Pengertian Semiotika

Dalam dunia sastra, ada sebuah bidang kajian yang bernama semiotika. Semiotika sendiri berasal dari Bahasa Yunani, ‘Semeion’ yang artinya ‘tanda’.

Kemudian, tanda itu sendiri sering diartikan sebagai dasar konvesi sosial yang terbangun dan mewakili sesuatu yang lain.

Dalam pembahasan yang lebih mudah, semiotika sering disebut sebagai suatu cara memahami makna.

Kajian ini merupakan model dari ilmu pengetahuan sosial yang memahami segala hal yang terjadi di dunia dengan membaca ‘tanda’ itu sendiri sebagai sebuah makna.

Sebab, banyak yang menggunakan semiotika sebagai pendekatan dalam kontruksi simbol dan kata-kata untuk tujuan serta maksud tertentu.

Apapun medianya, inti dari semiotika sendiri adalah menjalin sebuah komunikasi dengan cara berbeda, yakni membaca ‘tanda’.

(Eco, 1979: Hoed, 2001:140 dalam Sobur, 2006:15) Membagi kajian semiotika menjadi dua, yaitu semiotika komunikasi dan semiotika signifikasi.

Semiotika komunikasi sendiri lebih menekankan pada teori tentang produksi tanda yang digunakan sebagai media komunikasi.

Sedangkan semiotika signifikasi lebih menekankan pada teori tanda dan pemahamannya pada suatu konteks tertentu.

Baca juga : Pengertian Fonologi Menurut Para Ahli

Definisi Semiotika Menurut Para Ahli

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa definisi semiotika menurut para ahli.

1. Menurut Alex Sobur secara Etimologis

Semiotika berasal dari istilah Yunani “Semion” yang berarti “tanda” . Tanda sendiri didefinisikan sebagai sebuah konvensi sosial atas dasar dimasukkan sebelumnya, dapat dianggap memiliki sesuatu yang lain.

2. Menurut Eco di kutip dari buku Alex Sobur

Penelitian ini -peristiwa sederatan Semiontika macam acara, benda, seluruh budaya sebgai tanda.Tanda didefinisikan sebagai apa pun di atas konvensi sosial dasar yang sebelumnya masuk, dapat dianggap memiliki sesuatu yang sangat berbeda.

3. Charles Morris

Semiotika menambahkan bahwa hubungan tanda-tanda untuk designata mereka dan benda-benda yang memungkinkan atau acara; dan, penawaran pragmatik dengan aspek biotik dari semiosis, yaitu dengan semua fenomena psikologis, biologis, dan sosiologis yang terjadi dalam tanda-tanda fungsi.

Baca lagi : Pengertian Pragmatik Menurut Parah Ahli

4. Van Zoest seperti dikutip oleh Rahayu S. Hidayat

Menjelaskan bahwa semiotika meneliti tanda, penggunaan tanda-tanda, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan tanda. Berbicara tentang kegunaan semiotika tidak dapat dipisahkan dari pragamatik, yaitu untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dengan tanda, apa reaksi manusia ketika berhadapan dengan tanda.

5. Ferdinand De Saussure dan Charles Sanders Pierce

Semiotika sebagai metode penelitian untuk mempelajari berbagai cabang ilmu pengetahuan ini dimungkinkan karena ada kecenderungan untuk melihat berbagai wacana sosial sebagai fenomena bahasa.

6. Charles Sanders Peirce (Littlejohn, 1996:4, dalam Sobur, 2006:16)

Mendefinisikan semiosis sebagai “a relationship among a sign, an object, and meaning” (sesuatu hubungan diantara tanda, objek, dan makna).

7. John Fiske

Semiotika atau semiology berasal dari Bahasa Yunani, semion yang berarti tanda. Semiotika adalah studi tentang pertanda dan maka dari sistem tanda, ilmu tentang bagaimana makna dibangun dalam ‘teks’ media; atau studi tentang bagaimana tanda dari jenis karya ataupun dalam masyarakat dalam mengomunikasikan makna.