Patahan yang Terlambat

oleh

Rama

 

Malam ini
Hujan di rumahku beserta semua isi
Ambruk penopang
Juga dinding sawo matang dikibas deras

Kugambar bara kepulan asap
Anggur merah yang tercecer di lantai
Bertahun-tahun ku indahkan
Tergaris agar mewah atapnya

Sekarang siapa doamu itu
Kau lempar batu merusak
Kau hujan mengelamkan rumahku
Tapi juga kau
Karena hidup mati diriku

Lebur takdir ini enggan milikku
Atau aku saja
Jika itu tidak cinta

Kutunggu di api abadi yang penuh peluh
Jika itu mustahil kejujuran
Aku nama yang sekian barisan
Yang menunggumu
Di permohonan malam

Aku menyayangimu
Menyayangimu