Tag: bupati banyuwangi

  • Takziah ke Mendiang Khusnan Abadi, Bupati Ipuk: Figur Politisi Pejuang

    Takziah ke Mendiang Khusnan Abadi, Bupati Ipuk: Figur Politisi Pejuang

    Banyuwangi – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bertakziyah ke rumah duka mendiang Khusnan Abadi di Genteng, Sabtu (13/6/2026).

    Ipuk mengenang mendiang sebagai seorang politisi pejuang semasa berkarir sebagai anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi.

    “Saya mengenal beliau sejak lama. Saya melihat langsung bagaimana kegigihan perjuangan beliau, dari seorang aktivis sampai menjadi salah politisi terkemuka di Banyuwangi. Selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat,” ungkap Ipuk yang didampingi sang suami, Abdullah Azwar Anas.

    Sebagaimana diketahui, Khusnan Abadi merupakan aktivis yang berkarir sejak belia di Nahdlatul Ulama.

    Mulai dari IPNU, PMII hingga menjadi Sekretaris Cabang NU Kabupaten Banyuwangi. Sempat menjadi komisioner KPU Banyuwangi sebelum kemudian berlabuh di Partai Kebangkitan Bangsa.

    Di PKB Banyuwangi itu, Khusnan Abadi kemudian mendapat amanah sebagai anggota DPRD Banyuwangi.

    Ia dipercaya hingga tiga periode sebagai wakil rakyat di Gedung Dewan tersebut.

    “Selama beliau menjadi anggota dewan, kerap bersebrangan pandangan dengan kami di eksekutif. Namun, perbedaan tersebut semata untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat Banyuwangi. Tidak sekadar didorong oleh sentimen politik atau tendensi tertentu,” kenang Ipuk.

    Sekeras apapun perbedaan pandangan yang terjadi di gedung dewan itu, imbuh Ipuk, selalu disampaikan dalam kerangka akademik dan kesantunan adab.

    “Ini perlu diteladani oleh para politisi muda Banyuwangi. Perbedaan pandangan harus selalu disampaikan dengan cara beradab dan kerangka akademik yang dapat dipertanggungjawabkan,” harapnya.

    Di hadapan keluarga mendiang Khusnan Abadi, Ipuk berpesan agar dapat terus melanjutkan nilai-nilai perjuangan sang ayahanda.

    “Semoga terus diberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga yang ditinggal. Serta mari kita doakan almarhum diterima segala amal baiknya dan diampuni segala khilafnya,” pungkasnya. (*)

  • Bupati Ipuk Lepas 1.312 Calon Jemaah Haji Banyuwangi 2026, Mayoritas Lansia dan Jemaah Prioritas Dapat Layanan Khusus

    Bupati Ipuk Lepas 1.312 Calon Jemaah Haji Banyuwangi 2026, Mayoritas Lansia dan Jemaah Prioritas Dapat Layanan Khusus

    Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, melepas keberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) Banyuwangi tahun 2026 di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Selasa (12/5).

    Tahun ini, total jemaah haji asal Banyuwangi mencapai 1.312 orang yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter).

    Rinciannya, kloter 71 terdiri atas 8 jemaah, kloter 82 dan 83 sebanyak 752 jemaah, serta kloter 84 dan 85 sebanyak 550 jemaah.

    Pemberangkatan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diikuti 752 jemaah yang tergabung dalam kloter 82 dan 83.

    Sementara kloter 84 dan 85 dijadwalkan berangkat pada Selasa malam. Adapun delapan jemaah yang tergabung dalam kloter 71 telah diberangkatkan lebih awal dari Kecamatan Glenmore.

    Seluruh jemaah diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tanah Suci.

    Dalam sambutannya, Ipuk Fiestiandani mendoakan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Banyuwangi sebagai haji yang mabrur.

    “Alhamdulillah Bapak/Ibu akan berangkat beribadah ke Tanah Suci memenuhi panggilan Allah SWT. Kami doakan ibadah yang dijalankan lancar, selamat hingga kembali menjadi haji yang mabrur,” ujar Ipuk.

