Tag: banyuwangi sehat

  • FKKS Srono Perkuat Sinergi Desa Sehat Bersama Relawan dan Stakeholder Kesehatan

    FKKS Srono Perkuat Sinergi Desa Sehat Bersama Relawan dan Stakeholder Kesehatan

    Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Kecamatan Srono menggelar pertemuan koordinasi bersama berbagai elemen kesehatan dan pemberdayaan masyarakat di Kantor Kecamatan Srono, Rabu (7/5).

    Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), puskesmas se-Kecamatan Srono, PLKB, petugas Kelompok Kerja (Pokja) Desa Sehat, unsur kesejahteraan rakyat (Kesra), hingga kader KPM Rumah Desa Sehat (RDS) dari seluruh desa di wilayah Kecamatan Srono.

    Acara dibuka dengan sambutan Ketua FKKS Srono yang diwakili Sekretaris FKKS, Harun. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara Pokja Desa Sehat, FKKS, dan Rumah Desa Sehat (RDS) agar program kesehatan di tingkat desa dapat berjalan lebih optimal.

    “Semakin baik sinergi antara Pokja Desa Sehat, FKKS, hingga Rumah Desa Sehat, maka hasil yang dicapai juga akan semakin baik. Akan semakin berkah jika turut menggandeng takmir masjid, DMI, hingga CSR perusahaan,” ujar aktivis GESID dan Tuku-Tuku Online tersebut.

    Peserta FKKS Srono

    Sambutan berikutnya disampaikan Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Srono, Imam Basori, S.Sos., mewakili Camat Srono. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga citra Banyuwangi sebagai daerah yang dikenal bersih dan sehat.

    “Banyuwangi sudah dikenal sebagai daerah yang bersih dan sehat. Karena itu, semua pihak harus bersama-sama menjaga dan mendukung program-program kesehatan yang ada,” ujarnya.

    Sementara itu, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat, Aguk Wahyu Nuryadi atau yang akrab disapa Bung Aguk, mengingatkan pentingnya komunikasi aktif antara Pokja Desa Sehat dengan pemerintah desa, khususnya sekretaris desa sebagai penanggung jawab Rumah Desa Sehat.

    Menurutnya, RDS memiliki peran strategis dalam menyusun perencanaan dan penganggaran bidang kesehatan desa, termasuk penanganan stunting, tuberkulosis (TBC), serta berbagai persoalan kesehatan lainnya.

    “Rumah Desa Sehat diharapkan menjadi ruang bersama bagi seluruh pelaku, praktisi, hingga relawan kesehatan untuk berkumpul dan menyusun langkah bersama,” jelasnya.

    Bung Aguk juga menegaskan agar seluruh program kerja tahunan disusun secara rapi, terukur, dan terdokumentasi dengan baik karena nantinya menjadi bagian dari laporan kepada Forum Banyuwangi Sehat.

    Ia berharap konsep “sehat” di Banyuwangi tidak hanya dimaknai sebatas kesehatan fisik, tetapi juga mencakup kesehatan pendidikan, ekonomi, relasi sosial, hingga kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

    Bung Aguk FBS

    Dalam kesempatan yang sama, aktivis Forum Banyuwangi Sehat asal Siliragung, Desika Ulfanissa, S.Kep., memaparkan sejumlah regulasi terkait pelaksanaan program kesehatan di desa.

    Beberapa poin yang disoroti antara lain pentingnya tertib administrasi kegiatan, mulai dari surat undangan, notulen rapat, dokumentasi kegiatan, SK pengurus Pokja Desa Sehat, hingga penyusunan program kerja dan laporan keuangan yang dibahas melalui forum Rumah Desa Sehat.

    Pada sesi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti forum tersebut karena dinilai dapat menjadi pedoman sekaligus ruang berbagi pengalaman bagi relawan kesehatan di lapangan.

    Pendamping desa, Nanang Qosim, menyampaikan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah membangun kesadaran masyarakat terkait pentingnya sinergi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat yang berjalan sesuai regulasi.

    Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat para kader dan relawan kesehatan yang selama ini menjadi ujung tombak pengabdian di tingkat dusun.

    “Kesadaran masyarakat masih menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, komunikasi dan pendampingan harus terus dilakukan, mulai dari penyusunan program, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, hingga penyusunan laporan pertanggungjawaban,” ungkap warga Wonosobo tersebut.

  • Refleksi Satu Dekade Banyuwangi Osoji Club: Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah & Luncurkan Buku Perdana dr. Bintari

    Refleksi Satu Dekade Banyuwangi Osoji Club: Dorong Pengelolaan Sampah dari Rumah & Luncurkan Buku Perdana dr. Bintari

    Komunitas Banyuwangi Osoji Club (BOC) memperingati 10 tahun kiprahnya sebagai pegiat lingkungan dengan penuh makna, Selasa (25/11/2025).

    Perayaan yang berlangsung sederhana namun khidmat digelar di Ruang Seblang Graha Pena Radar Banyuwangi, dipandu Eko Setyowati alias Atik yang akrab disapa Jeng Roro, aktivis lingkungan sekaligus penyanyi keroncong asal Gambiran.

    Acara dibuka dengan pemutaran foto perjalanan satu dekade BOC, dilanjutkan talk show mengenai gerakan lingkungan dan strategi pengelolaan sampah di Banyuwangi.

    Kehadiran tamu istimewa, Retno dari Jakarta Osoji Club, menjadi kejutan bagi peserta.

    Dalam sambutannya, Retno menyampaikan apresiasi atas konsistensi BOC yang terus mengembangkan gerakan bersih-bersih atau osojI serta telah menerbitkan buku lingkungan.

    Ia menjelaskan, Osoji Club di Indonesia kini berjumlah tujuh komunitas, dan cabang Banyuwangi merupakan yang ketiga.

    Gerakan ini diprakarsai oleh relawan lingkungan asal Jepang, Tsuyosi Ashida-san, setelah melihat kondisi memprihatinkan Kali Ciliwung.

    Gerakan Osoji dibangun secara mandiri tanpa dukungan dana, mengandalkan kerelawanan dan kesadaran publik.

    “Teruskan edukasi tanpa henti untuk bersih-bersih lingkungan,” pesan Retno sebelum kembali ke Jakarta.

    Ketua panitia, Tato Oktavianto yang juga memimpin Osoji Milenial di sejumlah SMA di Banyuwangi Selatan menjelaskan bahwa Osoji merupakan budaya Jepang yang menekankan kedisiplinan, kemandirian, dan komitmen menjaga lingkungan.

    Slogan Osoji Indonesia yang diciptakan Tsuyosi Ashida-san, “Malu Buang Sampah Sembarangan”, kembali ditegaskan oleh perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), Bung Aguk, dengan gaya khas Osing: “Isun isin kadhung mbuwang romot sembyarangan.” Ungkapan tersebut membuat suasana semakin hidup.

    Buku dokter Bintari

    Puncak acara ditandai dengan peluncuran buku karya pendiri sekaligus Ketua BOC, dr. Bintari Wuryaningsih, SE, berjudul “Cerita Seorang Pegiat Lingkungan (Saatnya Sampah Berakhir di Rumah Kita)”.

    Buku ini merangkum perjalanan, pemikiran, dan pengalaman selama satu dekade berkecimpung dalam gerakan lingkungan.

    “Cerita-cerita yang selama ini saya unggah di Facebook, ketika dirangkai dan ditambah pengalaman lain, akhirnya menjadi buku ini,” ujar dr. Bintari.

    Buku tersebut diharapkan menginspirasi masyarakat untuk memulai perubahan positif dari rumah, termasuk kedisiplinan pengelolaan sampah.

    Ia juga membagikan pengalamannya belajar budaya bersih di Jepang dan momen ketika Tsuyosi Ashida-san menunjukkan kemarahan saat melihat kedisiplinan mulai menurun.

