Tag: BAZNAS

  • Empat Tahun Lumpuh, Bantuan Dinsos Wujudkan Impian Aripin Ikut Pawai Maulid Nabi

    Empat Tahun Lumpuh, Bantuan Dinsos Wujudkan Impian Aripin Ikut Pawai Maulid Nabi

    Senyum bahagia terpancar dari wajah Aripin (48), warga Desa Kedaleman, Rogojampi, ketika bisa melihat langsung pawai ndog-ndogan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar pemuda Krajan Desa Kedaleman pada Minggu (28/9/2025).

    Momen itu terasa begitu istimewa karena selama empat tahun terakhir, Aripin hanya bisa terbaring di kasur akibat kelumpuhan yang dialaminya. Ia akhirnya bisa keluar rumah berkat bantuan kursi roda 3 in 1 dari Dinas Sosial Banyuwangi.

    Aripin mengalami kelumpuhan setelah terjatuh dari atap setinggi empat meter saat bekerja sebagai buruh bangunan. Sejak peristiwa itu, kehidupannya berubah drastis.

    Sang istri, Mutamaroh (50), berjuang menopang ekonomi keluarga dengan bekerja serabutan, termasuk sebagai tukang jahit.

    Putri semata wayangnya, Firda, juga ikut membantu mencari nafkah dengan bekerja di sebuah toko di depan Kantor Kecamatan Rogojampi.

    Salah satu tokoh masyarakat setempat, Maulana Affandi, mengaku prihatin dengan kondisi Aripin dan berupaya membantu agar mendapat perhatian dari berbagai pihak.

    “Kami sangat mengapresiasi bantuan kursi roda dari Dinas Sosial. Selama ini Pak Aripin memang sangat mendambakan alat bantu itu agar bisa beraktivitas di luar rumah,” ujarnya.

    Sementara itu, Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Aguk Wahyu Nuryadi, yang turut mengadvokasi Aripin, menyampaikan bahwa pihaknya terus mengupayakan bantuan dari lembaga lain, termasuk Baznas Banyuwangi.

    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin
    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin (Dok. sastrawacana.id/)

    "Kami berharap agar Baznas Banyuwangi untuk segera merealisasikan bantuan. Bahkan, tim UPZ Rogojampi sudah melihat sendiri keadaan Pak Aripin ketika melakukan peninjauan awal bulan lalu,” ujar Aguk dengan penuh harap.

    Kini, dengan adanya kursi roda baru, Aripin bisa kembali merasakan suasana kebersamaan di tengah masyarakat.

    Harapannya, bantuan lanjutan dapat segera terealisasi agar ia dan keluarganya bisa menjalani hidup dengan lebih layak.

  • UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    UPZ Baznas Rogojampi Tinjau Kondisi Aripin, Warga Kedaleman yang Lumpuh Akibat Kecelakaan Kerja

    Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Rogojampi melakukan kunjungan ke rumah Aripin (48), warga Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Rabu (10/9).

    Kunjungan ini dilakukan setelah pihak keluarga Aripin mengajukan permohonan bantuan kepada Baznas Banyuwangi untuk meringankan beban hidup sekaligus kebutuhan pengobatannya.

    Koordinator UPZ BAZNAS Rogojampi, Haji Andi Mikoyanto menyampaikan keprihatinannya kepada Aripin dan memberi motivasi kepada pihak keluarga untuk tetap tabah menerima ujian ini.

    “Ini ujian buat Pak Aripin, yang sabar, insyaAllah rasa sakit ini menggugurkan dosa-dosa jenengan dan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT,” nasihatnya kepada Aripin dan keluarga.

    Aripin mengalami kelumpuhan sejak empat tahun lalu setelah terjatuh dari atap toko saat bekerja sebagai kuli bangunan.

    “Awalnya saya jatuh di tempat kerja. Beberapa hari kemudian, kaki dan tangan saya tidak bisa digerakkan, sampai sekarang,” tutur Aripin dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya.

    Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari pengobatan medis hingga alternatif untuk kesembuhannya.

    “Saya sudah berobat ke mana-mana, tapi belum ada hasil. Harapan saya, semoga ada bantuan agar kondisi saya bisa membaik dan keluarga tidak terlalu berat menanggung,” ungkapnya.

    Kini, aktivitas Aripin sangat terbatas. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dengan kondisi tangan dan kaki yang tidak dapat digerakkan.

    Situasi ini tentu tidak mudah, namun istrinya, Mutamaroh, dengan penuh kesabaran tetap mendampingi dan merawatnya.

    Sementara kebutuhan rumah tangga ditopang dari penghasilan Mutamaroh sebagai tukang jahit pakaian, serta putri tunggal mereka, Firda, yang bekerja di sebuah toko dekat kantor Kecamatan Rogojampi.

    Aripin sendiri dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan sebelum mengalami musibah.

    Ia merupakan penggerak pengajian rutin di Dusun Krajan. Karena itu, banyak pihak menaruh perhatian terhadap kondisinya saat ini, salah satunya datang dari Maulana Affandi yang masih memiliki hubungan saudara.