    Ipuk juga meminta para jemaah turut mendoakan Banyuwangi agar tetap aman, nyaman, dan terhindar dari berbagai bencana.

    “Kami berharap bapak ibu semua berkenan mendoakan kebaikan untuk Banyuwangi, agar Banyuwangi diberikan keamanan, kenyamanan serta dijauhkan dari segala macam bencana dan bahaya,” lanjutnya.

    Menurut Ipuk, para jemaah tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga membawa nama baik daerah dan Indonesia selama berada di Arab Saudi.

    “Karena bapak/ibu bukan hanya menjadi jemaah haji, tetapi juga duta bagi Indonesia dan Banyuwangi khususnya, sehingga setiap sikap dan perilaku kita akan mencerminkan negara dan daerah asal,” katanya.

    Selain itu, Ipuk meminta para petugas haji memberikan pelayanan optimal, terutama kepada jemaah lanjut usia (lansia) dan jemaah dengan kondisi kesehatan khusus.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Banyuwangi, Rif’an Junaidi, menjelaskan bahwa para jemaah yang diberangkatkan pada Selasa pagi langsung menuju embarkasi Sukolilo di Surabaya.

    “Mereka akan beristirahat sekitar 20 jam dan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci besok pagi. Prosesi haji akan berlangsung selama 40 hari,” terang Rif’an.

    Dari total 1.312 jemaah, sebanyak 503 orang merupakan jemaah lanjut usia di atas 65 tahun.

    Sementara itu, terdapat 144 jemaah dengan kategori risiko tinggi. Jemaah tertua asal Banyuwangi tercatat berusia 103 tahun, sedangkan yang termuda berusia 18 tahun.

    Rif’an menambahkan, jemaah prioritas seperti lansia, jemaah risiko tinggi, dan penyandang disabilitas telah didata untuk mendapatkan layanan khusus selama pelaksanaan ibadah haji.

    “Untuk jemaah prioritas yakni lansia, risti, dan juga difabel, Banyuwangi sudah mendata seluruhnya. Nantinya akan ada fasilitasi dan layanan lebih dibanding jemaah lainnya, salah satunya mengikuti program Murur,” ujarnya.

    Program Murur merupakan skema pelayanan haji di mana jemaah hanya melewati area Muzdalifah tanpa turun dari kendaraan saat puncak musim haji

    Dalam skema ini, jemaah bergerak dari Arafah menuju Muzdalifah dan langsung melanjutkan perjalanan ke Mina tanpa menjalani mabit atau bermalam di Muzdalifah seperti prosesi haji pada umumnya.

    “Dengan demikian jemaah prioritas terhindar dari kepadatan, sehingga bisa melaksanakan ibadah dengan nyaman dan kesehatannya tetap terjaga,” tambah Rif’an.

    Menjelang keberangkatan, berbagai prosesi pelepasan juga dilakukan oleh keluarga, warga, hingga kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH) di sejumlah wilayah Banyuwangi.

    Jemaah asal Wongsorejo misalnya, diberangkatkan dari Masjid Jami Baiturrahim pada Selasa pagi (12/5).

    Sementara jemaah dari Rogojampi, Blimbingsari, Songgon, dan Kabat dilepas melalui Masjid Besar Baiturohiem sebelum menuju depan Kantor Pemkab Banyuwangi.

    Beberapa jemaah juga mendapat pelepasan khusus dari keluarga dan lingkungan sekitar. Suginaryo, imam Musala Ar Rohman Prejengan 1, diawali prosesi pamitan di Radio Komunitas Istana Laros FM Candian.

    Triasari Nur dilepas langsung oleh keluarga besar Mbah Ardiman. Marhen mendapat doa dan dukungan dari rekan guru serta warga Perum Gurit.

    Sementara pasangan Fairuz Abadi dan Rita berjalan kaki diiringi tetangga serta warga SMPN 3 dan SMAN Darushollah dari kediaman tokoh masyarakat H. Choirul Zain.

