Tag: artikel

  • Tentang Sesuatu yang Belum Selesai: Cici Arista Devi dan Kisah Perempuan yang Mengabdi dalam Diam

    Tentang Sesuatu yang Belum Selesai: Cici Arista Devi dan Kisah Perempuan yang Mengabdi dalam Diam

    Menulis selalu bermula dari sesuatu yang mengusik, sesuatu yang tak kunjung selesai meski hari terus berganti, lalu perlahan mencari jalan pulang melalui kata-kata.

    Tidak semua yang dilihat dapat begitu saja dilupakan, tidak semua yang dirasakan mampu selesai dalam percakapan.

    Ada pengalaman yang terus tinggal dalam ingatan, ada kegelisahan yang menolak reda, hingga akhirnya memilih hidup sebagai sebuah tulisan.

    Keresahan itu pula yang membawa Cici Arista Devi berlabuh pada aksara: menjadikan tulisan sebagai ruang untuk merawat gagasan, merekam pengalaman, dan memahami berbagai persoalan yang ditemuinya.

    Di balik setiap tulisan, ia percaya selalu ada tanggung jawab untuk menghadirkan sesuatu yang lebih dari sekadar rangkaian kata.

    Sebab, tulisan bukan hanya perkara apa yang ingin disampaikan, melainkan juga tentang keberanian melihat kenyataan apa adanya, lalu mengajaknya menjadi bahan renungan bersama.

    Dari sekian banyak hal yang ditemui, ada satu kenyataan yang terus mengetuk pikirannya.

    Kenyataan yang hadir begitu dekat, tumbuh di sekitar kehidupan sehari-hari, tetapi acap kali luput untuk benar-benar dipahami: perempuan.

    Ya, tentang perempuan yang menjalani banyak peran dalam waktu yang bersamaan, tetapi masih sering dipandang hanya dari satu sisi.

    Cici SMK Models

    Tentang pengabdian yang kerap diukur dari apa yang tampak, sementara banyak perjuangan lain berlangsung dalam sunyi dan nyaris luput dari perhatian.

    Kegelisahan itu tidak lahir dari keinginan untuk mempertentangkan peran perempuan di ruang domestik dan ruang publik. Justru sebaliknya, Cici melihat keduanya dapat berjalan berdampingan.

    Menjadi ibu, mengurus keluarga, aktif di organisasi, hingga mengambil bagian dalam kehidupan sosial bukanlah pilihan yang saling meniadakan.

    Dari keyakinan itulah gagasan demi gagasan mulai disusun, hingga akhirnya menjelma menjadi sebuah rajutan kata yang membawa suara perempuan berkemajuan dari sudut pandang yang lebih utuh.

    Rajutan kata itu kemudian menemukan bentuknya dalam sebuah artikel berjudul Dapur, Gendongan, dan Nasyiah: Seni Shodaqoh Waktu Perempuan Berkemajuan.

    Melalui tulisan tersebut, Cici tidak sedang menawarkan jawaban yang paling benar.

    Ia hanya mengajak pembaca berhenti sejenak, melihat kembali kehidupan perempuan dari sudut yang mungkin selama ini luput diperhatikan.

    Bahwa di balik dapur yang tetap mengepul, gendongan yang tak pernah lepas dari pelukan seorang ibu, dan pengabdian di ruang organisasi, ada perjuangan yang berjalan beriringan tanpa saling meniadakan.

    Barangkali karena lahir dari kegelisahan yang nyata, tulisan itu pun mampu menyentuh pembacanya.

    Bukan semata karena pilihan diksinya, melainkan karena ia berbicara tentang kehidupan yang begitu dekat dengan banyak insan.

    Tentang perempuan yang setiap hari membagi waktunya, tenaganya, bahkan dirinya sendiri, agar keluarga tetap bertumbuh, organisasi terus bergerak, dan nilai-nilai kebaikan tidak berhenti diwariskan.

    Tidak pernah ada yang benar-benar tahu sejauh mana sebuah tulisan akan melangkah.

    Siapa sangka, kegelisahan yang mula-mula hanya bergumul di dalam benaknya, justru memilih jalannya sendiri.

    Cici Arista Devi SMK Models

    Di antara puluhan karya yang berkompetisi, tulisan tersebut mengantarkan nama Cici Arista Devi sebagai Juara I dalam Lomba Menulis Artikel yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banyuwangi..

    Penghargaan itu tentu menjadi kabar yang membahagiakan. Namun, bagi Cici, kemenangan barangkali bukanlah akhir dari perjalanan sebuah tulisan.

    Sebab, sejak awal yang ia perjuangkan bukan semata-mata menjadi pemenang, melainkan menghadirkan kegelisahan yang selama ini hidup di sekelilingnya agar dapat dibaca, dipahami, dan direnungkan bersama.

    “Tulisan ini tidak lahir karena saya ingin mengubah dunia. Saya hanya tidak ingin perjuangan perempuan berlalu begitu saja tanpa sempat diceritakan. Sebab, ada begitu banyak pengabdian yang tumbuh dalam diam, tetapi justru menjadi penopang kehidupan,” tuturnya.

