Untuk memutus rantai penularan COVID-19 atau corona, pemerintah melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan menerapkan sistem belajar dari rumah dengan mengandalkan teknologi sebagai sarana.

Untuk mempermudah dalam komunikasi, ada yang menggunakan grup whatsapp, ada pula yang menggunakan skype atau telegram tergantung kebijakan dari masing-masing sekolah.

Umumnya, para siswa dibebankan tugas dan wajib menyelesaikan dalam waktu yang ditentukan. Setoran tugas pun dilakukan secara online. Jika tidak ada tugas, maka siswa diminta untuk mengerjakan soal-soal yang telah diberikan, ataupun soal-soal dalam LKS.

Baca juga: Takut Corona, Pasangan ini Menikah dengan Cara Drive Thru

Mulanya, siswa dan para guru menyangka upaya ini akan berlangsung beberapa minggu saja, tapi sampai saat ini program belajar di rumah masih terus berlanjut. Bahkan, ada informasi beredar yang menyebutkan jika program ini akan diperpanjang beberapa bulan ke depan.

Dari beredarnya informasi tersebut, tidak sedikit siswa yang mengalami kejenuhan sebab selama lebih dari satu bulan sudah berdiam diri di rumah. Kini harus ditambah lagi untuk beberapa bulan ke depan.

Melihat fakta tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) diminta untuk membuat terobosan agar siswa tidak lagi jenuh jika harus belajar dari rumah.

“Yang jelas ada suasana jenuh dari anak-anak sekolah belajar dari rumah, orang tua siswa pun juga sudah jenuh. Jadi ini butuh terobosan dari Kemendikbud,” ujar ketua komisi X DPR RI Syaiful Huda yang dikutip dari laman JPNN.

Menurut Syaiful Huda, kejenuhan itu muncul karena para siswa yang sudah menjalankan pendidikan secara online dari rumah sekitar dua bulan lamanya. Diperlukan adanya sebuah skenario baru yang akan membuat para siswa tidak jenuh karena keresahan akibat informasi yang beredar berkenaan dengan diperpanjangnya program ini sampai Juni 2020 mendatang.