Tag: desa karangrejo

  • UMKM Desa Karangrejo Tembus Pasar Luar Negeri Berkat Branding dan Promosi Digital

    UMKM Desa Karangrejo Tembus Pasar Luar Negeri Berkat Branding dan Promosi Digital

    Pemerintah Desa Karangrejo, Kecamatan Blimbingsari, berhasil mengangkat potensi UMKM warganya hingga menembus pasar internasional.

    Upaya ini dilakukan dengan memberikan dukungan branding, kemasan, dan promosi secara gratis yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

    Sejak 2023, berbagai produk UMKM Desa Karangrejo mulai dipasarkan melalui website resmi desa serta platform digital lainnya.

    Produk unggulan yang ditawarkan meliputi keripik, sale pisang, beras kencur, hingga degan jelly. Harga produk pun terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan, sehingga mudah diterima pasar.

    Langkah ini sangat membantu para pelaku UMKM, yang kebanyakan sebelumnya kesulitan melakukan pemasaran secara mandiri

    Dengan adanya dukungan dari desa, mereka kini dapat menjangkau konsumen lebih luas hingga ke mancanegara.

    Selain itu, Desa Karangrejo juga pernah berpartisipasi dalam ajang Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada tahun 2024.

    Pada kesempatan itu, produk sale pisang asal Karangrejo menjadi salah satu produk dengan penjualan terbanyak.

    Ibu Sriami, istri Kepala Desa Karangrejo, menyampaikan bahwa dukungan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    “Pelayanan ini kami lakukan agar pelaku UMKM di Karangrejo bisa lebih maju. Harapannya, perekonomian desa semakin meningkat dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ungkapnya.

    Dalam pengelolaan promosi, Desa Karangrejo memiliki tim khusus yang terdiri dari Alvin dan Hendra.

    Keduanya berperan penting dalam membantu masyarakat membuat branding produk sekaligus memasarkan hingga berhasil dikenal di luar negeri.

    Dengan kolaborasi antara desa, BUMDes, dan pelaku UMKM, Desa Karangrejo semakin menunjukkan diri sebagai desa yang mampu memanfaatkan potensi digital untuk kemajuan ekonomi warganya.

  • Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Wujudkan Desa Sehat, Karangrejo Gelar Rapat Evaluasi dan Penyusunan RKPDes

    Pemerintah Desa Karangrejo bersama jajaran terkait menggelar rapat koordinasi dan evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat serta Rumah Desa Sehat (RDS) pada Rabu (10/9).

    Pertemuan ini dihadiri Kepala Desa Karangrejo Subandriyo, Sekretaris Desa Abdul Haris, Kepala Puskesmas Blimbingsari Indah Swartiningtyas, SST, Bd, M.Kes, perwakilan Forum Banyuwangi Sehat (FBS) Bung Aguk, dan Kasie PMK Kecamatan Blimbingsari Abdul Aziz, S.H., M.H.

    Agenda utama rapat adalah penyusunan program kegiatan tahun 2026 dengan fokus pada pemberdayaan perempuan, anak, serta peningkatan kesehatan masyarakat.

    Kepala Desa Karangrejo Subandriyo dalam sambutannya menegaskan bahwa evaluasi merupakan bagian penting dari setiap program dan menekankan perlunya kolaborasi antar pihak agar setiap kegiatan dapat terselesaikan dengan baik.

    “Kita harus kerja cepat, cerdas, dan tanggap. Setiap tim wajib memahami fungsi dan tugasnya masing-masing. Kolaborasi antar pihak tidak boleh berhenti supaya semua kegiatan bisa terselesaikan dengan baik,” ujar Subandriyo.

    Evaluasi kinerja Pokja Desa Sehat Kecamatan Blimbingsari

    Sementara itu, Aziz Kasi PMK Kecamatan Blimbingsari menjelaskan bahwa RDS (Rumah Desa Sehat) merupakan wadah berkumpulnya seluruh pelaku kesehatan desa sekaligus tempat Koordinasi dan evaluasi berbagai program Kesehatan serta Penyusunan Program Kegiatan untuk Tahun selanjutnya.

    Ia mengimbau agar rapat koordinasi dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

    Beberapa aspek yang menjadi perhatian Pokja Desa Sehat antara lain penyelenggaraan pasar rakyat sehat, penataan lingkungan bebas sampah dan semak belukar, kerja bakti membersihkan parit dan selokan, serta kegiatan senam bersama.

    “RDS ini wadah strategis untuk membicarakan masalah kesehatan desa. Jadi rapat semacam ini dilakukan setiap tiga bulan sekali agar capaian lebih terukur. Kita bisa fokus pada kegiatan nyata, seperti penataan lingkungan bebas sampah, kerja bakti membersihkan parit, dan juga senam bersama,” jelas Aziz.

    Narasumber berikutnya, Bung Aguk, memberikan arahan terkait kendala kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung dari pelaku lapangan agar setiap permasalahan dapat segera dicarikan solusi.

    Disampaikan pula bahwa identitas kader seperti seragam, rompi, atau pin diperlukan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa tanggung jawab.

    Tak hanya itu, Bung Aguk juga menyoroti kendala yang masih dihadapi dalam pelayanan kesehatan di tingkat desa. Ia menekankan pentingnya komunikasi langsung antara kader lapangan dengan pihak desa.

    “Kalau ada masalah di lapangan, jangan menunggu. Segera sampaikan agar bisa cepat dicari solusinya,” papar Bung Aguk.

    Kepala Puskesmas Blimbingsari, Indah, menekankan bahwa program desa sehat bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Ia mengungkapkan adanya peningkatan kasus gangguan mental di masyarakat sehingga puskesmas menyediakan layanan dan obat-obatan untuk penanganannya.

    Ia juga menyoroti prestasi Kecamatan Blimbingsari yang berhasil mempertahankan status zero stunting dan zero AKI.

    Selain itu, Indah memperkenalkan program baru PERMATA HATI berupa layanan persalinan rawat jalan yang dapat diakses 24 jam.

    Bagi pemilik BPJS layanan ini gratis, sementara masyarakat tanpa BPJS bisa mengajukan bantuan melalui aplikasi SIKS-NG dengan pendampingan operator desa.

    “Kesehatan mental sama pentingnya dengan fisik. Kami sudah menyiapkan layanan serta obat-obatan untuk masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Blimbingsari berhasil mempertahankan status zero stunting, ini prestasi yang harus kita jaga bersama,” ujar Indah.

    Sekretaris Desa Abdul Haris menutup rapat dengan menyampaikan komitmennya untuk terus memperhatikan kesejahteraan kader desa.

    Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah mengajak kader berwisata sambil belajar mengenai lingkungan sehat.

    Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Desa Karangrejo bersama pihak terkait berharap dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan program yang lebih efektif untuk mewujudkan masyarakat desa yang sehat, baik jasmani maupun rohani.