Tag: alfina bakery

  • PKBM Merdeka Gelar Pelatihan Kuliner Empat Hari, Pemdes Grogol Dukung Warga Kembangkan Usaha Rumahan

    PKBM Merdeka Gelar Pelatihan Kuliner Empat Hari, Pemdes Grogol Dukung Warga Kembangkan Usaha Rumahan

    Belum terdapat data resmi mengenai jumlah pasti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Banyuwangi.

    Meski demikian, data Perpustakaan Digital Nasional pada tahun 2019 mencatat terdapat 36 PKBM yang terdaftar.

    Angka tersebut berpotensi berubah mengikuti pembaruan laporan dari Kemendikdasmen.

    PKBM atau Community Learning Activity Center sendiri merupakan lembaga pendidikan nonformal yang dibentuk dan dikelola masyarakat untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan keterampilan, serta memberdayakan warga.

    Di Desa Grogol, Kecamatan Giri, terdapat dua PKBM aktif. PKBM Anggrek Bulan, yang telah berdiri lebih dari 14 tahun, beralamat di Dusun Guwo RT 02/02.

    Sementara PKBM Merdeka, berdiri sekitar empat tahun lalu dan berlokasi di Dusun Sumbermulyo RT 54/08, Kelurahan Tegaldlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi.

    Selain menjalankan program kesetaraan paket A, B, dan C, kedua lembaga tersebut juga menyediakan ragam pelatihan keterampilan seperti menjahit, membatik, serta kursus kuliner.

    Salah satu kegiatan terbaru adalah pelatihan dasar pembuatan kue kering, cake, dan roti yang diselenggarakan oleh PKBM Merdeka Pokjar Guwo, Desa Grogol, bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kecamatan Muncar atau Balai Latihan Kerja (BLK) Banyuwangi.

    Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Muncar

    Pelatihan berlangsung selama empat hari, mulai Senin (1/12/2025) hingga Kamis (4/12/2025), dengan total 16 resep berbeda yang dipraktikkan peserta setiap harinya.

    Koordinator Pokjar Merdeka Giri, Nurul Ainiyah yang akrab disapa Aini menjelaskan bahwa ini merupakan pelatihan kuliner pertama yang diselenggarakan PKBM Merdeka.

    Sebelumnya, lembaga tersebut bekerja sama dengan BLK Situbondo dalam program membatik, menjahit, serta Hair & Beauty Treatment.

    Aini menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan menambah pengalaman dan memperkaya wawasan ibu-ibu anggota PKBM Merdeka dalam bidang pembuatan kue dan roti.

    Ia juga mengungkapkan harapannya untuk dapat mengembangkan keterampilan ini menjadi peluang usaha di masa depan.

    “Kami ingin ibu-ibu punya pengalaman baru dan semakin percaya diri membuat aneka kue dan roti. Saya sendiri ikut pelatihannya karena ingin terus mengasah skill, bahkan kalau bisa membuka usaha ke depannya,” ujarnya.

    Pelatihan Kuliner PKBM Merdeka

    Selama berlangsungnya kegiatan, pelatihan dipusatkan di kediaman Aini di Dusun Guwoh, Desa Grogol.

    Pada hari pembukaan, Kepala Desa Grogol, Samsul Arifin akrab disapa Pupung tampak hadir dan memberikan sambutan.

    Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini, terutama menjelang bulan suci Ramadan yang akan datang dua bulan lagi.

    Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat, mengingat kebutuhan akan kue kering meningkat menjelang perayaan Idulfitri.

    “Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi peluang nyata bagi warga untuk meningkatkan ekonomi keluarga,” terangnya.

    Ia juga berharap pelatihan serupa dapat dijadwalkan rutin setiap tiga hingga lima bulan dengan materi yang bervariasi.

    Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk kelas praktik (baking class) dengan sistem kelompok.

    Terdapat empat kelompok, masing-masing beranggotakan empat orang. Pada hari pertama, peserta mempraktikkan pembuatan palm cheese, thumbprint, dan kastengel.

    Mereka mengikuti arahan tutor mulai dari proses pencampuran bahan, pengadonan, pencetakan, hingga pemanggangan menggunakan oven merek Signora.

    Antusiasme peserta yang sebagian besar ibu rumah tangga terlihat sejak hari pertama.

    Ulfiatuz Zuhro

    Pelatih dalam kegiatan ini adalah Ulfiatuz Zuhro, home baker asal Puger, Jember sekaligus pemilik Alfina Bakery Cake & Cookies (dapat dihubungi melalui WhatsApp 081249962400).