    Dalam prosesi pelepasan tersebut, Ketua Takmir Dr. H. Lukman turut memberikan pesan kepada para jemaah.

    “Mesti sabar, manut ketua regu dan rombongan serta pembimbing,” pesannya.

    Doa bersama juga dipimpin H. Hayatuddin dengan harapan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur dan ahli surga.

  • Semarak HDI 2025 dan Konvoi Difabel Tegaskan Komitmen Inklusif Banyuwangi, Ipuk: Kalian Ada, Kuat, dan Berdaya

    Semarak HDI 2025 dan Konvoi Difabel Tegaskan Komitmen Inklusif Banyuwangi, Ipuk: Kalian Ada, Kuat, dan Berdaya

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 bertema “Setara Berkarya Berdaya Tanpa Batas” digelar pada Senin (1/12/25), difasilitasi Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyuwangi.

    Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai organisasi penyandang disabilitas dan lembaga peduli difabel, seperti Rumah Literasi Indonesia dan Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI).

    Rangkaian acara dibuka dengan konvoi sepeda motor modifikasi oleh anggota Disabilitas Motor Indonesia (DMI).

    Para penyandang disabilitas dari PPDI, Digawangi, Gerkatin, HWDI, dan Pertuni turut berpartisipasi sebagai pembonceng.

    Konvoi dipandu oleh MC Nurul Imam, barista netra dari Asyifa Kopi, dengan titik start di Terminal Wisata Terpadu Sobo (TWTS).

    Asisten Pemerintahan dan Kesra, M.Y. Bramudya, yang melepas keberangkatan konvoi, berharap komunitas difabel dapat memanfaatkan terminal terpadu tersebut secara rutin sebagai ruang ekspresi maupun wadah diffabelpreneur untuk menampilkan karya, keterampilan, dan produk UMKM Sahabat Komunitas.

    Didampingi Kadinsos PP&KB dan perwakilan Polresta yang sebelumnya memfasilitasi pembuatan SIM D, Bramudya mengibarkan bendera start.

    Iring-iringan dipimpin oleh Kendaraan Tanggap Dinsos yang membawa pengeras suara berisi Iklan Layanan Masyarakat (ILM) dengan suara Nurhadi Windoyo, penyiar radio komunitas JRKBB-JRKI yang pernah menjadi Ketua Pertuni dan kini memimpin YALI.

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional Banyuwangi

    Sekitar 45 sepeda motor modifikasi dengan total 99 peserta bergerak menuju Taman Makam Pahlawan Wiswa Raga Satria. Di lokasi tersebut, rombongan disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi dengan senyum dan pantun.

    “Konvoi ini bukan sekadar beriringan, tetapi membawa pesan bahwa kalian ada, kuat, berdaya, dan Banyuwangi memberi ruang kesetaraan inklusif di dunia pendidikan, kesehatan, pelayanan publik, hingga kesempatan berkarya,” ujar Bupati yang selama tiga tahun terakhir menginisiasi program Rembug Disabilitas.

    Pada momen ini juga dilakukan pembacaan ikrar dan penandatanganan Program Building Effective Network (BEN) yang difasilitasi Liliane Founds dan NLR Indonesia.

    Penandatanganan dilakukan oleh Bupati bersama dua lembaga pelaksana program, yaitu Rumah Literasi Indonesia dan Aura Lentera, serta komunitas penyandang disabilitas.

    Di sisi lain, pertandingan sepak bola amputasi turut meramaikan peringatan HDI.

    Bertempat di sisi barat Stadion Diponegoro, digelar laga persahabatan antara Persewangi dan Persaid Jember yang diperkuat sejumlah pemain timnas.

    Pertandingan 2×15 menit yang dipimpin wasit Askab PSSI, Nanang, berakhir dengan skor 0–4.

    Puncak HDI 2025 digelar di SLB Negeri wilayah Giri. Acara menampilkan The Filling Band dan Gamelan Gerayangan yang mengiringi penampilan tari jejer gandrung tunarungu.

