Sastrawacana.id

Peristiwa apa saja yang terjadi pada teks siklus air dan bencana kekeringan?

Siklus air merupakan proses yang berkelanjutan dimana air terus berpindah-pindah antara berbagai tempat di bumi.

Berikut adalah beberapa peristiwa penting yang terjadi dalam siklus air:

1. Evaporasi: Air menguap dari permukaan bumi, seperti laut, danau, sungai, dan tanah basah. Energi panas dari matahari menyebabkan air berubah menjadi uap air.

2. Transpirasi: Tumbuhan melepaskan uap air ke atmosfer melalui proses transpirasi. Air diserap oleh akar tumbuhan dan diangkut ke daun, di mana air diuapkan melalui stomata.

3. Kondensasi: Uap air naik ke atmosfer dan mendingin. Saat udara mendingin, uap air mengembun menjadi tetesan air kecil yang membentuk awan.

4. Presipitasi: Tetesan air di awan menjadi cukup besar dan jatuh ke bumi sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, sleet, atau hujan es.

5. Infiltrasi: Sebagian air presipitasi meresap ke dalam tanah, menjadi air tanah. Air tanah dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti air minum, irigasi, dan industri.

6. Runoff: Air presipitasi yang tidak meresap ke dalam tanah mengalir di permukaan tanah sebagai runoff. Runoff dapat menyebabkan erosi tanah dan banjir.

7. Storage: Air dapat disimpan di berbagai tempat, seperti laut, danau, sungai, gletser, dan air tanah. Air yang disimpan ini kemudian dilepaskan kembali ke atmosfer melalui proses evaporasi dan transpirasi.

Bencana Kekeringan:

Bencana kekeringan terjadi ketika persediaan air di suatu wilayah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan manusia dan hewan.

Kekeringan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

Bencana kekeringan dapat berdampak negatif pada manusia, hewan, dan lingkungan. Dampak kekeringan dapat meliputi:

Exit mobile version