Tag: dunia

  • 5 Alasan Mengapa Waktu di Greenwich Dijadikan Acuan Waktu Dunia

    Greenwich adalah sebuah borough (kotamadya) di London tenggara, Inggris, yang terkenal dengan sejarahnya yang kaya dan beragam.

    Terletak di tepi selatan Sungai Thames, kawasan ini dulunya merupakan pusat maritim yang penting dan bahkan menjadi lokasi Istana Placentia, bekas istana kerajaan.

    Namun, Greenwich paling terkenal sebagai tempat lahirnya waktu dunia. Garis bujur nol derajat, yang membagi Bumi menjadi Belahan Bumi Timur dan Barat, melintasi Royal Observatory di Greenwich.

    Observatorium ini, dengan teleskop dan peralatan astronomi canggihnya, telah memainkan peran penting dalam menentukan waktu yang akurat dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

    Ada beberapa alasan mengapa waktu di Greenwich dijadikan acuan waktu dunia:

    1. Lokasi Strategis

    Greenwich terletak di garis bujur nol derajat, yang membagi bumi menjadi dua bagian: Timur dan Barat. Garis bujur ini dipilih karena merupakan garis lurus yang menghubungkan Kutub Utara dan Selatan.

    2. Kesepakatan Internasional

    Pada tahun 1884, diadakan Konferensi Meridian Internasional di Washington, D.C. yang dihadiri oleh 25 negara.

    Dalam konferensi tersebut, disepakati bahwa Royal Observatory di Greenwich, Inggris, akan menjadi acuan waktu dunia.

    3. Kemajuan Teknologi

    Royal Observatory di Greenwich memiliki teleskop dan peralatan astronomi yang canggih untuk menentukan waktu dengan akurat.

    Observatorium ini juga memiliki hubungan telegraf dengan observatorium lain di seluruh dunia, sehingga waktu di Greenwich dapat disebarkan secara global.

    4. Pengaruh Britania Raya

    Pada abad ke-19, Britania Raya merupakan negara maritim yang kuat dengan koloni di seluruh dunia.

    Penggunaan waktu Greenwich sebagai acuan waktu dunia memudahkan navigasi dan komunikasi maritim.

    5. Standarisasi Global

    Penggunaan waktu Greenwich sebagai acuan waktu dunia membantu standarisasi waktu di seluruh dunia, yang penting untuk berbagai kegiatan seperti perdagangan, transportasi, dan komunikasi internasional.

    Meskipun ada beberapa negara yang tidak menggunakan waktu Greenwich sebagai acuan waktu nasional mereka, namun waktu Greenwich tetap menjadi standar waktu internasional yang paling banyak digunakan di dunia.

  • Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar, China Terapkan Strategi Ini

    Menteri Pendidikan China, Huai Jinpeng baru saja mengumumkan komitmen China untuk meningkatkan pendidikan dasarnya dengan fokus pada pengembangan keseluruhan kualitas pendidikan dasar.

    Pernyataan tersebut, disampaikan pada Sabtu (9/3/2024) dengan menekankan pentingnya memberikan akses yang lebih adil kepada anak-anak usia sekolah terhadap sumber daya pendidikan.

    Langkah-langkah konkret termasuk optimalisasi tata letak sekolah untuk memastikan alokasi sumber daya pendidikan yang adil antara daerah perkotaan dan pedesaan.

    Huai juga menyoroti perbaikan kondisi sekolah-sekolah asrama di daerah pedesaan dan sekolah-sekolah kurang mampu di kota besar dan kecil.

    Menghadapi ketidaksetaraan kualitas pendidikan di berbagai daerah, Huai mengungkapkan rencana untuk meningkatkan kondisi dan kemampuan sekolah-sekolah di China tengah dan barat.

    Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat pengurangan kesenjangan pendidikan antara sekolah-sekolah.

    Selain itu, Menteri Pendidikan China menegaskan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh dengan penguatan kompetensi para guru.

