Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim dalam pengumuman Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran dan Tahun Akademik Baru di Masa Pandemi Covid-19 menuturkan jika sekolah boleh dibuka kembali asal memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan.

Dilansir dari laman Kompas.com, adapun syarat-syarat tersebut adalah sebagai berikut:

  • Sekolah berada di zona hijau
  • Mendapat izin dari pemerintah setempat
  • Memenuhi semua daftar periksa kesiapan membuka sekolah

Menurut data dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menunjukkan hingga 15 Juni 2020, ada 85 kota/kabupaten di Indonesia yang dinilai aman untuk menyelenggarakan kegiatan sekolah kembali alias masuk kategori zona hijau.

Baca juga: Menko PMK Imbau Sekolah Agama Siap Hadapi Era 4.0

Merujuk pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Hidup Baru, adapun kriteria zona hijau adalah sebagai berikut:

  • Kasus jumlah positif menurun setidaknya selama 14 hari
  • Jumlah ODP/PDP menurun setidaknya selama 14 hari
  • Jumlah kematian yang dimakamkan dengan protokol covid-19 menurun setidaknya selama 14 hari
  • Penularan langsung kepada petugas medis menurun

Namun, bukan berarti zona hijau terbebas dari covid-19. Masyarakat perlu kesadaran lebih serta meningkatkan protokol kesehatan agar wilayahnya tetap aman dan steril dari penyebaran covid-19.

Baca juga: Wapres: Kegiatan Belajar Boleh Tatap Muka Asal Penuhi Syarat ini

Kendati sekolah berada di wilayah zona hijau, protokol kesehatan tetap harus dijalankan sesuai arahan dari Kemenkes. Adapun protokol kesehatan tersebut meliputi menyediakan sarana sanitasi kebersihan, sarana cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun, dan disinfektan.

Selain itu, kelas juga tidak boleh diisi penuh. Jadi, semisal di kelas ada 40 siswa, maka tidak boleh semuanya masuk secara langsung, tapi harus ada pengurangan dan pergantian ataupun penambahan kelas agar setiap kelas tidak terlalu penuh.