    Kegiatan berlanjut dengan sholawatan dan penyerahan santunan yatim penyandang disabilitas oleh Wakil Bupati H. Mujiono, didampingi para kepala dinas dan Camat Giri.

    “Manusia tidak dinilai dari kesempurnaannya, tetapi dari potensi dan kemanusiaannya yang setara. Pemda pun belum sempurna, sehingga kami membutuhkan masukan dan kolaborasi untuk mencapai mimpi bersama,” ujar Wabup yang memulai karier birokrasi dari bawah hingga menjadi Sekda.

    Acara juga mencakup pelantikan Pengurus Gerkatin serta praktik bahasa isyarat berupa pembacaan Surat Al-Fatihah dan menyanyikan lagu Manusia Kuat (feat. Tulus).

    Selain itu, Perkins menyalurkan bantuan simbolis berupa kursi roda, sepatu bantu tulang bengkok, dan alat kesehatan lainnya.

    Kegiatan ditutup dengan pelepasan balon harapan dan pemborongan produk diffabelpreneur oleh pejabat yang hadir.

    Menurut JBI Firdaus, setelah HDI 2025 yang difasilitasi Dinas Sosial ini, pada tanggal 2 Desember akan digelar berbagai lomba antar-SLB, dan pada 3 Desember dilaksanakan jalan sehat di seputaran Gesibu Blambangan.

    “Insya Allah pada 3 Desember sudah hadir kepala sekolah kami, Bu Masfufah, yang saat ini menerima penghargaan dari Gubernur Khofifah sebagai kepala SLB berprestasi 3 besar dan inspirasi Jatim,” ujar Suyatno Baskoro selaku sie acara.

    Ketua Forum Organisasi Penyandang Disabilitas, Umar Asmoro, berharap momentum HDI 2025 dapat meningkatkan literasi, memperbaiki data penyandang disabilitas, serta mengurangi berbagai hambatan yang selama ini dihadapi kelompok dengan kekhususan dan keistimewaan ini.

  • Program Go Pro Wangi Libatkan Difabelpreneur, Perkuat UMKM Banyuwangi

    Program Go Pro Wangi Libatkan Difabelpreneur, Perkuat UMKM Banyuwangi

    Kehidupan inklusif di Banyuwangi semakin terasa dalam berbagai bidang, termasuk UMKM.

    Selaras dengan program Bupati Banyuwangi, UMKM Naik Kelas sejak tahun 2021, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskompumdag) Kabupaten Banyuwangi telah meluncurkan program Go Pro Wangi (Gerobak Promosi Banyuwangi) sebagai salah satu inovasi dalam memperluas akses pemasaran produk pelaku UMKM, termasuk pelaku usaha difabel yang mereka sebut difabelpreneur.

    Kepala Diskompumdag Banyuwangi, Hj. RR. Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa Go Pro Wangi memberi kesempatan UMKM tampil di berbagai ajang besar daerah seperti Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Pasar Rakyat, hingga Car Free Day.

    “Setiap pelaku UMKM mendapat jatah tampil dua hingga tiga kali dalam satu siklus kegiatan, sehingga semua memiliki kesempatan yang seimbang untuk memperkenalkan produk mereka,” ujar Nanin.

    Diskompumdag Banyuwangi juga menyediakan gerobak dan stan dengan desain menarik serta ramah akses, sementara pelaku UMKM bertanggung jawab membawa produk dan memastikan kemasan yang layak jual.

    Menurut Nanin, keterlibatan pelaku usaha difabel mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun ekonomi yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

    Selain ruang promosi, pelaku UMKM difabel juga mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas promosi, penguatan branding, serta perluasan jejaring usaha.

    Apresiasi terhadap program ini datang dari Nurhadi Windoyo, Ketua Aura Lentera sekaligus pembina komunitas UMKM Sahabat.