    Dengan memiliki sistem pendidikan dasar terbesar di dunia, yang melibatkan 487.900 sekolah dasar dan menengah serta taman kanak-kanak, China bertekad menjadikan pendidikan dasarnya sebagai tonggak penting dalam pengembangan masyarakatnya.

    Sumber: antara

  • Mengapa ASEAN Mencanangkan Program AFTA Sejak Tahun 1992?

    Mengapa ASEAN Mencanangkan Program AFTA Sejak Tahun 1992?

    ASEAN mencanangkan program AFTA (ASEAN Free Trade Area) pada tahun 1992 dengan sejumlah alasan strategis dan tujuan ekonomi yang kuat.

    Program ini bertujuan untuk menciptakan wilayah perdagangan bebas di kawasan Asia Tenggara.

    Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa ASEAN memutuskan untuk mengimplementasikan AFTA:

    1. Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi

    Salah satu tujuan utama AFTA adalah meningkatkan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.

    Dengan mengurangi hambatan perdagangan, seperti tarif bea masuk dan hambatan non-tarif, negara-negara anggota ASEAN berharap dapat meningkatkan volume perdagangan.

    Hal ini diharapkan akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi warga negara di seluruh kawasan.

    2. Peningkatan Daya Saing Regional

    Dalam lingkungan global yang semakin kompetitif, ASEAN menyadari pentingnya meningkatkan daya saing regional.

    Dengan menciptakan pasar bebas, AFTA memungkinkan perusahaan di kawasan ini untuk bersaing secara lebih efektif di tingkat global.

    Selain itu, juga untuk menarik investasi asing dan memungkinkan pertumbuhan sektor ekonomi yang beragam.

    3. Keseimbangan dan Solidaritas

    AFTA juga dilihat sebagai alat untuk mencapai keseimbangan ekonomi dan sosial antara negara-negara anggota ASEAN.

    Program ini dirancang untuk membantu negara-negara anggota yang lebih kecil dan kurang berkembang agar dapat mengambil bagian dalam perdagangan regional dan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar.

    Solidaritas antara negara-negara anggota merupakan salah satu poin kunci dari pembentukan AFTA.

    4. Dorongan untuk Investasi Asing

    Membuka wilayah perdagangan bebas dapat membuat kawasan ASEAN lebih menarik bagi investor asing.

    Dengan memungkinkan investasi yang lebih mudah dan akses ke pasar yang lebih besar, AFTA diharapkan akan mendatangkan lebih banyak investasi asing ke kawasan ini.

    Sehingga dapat menghasilkan pembangunan infrastruktur, peningkatan produksi, dan penciptaan lapangan kerja.

    5. Integrasi Ekonomi ASEAN

    Menciptakan AFTA adalah salah satu langkah penting dalam proses integrasi ekonomi ASEAN yang lebih besar.

    Melibatkan harmonisasi kebijakan perdagangan, kebijakan investasi, dan regulasi bisnis di seluruh wilayah ASEAN.

    Tujuannya adalah menciptakan pasar tunggal dan basis produksi yang lebih besar di kawasan ini.

    6. Mendorong Reformasi Struktural

    Implementasi AFTA juga mendorong negara-negara anggota untuk melakukan reformasi struktural dalam bidang ekonomi, termasuk mengurangi hambatan perdagangan, meningkatkan efisiensi, dan memodernisasi infrastruktur.

    7. Peningkatan Hubungan Diplomatik

    Mendorong kerja sama ekonomi di kawasan ini juga dapat menghasilkan peningkatan hubungan diplomatik antara negara-negara anggota.

    Hal ini dapat membantu mengurangi ketegangan dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, termasuk keamanan dan politik.

    Sejak diluncurkan pada tahun 1992, AFTA telah mengalami perkembangan dan perluasan, termasuk pengurangan tarif perdagangan dan penghapusan hambatan perdagangan non-tarif.