    “Saya pribadi merasa prihatin melihat kondisi Pak Aripin. Beliau dulu sangat aktif dalam kegiatan masyarakat dan keagamaan. Sekarang, ketika beliau dalam keadaan sulit, sudah seharusnya kita yang ada di sekelilingnya ikut hadir untuk memberikan dukungan, baik moril maupun materiil,” ujarnya.

    Dukungan serupa juga datang dari Ketua Komunitas Gotong Royong 45, Agus Wahyu Nuryadi atau Bung Aguk yang mengajak semua pihak ikut peduli.

    “Melihat keadaan Pak Aripin, hati kita tentu terenyuh. Karena itu saya mengajak masyarakat, komunitas sosial, maupun pemerintah untuk hadir. Kita perlu bahu-membahu memberikan bantuan agar beliau bisa tetap melanjutkan pengobatannya dan keluarganya tidak merasa sendirian,” kata Bung Aguk.

    Bung Aguk juga menyampaikan bahwa melalui koordinasi dengan Wakil Bupati Banyuwangi, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana telah siap menyalurkan kursi roda 3 in 1 bagi Aripin, setelah surat permohonan dari kepala desa diterima.

    Harapan besar pun disampaikan Aripin agar dirinya mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun lembaga sosial.

    Kehadiran UPZ Baznas Rogojampi dalam meninjau langsung kondisi Aripin menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan bantuan yang akan diberikan.

    Masyarakat pun berharap adanya tindak lanjut nyata sehingga perjuangan keluarga Aripin bisa lebih ringan dijalani.

  • Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kemenag Luncurkan 183 Kuota Beasiswa Zakat Indonesia untuk 21 Kampus

    Kementerian Agama Republik Indonesia bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi meluncurkan Program Beasiswa Zakat Indonesia (B-Zakat) tahun 2025.

    Pada tahap awal, sebanyak 183 kuota beasiswa disiapkan untuk jenjang S1 di 10 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan 11 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mitra.

    Peluncuran program ini menandai kolaborasi perdana antara Kemenag, BAZNAS, dan 18 LAZ di seluruh Indonesia dalam penyelenggaraan beasiswa berbasis dana zakat. Kuota tersebut masih bersifat dinamis dan memungkinkan untuk bertambah.

    Program B-Zakat mulai melakukan tahapan seleksi penerima beasiswa. Hasil seleksi administrasi telah diumumkan melalui akun pendaftar di laman resmi: http://pendaftaran-beasiswa.kemenag.go.id.

    Para peserta yang lolos akan mengikuti tahap wawancara daring pada 28–31 Juli 2025.

    Pedoman dan informasi teknis wawancara dikirimkan melalui akun masing-masing, serta kontak dan email yang telah didaftarkan.

    Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghofur, menyampaikan bahwa inisiasi program ini dilatarbelakangi oleh upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat dari kelompok mustahiq.

    B-Zakat digagas untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas kepada masyarakat yang kurang mampu dalam kategori mustahiq.

    Beasiswa ini diberikan kepada keluarga muslim dengan kategori fakir, miskin dan fi sabilillah.

    Menurut Waryono, selama ini beberapa LAZ telah memiliki program beasiswa tetapi bersifat parsial. Ada yang hanya memberikan bantuan penulisan tugas akhir, ada juga yang memberi beasiswa hanya dari semester 5 ke atas.

    “Bersinerginya sejumlahn LAZ didesain memberikan beasiswa full scholarship dari semester 1-hingga 8 (lulus)”, terang Waryono usai rapat seleksi administrative B-Zakat di Jakarta.

    Lebih jauh, program B-Zakat 2025 diklaim menjadi wujud transformasi pengelolaan zakat dari pendekatan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif. Inisiatif ini juga sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam hal pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendidikan.

    Dalam pelaksanaannya, Direktorat Zakat dan Wakaf (Zawa) Ditjen Bimas Islam Kemenag RI menggandeng Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kemenag.

    Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menyebutkan bahwa animo pendaftar pada gelombang pertama cukup tinggi. Ada 1.357 pendaftar program B-Zakat dan 507 di antaranya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

    Menurut Ruchman, seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel, dengan mempertimbangkan kelengkapan serta keabsahan dokumen sesuai syarat program.

    Daftar 21 Kampus Mitra Program B-Zakat 2025

    Berikut adalah daftar 21 kampus mitra yang akan menjadi tempat studi para penerima beasiswa B-Zakat:

    1. UIN Sunan Gunung Djati Bandung

    2. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    3. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

    4. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

    5. UIN Walisongo Semarang

    6. UIN Sunan Ampel Surabaya

    7. UIN Alaudin Makasar

    8. UIN Profesor Kyai Haji Saifudin Zuhri

    9. UIN Raden Fatah Palembang

    10. UIN Imam Bonjol Padang

    11. Institut Pertanian Bogor

    12. Universitas Pendidikan Indonesia

    13. Universitas Diponegoro

    14. Universitas Hasanudin

    15. Institut Teknologi Bandung

    16. Universitas Brawijaya

    17. Universitas Indonesia

    18. Universitas Airlangga

    19. Universitas Padjadjaran

    20. Universitas Gajah Mada

    21. Institut Teknologi Sepuluh Nopember

    Program B-Zakat menjadi bukti nyata kontribusi zakat terhadap pembangunan pendidikan nasional.

    Sumber: uinsgd.ac.id