    Windoyo Ketua Aura Lentera
    Windoyo Ketua Aura Lentera (Dok. sastrawacana.id/)

    Ia menilai Go Pro Wangi menjadi wadah penting bagi pelaku usaha difabel untuk belajar menghadapi pasar nyata.

    "Program ini sangat bermanfaat untuk sahabat-sahabat kami Diffabel pelaku UMKM. Selain memberikan peluang pasar juga menjadi wahana belajar bagi kami menghadapi pasar yang nyata. Selain itu, kesempatan bagi kami untuk sosialisasi dan promosi bahwa kami juga mampu menjalankan usaha, ada produk yang kami hasilkan," kata Windoyo saat ditemui di ajang Kejurprov Voli Jawa Timur 2025 di GOR Tawangalun.

    Saat ini banyak penyandang disabilitas tergabung dalam kelompok UMKM seperti Sahabat dan Mekarwangi.

    Meski begitu, tantangan mobilitas dan pemasaran masih menjadi kendala utama.

    Windoyo berharap pemerintah terus memberikan pendampingan dan pembinaan terpadu agar pelaku difabel bisa tumbuh menjadi difabelpreneur yang unggul.

    Go Pro Wangi

    Dalam ajang Kejurprov Voli Jatim 2025, UMKM Sahabat menampilkan beragam produk, antara lain telur asin hasil karya siswa SLBN Banyuwangi, kue Klemben produksi Mahmud Hasyim (Ketua INAF Persawangi), serta kopi As Syifa milik Nurul Imam (Ketua UMKM Sahabat).

    Melalui Go Pro Wangi, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi berupaya memperluas jangkauan pemasaran produk lokal, memperkuat citra dan daya saing UMKM, serta membuka peluang menuju pasar nasional hingga global.

    “Dengan semangat kolaboratif dan inklusif, Go Pro Wangi menjadi bukti nyata bahwa setiap pelaku usaha memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan mengharumkan nama Banyuwangi,” pungkas Nanin.

  • Syukuran Kepulangan dari Tanah Suci, Bupati Banyuwangi Gelar Walimatul Hajj Bersama Tokoh dan Warga

    Syukuran Kepulangan dari Tanah Suci, Bupati Banyuwangi Gelar Walimatul Hajj Bersama Tokoh dan Warga

    Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menggelar acara walimatul hajj di kediaman pribadinya pada Jumat (13/6/2025).

    Acara ini dihadiri oleh Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta para tetangga di sekitar kediaman Bupati.

    Walimatul hajj ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas kepulangan Bupati Banyuwangi dari tanah suci Makkah usai menunaikan ibadah haji.

    Suasana acara semakin khidmat dengan pembacaan doa dan penampilan hadrah dari Majelis Shalawat Sajadah Nusantara.

    Ketua OJK bersama para tamu undangan menyampaikan ucapan selamat kepada Bupati atas kepulangannya dari ibadah haji.

    Mereka juga menyampaikan apresiasi atas semangat Bupati yang berhasil menjalankan ibadah haji dengan baik, sembari tetap menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin daerah.

    Kebahagiaan juga dirasakan oleh masyarakat Banyuwangi atas kepulangan pemimpin mereka.

    Tak sedikit yang berharap agar Bupati Ipuk Fiestiandani dapat menjadi teladan dalam menjalani kehidupan beragama dan menjalankan tugas pemerintahan dengan penuh integritas.

    Dalam sambutannya, Bupati Ipuk membagikan pengalaman berhajinya di tahun ini yang menurutnya sangat luar biasa, terutama karena adanya perubahan sistem pelaksanaan haji berbasis syarikah.

    Perubahan sistem ini disebutnya membawa dampak positif terhadap keteraturan dan keamanan proses ibadah haji.

    “Pelaksanaan haji tahun 2025 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dengan adanya penerapan berbasis syarikah dan pemeriksaan secara ketat kepada jamaah haji oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia,” ujarnya.

    Tak lupa, Bupati juga menyampaikan bahwa selama di tanah suci, dirinya memanfaatkan kesempatan untuk bersilaturahmi dengan jamaah haji asal Banyuwangi.

