Sejarah Toga

Wisuda adalah sebuah aktivitas pelantikan kelulusan Mahasiswa yang telah menyelesaikan masa studinya pada suatu Universitas.

Dalam wisuda, biasanya para wisudawan akan menggunakan pakaian atau baju wisuda yang dikenal dengan toga.

Yap, hampir seluruh negara di dunia ini menggunakan toga dalam acara kelulusan Mahasiswa, termasuk Indonesia.

Tapi, tahukah kamu bagaimana sejarah toga? Kenapa pakaian ini bisa dijadikan sebagai baju wisuda?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kali ini Sastrawacana akan mengupas sejarah toga dan makna di dalamnya.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Pendidikan Juga Penting Untuk Wanita

sejarah toga

Menurut sejarah, Toga berasal dari bahasa latin, yaitu tego yang berarti penutup (tubuh).

Sampai saat ini, dunia akademis sepakat jika toga merupakan pakaian ala Romawi kuno yang berbentuk sehelai kain panjang berwarna hitam.

Biasanya, toga terbuat dari wol, yaitu serat yang diperoleh dari rambut hewan dari keluarga Caprinae, terutama domba dan kambing, tetapi bisa juga berasal dari rambut mamalia lainnya seperti alpaca.

Walau sering dikaitkan dengan bangsa Romawi, nyatanya toga juga pernah dikenakan oleh pribumi Italia, yaitu bangsa Etruskan sekitar tahun 1200 SM Silam. Namun kala itu toga masih berbentuk jubah.

Terlepas dari itu semua, baju toga tidak hanya sekedar baju biasa, tapi ada makna yang tersirat di dalamnya sehingga dijadikan sebagai pakaian resmi saat pelantikan kelulusan Mahasiswa.

Apa makna yang tersirat di dalam toga?

baju toga

Makna Baju Toga

Dihimpun dari berbagai sumber, toga wisuda sebenarnya memiliki beberapa makna simbolis yang tersirat di dalamnya. Adapun makna baju toga adalah sebagai berikut:

1. Simbol Kegelapan yang Berhasil Ditaklukkan

Warna hitam pada baju toga adalah sebuah simbol yang menggambarkan bahwa kegelapan (dalam arti kebodohan) telah dikalahkan oleh Mahasiswa di bangku perkuliahan.

2. Bentuk Topi Persegi

Ada juga yang mengatakan jika bentuk topi persegi pada toga melambangkan cara berpikir sarjana yang dituntut untuk melihat dari beberapa aspek dan sudut. Secara sederhana, bisa dikatakan sebuah simbol agar sarjana tidak memiliki sudut pandang yang sempit.

3. Pemindahan Tali Toga

Pemindahan tali toga sendiri memiliki makna yang cukup dalam, bukan hanya sebuah aktivitas biasa. Ada banyak versi tentang maksud ini, namun yang paling banyak disebutkan adalah sebuah proses penggunaan otak kiri dan kanan.

Maksudnya, ketika masih menyandang status Mahasiswa, kebanyakan yang dipakai adalah otak kiri saja. Ketika sudah lulus, disarankan untuk seimbang dengan cara menggunakan otak kanan juga.

Jadi, setiap teori yang didapatkan dalam bangku perkuliahan harus dipraktikkan dengan cara yang baik, inovatif, kreatif, dan bijaksana.

Selain itu, pemindahan tali toga juga dimaknai sebagai sebuah peningkatan pola pikir. Ketika otak kiri yang dominan, maka yang ada di dalam pikiran adalah bekerja.

Jika dikembangkan dengan otak kanan, maka yang ada di dalam pikiran adalah menciptakan lapangan kerja.

Nah, itulah penjelasan tentang baju toga, sejarah toga, dan maknanya di dalam kehidupan nyata. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.