Sebagai upaya memperkuat semangat para pendidik dalam menjalankan tugas mulia mereka, MTS Maulana Ishaq Benelan Lor menggelar Seminar Motivasi pada Sabtu (29/11) dengan tema “Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Inspirasi.”

Seluruh guru dan tenaga kependidikan hadir sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran.

Seminar ini mengajak para guru untuk meneguhkan kembali peran mereka, bukan hanya sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberi perhatian, keteladanan, dan dorongan positif bagi perkembangan siswa.

Mengajar dengan hati menuntut empati dalam proses pembelajaran, sementara mendidik dengan inspirasi mendorong guru untuk terus berinovasi dan menjadi teladan bagi peserta didik.

Kegiatan diawali oleh sambutan Kepala Sekolah, Rustam Effendi, S.Pd.I, yang menegaskan bahwa momentum ini penting sebagai penyegaran kembali energi dan niat para pendidik.

“Seminar ini kami selenggarakan untuk menguatkan kembali komitmen kita sebagai guru. Mengajar bukan hanya soal menyampaikan pelajaran, tetapi bagaimana kita memberikan pengaruh positif bagi pembentukan karakter siswa. Saya berharap kegiatan ini menjadi penyemangat baru bagi seluruh guru untuk terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan tulus,” ujarnya.

Rustam juga menekankan bahwa perkembangan zaman menuntut guru untuk senantiasa belajar dan beradaptasi.

“Saat ini dunia pendidikan berubah sangat cepat, baik dari sisi teknologi maupun karakter siswa. Kita harus siap mengikuti perubahan tersebut. Dengan ketulusan mengajar dan semangat memberikan inspirasi, saya yakin sekolah kita mampu mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak baik,” tambahnya.

Seminar Motivasi MTS Maulana Ishaq Banyuwangi

Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, Agung Surya Wirawan, entrepreneur sekaligus pendidik yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan profesi sebagai guru.

Dalam penyampaian materinya, Agung menekankan bahwa profesi guru menuntut keikhlasan dan pengabdian yang tulus.

Ia menyampaikan bahwa menjadi guru mungkin bukan pekerjaan dengan gaji terbesar, namun setiap kebaikan yang diberikan akan selalu mendapat balasan, begitu pula kelalaian yang pasti memiliki konsekuensinya.

“Dalam bidang apa pun, termasuk dunia pendidikan, kita dituntut untuk benar-benar ikhlas dalam menjalankan pengabdian. Menjadi guru mungkin bukan profesi dengan gaji terbesar, tetapi percayalah, setiap kebaikan selalu memiliki balasan, dan setiap kelalaian pun memiliki konsekuensinya. Tuhan tidak pernah salah memberi reward maupun punishment,” terangnya.

Lebih lanjut, Agung juga menegaskan bahwa guru harus bekerja dengan hati, totalitas dalam mengajar, tulus dalam membimbing, dan sungguh-sungguh menghadirkan layanan terbaik bagi siswa.

“Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi menghadirkan keteladanan, menyalakan inspirasi, dan menjadi cahaya yang membentuk masa depan. Ketika kita mengajar dengan hati, setiap langkah kecil kita akan menjadi amal besar bagi generasi yang kita bimbing,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi yang bermakna oleh narasumber, seminar kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan diskusi antarguru.

Pada sesi ini, para pendidik berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Diharapkan kegiatan ini mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, menyenangkan, dan bermakna bagi seluruh siswa.

Penulis: Andi Budi SetiawanEditor: Maulana Affandi

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.