    Ia pun menitipkan doa untuk keberkahan, keselamatan, dan kemajuan Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam penutup sambutannya, Bupati berharap agar seluruh perangkat kerja Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dapat melaksanakan tugas dengan baik, penuh tanggung jawab, dan senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.

    Acara walimatul hajj tersebut berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan, menjadi momen syukur yang tak terlupakan bagi Bupati Banyuwangi serta seluruh tamu undangan yang hadir.

    Kegiatan walimatul hajj ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur pribadi Bupati Ipuk Fiestiandani, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat.

    Momentum spiritual ini menjadi pengingat akan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai religius, serta semangat kebersamaan dalam membangun Banyuwangi yang lebih baik.

  • Banyuwangi Gelar MUSRENBANG RKPD 2026, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan

    Banyuwangi Gelar MUSRENBANG RKPD 2026, Fokus pada Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Berkelanjutan

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hari ini, Senin, 17 Maret 2025.

    Acara ini dihadiri oleh Muspida Banyuwangi, seluruh Camat se-Banyuwangi, perwakilan kelompok masyarakat, serta perwakilan pemerintah kabupaten tetangga seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, Jembrana, Buleleng, dan Klungkung.

    Selain itu, melalui Zoom, acara ini juga diikuti oleh para Kepala Desa dan berbagai instansi di Kabupaten Banyuwangi.

    Dr. H. Akh. Jazuli, SH., M.SI., Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Jawa Timur, hadir sebagai keynote speaker mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

    Dalam sambutannya, Jazuli menyoroti pertumbuhan indeks pembangunan di Jawa Timur, dengan Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang mencatat pertumbuhan ekonomi cukup baik.

    Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, dalam kesempatan yang sama, menyampaikan dampak kebijakan efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat.

    Salah satunya adalah penundaan program infrastruktur jalan senilai sekitar Rp59 miliar. Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa Dana Desa tidak terdampak kebijakan ini.

    Ia mengingatkan pemerintah desa untuk tetap berhati-hati dalam pengelolaan anggaran dan fokus pada tiga prioritas utama: pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan sektor unggulan seperti pertanian, perikanan, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

    Ipuk juga menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur dasar, pelestarian lingkungan, serta percepatan dan penyempurnaan digitalisasi layanan publik.

    Selain itu, ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk mengimplementasikan budaya kerja BERAHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

    Di akhir acara, dilakukan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT. PLN (Persero) UP3 Banyuwangi.

    Kesepakatan ini mencakup penyediaan infrastruktur dan keandalan suplai energi listrik, serta optimasi pendapatan pajak barang dan jasa tertentu atas tenaga listrik di Banyuwangi.

    Selain itu, diluncurkan pula program kesehatan masyarakat bernama Inovasi Permata Hati.

    Program ini dirancang untuk memastikan setiap ibu yang melahirkan mendapatkan penanganan persalinan dalam 24 jam di setiap Puskesmas dan fasilitas kesehatan desa/kelurahan dengan harapan dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Banyuwangi.

  • Gus Makki Menyusuri Kalibaru dengan Sepeda Motor, Warga Curhat Jalan Rusak dan Pupuk Sulit

    Gus Makki Menyusuri Kalibaru dengan Sepeda Motor, Warga Curhat Jalan Rusak dan Pupuk Sulit

    Calon Bupati (Cabup) Banyuwangi nomor urut 2, KH. Ali Makki Zaini terus aktif menjalin silaturahmi dengan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah pinggiran.

    Kegiatan ini dilakukannya sebagai bagian dari komitmen untuk mendengar langsung berbagai permasalahan yang dihadapi warga serta mencari solusi yang tepat.

    Pada Jumat, 27 September 2024, Gus Makki, sapaan akrab KH. Ali Makki Zaini, mengunjungi sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Kalibaru.

    Salah satu wilayah yang dikunjungi Gus Makki adalah Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.

    Dalam kunjungan tersebut, Gus Makki bertemu dengan berbagai elemen masyarakat dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung.

