Program Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 kembali dibuka mengikuti kalender pendidikan seperti umumnya. Namun, tahun ini agak sedikit berbeda dari tahun sebelumnya yang mana Kemendikbud mendorong agar PPDB lebih ke arah daring atau online.

Mengingat masih mewabahnya Covid-19, Kemendikbud mengimbau agar pelaksanaan PPDB lebih diutamakan secara daring, kecuali ada hal lain yang mengharuskan peserta hadir secara langsung.

“Kita dorong PPDB online atau daring. Kalau tidak bisa daring maka bisa secara kehadiran,” ujar Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Chatarina Muliana Girsang dalam acara ‘Bincang Sore’, Kamis, 28 Mei 2020.

Sebenarnya ada dua metode yang diterapkan, yaitu daring dan luring (luar jaringan). Merujuk pada Surat Edaran Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran COVID-19, maka ada aturan khusus bagi setiap sekolah dalam PPDB luring.

Baca juga: Tanpa Listrik dan Internet, Apa Kabar Pendidikan di Pelosok Papua?

Bagi sekolah yang melaksanakan PPDB luring, maka harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku, seperti  menggunakan masker, menjaga jarak, menyediakan hand sanitizer, dan sebagainya.

Oleh karenanya, Kemendikbud lebih menganjurkan untuk melaksanakan PPDB dengan metode daring, mengingat wabah pandemi belum usai sepenuhnya. Sebab, metode daring sebenarnya bukanlah hal yang baru karena program ini sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu.

“Jadi kalau pemerintah sudah melaksanakan PPDB secara daring seharusnya tidak masalah pada masa COVID ini,” kata Chatarina.

Pelaksanaan PPDB tahun 2020 melalui empat jalur: jalur zonasi, jalur perpindahan orang tua, jalur afirmasi, dan jalur prestasi.