Pengertian Bahasa

Sebelum membahas tentang sifat bahasa, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu arti dari bahasa. Jadi, bahasa adalah sistem komunikasi manusia yang berupa bunyi, dihasilkan dari alat ucap, yaitu mulut.

Adapun yang mendukung dari bunyi adalah ekspresi muka, gerakan tangan, serta simbol-simbol tertentu sehingga pesan yang disampaikan benar-benar sampai kepada orang lain.

Nah, itulah definisi bahasa. Lantas, apa saja sifat-sifat bahasa? Berikut diantaranya:

Baca juga: Pengertian Variasi Bahasa Dalam Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

Sifat Bahasa

Berikut adalah beberapa sifat bahasa, diantaranya:

1. Arbriter

Arbriter bisa diartikan sebagai “suka-suka” atau “sewenang-wenang”. Maksudnya adalah hubungan antara lambang dengan yang dilambangkan tidak bersifat wajib, bisa berubah dan tidak dapat dijelaskan mengapa lambang tersebut mengonsepi makna tertentu.

Namun, meski bersifat abritrer, bahasa juga konvensional. Artinya setiap penutur suatu bahasa akan mematuhi hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya.

2. Produkfif

Bahasa bersifat produktif, maksudnya adalah walaupun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang tidak terbatas, secara relatif, sesuai dengan sistem yang berlaku dalam bahasa itu.

Misalnya, menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan WJS. Poerwadarminta, bahasa Indonesia hanya mempunyai kurang lebih 23.000 kosa kata, tetapi dengan 23.000 buah kata tersebut dapat dibuat jutaan kalimat yang tidak terbatas.

3. Dinamis

Bahasa bersifat dinamis berarti bahwa bahasa itu akan berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Perubahan itu dapat terjadi pada tataran apa saja: fonologis, morfologis, sintaksis, semantik dan leksikon.

Pada setiap waktu mungkin saja terdapat kosakata baru yang muncul, tetapi juga ada kosakata lama yang tenggelam, alias tidak digunakan lagi.

4. Beragam

Masyarakat terdiri dari berbagai status sosial dan latar belakang yang tidak sama, maka dari itu membuat bahasa menjadi beragam atau bervarian. Misalnya Bahasa Jawa yang digunakan di Surabaya berbeda dengan yang digunakan di Yogyakarta.

5. Manusiawi

Bahasa hanya digunakan oleh manusia, tidak hewan. Sebab alat komunikasi hewan bersifat statis, sedangkan alat komunikasi manusia bersifat dinamis. Selain itu, hewan tidak mampu mempelajari bahasa manusia, sehingga bahasa disebut sebagai manusiawi.

6. Bersistem

Bahasa adalah sebuah sistem yang berpola. Maksudnya adalah ketika berbahasa, manusia akan memadukan kata-kata menjadi rangkaian kalimat sehingga mudah dimengerti oleh lawan bicara.

Ketika sistem itu tidak ditata dengan baik, maka komunikasi akan menjadi sulit karena lawan bicara tidak mengerti apa yang sedang disampaikan.

7. Bunyi

Menurut Kridalaksana (1983), bunyi adalah kesan pada pusat saraf sebagai akibat dari getaran gendang telinga yang bereaksi karena perubahan dalam tekanan udara. Bunyi bahasa adalah bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia. Tetapi juga tidak semua bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia termasuk bunyi bahasa.

8. Unik

Bahasa juga memiliki sifat unik, artinya setiap bahasa memiliki ciri khas tersendiri dalam penyampaian dan pelafalannya.

9. Universal

Bahasa bersifat universal, artinya ada ciri-ciri yang sama oleh setiap bahasa di dunia dini. Baik ciri penyampaian, ciri penulisan, ciri sistem, atau ciri lainnya. Pada intinya, ada satu ciri yang sama.

Nah, itulah pengertian dan sifat-sifat bahasa. Sekarang sudah tahu, kan? Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.