Tag: Bustanul Makmur

  • Tasyakur Kelulusan Angkatan ke-21, SMP Bustanul Makmur II Siapkan Generasi Bermartabat

    Tasyakur Kelulusan Angkatan ke-21, SMP Bustanul Makmur II Siapkan Generasi Bermartabat

    Tasyakur kelulusan siswa angkatan ke-21 Tahun Ajaran 2025-2026 SMP Bustanul Makmur II Banyuwangi berlangsung khidmat di Hall Hotel Mahkota Genteng, Sabtu (16/05).

    Kegiatan tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keterangan Lulus serta prosesi pengalungan gordon oleh kepala sekolah kepada para siswa.

    Turut hadir dalam acara itu wali murid, Pengasuh Buma Pusat Kebunrejo KH Muafik Amir, keluarga ndalem Buma II bu Nyai Siti Munawaroh, Ketua Yayasan KH Robiathul Haq, S.Hub.Int beserta istri, Pengawas SMP Phujianto, M.Pd, hingga jajaran Muspindes.

    Kepala SMP Bustanul Makmur Imammudin, M.Pd.I mengatakan para siswa telah melewati proses pendidikan dan pembinaan selama tiga tahun, termasuk pembiasaan bangun pukul 03.00 dini hari untuk tahajud dan berjamaah Subuh.

    “Teruslah menuntut ilmu dengan jalan yang mulia untuk masa depan gemilang!” tutur alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton ini.

    Ia juga mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar kepintaran maupun popularitas semata.

    Menurutnya, siswa harus mampu menjadi pribadi yang benar dan bermartabat. Selain itu, ia berpesan agar para siswa menjaga diri dari godaan perkembangan zaman, terutama penggunaan handphone.

    Pihak sekolah, lanjut Imammudin, akan tetap mengawal para siswa hingga memperoleh sekolah lanjutan.

    Dari 160 siswa yang dinyatakan lulus, sebanyak 78 siswa telah diterima di MAN, baik di dalam maupun luar kota.

    Tasyakur Kelulusan SMP Bustanul Makmur

    Selain itu terdapat tujuh siswa yang melanjutkan pendidikan ke SMK, sementara sebagian lainnya mendaftar SMA berbasis pondok pesantren.

    Adapun sisanya masih menunggu hasil SPMB SMA/SMK negeri di dalam kota.

    Sementara itu, Pengasuh KH Robitul Haq, S.Hub.Int, M.Si berharap para santri mampu menjadi generasi Qurani yang berbekal ketakwaan dan akhlakul karimah sesuai tema tasyakur tahun ini.

    Ia juga mengenang masa awal para santri masuk pondok tiga tahun lalu. Saat itu masih banyak siswa yang menangis dan dijenguk orang tua setiap hari.

    Kini, menurutnya, para siswa dan wali murid sudah semakin tertata, bahkan banyak santri yang melanjutkan mondok di luar kota.

    “Ingat Allah, jaga iman dan ilmu kitab serta tetab beradab ke guru dan orang tua!” pesan kyai Robert seraya mengajak hadirin mengirim Al Fatihah untuk para pendiri pondok.

    Prosesi kelulusan berlangsung khidmat dengan penampilan paduan suara adik kelas yang membawakan lagu hymne, mars, lagu nasional hingga sejumlah lagu populer yang membuat suasana haru bercampur bahagia.

    Pembacaan puisi juga turut mewarnai jalannya acara.

    Siswa lulusan angkatan ke-21 tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Banyuwangi, tetapi juga dari Madura, Bali, hingga Kalimantan.

    Panitia turut memberikan penghargaan bagi siswa berprestasi di bidang akademik, seperti juara Olimpiade IPA dan OSN Matematika tingkat nasional Daffa Shobirul Haq.

    Penghargaan non-akademik juga diberikan kepada siswa berprestasi di bidang silat, jebeng thulik, puisi, dan bercerita.

    Penghargaan khusus diberikan kepada Istiqlal Syukri Ahmad yang berhasil menjadi jawara aksara dan geguritan basa Using dalam Festival Bahasa Ibu yang digelar Balai Bahasa Jawa Timur.

    Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Ketua OSIS dan siswa terbaik homestay.

    Santri Madin terbaik turut menerima sertifikat penghargaan dan berfoto bersama orang tua serta pengasuh pondok.

    Acara yang dipenuhi buket bunga dan kenangan tersebut juga diisi dengan ikrar alumni.

    Para santri menyatakan kesiapan menjadi kader agama sekaligus kader bangsa serta menjaga nama baik almamater.

    Pesan dan kesan dalam kegiatan itu turut disampaikan Sekretaris OSIS Claresta Azzarin Natania, perwakilan wali murid Bambang Harnowo, M.Pd, serta alumni angkatan ke-7 Dr. Rifki Firdaus, M.Pd.I.

    Dalam testimoninya, Rifki menyebut para guru di Buma tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, melatih, serta membentuk pembiasaan yang akhirnya menjadi karakter siswa melalui program di dalam kelas maupun luar sekolah.

    “Dan dari dulu hingga sekarang SMP BustanuI Makmur menjadi salah satu yang terbaik dan unggul di Kabupaten Banyuwangi!” ujar dosen UIIB ini.

