Pengertian Puisi Rakyat

Puisi rakyat adalah salah satu jenis sastra lama yang terikat oleh aturan atau syarat penulisan, seperti jumlah bait, baris, dan irama. Biasanya puisi rakyat disimbolkan sebagai gambaran atau ungkapan tradisional yang bercerita tentang kehidupan sehari-hari.

Lebih dari itu, puisi rakyat juga berisi pesan-pesan moral dan warisan para leluhur nenek moyang Indonesia yang lebih condong untuk selalu mengingat Tuhan (puji-pujian). Oleh karenanya, puisi rakyat masih terus dilestarikan sampai saat ini.

Baca juga: Perbedaan Puisi Lama dan Puisi Baru Beserta Contohnya

Ciri – Ciri Puisi Rakyat

Adapun ciri-ciri puisi rakyat adalah sebagai berikut:

  1. Penutur atau pengarangnya tidak diketahui secara pasti.
  2. Menyebar melalui mulut ke mulut.
  3. Berupa sastra lisan.
  4. Terikat aturan, seperti jumlah baris, bait, dan irama.
  5. Berisi pesan dan nilai moral.
  6. Kebanyakan untuk mengingat Tuhan.

Jenis – Jenis Puisi Rakyat

Berikut adalah beberapa jenis puisi rakyat, diantaranya:

  1. Gurindam
  2. Syair
  3. Pantun
  4. Mantra
  5. Karmina
  6. Seloka
  7. Talibun

Contoh Puisi Rakyat

Berikut adalah beberapa contoh puisi rakyat, diantaranya:

Jentayu Yang Luka

Tiba-tiba dia bangkit
Dengan kelembutan yang tetap sopan
Berdiri di barisan paling hadapan
Sebagai pahlawan keadilan

Lama dulu wajahnya tersembunyi
Di belakang pemimpin berani sang suami
Mengintip dengan mata kecilnya
Segala tingkah dan senyuman pura-pura
Si pengampu yang bermuka dua
Si penyembah yang berjiwa hamba
Si pengemis segenggam laba

Dia adalah jentayu yang luka
Terbang mengepak menyonsong gumpalan awan
Mencakar menjeritkan kebebasan dan keadilan
Mencabar dunia yang semakin kejam.

Contoh Puisi Rakyat Berupa Syair

1.) Jauhi semua perbuatan jahat
Jauhi pula pebuatan maksiat
Mari kita segera bertaubat
Supaya kita selamat dunia akhirat

2.) Jangan risau dengan cobaan
Jangan bersedih karena kesulitan
Berdoa saja pada Tuhan
Insya Allah Dia kan kabulkan

3.) Jangan lalaikan perintah-Nya
Kerjakan yang disuruh-Nya
Bertaubatlah kepada-Nya
Dia pasti menerimanya

Contoh Puisi Rakyat Berupa Gurindam

Contoh gurindam :

Hakikat Seorang Guru

Siapa hendak menjadi guru
Maka rajinlah menuntut ilmu

Ketika sudah menjadi guru
Jangan merasa paling berilmu

Karena di atas langit yang biru
Masih ada langit yang lebih biru

Ajarlah murid dengan ilmumu
Serta teladan tingkah lakumu

Jikalau itu sudah kau laku
Resmilah engkau menjadi guru