    Barangkali, itulah yang membuat sebuah tulisan memiliki usia yang lebih panjang daripada tepuk tangan atau sebuah piala penghargaan.

    Ketika perlombaan usai dan nama-nama pemenang perlahan menjadi kenangan, gagasan yang ditinggalkan sebuah tulisan tetap dapat hidup, berpindah dari satu pembaca ke pembaca lainnya, menghadirkan pertanyaan baru, sekaligus menumbuhkan cara pandang yang lebih lapang.

    Bagi Cici, tulisan itu adalah ikhtiar kecil untuk merawat kesadaran bahwa masih banyak hal di sekitar kita yang layak didengar, dipahami, dan diceritakan.

    Sebab, pada akhirnya, setiap tulisan selalu berangkat dari sesuatu yang belum selesai.

    Sesuatu yang masih tinggal dalam pikiran, mengendap dalam perasaan, dan menunggu untuk menemukan bentuknya melalui kata-kata.

    Begitu pula dengan kisah tentang perempuan yang ia tuliskan. Seolah refleksi untuk berdamai dengan pertanyaan-pertanyaan yang selama ini hidup dalam dirinya.

    Bahwa perempuan tidak semestinya hanya dikenang dari peran yang tampak di permukaan, melainkan juga dari ketulusan, keteguhan, dan pengabdian yang sering kali berlangsung tanpa sorotan.

    Dan seperti halnya setiap tulisan yang bermula dari sesuatu yang mengusik, kisah Cici pun mengingatkan bahwa kata-kata tidak pernah benar-benar lahir untuk sekadar dibaca.

    Aksara hadir untuk mengetuk kesadaran, merawat harapan, dan membuat kita memandang kehidupan dengan mata yang sedikit lebih jernih daripada sebelumnya.

    Tabik!
    Maulana Affandi
    Menulis agar tidak lupa cara merasa

  • Bagaimana Cara Memperkirakan Informasi dalam Sebuah Artikel?

    Bagaimana Cara Memperkirakan Informasi dalam Sebuah Artikel?

    Memperkirakan informasi dalam sebuah artikel adalah langkah penting untuk memahami isi artikel secara keseluruhan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan:

    1. Membaca Judul dan Subjudul

    Judul dan subjudul biasanya memberikan gambaran umum tentang topik utama artikel dan informasi penting yang akan dibahas.

    Bacalah judul dan subjudul dengan cermat untuk mendapatkan gambaran awal tentang isi artikel.

    2. Memindai Isi Artikel

    Lakukan skimming atau scanning pada isi artikel untuk mendapatkan gambaran sekilas tentang informasi yang disajikan.

    Perhatikan paragraf pertama dan terakhir dari setiap bagian, serta kalimat-kalimat yang dicetak tebal atau miring.

    3. Mengidentifikasi Kata Kunci

    Carilah kata kunci yang sering muncul dalam artikel. Kata kunci biasanya menunjukkan informasi yang paling penting dalam artikel.

    4. Mencari Kalimat Utama

    Setiap paragraf biasanya memiliki kalimat utama yang berisi ide pokok. Carilah kalimat utama di setiap paragraf untuk memahami inti dari setiap bagian.

    5. Mencari Bukti Pendukung

    Kalimat utama biasanya didukung oleh kalimat-kalimat lain yang memberikan informasi lebih detail. Carilah bukti pendukung untuk memperkuat pemahaman Anda tentang informasi utama.

    6. Memperhatikan Transisi

    Kata-kata transisi seperti “kemudian,” “sebaliknya,” dan “akhirnya” dapat membantu Anda memahami bagaimana ide-ide dalam artikel saling terkait.

    7. Membaca Ulang

    Setelah Anda selesai membaca artikel, bacalah ulang dengan lebih teliti untuk memastikan Anda memahami semua informasi penting.

    8. Membuat Catatan

    Membuat catatan saat membaca dapat membantu Anda mengingat informasi penting dan memudahkan Anda untuk menemukan kembali informasi tersebut di kemudian hari.

    9. Mencari Informasi Tambahan

    Jika Anda masih merasa tidak yakin tentang informasi dalam artikel, Anda dapat mencari informasi tambahan dari sumber lain yang terpercaya.

    10. Berdiskusi dengan Orang Lain

    Membicarakan isi artikel dengan orang lain dapat membantu Anda memahami informasi dari berbagai sudut pandang dan mendapatkan wawasan baru.

    Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda dapat memperkirakan informasi dalam sebuah artikel dengan lebih baik dan memahami isi artikel secara keseluruhan dengan lebih mendalam.

  • Struktur dan Jenis Jenis Artikel

    Struktur Artikel

    Dalam menulis artikel, tentu saja harus diperhatikan strukturnya agar artikel yang ditulis menjadi lebih enak dibaca.