  • Buma Competition Week 2026 Sebar Golden Ticket untuk Juara Kompetisi Siswa SD/MI se-Jatim dan Bali

    Buma Competition Week 2026 Sebar Golden Ticket untuk Juara Kompetisi Siswa SD/MI se-Jatim dan Bali

    sastrawacana.id/ – Ajang tahunan bergengsi Buma Competition Week 2026 (BCW ke 26) resmi digelar mulai 31 Januari hingga 3 Februari 2026.

    Kompetisi yang diadakan oleh SMP Bustanul Makmur Genteng ini menyuguhkan enam cabang lomba, yaitu MIPA, IPS, English Competition, Festival Anak Sholeh, Lomba Menggambar Poster, dan Baca Puisi.

    Menariknya, BCW ke 26 tahun ini menawarkan hadiah spesial berupa golden ticket bagi juara 1 hingga harapan 2 di setiap lomba.

    Tiket emas ini memungkinkan para pemenang diterima langsung di SMP Bustanul Makmur sebagai peserta didik angkatan ke-24 tahun ajaran 2026/2027.

    Ajang ini sukses menarik lebih dari 500 peserta tingkat SD/MI dari Jawa Timur dan Bali.

    BCW yang telah berlangsung hampir dua dekade ini tidak hanya menjadi wahana kompetisi prestisius, tetapi juga barometer keberhasilan siswa dalam berbagai lomba berjenjang seperti OSN, Porseni, maupun perlombaan resmi lainnya.

    “Banyak alumni BCW yang juga berhasil meraih prestasi di kompetisi nasional lainnya,” ujar H. Imamuddin, M.Pd.I, Kepala SMP Bustanul Makmur.

    H. Imamuddin menjelaskan bahwa BCW merupakan program tahunan yang bukan sekadar rutinitas sekolah, tetapi juga digunakan sebagai sarana evaluasi sekaligus pembentukan karakter siswa sesuai dengan motto sekolah: Berbudi dan Berprestasi.

    Dengan pendekatan pendidikan berbasis karakter yang terintegrasi dengan budaya pesantren, SMP Bustanul Makmur menghadirkan suasana pendidikan unik serta mendukung kreativitas siswa lewat kegiatan seperti pelatihan kepemimpinan dan evaluasi akademik maupun non-akademik.

    Ajang Pembuktian Prestasi

    Pada tahun lalu, SMP Bustanul Makmur berhasil mencetak banyak prestasi membanggakan.

    Dua siswanya, Istiqlal Syukri Ahmad dan Raeesa Tazkiya Zahra, menjuarai Festival Bahasa Ibu Osing tingkat lokal dan akan mewakili Jawa Timur dalam perhelatan tingkat nasional yang digelar pada Hari Pendidikan Nasional (2 Mei 2026) di Jakarta.

    Selain itu, tim sekolah ini juga menyabet medali perak dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat nasional.

    Saat ini, SMP Bustanul Makmur telah menerima 105 pendaftar ulang melalui pendaftaran masuk berbasis jalur prestasi gelombang pertama dan kedua.

    Sekolah ini memiliki kapasitas sebanyak 192 siswa setiap tahunnya dengan penerimaan peserta didik baru yang tidak membatasi zonasi tempat tinggal.

    Siswa dari luar daerah seperti Bali maupun Jawa Barat pun dapat bersekolah sambil mondok di pesantren yang dikelola oleh KH Robitul Haq.

    Namun, siswa yang berdomisili di sekitar Genteng seperti Sempu, Tegalsari, dan Gambiran tetap diperbolehkan tinggal di rumah.

    Keseruan BCW: Dari Kompetisi hingga Edupreneurship

    Tidak hanya kompetisi saja yang menjadi sorotan dalam BCW ke 26. Pameran seni lukis, kriya, prakarya, hingga bazar kreatif turut memeriahkan kegiatan.

    Siswa kelas sembilan bahkan dilibatkan aktif dalam kegiatan kewirausahaan. Misalnya, Arung Samudra, siswa kelas 9 mengatakan ia sangat antusias berjualan aneka makanan selama acara berlangsung.

    “Saya senang makan dan jajan. Jadi seru sekali bisa ikut menjual sambil belajar kerjasama dengan teman-teman di sekolah,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Hal senada disampaikan Axelle, siswi kelas 7, yang mengaku belajar banyak hal dari mengikuti kegiatan bazar.

    “Saya jadi tahu betapa sulitnya orang tua mencari uang untuk pendidikan anak-anak mereka. Ini pengalaman yang menyadarkan saya untuk lebih menghargai usaha orang tua,” ungkapnya.

    Sementara itu, Jamaludin, M.Pd., wali kelas 9E, menjelaskan bahwa pihaknya sengaja membagi tugas kepada seluruh siswa untuk melatih kolaborasi dan tanggung jawab.

    Dalam bazar tersebut, tiap kelas terbagi menjadi tim kecil yang bertugas sebagai kasir, marketing, belanja bahan keperluan jualan, hingga teknis pelaksanaan kegiatan sehari-hari.

    Dengan segala rangkaian acara menarik dan penuh manfaat seperti ini, tidak heran jika Buma Competition Week selalu dinanti oleh para siswa dan sekolah-sekolah di wilayah Jawa Timur dan Bali. Ajang ini menjadi bukti bahwa SMP Bustanul Makmur mampu mengembangkan potensi siswanya