    Salah satu warga yang menyampaikan keluhannya adalah Tosa, seorang warga berusia 50 tahun.

    Dalam pertemuan itu, Tosa menyampaikan beberapa persoalan yang dihadapi oleh masyarakat setempat, terutama terkait infrastruktur dan kebutuhan dasar yang belum terpenuhi.

    Tosa mengungkapkan bahwa hingga saat ini kampungnya belum dilengkapi dengan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).

    Kondisi ini menyebabkan lingkungan mereka menjadi gelap di malam hari, yang berdampak pada keamanan dan kenyamanan warga.

    Selain itu, Tosa juga menyoroti beberapa jalan di desanya yang masih dalam kondisi rusak dan belum tersentuh pembangunan.

    Hal ini menurutnya sangat menghambat mobilitas warga, terutama bagi mereka yang bergantung pada akses jalan tersebut untuk keperluan sehari-hari.

    Selain persoalan infrastruktur, Tosa juga menyampaikan masalah lain yang cukup krusial, yaitu kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

    Menurutnya, tidak hanya dia, tetapi juga banyak warga lain yang merasa kesulitan dalam memperoleh pupuk subsidi yang sangat diperlukan untuk mendukung sektor pertanian di daerah tersebut.

    Masalah pupuk ini, jika dibiarkan bisa berdampak pada produktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama bagi sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut.

    Mendengar keluhan tersebut, Gus Makki dengan tegas memberikan tanggapannya.

    Ia menyatakan komitmennya untuk segera mengupayakan pembangunan LPJU jika terpilih sebagai Bupati Banyuwangi.

    Menurutnya, penerangan jalan merupakan salah satu kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan, karena berpengaruh langsung pada kenyamanan dan keselamatan warga, khususnya pada malam hari.

    Selain itu, terkait keluhan mengenai sulitnya akses pupuk subsidi, Gus Makki menegaskan bahwa dalam pemerintahannya nanti, ia akan menjamin distribusi pupuk subsidi yang lebih transparan dan adil.

    Ia berjanji akan membuka semua informasi mengenai distribusi pupuk sehingga petani di seluruh pelosok Banyuwangi bisa mendapatkan akses yang sama.

    “Soal memperbaiki infrastruktur secara bertahap akan dipercepat, termasuk pembangunan LPJU. Soal pupuk, kami akan tegas dan transparan dalam pendistribusian agar semua petani bisa menjangkau pupuk,” ujar Gus Makki, dikutip dai RRI.

    Menurutnya, pupuk adalah salah satu kunci utama untuk menjaga ketahanan pangan, khususnya di Banyuwangi yang dikenal sebagai salah satu daerah agraris di Indonesia.

    Tidak hanya mendengarkan keluhan warga di Dusun Krajan, Gus Makki juga melanjutkan kunjungannya ke wilayah lain yang berada di lereng Gunung Raung, tepatnya di Dusun Gunung Raung, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru.

    Dalam kunjungannya ke daerah ini, Gus Makki menunjukkan dedikasi dan kepeduliannya terhadap kondisi infrastruktur di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Dengan menunggangi sepeda motor, ia menyusuri jalan-jalan yang rusak dan memantau secara langsung kondisi di lapangan.

    Kunjungan ini menunjukkan komitmen Gus Makki untuk tidak hanya berfokus pada wilayah perkotaan, tetapi juga memberikan perhatian penuh kepada daerah-daerah terpencil yang sering kali luput dari perhatian pemerintah.

    Dengan mendatangi langsung warga di wilayah-wilayah ini, Gus Makki berharap bisa memahami lebih dalam kebutuhan masyarakat dan memberikan solusi yang tepat sesuai dengan kondisi di lapangan.

    Melalui berbagai kunjungannya, Gus Makki berusaha untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan menegaskan kembali komitmennya untuk membawa perubahan nyata bagi Banyuwangi, khususnya di bidang infrastruktur dan ketahanan pangan.