    Program ini telah memainkan peran penting dalam mengubah lanskap ekonomi Asia Tenggara dan menciptakan wilayah perdagangan bebas yang semakin terintegrasi.

  • Mengapa Dapat Terjadi Perbedaan Waktu? Ini Penjelasannya

    Mengapa Dapat Terjadi Perbedaan Waktu? Ini Penjelasannya

    Apakah kamu pernah bertanya-tanya mengapa ada perbedaan waktu di dunia ini?

    Pertanyaan tersebut membawa kita pada konsep menarik tentang perbedaan waktu yang terjadi di seluruh dunia.

    Waktu: Lebih Dari Sekadar Angka di Jam Dinding

    Waktu adalah dimensi yang tidak bisa kita sentuh, tetapi memengaruhi setiap aspek hidup kita.

    Hal tersebut menjadikan waktu sebagai konsep fundamental dalam kehidupan sehari-hari dan kita mengandalkannya untuk mengatur rutinitas dan aktivitas.

    Namun, terlepas dari pentingnya waktu dalam kehidupan, sedikit yang menyadari bahwa waktu itu sendiri adalah fenomena yang sangat fleksibel.

    Lantas, mengapa dapat terjadi perbedaan waktu?

    Alasan Terjadinya Perbedaan Waktu

    Perbedaan waktu terjadi karena Bumi berputar pada sumbunya dari barat ke timur, sehingga setiap tempat di Bumi memiliki waktu yang berbeda.

    Secara teknis, setiap di lokasi yang berbeda 15 derajat garis bujur, maka akan ada perbedaan waktu 1 jam.

    Hal tersebut karena Bumi berputar 360 derajat dalam 24 jam, sehingga setiap 1 derajat garis bujur mewakili perbedaan waktu 4 menit.

    Dengan demikian, lokasi yang berjarak 15 derajat garis bujur akan memiliki perbedaan waktu 1 jam.

    Misalnya, Jakarta yang terletak di garis bujur 107 derajat BT memiliki waktu yang sama dengan Singapura yang terletak di garis bujur 103 derajat BT.

    Namun, ada beberapa negara yang membagi wilayahnya menjadi zona waktu yang lebih kecil.

    Misalnya, Amerika Serikat membagi wilayahnya menjadi empat zona waktu, yaitu zona waktu Timur (ET), zona waktu Tengah (CT), zona waktu Pegunungan (MT), dan zona waktu Pasifik (PT).

    Berikut adalah beberapa contoh perbedaan waktu di dunia:

    • Jakarta, Indonesia (WIB): 7 jam lebih cepat dari Greenwich Mean Time (GMT)
    • New York, Amerika Serikat (EST): 4 jam lebih lambat dari GMT
    • London, Inggris (GMT): Waktu standar di dunia
    • Tokyo, Jepang (JST): 9 jam lebih cepat dari GMT
    • Sydney, Australia (AEDT): 10 jam lebih cepat dari GMT

    Perbedaan waktu dapat menimbulkan beberapa masalah, seperti jet lag dan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang-orang dari negara lain.

  • Arti Globalisasi, Sejarah, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Arti Globalisasi, Sejarah, dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-Hari

    Istilah globalisasi cukup sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Namun, meski sudah familiar, tak sedikit yang belum tahu apa maknanya.

    Lalu, apa itu globalisasi?

    Definisi Globalisasi

    Globalisasi adalah suatu proses dimana dunia kita semakin terhubung dan terintegrasikan dalam berbagai hal, seperti ekonomi, budaya, politik, teknologi, hingga pendidikan.

    Secara sederhana, globalisasi adalah jaringan yang menghubungkan semua bagian dunia dan membuatnya semakin terasa seperti satu entitas bersama.

    Sementara menurut KBBI, arti globalisasi adalah proses masuknya ke ruang lingkup dunia.

    Sejarah Globalisasi

    Globalisasi adalah proses yang telah berlangsung sejak zaman dahulu. Namun, globalisasi yang saat ini terjadi merupakan proses yang lebih cepat dan intensif.

    Pada zaman dahulu, perjalanan adalah cara utama orang untuk menghubungkan dunia.

    Sejarah globalisasi bermula ribuan tahun yang lalu, ketika manusia mulai melakukan pertukaran barang-barang dan ide-ide melalui perjalanan, perdagangan, dan migrasi.

    Proses tersebut dimulai dengan rute perdagangan seperti Jalur Sutra yang menghubungkan Timur dan Barat.

    Namun, lompatan besar dalam globalisasi terjadi selama era kolonialisme Eropa, ketika penjelajah seperti Christopher Columbus memulai perjalanan transatlantik yang membuka pintu untuk kolonialisme dan perdagangan global.

    Seiring berjalannya waktu, proses tersebut membentuk dunia baru yang penuh dengan kontak dan pertukaran budaya serta ekonomi.

    Kemudian, revolusi industri pada abad ke-18 dan ke-19 membawa perubahan dramatis dalam produksi dan perdagangan.

    Perkembangan kereta api, kapal uap, dan teknologi komunikasi mengubah cara kita berinteraksi dan berdagang dengan orang di seluruh dunia.

    Pada saat itu, globalisasi mulai mencapai momentum yang tidak pernah terjadi sebelumnya.

    Globalisasi Abad ke-20

    Fenomena globalisasi berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, terutama sejak pertengahan abad ke-20 yang dipengaruhi oleh:

    1. Teknologi

    Kemajuan teknologi komunikasi, seperti telepon dan internet menghubungkan orang di seluruh dunia secara instan. Sehingga pertukaran informasi dan komunikasi dapat dilakukan dengan mudah.

    2. Perdagangan Internasional

    Kesepakatan perdagangan internasional, seperti GATT (General Agreement on Tariffs and Trade) dan kemudian WTO (World Trade Organization) menghapus hambatan perdagangan dan mendorong pertumbuhan perdagangan global.

    3. Kapitalisme Global

    Kapitalisme menjadi ideologi ekonomi yang dominan. Perusahaan multinasional berkembang pesat, berinvestasi di luar negeri, dan menciptakan rantai pasokan global.

    4. Migrasi dan Mobilitas

    Lebih banyak orang mulai berpindah dari satu negara ke negara lain, baik untuk bekerja, belajar, atau mencari peluang baru yang kemudian membentuk mosaik budaya global.

    5. Pengaruh Media Massa

    Hiburan dan berita dari seluruh dunia diakses oleh masyarakat di hampir semua sudut bumi, menciptakan kesamaan budaya dan tren global.

    6. Krisis Global

    Kejadian global seperti Perang Dunia dan pandemi memunculkan kesadaran akan tantangan bersama yang membutuhkan kerjasama global.

    Semua faktor tersebut menciptakan aliran yang semakin kuat menuju dunia yang lebih terhubung dan tergantung satu sama lain.

    Contoh Globalisasi dalam Kehidupan Sehari-hari

    Berikut ini adalah contoh globalisasi yang memengaruhi kehidupan sehari-hari kita:

    1. Keragaman Kuliner

    Globalisasi membawa berbagai hidangan internasional ke restoran dan supermarket lokal. Kita dapat menikmati sushi Jepang, pasta Italia, atau masakan India dengan mudah tanpa perlu pergi ke luar negeri.

    2. Pakaian dan Mode

    Tren mode sangat dipengaruhi oleh globalisasi. Merek-merek terkenal seperti Zara, H&M, dan Nike mendefinisikan gaya dan tren yang diikuti di seluruh dunia.

    3. Penggunaan Gadget Elektronik

    Hampir semua perangkat elektronik yang kita gunakan sehari-hari, seperti smartphone, komputer, dan perangkat lunak, diproduksi oleh perusahaan internasional dan dipasarkan secara global.