    Ia juga dikenal sebagai pendamping tetap kegiatan Baking Class bulanan bertajuk “Latbar” di Kedai Makmoer Banyuwangi, usaha milik suaminya Leo Al Ghifari di Jalan Mayor Supono 10 Banyuwangi.

    Pada hari kedua, terdapat lima resep yang dipelajari, yaitu kue kacang, choco chip, bolu pandan jadul, lidah kucing, dan banana cake.

    Salah satu peserta, Yuliatin, mengaku sangat senang karena materi pelatihan sesuai minatnya.

    Ia menilai ilmu yang diperoleh sangat bermanfaat, terutama beragam tips praktis yang sulit ditemukan ketika belajar secara mandiri.

    Rekannya, Fita Wulandari, menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan bahwa pembuatan aneka kue, roti, hingga pizza merupakan pengalaman baru baginya dan menjadi tambahan pengetahuan yang signifikan.

    Pada hari ketiga, peserta mempelajari pembuatan soft cookies, bolu gulung, soes (choux), dan brownies kukus.

    Koordinasi antaranggota kelompok terlihat semakin solid. Tugas dibagi menjadi beberapa bagian seperti pengadonan, pembentukan adonan, hingga proses pemanggangan.

    Suasana pelatihan berlangsung nyaman dan penuh tawa, namun tetap memperhatikan ketelitian dalam menjaga tingkat kematangan produk yang dipanggang menggunakan oven listrik.

    Pelatihan mencapai puncaknya pada hari keempat, Kamis (4/12/2025), dengan empat resep favorit peserta, yaitu pizza, brownies panggang, donat, dan castella cake.

    Hidangan pizza menjadi perhatian khusus karena jarang ditemui dalam kegiatan pelatihan di wilayah desa.

    Antusiasme peserta meningkat, bahkan beberapa di antaranya meminta dibuatkan ulang untuk dinikmati bersama keluarga di rumah.

    Pada penutupan kegiatan, Kepala Desa Grogol kembali hadir memberikan apresiasi kepada seluruh peserta serta pihak penyelenggara.

    Ucapan terima kasih disampaikan kepada BLK Muncar, Kepala Sekolah PKBM Merdeka, pihak Signora, Koordinator PKBM Merdeka Nurul Ainiyah selaku tuan rumah, serta tutor Ulfiatuz Zuhro atas kontribusi dan ilmu yang dibagikan.

    Penyelenggara berharap pelatihan ini dapat memberi dampak positif dan membuka peluang keterampilan baru bagi warga di masa mendatang. (Leo)

  • Dari Dapur Rumahan ke Ruang Pelatihan, Kisah Alfina Bakery yang Menularkan Semangat Kuliner di Banyuwangi

    Dari Dapur Rumahan ke Ruang Pelatihan, Kisah Alfina Bakery yang Menularkan Semangat Kuliner di Banyuwangi

    Bicara kuliner di Banyuwangi seolah tak ada habisnya. Setiap sudut kota menawarkan cita rasa khas yang menggugah selera, seiring berkembangnya sektor ekonomi dan pariwisata yang kian menjanjikan.

    Di sektor pariwisata sendiri, kuliner menjadi bagian tak terpisahkan dari daya tarik destinasi. Setiap daerah memiliki makanan khas, mulai dari hidangan berat hingga jajanan tradisional yang menggugah selera wisatawan maupun warga lokal.

    Lebih dari itu, di jantung kota ada sebuah event mingguan yang sudah lama dikenal masyarakat, yaitu Banyuwangi Creative Market (BCM).

    Kegiatan ini digelar di area Gesibu Taman Blambangan dan telah berlangsung sejak sebelum pandemi hingga sekarang.

    Pada pertengahan Agustus 2025 lalu, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Dinas Koperasi juga meluncurkan event serupa bernama Community & Food Day (CFD).

    Acara ini diadakan setiap hari Minggu di sepanjang Jalan Ahmad Yani, mulai dari depan kantor kecamatan hingga ke depan SMPN 1 Banyuwangi yang diikuti oleh para pelaku UMKM dari berbagai penjuru kota.

    Perkembangan kuliner di Banyuwangi semakin terasa dengan menjamurnya kafe-kafe kekinian, baik berskala kecil maupun besar.

    Hampir di setiap sudut kota, bahkan hingga ke jalan-jalan perkampungan dan kawasan Kecamatan Glagah, kini berdiri kafe yang menawarkan aneka menu pastry dan bakery.