    Selain itu, rentetan atau struktur juga membuat pembaca mengerti tentang isi dan pesan yang disampaikan oleh penulis.

    Jadi, mengenali struktur artikel adalah hal wajib yang harus dipahami oleh setiap penulis.

    Untuk lebih jelas, berikut adalah struktur artikel menurut ahli.

    Bambang Rahino Setokoesoemo (2002: 92-95) menyampaikan bahwa artikel memiliki empat struktur bangunan utama sebagai berikut ini.

    1. Pembuka atau Kepala

    Pembuka adalah alinea pertama pada artikel.

    Adapun pembuka ini terdiri atas prolog, lead, intro, atau yang umumnya disebut dengan pembuka.

    Bagian kepala biasanya berisi uraian aktual yang penting untuk dijadikan pijakan pada pembahasan, seperti peristiwa, pernyataan, rangkaian kejadian, kutipan kata bernyali dan sebagainya.

    Posisi pembuka sendiri sangat vital, ketika penulis bisa memberikan sesuatu yang menarik, maka artikel itu akan menjadi lebih nikmat untuk dibaca.

    2. Leher

    Pada bagian leher, biasanya selalu disambungkan dengan isi materi yang akan disajikan dalam artikel.

    Bagian ini sering disebut sebagai jembatan atau penghubung, dimana antara leher dan isi akan di sambungkan pada bagian ini.

    Bagian leher akan menyampaikan pernyataan atau uraian yang mengungkapkan suatu permasalahan.

    3. Isi atau Tubuh

    Bagian ini merupakan bagian yang paling penting dalam sebuah artikel.

    Sebab, pada bagian inilah segala permasalahan akan dituangkan oleh penulis.

    Bagian isi atau tubuh berupa uraian eksplanasi, caranya dengan mengungkapkan permasalahan yang ingin dikaji atau dikupas lebih dalam.

    Isi artikel yang baik adalah isi yang tetap menjaga fokus uraian, tidak menyebar pada fokus lainnya.

    4. Penutup

    Bagian penutut pada artikel biasa disebut antiklimaks atau kaki.

    Bagian ini selalu diisi dengan kalimat inti atau kunci yang merangkum semua pembahasan pada artikel dalam bentuk kesimpulan yang ringkas dan jelas.

    Dalam membuat penutup, penulis harus bisa memanggil atau mengaitkan lagi, seperti prolog, isi, dan materi artikel dengan runtut.

    Dimaksudkan agar mendapatkan satu kesatuan yang utuh sehingga pembaca mengerti apa isi atau kesimpulan dari artikel tersebut.

    Jenis-Jenis Artikel

    1. Artikel eksploratif

    Artikel eksploratif adalah artikel yang mengungkapkan fakta berdasarkan kajian dari penulisnya.

    Jenis artikel ini cocok untuk menguraikan penemuan-penemuan baru, misalnya mengenai benda purba yang ditemukan pada era modern saat ini.

    Isinya nanti harus berlandaskan apa sejarah, sesuai yang ditelusuri oleh penulis secara mendalam agar bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

    2. Artikel eksplanatif

    Artikel ekspalanatif adalah artikel yang isinya menerangkan sesuatu agar dapat dipahami oleh pembaca.

    Sesuai dengan arti eksplanatif sendiri, yakni menerangkan.

    Contohnya, ketika pemimpin negara sedang menaikkan BBM, tentu saja hal tersebut akan mengundang berbagai reaksi dan tanggapan dari para pengamat.

    Nah, nantinya penulis harus jeli sehingga bisa membuat artikel yang menerangkan tentang keputusan dari presiden itu secara kompleks.

    3. Artikel deskriptif

    Artikel deskriptif adalah artikel yang menggambarkan suatu permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat, sehingga pembaca dapat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

    Jenis artikel ini mirip dengan laporan atau reportase. Bedanya, jika laporan atau reportase hanya memaparkan fakta saja.

    Sedangkan artikel deskriptif, penulis bisa memberikan opininya untuk memperjelas masalah yang digambarkan itu.

    4. Artikel prediktif

    Artikel prediktif adalah artikel yang isinya mengenai perhitungan atau ramalan tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari berdasarkan data dan fakta.

    Misalnya, ada sebuah ramalan cuaca yang menyebutkan bahwa akan terjadi hujan badai pada bulan depan.

    Maka seorang penulis harus bisa memberi informasi yang tepat, disertai dengan informasi jitu dari narasumber.

    5. Artikel preskriptif

    Artikel preskriptif adalah artikel yang memberikan tuntunan dan arahan kepada pembaca untuk melakukan sesuatu agar tidak mengalami kesalahan dan kekeliruan.

    Ada banyak contoh artikel preskriptif, misalnya artikel tentang bagaimana caranya mengurus KTP atau SIM tanpa melalui perantara.

    Penjelasan dalam artikel ini sangatlah bermanfaat bagi masyarakat luas.

    Nah, itulah penjelasan tentang struktur artikel dan jenis-jenis artikel. Semoga bermanfaat, ya!