    Rangkaian acara berlanjut dengan talk show bersama dua narasumber: Ki Sawunggaling, sejawat penulis dan penerbit dari Yogyakarta, serta Kepala SMAN 1 Giri, I Ketut Ranen, S.Pd., M.Si. Keduanya berbagi praktik nyata pengelolaan sampah di lingkup sekolah dan komunitas.

    Pemantik diskusi dari Dinas Lingkungan Hidup, Tiara, turut mengangkat isu bank sampah dan budaya masyarakat dalam memandang sampah.

    Apresiasi juga datang dari anggota Forum Banyuwangi Sehat, H. Waluyo, yang sudah menuntaskan membaca buku dr. Bintari.

    Ia menilai bahasa buku tersebut lugas, sederhana, mudah dipahami, dan mudah dipraktikkan sebagai karakter.

    Ada pula pesan menarik dari H. Mujiono, SH, pendiri Komunitas Peduli Pendidikan Banyuwangi (Koppiwangi), yang lahir hampir bersamaan dengan BOC:

    “Dari dunia maya lalu sinergi di dunia nyata, menjadi relawan dengan objek berbeda, tetapi mimpi sama: Banyuwangi yang tersenyum, wangi, indah, dan bersih, serta saling menguatkan dengan hati.”

    Perayaan satu dekade BOC ditutup dengan prosesi potong tumpeng oleh dr. Bintari sebagai ungkapan syukur dan semangat baru untuk terus mendorong gerakan bersih-bersih lingkungan di Banyuwangi. (ZHIEM/Aguk)

  • FKKS Cluring Gelar Sosialisasi UKS di SDN 2 Sarimulyo yang Berdaya Saing Tinggi

    FKKS Cluring Gelar Sosialisasi UKS di SDN 2 Sarimulyo yang Berdaya Saing Tinggi

    SDN 2 Sarimulyo menjadi pilihan Forum Komunikasi Kecamatan Sehat (FKKS) Cluring untuk kegiatan sosialisasi Kelembagaan UKS, Rabu (26/11/25).

    Sekolah berpagar merah putih ini tampil asri dengan halaman rindang dan fasilitas bersih, termasuk toilet.

    Dua ruang kelas yang disatukan menjadi aula mampu menampung 45 peserta.

    Meja bertaplak batik dilengkapi nama peserta, hiasan tanaman, serta suguhan polo pendem dan minuman segar secang dan markisa yang dipetik dari halaman sekolah.

    Sekolah ini memiliki 64 siswa dari kelas 1–6, dengan 61 di antaranya penerima KIIP/PIP.

    Di bawah kepemimpinan Eny Ismawati, S.Pd., dan didukung delapan guru serta tenaga kependidikan dan komite, SDN 2 Sarimulyo mencatat sejumlah prestasi.

    FKKS Cluring di SDN 2 Sarimulyo Banyuwangi

    “Alhamdulillah, tahun ini kami meraih juara Gerakan Sekolah Sehat dan Adiwiyata Jatim,” ujar Eny, perempuan asal Tampo. Ia menyebut pencapaian lain di bidang drumband, tari, puisi, pantomim, dan akademik.

    Sekolah ini mengusung visi Terwujudnya Peserta Didik yang Unggul dalam Prestasi Akademik dan Nonakademik, Sehat, Disiplin, Berakhlak Mulia, dan Berbudaya Lingkungan.

    Kantin sekolah juga dinyatakan bebas plastik dan bebas 5P (perasa, pemanis, pengawet, pengenyal, pewarna). Masa tugas Eny pada periode pertama akan berakhir pada 22 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Ibu.

    Kegiatan sosialisasi UKS menghadirkan Forum Banyuwangi Sehat (FBS), K3S, Pembina UKS/M, serta Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Cluring.

    Koordinator Satkordikcam Cluring, Wiwit Sukesi, S.Pd., menyebut jumlah siswa SD di wilayahnya rata-rata 50–80 per sekolah.

    Kepala Puskesmas Benculuk yang juga Plt Puskesmas Tampo, Tatiek Setya Ningsih, Bd. SST, M.M.Kes., mengingatkan pentingnya menjaga ODF, budaya hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, kantin sehat, serta konsumsi buah dan sayur.

