Dalam rapat terbatas yang disiarkan langsung melalui channel Youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (4/6/2020), Presiden Joko Widodo ingin ada perbaikan pada sektor pendidikan Indonesia.

Jokowi meminta ada target terukur untuk angka partisipasi pendidikan dari semua jenjang, mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga tinggi. Lebih dari itu, harus ada perbaikan juga untuk kurikulum serta kualitas guru.

“Kemudian seperti apa target untuk hasil belajar berkualitas, baik untuk perbaikan kualitas guru, perbaikan kurikulum, maupun infrastruktur sekolah dan bagaimana mewujudkan distribusi pendidikan yang inklusif dan merata,” ujar Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan bahwa perbaikan dalam sektor pendidikan tidak hanya dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) saja, tapi juga butuh dukungan dari semua lembaga pendidikan, instansi, komunitas, masyarakat, hingga kemitraan swasta.

“Karena reformasi pendidikan bukan hanya mencakup penyesuaian kurikulum, pedagogi, dan metode penilaian, tapi juga menyangkut perbaikan infrastruktur, penyediaan akses teknologi, dan juga yang berkaitan dengan dukungan pendanaan,” terangnya.

Dan tidak lupa pula orang nomor satu di Indonesia ini ingin membentuk generasi penerus bangsa yang berkarakter. Oleh karena itu, harus menumbuhkan nilai Pancasila dan budaya Indonesia di dalamnya.

“Pendidikan karakter tidak boleh dilupakan, karena ini merupakan hal yang sangat penting dalam pembangunan mental dan karakter bangsa,” kata Jokowi.