Tag: dwp banyuwangi

  • Daftar Pemenang Lomba Literasi HUT ke-26 DWP Cabdindik Banyuwangi

    Daftar Pemenang Lomba Literasi HUT ke-26 DWP Cabdindik Banyuwangi

    Perayaan HUT ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Cabdindik Kabupaten Banyuwangi berlangsung dengan nuansa yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    Bertempat di Aula SMKN 1 Glagah pada Sabtu (6/12/2025), acara tahun ini tak hanya diisi seremonial, tetapi juga diramaikan dengan gelaran lomba menulis cerpen dan cipta baca puisi yang menjadi pusat perhatian seluruh peserta.

    Inisiatif menghadirkan ajang literasi ini datang dari Ketua DWP Cabdindik Kabupaten Banyuwangi, Siti Nurjanah Slamet Riyadi, S.E, yang ingin membuka ruang kreatif bagi perempuan di lingkungan pendidikan.

    Sebanyak 29 lembaga berpartisipasi, menghadirkan semangat yang membuat suasana pagi terasa begitu hidup.

    Menurut Siti Nurjanah, kegiatan ini adalah langkah kecil namun berarti dalam mendorong anggota DWP untuk berani mengekspresikan gagasan mereka.

    Ia menilai, banyak potensi yang selama ini tersimpan dan perlu mendapat ruang untuk ditampilkan.

    Adapun juri yang dihadirkan merupakan pegiat literasi yang telah berpengalaman di berbagai kegiatan kepenulisan dan kesastraan, yakni Maulana Affandi, S.S. dan Andi Budi Setiawan, S.Pd.

    Kehadiran para juri ini turut memberikan warna tersendiri, karena peserta dapat memperoleh penilaian sekaligus masukan langsung dari praktisi yang aktif berkecimpung di dunia literasi.

    Dalam proses penjurian, setiap karya dinilai melalui sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.

    Untuk kategori cipta baca puisi, penilaian difokuskan pada pemilihan diksi, kedalaman makna, serta penampilan saat membacakan karya.

    Sementara itu, pada lomba menulis cerpen, juri menilai struktur dan isi cerita yang mencakup tema, alur, perwatakan, dan latar.

    Keindahan bahasa juga menjadi aspek penting, terlihat dari ketepatan diksi, gaya bahasa yang digunakan, serta keefektifan kalimat.

    Tak kalah diperhatikan adalah aspek teknis seperti tata bahasa, ejaan, tanda baca, hingga kerapian tulisan.

    Keseluruhan kriteria ini dirancang untuk memastikan setiap karya tampil utuh, kuat, dan bernilai secara literer.

    Setelah melalui proses penilaian oleh juri pegiat literasi, terpilihlah sejumlah nama yang dinyatakan sebagai pemenang untuk dua kategori perlombaan tersebut. Berikut daftarnya:

    Pemenang Lomba Cipta Baca Puisi

    • Juara 1: Siri Rohmatin Nazilah — SMAN 1 Glagah
    • Juara 2: Muntamah Khoir — SMKN 1 Banyuwangi
    • Juara 3: Danik Suselowati — SMAN 1 Cluring
    • Harapan 1: Lisa Nur Afita – SMAN Glenmore
    • Harapan 2: Vika Nur Imamah — SMAN 1 Banyuwangi
    • Harapan 3: Citra Nuraini — SMAN 1 Rogojampi

    Pemenang Lomba Menulis Cerpen

    • Juara 1: Viola Lutfy Sagita — SMAN 1 Cluring
    • Juara 2: Selvia Rahmawati — SMAN 1 Gambiran
    • Juara 3: Syina Dalila, S.Pd., M.Pd — SMKN 1 Glagah
    • Harapan 1: Ghina Ararifah, S.Pd — SLBN Banyuwangi
    • Harapan 2: Alifia Nudia Umbarika, S.Pd — SMAN 1 Srono
    • Harapan 3: Lesmiyati Hariyani — SMAN Darussholah Singojuruh

    Perayaan HUT ke-26 DWP Cabdindik Banyuwangi tahun ini bukan hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga momentum untuk menegaskan bahwa literasi memiliki ruang penting di lingkungan pendidikan.

    Melalui antusias para peserta, dukungan para juri, serta semangat kolaboratif dari berbagai lembaga, kegiatan ini berhasil menghadirkan atmosfer yang menginspirasi.

    Harapannya, langkah kecil ini dapat menjadi awal dari tradisi literasi yang terus tumbuh, memberi ruang bagi lebih banyak perempuan untuk berkarya, berekspresi, dan menguatkan peran mereka dalam membangun budaya baca dan tulis yang lebih maju di Banyuwangi.