    Dilengkapi dengan minuman kopi modern yang digemari anak muda, banyak kafe menghadirkan konsep berkelas dengan latar pemandangan alam pedesaan, kebun, dan bukit yang memanjakan mata.

    Konsep yang sederhana namun hangat, berpadu dengan aneka roti, cake, dan kudapan manis, membuat kafe-kafe ini semakin diminati.

    Di sisi lain, meski toko roti di Banyuwangi sudah sangat banyak, mulai dari yang besar hingga rumahan, keberadaan tempat kursus atau pelatihan membuat roti masih jarang ditemui di kota yang dikenal dengan sebutan Kota Gandrung ini.

    Pelatihan Alfina Bakery

    Di tengah minimnya tempat pelatihan membuat roti di Banyuwangi, Alfina Bakery Cake & Cookies atau yang akrab disebut Kedai Makmoer hadir menawarkan solusi.

    Gerai yang berlokasi di Jalan Mayor Supono No. 10, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi ini dikelola oleh Ulfiatuz Zuhro.

    Selain menjual berbagai produk roti dan kue, Ulfi juga aktif mengadakan pelatihan singkat atau LATBAR (Latihan Bareng) untuk masyarakat umum.

    Ia tak ingin sekadar disebut pemilik toko, melainkan lebih nyaman dikenal sebagai home baker, karena usaha ini berawal dari resep-resep rumahan.

    Lahir di Kecamatan Puger, Jember, Ulfi kerap mengikuti berbagai kelas khusus di kota asalnya bersama mentor berpengalaman.

    Dari situlah ia memperdalam ilmu tata boga, khususnya di bidang bakery dan pastry, hingga kini mampu membagikan pengetahuannya kepada banyak orang dengan penuh semangat.

    Roti Alfina Bakery

    Produk Alfina Bakery sangat beragam, mulai dari roti bluder, roti macan, roti tawar gandum, roti sisir, bolen, hingga sourdough cranberry.

    Setiap Minggu, Ulfi menggelar kegiatan LATBAR yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk belajar dari dasar, mulai dari mengolah adonan hingga menghias hasil akhir.

    Pada Minggu, 19 Oktober 2025, kegiatan LATBAR kembali digelar di Kedai Makmoer dengan tiga materi pelatihan, yaitu Strawberry Shortcake, Salt Bread, dan Pastel Tutup.

    Sebanyak 15 peserta ikut berpartisipasi, berasal dari berbagai wilayah seperti Tegalsari, Genteng, dan daerah sekitar Banyuwangi.

    Salah satu peserta, Srina Lestari dari Kecamatan Tegalsari yang merupakan lulusan SMAN 1 Bangorejo tahun 2024 mengaku antusias mengikuti pelatihan untuk kedua kalinya.

    Ia merasa senang dapat mengajak rekannya ikut serta, sekaligus menambah pengalaman belajar langsung teknik dasar membuat roti dari adonan hingga hasil akhir.

    “Luar biasa senang bisa langsung praktik sesuai materi yang diajarkan Bu Ulfi,” ujarnya.

    Srina juga mengaku pelatihan ini memberinya bekal penting untuk meningkatkan keterampilan baking, baik untuk hobi maupun peluang usaha di bidang kuliner.

    Peserta lainnya, Risgiyowati atau yang akrab disapa Bu Rizgi, warga Jalan Wiji Nongko, Kelurahan Sobo, juga rutin mengikuti kegiatan ini.

    Pelatihan Membuat Roti Alfina Bakery

    Ia menilai LATBAR bukan hanya ajang belajar, tetapi juga sarana menyegarkan pikiran setelah sibuk bekerja.

    “Lewat kegiatan ini, saya bisa bertemu peserta lain, berbagi cerita, dan menambah referensi materi pelatihan untuk dipraktikkan di rumah bersama keluarga,” tuturnya.

    Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memperdalam pengetahuan tentang pastry dan bakery.

    Pelatihan singkat seperti LATBAR Alfina Bakery tidak hanya menambah kreativitas dan keterampilan, tetapi juga memperluas jejaring (networking) di antara pelaku kuliner yang memiliki semangat dan minat yang sama.

    Jika Anda tertarik untuk mengikuti LATBAR ini, bisa menghubungi Ulfi di nomor 081333924441 atau datang langsung ke Kedai Makmoer di Jalan Mayor Supono No. 10, Lingkungan Stendo, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi.