Tag: definisi

  • 12 Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

    12 Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

    Filsafat adalah disiplin ilmu yang mempertanyakan dan mengkaji pertanyaan-pertanyaan fundamental tentang eksistensi, pengetahuan, nilai-nilai, etika, logika, dan berbagai aspek kehidupan manusia.

    Secara harfiah, filsafat diambil dari Bahasa Arab yaitu falsafah. Sementara secara etimologis, filsafat berasal dari bahasa Yunani filosofia, merupakan bentukan dari philos atau filo dan sophia atau sofia.

    Filsafat mencoba untuk memahami dunia dan pemikiran manusia dengan cara yang lebih mendalam dan abstrak daripada disiplin ilmu lainnya.

    Filsuf, orang yang mempelajari filsafat, mencoba untuk merumuskan argumen-argumen rasional dan konsep-konsep filosofis yang dapat membantu kita memahami dunia dan makna kehidupan.

    Filsafat juga sering kali melibatkan analisis kritis terhadap gagasan-gagasan dan keyakinan-konsep yang kita pegang, serta mencari pemahaman yang lebih mendalam tentang nilai-nilai moral dan etika.

    Dengan kata lain, filsafat adalah usaha berpikir secara kritis dan reflektif tentang pertanyaan-pertanyaan dasar yang mendasari pengetahuan dan kehidupan manusia.

    Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian filsafat menurut para ahli.

    1. Plato (427-348 SM)

    Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berusaha mencapai kebenaran yang asli, karena kebenaran mutlak ditangan Tuhan atau disingkat dengan pengetahuan tentang segala yang ada.

    2. Aristoteles (384-322 SM)

    Filsafat ialah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, sosial budaya, dan estetika atau menyelidiki sebab dan asas segala benda.

    3. Cicero (106 – 43 SM)

    Filsafat ialah induk dari segala ilmu pengetahuan, sesuatu yang diciptakan Tuhan.

    4. Al- Farabi (950 SM)

    Filsafat adalah pengetahuan tentang yang maujud dan bertujuan menyelidiki hakikatnya yang sebenarnya.

    5. Rene Descrates (1590-1650)

    Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan dimana Tuhan, alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan.

    6. W.J.S Poerwadarminta

    Pengertian filsafat adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai sebabsebab, asas-asas hukum dan sebagainya daripada segala yang ada dalam alam semesta ataupun mengetahui kebenaran dan arti “adanya” sesuatu.

    7. Prof. Dr. Fuad Hasan

    Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir radikal, artinya mulai dari radiksnya suatu gejala, dari akaranya suatu hal yang hendak dipermasalahkan.

    8. Fichte

    Filsafat adalah ilmu dari ilmu-ilmu yakni ilmu yang umum yang menjadi dasar segala ilmu. Ilmu membicarakan suatu bidang atau jenis kenyataan, sedangkan filsafat membicarakan seluruh bidang dan seluruh jenis.

    9. Herbert Spencer (1820-1903M)

    Kewajiban filsafat adalah mengerjakan pengertian-pengertian yang dipakai oleh ilmu-ilmu lain.

    10. Harun Hadiwijono

    Definisi filsafat adalah usaha manusia dengan akalnya untuk memperoleh suatu pandangan dunia dan hidup yang memuaskan hati.

    11. Paul Natorp

    Filsafat sebagai ilmu dasar yang hendak menentukan kesatuan pengetahuan manusia dengan jalan menunjukkan dasar akhir yang sama, yang memikul sekaliannya.

    12. Gazalba (1992:24)

    Kesimpulan berfilsafat adalah mencari kebenaran dari kebenaran untuk kebenaran, tentang segala sesuatu yang dimasalahkan, dengan berpikir secara radikal, sistematis, dan universal.

    Referensi:

    repository.iainbengkulu.ac.id
    uncp.ac.id
    repository.uinsu.ac.id
    repository.isi-ska.ac.id

  • Definisi Organisasi, Tujuan, Jenis, Struktur, dan Contohnya

    Organisasi adalah sebuah entitas atau kelompok yang memiliki tujuan bersama dan bekerja sama dalam mencapai tujuan tersebut.

    Organisasi juga bisa diartikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari orang-orang, tugas-tugas, dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

    Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang organisasi secara lebih rinci, termasuk definisi organisasi, tujuan organisasi, jenis-jenis organisasi, dan struktur organisasi.

    Definisi Organisasi

    Pengertian organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Organisasi dapat berupa badan usaha, instansi pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, atau organisasi non-profit.

    Menurut KBBI, organisasi adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu.

    Sementara menurut Louis A. Allen, Organisasi sebagai proses penentuan dan pengelompokkan pekerjaan yang akan dikerjakan, menetapkan dan melimpahkan wewenang dan tanggung jawab dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam mencapai tujuan.

    Jadi, dapat disimpulkan bahwa organisasi adalah sebuah kelompok tersistem yang bekerja sama untuk suatu tujuan tertentu.

    Tujuan Organisasi

    Tujuan organisasi dapat bervariasi tergantung dari jenis organisasi tersebut. Namun yang paling umum adalah sebagai berikut”

    1. Mencapai profit atau keuntungan (dalam hal badan usaha)

    2. Peningkatan kualitas hidup masyarakat (dalam hal organisasi non-profit atau organisasi sosial)

    3. Membangun Pendidikan (dalam hal lembaga pendidikan)

    4. Pelayanan publik (dalam hal instansi pemerintah)

    Jenis-jenis Organisasi

    Dikutip dari Organisasi Tata Laksana dan Lembaga Kearsipan (Drs. Machmoed Effendhie, M.Hum), ada beberapa jenis organisasi yang dikemukakan ahli.

    Wursanto (2003) melihat jenis-jenis organisasi dari aspek pimpinan, aspek keresmian, aspek tujuan, aspek kewilayahan, dan aspek kebutuhan sosial.

    Berikut ini adalah jenis-jenis organisasi menurut Wursanto.

    1. Jenis Organisasi dari Aspek Pimpinan

    Organisasi dilihat dari aspek pimpinan yang terdiri dua jenis, yaitu organisasi tunggal dan organisasi jamak.

    Dikatakan sebagai organisasi tunggal jika pucuk pimpinan organisasi tersebut berada ditangan satu orang.

    Nama pimpinan yang dipergunakan tergantung dari jenis kegiatan organisasi tersebut. Misalnya dalam kepemerintahan, nama itu bisa presiden, menteri, gubernur, wali kota, bupati, camat dan lain-lain.

    2. Jenis Organisasi dari Aspek Keresmian

    Organisasi juga dilihat dari aspek keresmian dari organisasi tersebut. Ada dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal.

    Organisasi formal apabila kegiatan dilakukan oleh beberapa orang yang tergabung dalam suatu kelompok secara sadar dikoordinasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

    Orang-orang yang tergabung dalam kelompok itu mempunyai struktur organisasi yang jelas.

    Organisasi informal, organisasi disusun secara bebas dan spontan dan keanggotaannya diperoleh secara sadar atau tidak sadar.

    3. Jenis Organisasi dari Aspek Tujuan

    Organisasi ini dilihat dari tujuan utama organisasi. Contoh dari jenis organisasi ini misalnya organisasi niaga yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya.

    Kegiatan yang dilakukan adalah untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa. Organisasi niaga ini dapat dibedakan lagi menjadi organisasi swasta dan pemerintah.

    4. Jenis Organisasi dari Aspek Kewilayahan

    Organisasi jenis ini dilihat dari jangkauan luas aktivitas kewilayahan organisasi.

    Umumnya organisasi jenis ini dikelompokkan ke dalam satuan kewilayahan seperti organisasi daerah (local organization), organisasi regional (regional organization), organisasi nasional (national organization), dan organisasi internasional (international organization).

    5. Jenis Organisasi dari aspek Kebutuhan Sosial

    Organisasi jenis ini dilihat dari kebutuhan kemasyarakatan. Organisasi atau perhimpunan jenis ini dibentuk atas kesadaran dan secara sukarela oleh anggota masyarakat. Misalnya koperasi, perhimpinan petani, perhimpunan profesi, dan lainnya.

    Contoh Organisasi

    Terdapat banyak contoh organisasi, antara lain:

    1. Organisasi Nirlaba: Yayasan, lembaga sosial, LSM, atau yayasan pendidikan.

    2. Organisasi Bisnis: HIPMI

    3. Organisasi Pemerintahan: Pemerintah, lembaga pemerintah, atau institusi pendidikan pemerintah.

    4. Organisasi Sosial: Klub sosial, perkumpulan masyarakat, atau organisasi olahraga.

    5. Organisasi Agama: Remaja Masjid.

    6. Organisasi Profesional: Asosiasi profesional, seperti asosiasi dokter atau asosiasi pengacara.

    7. Organisasi Sekolah: Osis