Seiring berkembangnya dunia perekonomian, semakin banyak pula istilah-istilah keuangan yang bermunculan. Istilah tersebut digunakan untuk memudahkan setiap orang dalam membedakan dan mengelompokkan nilai keuangan yang mereka miliki.

Seperti istilah yang sering kita dengar, yaitu aset. Walau teramat sering digunakan dalam bahasa perekonomian, tidak sedikit orang yang paham arti sesungguhnya dari aset tersebut. Bahkan, tidak sedikit pula yang salah kaprah serta salah mengartikannya.

Umumnya, aset diartikan sebagai nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan dalam bentuk apapun, baik uang maupun barang. Anggapan seperti ini merupakan anggapan yang kurang tepat.

Sebab, segala jenis nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang ataupun perusahaan dapat dikatakan sebagai aset dan dapat juga dikatakan sebagai liabilitas. Maka, jangan sampai salah membedakan aset dengan liabilitas karena keduanya merupakan nilai kekayaan yang berbeda kelompok.

Secara sederhana, aset merupakan nilai kekayaan yang dapat memberikan penghasilan. Sedangkan liabilitas merupakan nilai kekayaan yang mendatangkan pengeluaran secara finansial.

Baca juga: Pengertian Filsafat Administrasi Secara Etimologi

Lebih mudah lagi, aset adalah pemasukan, sedangkan liabilitas adalah pengeluaran. Banyak orang yang mengatakan jika rumah pribadi dan mobil mewah merupakan aset, padahal itu semua adalah liabilitas.

Sebab, dengan memiliki rumah pribadi dan mobil mewah akan mendatangkan pengeluaran bagi pemiliknya. Pengeluaran tersebut bisa berupa biaya perawatan, biaya pajak, asuransi, dan sebagainya.

Namun, rumah dan mobil mewah tersebut dapat berubah kategori menjadi aset jika pemiliknya mampu menghasilkan nominal rupiah dari kekayannya tersebut.

Cara umum mendapatkan penghasilan dari kekayaan pribadi adalah dengan cara menyewakannya. Dengan menyewakan kekayaan tersebut, maka pemiliknya akan mendapat keuntungan dan pemasukan. Itulah pengertian aset yang sesungguhnya.

Memang terlihat sederhana, tapi perbedaan tersebut harus benar-benar dipahami oleh setiap orang, khususnya pelaku ekonomi. Karena jika sampai salah dalam mengartikan aset dan liabilitas, akan fatal akibatnya.

Orang yang terus-menerus mengumpulkan nilai kekayaan seperti rumah, mobil, dan sebagainya, secara tidak sadar dia juga meningkatkan nilai liabilitasnya (pengeluaran). Lebih baik memanfaatkan nilai kekayaan guna meningkatkan aset.

Dengan meningkatnya Aset yang dimiliki, maka akan menurunkan jumlah pengeluaran untuk menurunkan liabilitasnya. Begitu logika sederhananya.

Jadi, setelah Anda memahami perbedaan aset dengan liabilitas, maka Anda dapat berlaku adil terhadap nilai kekayaan yang Anda miliki.

Yang dimaksud berlaku adil adalah menempatkan nilai kekayaan sesuai dengan tempatnya serta tidak memupuk pengeluaran yang tidak perlu dikeluarkan dengan menekan nilai liabilitas. Semoga Artikel ini dapat memberi manfaat bagi setiap orang agar lebih melek dalam dunia perekonomian.