendetail. Contoh teks anekdot lucu untuk struktur orientasi adalah “tukang semir sepatu berkeliling ke komplek perumahan sampai ke bantaran kali”.

3. Krisis

Krisis dalam struktur teks anekdot menunjukkan masalah menarik dan unik yang tidak akan terjadi di kehidupan nyata. Contoh struktur krisis teks anekdot adalah “petani sampai menanam padi hanya untuk melihat cara promosi tukang semir tersebut”.

4. Reaksi

Reaksi dalam teks anekdot adalah penyelesaian masalah yang unik dan menarik. Contohnya: “Para petani kembali ke sawah karena tidak ada yang memakai sepatu, jadi tidak ada yang bisa disemir”.

5. Koda

Koda adalah teks teks terakhir dari sebuah cerita. Pada bagian ini, penulis akan memberikan kesimpulan cerita, biasanya meliputi keputusan tokoh dalam menyelesaikan masalahnya. Contoh koda dalam teks anekdot adalah “Tukang semir marah-marah, sudah capek-capek promosi diri, ternyata para petani tidak ada yang pakai sepatu pantofel”.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Teks Narasi dalam Bahasa Indonesia

Berikut adalah beberapa contoh teks anekdot.

Contoh Teks Anekdot Tema Pendidikan

Dimar dan Agus sedang bercakap-cakap tentang rencana masa depan mereka.

Dimar  : Yes, akhirnya kita lulus juga!
Agus    : Yap, gak sia-sia selama ini belajar keras
Dimar : Btw, mau lanjut study ke mana?
Agus    : Rencananya sih daftar SNMPTN. Kalau kamu?
Dimar : Mau ikut SNMPTN tapi gak yakin lolos
Agus    : Jangan berpikir begitu dulu. Kamu masih mau kuliah kan?
Dimar : Ya jelas lah. Kalau tidak diterima di PTN, mungkin aku akan daftar ke PTS aja.
Agus    : Menurutku sih PTN aja
Dimar : PTS, Pokoknya Tetap Sekolah.
Agus    : Dasar!

Contoh Teks Anekdot Tema Interaksi

Di suatu hari, penjual roti melewati kompleks perumahan. Kemudian, Riski memanggilnya dengan nada kencang. Tak lama kemudian, tukang roti itu datang dan akhirnya terjadi pembicaraan.

Riski               : Adanya Roti jenis apa saja?
Tukang Roti : Ada banyak dek
Riski              : Kalau yang ini rasa apa ya?
Tukang Roti : Roti ini rasa coklat dek
Riski              : Kalau yang ini rasa apa?
Tukang Roti : Rasa strawberry dek
Riski               : Terus kalau yang ini?
Tukang Roti : Rasa nanas dek
Riski              : Loh, terus mana rotinya? Dari tadi bicaranya buah-buahan terus. Memangnya abang jual apa sih, roti atau buah ?
Tukang Roti : *Hening* (Dalam sekejap si tukang jual roti tersebut pingsan mendadak).

Nah, itulah pengertian teks anekdot dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa baca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.