    4. Media Hiburan

    Film-film Hollywood dan musik pop internasional adalah bagian integral dari hiburan kita. Artis dari berbagai negara memiliki penggemar di seluruh dunia dan film-film mereka ditonton di mana-mana.

    5. Bahasa dan Komunikasi

    Bahasa Inggris menjadi bahasa internasional yang paling dominan, digunakan dalam bisnis, pendidikan, dan hiburan. Banyak orang belajar bahasa Inggris untuk berkomunikasi secara efektif dalam konteks global.

    6. Teknologi dan Media Sosial

    Dengan akses mudah ke internet, kita dapat terhubung dengan orang dari seluruh dunia, berbagi informasi, dan memengaruhi opini dan tren melalui media sosial.

    Itulah pengertian globalisasi dan contohnya. Jadi, globalisasi memang memengaruhi banyak aspek dalam hidup kita.

  • Apa saja bentuk kerjasama ASEAN di bidang pendidikan?

    Apa saja bentuk kerjasama ASEAN di bidang pendidikan?

    ASEAN memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di wilayahnya. Contoh bentuk kerjasama ASEAN di bidang pendidikan adalah:

    1. Pertukaran pelajar antar negara ASEAN
    2. Pertemuan guru-guru ASEAN dalam acara ACT (ASEAN Council of Teacher Convention)
    3. Beasiswa dari ASEAN untuk belajar di berbagai universitas di negara-negara ASEAN.
    4. Olimpiade regional Asia Tenggara
    5. Advokasi untuk anak-anak yang putus sekolah
    6. Pertemuan menteri pendidikan untuk mengembangkan IPTEK di ASEAN

    Beberapa inisiatif dan program telah diluncurkan untuk mencapai tujuan tersebut, diantaranya adalah:

    1. ASEAN Qualifications Reference Framework (AQRF)

    Kerangka Kualifikasi Referensi ASEAN adalah kerangka untuk mengevaluasi, membandingkan, dan mengakui kualifikasi pendidikan di seluruh negara anggota ASEAN.

    2. ASEAN University Network (AUN)

    Jaringan Universitas ASEAN adalah konsorsium universitas terkemuka di wilayah ASEAN yang bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di seluruh wilayah ASEAN.

    3. ASEAN Scholarships

    Beasiswa ASEAN diberikan kepada siswa-siswa berprestasi dari negara-negara ASEAN untuk menempuh pendidikan di negara lain dalam wilayah ASEAN.

    4. ASEAN Integration Through Education (AITE)

    Program AITE bertujuan untuk mempromosikan integrasi regional melalui pendidikan dengan fokus pada pengembangan keterampilan, peningkatan kualitas pendidikan, dan peningkatan mobilitas siswa dan tenaga kerja di wilayah ASEAN.

    5. ASEAN Vocational Education and Training (VET) Council

    Dewan Pendidikan dan Pelatihan Profesional ASEAN bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan kejuruan dan pelatihan profesional di seluruh wilayah ASEAN.

    Melalui inisiatif-inisiatif ini, ASEAN berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas tinggi di wilayahnya.

  • Negara Bagian Terkecil di Amerika Adalah?

    Negara Bagian Terkecil di Amerika Adalah?

    Negara bagian terkecil di Amerika adalah Rhode Island.

    Rhode Island adalah sebuah negara bagian di Amerika Serikat yang terletak di pantai timur laut negara itu.

    Negara bagian ini memiliki luas wilayah sekitar 4.000 km persegi dan merupakan negara bagian terkecil di Amerika Serikat.

    Ibukota Rhode Island adalah Providence dan di sana terdapat juga kota terbesar, yakni Warwick.

    Rhode Island memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan laut dan juga dikenal dengan julukan “The Ocean State” karena banyaknya garis pantainya.