    “Tiap sekolah perlu memiliki guru UKS dan kader UKS, serta bersinergi melalui musrenbang desa untuk penguatan sarpras UKS,” ujarnya.

    Plt Camat Cluring, Ir. Tri Wahyu Angembani, menegaskan perlunya kolaborasi dalam pelayanan dan inovasi, terutama di tengah efisiensi anggaran.

    FKKS Cluring

    Ninil, sapaan akrabnya, alumni SMPP/Smada 86 yang dua hari lagi memasuki masa purnabakti sebagai ASN berpamitan dan permohonan maaf, sembari berharap silaturahmi tetap terjaga.

    “kami pamit dan mohon maaf sambung dungo tetap jaga silaturahmi dan sehat senantiasa!”

    Paparan UKS disampaikan Desika Ulfatunissa, S.Kep., setelah Bung Aguk menyinggung kelembagaan dan kondisi Swasti Sabha Padapa yang diterima Banyuwangi.

    Melalui prestasi dan materi UKS–Adiwiyata yang ditampilkan, SDN 2 Sarimulyo menjadi rujukan studi tiru bagi SD, MTs, dan SMK yang hadir. Sinergi sekolah dengan Puskesmas, Kepala Desa, serta unsur kedinasan juga dinilai kuat.

    “Harapannya, segera diterbitkan SK Tim Pelaksana UKS dengan tembusan ke Kades dan Camat. Semester depan, FKKS akan memfasilitasi pelatihan untuk guru UKS,” demikian penutup kegiatan. (Aguk)

  • Keren! RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Luncurkan Program Unggulan Sectio Caesarea dengan ERACs “BERKAH”

    Keren! RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Luncurkan Program Unggulan Sectio Caesarea dengan ERACs “BERKAH”

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan yang inovatif dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

    Pada Kamis (9/10/2025), rumah sakit yang telah bekerjasama dengan berbagai instansi ini resmi meluncurkan program unggulan “Sectio Caesarea dengan ERACs BERKAH”, sebuah inovasi persalinan melalui operasi caesar dengan metode pemulihan cepat dan minim nyeri.

    Acara peluncuran berlangsung khidmat di aula rumah sakit, dihadiri oleh Ketua MPKU PCM Rogojampi Ir. Hudiono, Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi dr. Fuadi Shiham, Kabid Pelayanan Medis dr. Gita Putri Santoso, dan Kabag Administrasi dan Keuangan Nur Imron Rosyadi, S.E., M.M., dan para karyawan dari berbagai unit.

    Program Unggulan Sectio Caesarea dengan ERACs BERKAH

    Sebelum seremonial peluncuran program dimulai, kegiatan diawali dengan pengajian karyawan yang dipimpin oleh Ustaz Atok Fahludi, dengan tema memaknai rezeki sebagai ungkapan rasa syukur. Suasana hangat penuh refleksi mengiringi pembukaan acara tersebut.

    Usai pengajian, kegiatan berlanjut dengan sambutan dari Ketua MPKU PCM Rogojampi, Ir. Hudiono, yang menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif rumah sakit dalam menghadirkan layanan yang unggul.

    “Program ini adalah bentuk upaya nyata memberikan pelayanan yang excellent kepada masyarakat, terutama dalam kesehatan ibu dan anak. Saya mengapresiasi kerja keras tim marketing, pelayanan medis, dan seluruh jajaran yang telah bersinergi menyiapkan program ini,” ujar Hudiono.

    Ia juga menambahkan bahwa setiap inovasi di lingkungan PKU Muhammadiyah harus tetap mengedepankan profesionalitas serta nilai-nilai Islami sebagai wujud dakwah untuk kemaslahatan umat.

    Sementara itu, Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham, dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ERACs BERKAH merupakan langkah maju dalam pelayanan obstetri modern.

    “Metode Enhanced Recovery After Caesarean Surgery (ERACs) memungkinkan ibu melahirkan dengan rasa nyeri minimal dan waktu pemulihan yang lebih cepat. Kami ingin para ibu bisa segera berkumpul dengan bayinya dalam kondisi yang aman dan nyaman,” jelas dr. Fuadi.

    Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa BERKAH merupakan akronim dari:

    B: bimbingan bunda terampil bayi sehat
    E: excellent service massage oxytocin pada ibu
    R: rawat kecantikan ibu pasca persalinan
    K: komplit dokumentasi momen persalinan sampai dapat akte kelahiran
    A: antar jemput pasien sampai dirumah
    H : hampers bayi yang menarik dan bermanfaat

    “Melalui konsep BERKAH ini, kami ingin menghadirkan layanan yang lengkap dan berkesan, mulai dari proses kelahiran hingga pendampingan pascaoperasi. Ini bukan hanya pelayanan medis, tetapi juga bentuk kasih sayang dan kepedulian,” tambahnya.

    Tak luput pula, Kabid Pelayanan Medis dr. Gita Putri Santoso menyampaikan bahwa ERACs BERKAH merupakan hasil kerja kolaboratif lintas unit yang telah dikaji matang sebelum akhirnya diluncurkan.

    “Program ini bukan hanya inovasi klinis, tetapi juga inovasi pelayanan. Kami berupaya menghadirkan pengalaman persalinan yang lebih nyaman, aman, dan penuh makna,” ujarnya.

    Dari sisi manajerial, Kabag Administrasi dan Keuangan Nur Imron Rosyadi, S.E., M.M. menekankan pentingnya sinergi dan efisiensi dalam pengelolaan layanan unggulan agar program ini berjalan lancar sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi pasien.

    “Kami mendukung sepenuhnya program ini agar dapat berjalan berkelanjutan, memberi manfaat luas bagi masyarakat, dan meningkatkan kepercayaan terhadap RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi,” terangnya.

    Peluncuran Program Unggulan Sectio Caesarea dengan ERACs BERKAH

    Acara peluncuran juga dimeriahkan dengan pemutaran video profil program unggulan, doa bersama, serta dilanjutkan dengan talkshow dan live streaming bertajuk “Operasi Caesar ala Artis Ibu Kota: Minimal Nyeri, Pulang Lebih Cepat”.

    Talkshow ini menghadirkan dr. Tresna Resmantara, Sp.An, dokter spesialis anestesi sekaligus penanggung jawab program ERACs di RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, yang memaparkan lebih detail manfaat dan prosedur dari layanan ini.

    Di akhir sesi, Kasubag Marketing RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, Heri Iskandar, S.Ners, menegaskan bahwa inovasi yang terus dilahirkan oleh rumah sakit merupakan komitmen nyata dalam menjadikan RSU PKU sebagai pilihan utama masyarakat, khususnya di wilayah Banyuwangi.

    “Kami terus berupaya menghadirkan program-program unggulan yang tak hanya menjawab kebutuhan masyarakat, tapi juga membawa pembaruan dalam layanan kesehatan. Inovasi ini adalah bagian dari strategi kami untuk menjaga kepercayaan publik dan memperkuat posisi rumah sakit sebagai institusi layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya,” ujar Heri.

    Heri Iskandar juga menambahkan bahwa seluruh inovasi yang diluncurkan merupakan bagian dari kontribusi aktif RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi dalam mewujudkan Indonesia Sehat.

    “Setiap program kami rancang untuk memberikan dampak positif yang nyata, baik secara klinis maupun emosional bagi pasien. Ini merupakan bentuk ikhtiar kami dalam mendukung visi besar menciptakan Indonesia yang lebih sehat, bermartabat, dan penuh kepedulian,” lanjutnya.

    Melalui program Sectio Caesarea dengan ERACs BERKAH, RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi menegaskan diri sebagai rumah sakit yang terus berinovasi dalam pelayanan ibu dan anak, sekaligus mengimplementasikan nilai-nilai Islami dalam setiap langkah pelayanannya.

  • RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gaungkan Inovasi dan Program Unggulan Lewat Lomba Video Kreatif

    RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi Gaungkan Inovasi dan Program Unggulan Lewat Lomba Video Kreatif

    Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Rogojampi menggelar acara pengumuman pemenang lomba video kreatif dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia. Kegiatan ini berlangsung meriah di Aula RS PKU pada Selasa, 23 September 2025.

    Terdapat dua kategori lomba yang diselenggarakan, yakni Lomba Video Kreatif Program Unggulan khusus bagi pegawai yang diikuti oleh 17 unit kerja di lingkungan RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, dan Lomba Video Kreatif untuk Umum yang mengangkat tema seputar dunia kesehatan.

    Dukungan penuh datang dari Kabag Administrasi Keuangan, Nur Imron Rosyadi, S.E, M.M yang terus berinovasi dalam mengembangkan program rumah sakit hingga bisa berkembang seperti saat ini.

    Tak luput pula, kontribusi besar dari Kabid Pelayanan Medis, dokter Gita Putri Santoso yang juga turut mendampingi dan memberi motivasi kepada segenap unit untuk meningkatkan mutu pelayanan sesuai dengan inovasi yang telah dicanangkan oleh pihak Rumah Sakit.

    Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham
    Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham (Dok. sastrawacana.id/)

    Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, dr. Fuadi Shiham yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat, khususnya untuk menjaga pola hidup sehat.

    Dalam sambutannya, dr. Fuadi mengapresiasi kerja keras panitia, partisipasi pegawai, dan antusiasme para peserta yang telah menunjukkan semangat kreativitas dalam era digital yang relevan dengan isu-isu kesehatan saat ini.

    "Kita memang perlu memaksimalkan serta memanfaatkan teknologi digital saat ini untuk mengkampanyekan kesehatan kepada masyarakat luas, salah satunya dengan lomba video kreatif ini," paparnya.

    Ketua MPKU PCM Rogojampi

    Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua MPKU PCM Rogojampi, Ir. H. Hudiyono yang menyampaikan bahwa RSU PKU Muhammadiyah terus berkembang tanpa meninggalkan nilai-nilai keIslaman.

    "Kami bangga melihat perkembangan RS PKU Muhammadiyah Rogojampi yang terus meningkat setiap tahunnya, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman sebagai dasar pelayanan," terangnya.

    Sambutan terakhir disampaikan oleh Ketua Panitia sekaligus Kasubbag Marketing RS PKU Muhammadiyah Rogojampi, Heri Iskandar, S.Kep., Ners.

    Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah strategis yang diambil RS PKU Muhammadiyah untuk mengasah kreativitas dan membangun citra positif rumah sakit di mata publik melalui media digital.

    Periode lomba berlangsung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2025 dan berhasil menjaring puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

    Tiga orang juri dipercaya untuk menilai karya peserta, yaitu dua juri internal RSU PKU Muhammadiyah Rogojampi, diantaranya Heri Iskandar, yang juga merupakan konten kreator dan Rangga, desainer grafis sekaligus editor video.

    Juri Lomba Video Kreatif

    Sementara dari eksternal, hadir Maulana Affandi, Pemimpin Redaksi media online sekaligus direktur Penerbit Lintang Banyuwangi yang memiliki pengalaman dalam bidang digital marketing.

    Penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama: kreativitas, manfaat, dan kualitas teknis. Berikut adalah daftar pemenang dari masing-masing kategori:

    Juara Lomba Video Kreatif Program Unggulan (Internal Pegawai):

    1. Unit Poliklinik
    2. Unit Kebidanan
    3. Unit Kamar Operasi

    Juara Lomba Video Kreatif Kesehatan (Umum):

    1. Abdul Rahman
    2. Puskesmas Gladag
    3. Threefource

    Juara Lomba Video Kreatif RS PKU Muhammadiyah Rogojampi

    Acara pengumuman pemenang ini sekaligus menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan peringatan HUT RI ke-80 yang diselenggarakan oleh RS PKU Muhammadiyah Rogojampi.

    Melalui program ini, pihak RS berharap dapat terus meningkatkan semangat kolaborasi antar tim serta mendorong peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

    Jurnalis: Maulana Affandi