Saat dibukanya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta pada Kamis (11/6/2020), Forum Orang Tua Murid SMP Menyambangi Pemerintah Jakarta untuk protes mengenai aturan yang menurut mereka kurang tepat dalam PPDB tahun ajaran 2020/2021.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria. Dalam pertemuan itu, Forum Orang Tua Murid mengadukan keresahan mereka tentang aturan prioritas usia di PPDB 2020.

Juru bicara Forum Orang Tua Murid, Dewi Julia menegaskan bahwa pihaknya ingin agar pemerintah menghapuskan aturan prioritas usia di PPDB. Menurutnya hal ini tidak adil karena bertentangan dengan sistem zonasi yang prinsispnya melihat jarak serta nilai siswa.

Baca juga: Ganjar Dimarahi Wali Murid Jika Buka Sekolah Saat Pandemi

“Kami melihat dari sistem zonasi itu tidak sesuai dengan semangat zonasi, yang mana seharusnya itu berdasarkan jarak dan berdasarkan nilai yang diraih oleh putra putri kita, tetapi di sistem zonasi di DKI itu melulu hanya melihat usia,” ujarnya.

Lebih dari itu, Dewi juga menjelaskan jika Forum Orang Tua Siswa SMP sudah membuat petisi dan mendapati hasil bahwasanya 90 persen masyarakat menolak sistem zonasi dengan prioritas usia.

Dewi pun menilai jika aturan ini justru akan menguntungkan siswa yang tidak naik kelas karena berusia lebih tua sehingga lebih diprioritaskan untuk diterima. Dia juga khawatir nantinya anak-anak berprestasi dan serius belajar akan tergeser.

Dalam pertemuan singkat itu, Dewi mengaku jika respon Wagub sangat positif dengan menerima semua masukan yang pihaknya utarakan.

“Ini kami mungkin akan ketemu dengan kepala dinas pendidikan DKI untuk kembali lagi dengar pendapat dengan beliau untuk menyampaikan keberatan ini, mudah-mudahan ada hasil yang positif dan segera diubah sistemnya,” kata Dewi.