    Negara bagian Rhode Island memiliki sejarah yang kaya dan menarik.

    Rhode Island menjadi tempat permukiman Inggris pada abad ke-17 dan menjadi tempat yang ramai karena perdagangan dan pelayaran laut.

    Salah satu penduduk terkenal dari Rhode Island adalah Roger Williams, seorang pendeta Puritan yang berjuang untuk kebebasan beragama dan mendirikan kota Providence pada tahun 1636.

    Selain itu, Rhode Island juga terkenal dengan institusi pendidikan terkenal seperti Brown University dan Rhode Island School of Design.

    Rhode Island juga merupakan tuan rumah untuk banyak festival dan acara tahunan, termasuk Newport Jazz Festival dan Newport Folk Festival yang terkenal di seluruh dunia.

    Dalam hal pariwisata, Rhode Island menawarkan banyak tempat wisata menarik, terutama pantai-pantai yang indah seperti Narragansett Beach dan Misquamicut State Beach.

    Selain itu, Rhode Island juga terkenal dengan banyaknya bangunan bersejarah, taman, dan museum yang menarik untuk dikunjungi.

    Di Rhode Island, ada banyak makanan lezat yang bisa dinikmati, termasuk makanan laut yang segar, lobster, clam chowder, dan banyak lagi.

    Secara keseluruhan, Rhode Island merupakan sebuah negara bagian kecil yang memiliki sejarah dan budaya yang kaya, serta menawarkan banyak hal yang menarik bagi para pengunjung.

  • 5 Krisis Terparah yang Membuat Uang Tak Ada Artinya

    5 Krisis Terparah yang Membuat Uang Tak Ada Artinya

    Jauh sebelum ada uang, sistem transaksi dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah barter, yaitu saling tukar barang.

    Namun, ketika uang sudah mulai beredar, maka barter mulai ditinggalkan karena semua sepakat jika uang adalah alat pembayaran yang sah.

    Maka dari itu, semua orang bekerja keras untuk mencari uang demi memperbaiki kondisi ekonomi.

    Bahkan, demi memperbanyak jumlah uang, tak jarang ada yang melakukannya dengan cara-cara yang kurang terpuji, misal mencuri, korupsi, dan sebagainya. Hal tersebut dikarenakan uang sangatlah berarti.

    Krisi Ekonomi Terparah

    Namun, meski uang sangat berarti, nilainya tetap tak ada arti jika krisis ekonomi sedang melanda sebuah negeri.

    Ya, ketika sedang krisis, maka nilai uang akan jatuh dan tak ada harganya lagi. Dalam sejarah dunia, ada beberapa peristiwa yang membuat uang tak berarti, diantaranya:

    1. Krisis Jerman Akibat Perang Dunia I dan II

    Jerman merupakan salah satu negara yang paling merasakan dampak dari PD I dan PD II.

    Setelah Perang Dunia pertama, Jerman berjuang membangun kembali negaranya dengan mencetak uang sebanyak-banyaknya sehingga membuatnya hiperinflasi.

    Akibatnya, semua harga barang melonjak tinggi. Puncaknya, pada tahun 1923 harga barang di Jerman bisa sekitar satu triliun kali lebih tinggi dari harga normalnya.

    Hanya untuk sepotong roti, orang-orang harus membayar dengan uang sekarung pada saat itu.

    Saking tidak ada nilainya, uang juga digunakan untuk bahan bakar membuat api tungku.

    Sedangkan anak-anak, menjadikan uang sebagai mainan, salah satunya adalah layangan.

    Setelah Perang Dunia II pecah, Jerman kembali mengalami nasib yang sama. Sekutu memberikan sanksi ekonomi yang membuat negara ini hancur secara finansial.

    Alhasil Reichsmark melemah hingga tidak ada harganya. Kemudian diganti Deutschmark.

    Selang beberapa waktu, Jerman mampu bangkit setelah beradaptasi dengan Deutschmark.

