1. Pengertian Homonim

Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti sejenis dan onuma yang berarti nama. Dalam imu bahasa, istilah tersebut diartikan sebagai kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu).

Contoh Homonim

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, homonim adalah kata yang bentuk dan pelafalannya sama, tapi memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Contohnya pada kata ‘bisa’.

1. Bisa ular itu sungguh mematikan.
2. Ibu bisa membawa semua barang belanjaan.

Kedua kalimat di atas menggunakan kata bisa. Pelafalannya sama, tapi ada makna yang berbeda.

Pada kalimat pertama, kata ‘bisa’ berarti racun. Sedangkan pada kalimat kedua, kata ‘bisa’ berarti mampu.

Contoh lain adalah kata ‘jarak’.

1. Jarak antara Surabaya ke Jakarta sangat jauh.
2. Ayah menanam pohon jarak di kebun rumah.

Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘jarak’. Pelafalan sama tapi arti berbeda.

Kata ‘jarak’ pada kalimat pertama berarti jangkauan atau ukuran. Sedangkan kata ‘jarak’ pada kalimat kedua berarti tumbuhan.

Baca juga: Perbedaan Antara Cerpen, Novel, dan Roman

2. Pengertian Homograf

Homograf berasal dari kata homo yang artinya sama dan graf yang artinya tulisan. Jadi dapat disimpulkan jika homograf adalah kata yang ejaannya sama, tetapi berbeda lafal dan maknanya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain, tetapi berbeda lafal dan maknanya (seperti teras ‘inti kayu’ dan teras /téras/ ‘bagian rumah’).

Contoh Homograf

Adapun contoh homograf adalah sebagai berikut.

1. Pak Camat mengikuti apel di pagi hari.
2. Pak Camat sangat suka makan apel.

Kedua kalimat di atas masing-masing menggunakan kata yang sama ejaannya, yaitu apel. Tapi pelafalan dan maknanya berbeda.

Pada kalimat pertama, apel berarti upacara/berkumpul. Sedangkan pada kalimat kedua, apel artinya buah.

Baca juga: Perbedaan Kalimat Utama dengan Kalimat Penjelas

3. Pengertian Homofon

Homofon adalah kata yang diucapkan sama tetapi berbeda dari segi maksud. Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara. Homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

Contoh Homofon

Contoh homofon adalah sebagai berikut:

1. Bank itu selalu menipu nasabahnya.
2. Bang Mahmud tidak pernah pulang ke rumah.

Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘bank’ dan ‘bang’. Keduanya memiliki pelafalan yang sama tapi arti berbeda. Itulah yang disebut dengan homofon.

Pada kalimat pertama, kata ‘bank’ memiliki arti tempat menyimpan uang. Sedangkan pada kalimat kedua, ‘bang’ artinya kakak laki-laki.

Baca juga: Pengertian Majas Personifikasi Beserta 50 Contoh Kalimatnya

4. Pengertian Polisemi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang mempunyai makna lebih dari satu.

Contoh Polisemi

Adapun contoh polisemi adalah sebagai berikut:

1. Saya masih ada hubungan darah dengan Pak Lurah.
2. Darah Pak Lurah terkucur deras ketika tangannya terkena paku.

Dari kedua kalimat tersebut masing-masing menggunakan kata darah. Pelafalan sama, ejaan sama, tapi memiliki makna yang berbeda.

Kata darah pada kalimat pertama berarti persaudaraan. Sedangkan kata darah pada kalimat kedua berarti cairan merah di dalam tubuh.

Polisemi memang terkesan sama dengan homonim, tapi sebenarnya berbeda. Nah, untuk membedakannya, baca artikel ini : Perbedaan Polisemi dan Homonim Menurut Para Ahli.

Semoga bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.