Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan jika sampai saat ini pemerintah masih belum bisa memutuskan kapan kegiatan belajar mengajar di sekolah akan dibuka. Hal tersebut dikarenakan pemerintah masih memantau perkembangan di tengah masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga sedang menggodok skenario serta sejumlah kemungkinan ketika sekolah kembali dibuka. Oleh karenanya, pemerintah belum bisa menentukan kapan sekolah akan dibuka kembali.

Baca juga: Wapres: Kegiatan Belajar Boleh Tatap Muka Asal Penuhi Syarat ini

Menurut Kang Emil (Sapaan akrab Ridwan Kamil), semuanya tergantung dari perkembangan peta penyebaran covid-19.

“Ini tergantung dari peta penyebaran atau penularan Covid-19. Jika dalam waktu dekat ini masih terjadi kasus penyebaran, maka kita harus siap mental kemungkinan sekolah baru bisa dimulai awal tahun 2021,” ujarnya, dikutip dari laman Kompas.

Kang Emil juga menambahkan jika pemerintah tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan ini karena ada dampak serta risiko yang cukup tinggi.

“Kita belajar dari negara lain di mana gelombang baru penyebaran kasus terjadi setelah pembukaan sekolah-sekolah. Ini yang kita khawatirkan,” ucapnya.

Emil menegaskan bahwa kalender pendidikan masih berjalan normal meski belum ada kejelasan tentang pembukaan sekolah.

“Awal Juli ini berdasarkan jadwal adalah awal tahun ajaran baru, dan itu tetap berlaku. Di mana ada PPDB dan lain-lain. Cara belajarnya untuk sementara tetap akan memberlakukan belajar dari rumah,” tegas Ridwan Kamil.

Kemudian untuk Perguruan Tinggi, Emil mengaku bukan wewenang pemerintah Provinsi. Namun secara prinsipal, jika lokasi perguruan tinggi berada di zona biru, maka aktivitas perkuliahan boleh dilakukan.