Tahun ajaran baru telah dimulai. Sesuai dengan keputusan Lima Menteri, bagi sekolah-sekolah yang berada di zona hijau, diperkenankan melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka dengan sejumlah persyaratan, salah satunya adalah menggunakan protokol kesehatan lengkap seperti anjuran pemerintah.

Namun, kembalinya siswa ke sekolah juga memiliki kekhawatiran tersendiri akan terjadi gelombang kedua corona. Beberapa negara lain, seperti Prancis dan Korea Selatan juga menutup kembali sekolah-sekolah yang baru saja dibuka karena terjadi kasus positif baru.

Baca juga: Pakar UB: Gelombang Kedua Corona Bisa Terjadi Karena Ini

Menurut Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Nasional Wiku Adisasmito, ada penambahan 38 daerah yang berada pada zona hijau, salah satunya Wonogiri.

Mengantisipasi kekhawatiran itu, Pemerintah Kabupaten Wonogiri, dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kemudian mengeluarkan regulasi tentang kesiapan umum sekolah, antara lain:

  1. Sosialisasi dan edukasi pencegahan Covid-19 kepada warga sekolah melalui spanduk atau media lainnya, termasuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta senantiasa berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan.
  2. Protokol kesehatan bagi guru, tenaga kependidikan dan peserta didik untuk memastikan kondisi kesehatannya tidak potensi menularkan atau tertular Covid-19.
  3. Protokol zona lokasi tempat tinggal guru, tenaga kependidikan dan peserta didik untuk memastikan tempat tinggalnya bukan merupakan episentrum penularan Covid-19.
  4. Menyiapkan dan memanfaatkan sarana dan prasarana sekolah sesuai dengan standar protokol kesehatan, dan
  5. Pengaturan pembelajaran.