    2. Krisis Revolusi Prancis

    Pada awal Revolusi Prancis pada tahun 1789-1799, Prancis mengalami krisis akibat beban hutang yang tinggi.

    Hingga pada akhirnya segala cara dilakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi, termasuk merebut tanah gereja dan melelangnya, sebuah ide dari Seorang uskup Prancis bernama Charles Maurice de Talleyrand.

    Semenjak itu, Prancis menetapkan jika semua gereja adalah aset negara dan mulai mengeluarkan uang kertas bernama Assignat.

    Namun, sayangnya cara ini justru menyebabkan hiperinflasi. Pada tahun 1796, nilai nominal Assignat melonjak 20 kali lipat dari perkiraan properti gereja yang dinasionalisasi.

    Kondisi ini semakin runyam, apalagi ketika beberapa negara lain mencetak Assignat palsu dan menyebarkannya ke Prancis.

    Hingga akhirnya Assignat diganti menjadi Mandat, tapi juga tak bisa menyelesaikan masalah.

    3. Krisis Abad ke-3: Dinar Romawi

    Akibat perang saudara yang semakin menjadi-jadi, membuat kekasiaran Romawi kocar-kacir selama abad ke tiga.

    Apalagi ditambah dengan wabah sehingga menyebabkan kemiskinan serta kelaparan yang begitu parah. Akibatnya, keuangan kekaisaran Romawi menciut.

    Untuk mengatasinya, dilakukan penurunan nilai mata uang Dinar.

    Dengan cara ini, kekaisaran Romawi memang mendapat keuntungan finansial, namun juga dihantui risiko yang tinggi.

    Benar, tak berselang lama akhirnya terjadi hiperinflasi yang menyebabkan nilai dinar terus menurun.

    Kemudian Gallienus mengambil alih kekuasaan di tahun 253 M, Dinar sudah menjadi Antoninianus, koin tembaga dicat perak (5 persen).

    Saat itu, masyarakat Romawi mengabaikan Dinar karena garam lebih berharga dari Dinar sehingga dijadikan metode barter.

    4. Krisis Perang Revolusi AS: Kontinental

    Selama pecahnya Perang Revolusi, krisis Amerika pun menghantui.

    Kala itu, Kongres Kontinental membiayai pemberontakan Amerika bukan dengan pajak rakyat, tapi dengan tagihan kredit, kontinental, dari 1/6 dolar hingga 80 dolar.

    Masing-masing negara bagian ikut mengedarkan kontinental masing-masing.

    Hal itu menyebabkan AS kebanjiran uang kertas kontinental hingga mengalami inflasi dan nilainya tak berarti lagi.

    Kemudian, negara-negara bagian merespon dengan mencetak lebih banyak kontinental dan mewajibkan perusahaan-perusahaan kala itu untuk menggunakan kontinental sebagai metode pertukaran.

    5. Krisis Venezuela

    Para ekonom dunia mengatakan jika jatuhnya perekonomian Venezuela adalah keruntuhan ekonomi tunggal terbesar di luar perang dalam 45 tahun terakhir.

    Saking parahnya, bahkan disebutkan jika krisis Venezuela melebihi krisis di Uni Soviet, Kuba, dan Zimbabwe.

    Pada tahun 2013, Presiden Venezuela Nicolás Maduro, mengumumkan langkah baru untuk mengatasi hiperinflasi di negerinya, yaitu dengan denominasi.

    Hingga akhirnya pada tahun 2018, ia mengumumkan mata uang baru, Bolivar.

    Tapi langkah ini menai kontroversi. Banyak pakar ekonomi mengkritik upaya pemerintah karena justru akan menyebabkan hiperinflasi.

    Ternyata benar, dengan denominasi Bolivar, mata uang Venezuela malah mengalami devaluasi hingga 96 persen!

    Akibatnya, banyak kelaparan, kemiskinan, dan kematian.