  • Inspiratif! Semangat Literasi Warnai HUT DWP ke-26, Ketua DWP Cabdindik Banyuwangi: Kami Memberi Ruang Berkreasi untuk Para Wanita Hebat

    Inspiratif! Semangat Literasi Warnai HUT DWP ke-26, Ketua DWP Cabdindik Banyuwangi: Kami Memberi Ruang Berkreasi untuk Para Wanita Hebat

    Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Banyuwangi berlangsung meriah di Aula SMKN 1 Glagah, Sabtu (6/12/2025).

    Acara yang dihadiri seluruh anggota DWP dari SMAN, SMKN, hingga SLBN di bawah naungan Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi ini tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

    Bekerjasama dengan media literasi sastrawacana.id/ dan Penerbit Lintang, tahun ini DWP Cabdindik Kabupaten Banyuwangi mengangkat tema besar tentang penguatan literasi dengan menggelar lomba menulis cerpen dan cipta baca puisi.

    Program tersebut diinisiasi langsung oleh Ketua DWP Cabdindik Kabupaten Banyuwangi, Siti Nurjanah Slamet Riyadi, S.E, sebagai upaya menghadirkan ruang kreatif bagi para perempuan di lingkungan pendidikan.

    Sebanyak 29 lembaga pendidikan turut ambil bagian, menghadirkan antusiasme yang memenuhi aula sejak pagi.

    Dua pegiat literasi Banyuwangi, yakni Maulana Affandi, S.S., dan Andi Budi Setiawan, S.Pd diundang sebagai juri untuk menilai karya-karya para peserta.

    Untuk kategori cerpen, peserta menulis karya dari rumah lalu mengumpulkannya kepada panitia.

    Sementara lomba cipta baca puisi digelar langsung di ruang perpustakaan SMKN 1 Glagah.

    Peserta Lomba Puisi HUT DWP Banyuwangi

    Sorak bahagia dan semangat para peserta menghiasi jalannya perlombaan. Suasana hangat dan penuh energi membuat peringatan HUT DWP ke-26 terasa lebih hidup dan bermakna.

    Ketua DWP Cabdindik Kabupaten Banyuwangi, Siti Nurjanah Slamet Riyadi, S.E mengatakan bahwa penguatan literasi adalah cara untuk mendorong perempuan-perempuan di lingkungan DWP agar lebih percaya diri menyuarakan gagasannya.

    “Tahun ini kami ingin HUT DWP punya makna yang lebih dalam. Melalui lomba literasi ini, kami menyediakan ruang berkreasi bagi para wanita hebat yang selama ini mungkin belum sempat menunjukkan bakatnya. Kami ingin mereka berani menulis, berani membaca karya sendiri, dan bangga dengan kemampuan mereka,” ujarnya.

    Tak berhenti sampai di situ, ia menambahkan bahwa seluruh karya yang dikumpulkan peserta tidak akan berakhir sebagai dokumen lomba semata.

    DWP Cabdindik Banyuwangi berencana menyatukannya menjadi sebuah buku antologi yang akan dikenang dan menjadi dokumentasi kreativitas para perempuan di lingkungan pendidikan.

    Lebih dari sekadar kumpulan karya, antologi tersebut diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi bagi anggota DWP di tahun-tahun mendatang, sekaligus penanda bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

    “Setiap karya punya nilai. Sayang sekali kalau hanya selesai di meja panitia. Karena itu, semua tulisan dan puisi akan kami abadikan dalam bentuk buku antologi agar dapat menjadi jejak karya bersama,” tambah Siti Nurjanah.

     

    Ia percaya bahwa penerbitan antologi ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk penghargaan terhadap proses dan usaha para peserta.

    Dengan adanya buku tersebut, setiap karya tidak hanya berhenti sebagai hasil lomba, tetapi berubah menjadi jejak kontribusi nyata bagi pengembangan budaya literasi di Banyuwangi.

    Pada sesi penutupan dan penyerahan hadiah, Siti Nurjanah bersama suaminya, Slamet Riyadi, M.Pd yang hadir mewakili Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, memberikan apresiasi kepada seluruh peserta.

    Ia menyampaikan harapan agar kegiatan semacam ini dapat menjadi pemantik semangat literasi di Banyuwangi.

    HUT DWP ke 26 Kabupaten Banyuwangi

     

    “Teruslah berkarya, jangan berhenti pada lomba ini saja. Banyuwangi membutuhkan perempuan-perempuan yang tidak hanya mendidik, tapi juga menginspirasi. Semoga dari kegiatan ini lahir lebih banyak penulis, pembaca yang kritis, dan karya-karya yang membanggakan,” tuturnya.

    Peringatan HUT DWP ke-26 tahun ini menjadi bukti bahwa literasi dapat tumbuh di mana saja, termasuk di ruang-ruang organisasi perempuan.

    DWP Cabdindik Banyuwangi berharap agar kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut sebagai ruang untuk pengembangan kreativitas serta memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.