Tag: ekonomi

  • 15 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

    15 Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

    Pemasaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan atau individu untuk mempromosikan, menjual, dan mendistribusikan produk atau jasa kepada konsumen.

    Tujuan utama dari pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, serta mencapai keuntungan bagi perusahaan.

    Dalam pemasaran, terdapat berbagai strategi dan metode yang digunakan untuk mencapai target pasar.

    Beberapa elemen penting dalam pemasaran meliputi penelitian pasar, pengembangan produk, penetapan harga, distribusi, promosi, dan manajemen hubungan dengan pelanggan.

    Pengertian Pemasaran Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pemasaran menurut para ahli.

    1. American Marketing Assosiation dalam Sudaryono (2016 :41)

    Pemasaran adalah fungsi dari organisasi dan serangkaian suatu proses penciptaan, mengkomunikasikan, dan menyampaikan nilai bagi para konsumen serta mengelola hubungan antara konsumen dengan perusahaan untuk memberikan manfaat bagi konsumen dan produsen.

    2. Kotler (dalam Sudaryono, 2016 :41)

    Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana suatu individu ataupun kelompok mendapatkan apa yang mereka inginkan serta butuhkan dengan penciptaan dan pertukaran suatu produk.

    3. Brech (dalam Sudaryono, 2016:39)

    Pemasaran adalah proses menentukan permintaan konsumen atas sebuah produk atau jasa, memotivasi penjualan produk atau jasa tersebut.

    4. Stanton (dalam Basu Swasta dan Irawan 2003:5)

    Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menetukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.

    5. Dharmmesta dan Irawan (2000:10)

    Konsep pemasaran adalah suatu falsafah bisnis yang menyatakan bahwa kepuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan.

    6. Laksana (2019:1)

    Pengertian pemasaran adalah bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan kegiatan transaksi produk barang atau jasa.

    7. Tjiptono dan Diana (2020:3)

    Pemasaran adalah proses menciptakan, mendistribusikan, mempromosikan, dan menetapkan harga barang, jasa dan gagasan untuk memfasilitasi relasi pertukaran yang memuaskan dengan para pelanggan dan untuk membangun dan mempertahankan relasi yang positif dengan para pemangkunkepentingan dalam lingkungan yang dinamis.

    8. Limakrisna dan Purba (2017:4)

    Definisi pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi.

    9. Manap (2016:5)

    Pemasaran adalah suatu proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, penentuan proses produk, promosi dan tempat atau distribusi, sekaligus merupakan proses sosial dan manajerial untuk mencapai
    tujuan.

    10. Sunyoto (2019:19)

    Pemasaran adalah kegiatan manusia yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan langganan melalui proses pertukaran dan pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan.

    11. Sedjati (2018)

    Pemasaran mengandung arti segala usaha atau aktivitas dalam menyampaikan barang atau jasa para produsen kepada konsumen, dimana kegiatan tersebut ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan dalam cara tertentu yang disebut pertukaran.

    12. Tjahjaningsih & Soliha, 2015

    Pemasaran adalah proses kemasyarakatan dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang dibutuhkan dan diinginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran produk dan jasa dengan pihak lain.

    13. Ii & Ethnocentrism (2016)

    Menyatakan bahwa pemasaran merupakan dimensi pusat dari seluruh pasar yang dipandang oleh bisnis sebagai hasil dari pandangan konsumen.

    14. Poniman & Choerudin, 2017

    Manajeman Pemasaran adalah upaya secara sadar untuk mencapai hasil pertukaran yang diinginkan dengan pasar sasaran.

    15. Assauri (2018:12)

    Manajemen pemasaran merupakan kegiatan menciptakan, mempersiapkan, melaksanakan rencana yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.

  • Pengertian Serta Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Pengertian Serta Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Pengertian Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Hutang jangka panjang dan hutang pendek adalah dua jenis hutang yang berbeda.

    Hutang jangka pendek, juga dikenal sebagai utang lancar, adalah jenis hutang yang diharapkan dapat dilunasi dalam waktu satu tahun atau kurang.

    Sementara itu, hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

    Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Berikut adalah contoh hutang jangka panjang dan pendek:

    1. Hutang jangka panjang

    Hutang jangka panjang adalah hutang yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun. Contoh hutang jangka panjang antara lain:

    • Pinjaman bank untuk membeli rumah
    • Obligasi yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun
    • Kredit kendaraan yang jangka waktu pembayarannya lebih dari satu tahun

    2. Hutang jangka pendek

    Hutang pendek adalah hutang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. Contoh hutang pendek antara lain:

    • Kartu kredit yang harus dibayar setiap bulan
    • Pinjaman dari teman atau keluarga yang jatuh tempo dalam waktu singkat
    • Hutang dagang yang harus dibayar dalam waktu singkat

    Penting untuk memahami perbedaan antara hutang jangka panjang dan hutang pendek karena masing-masing memiliki implikasi yang berbeda terhadap keuangan.

    Hutang jangka panjang memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih lama, sehingga pembayaran bulanan biasanya lebih rendah.

    Namun, karena jangka waktu pembayarannya lebih lama, bunga yang harus dibayar biasanya lebih tinggi.

    Sementara itu, hutang pendek biasanya memiliki bunga yang lebih rendah, tetapi pembayarannya harus dilakukan dalam waktu singkat, sehingga bisa menjadi beban finansial jika tidak dikelola dengan baik.

  • Mengenal Expected Return dalam Dunia Investasi

    Mengenal Expected Return dalam Dunia Investasi

    Expected return atau imbal hasil yang diharapkan adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia keuangan dan investasi.

    Expected return merujuk pada perkiraan atau estimasi hasil atau keuntungan yang diharapkan dari sebuah investasi atau portofolio investasi.

    Expected return dinyatakan dalam bentuk persentase dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga, inflasi, risiko investasi, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.

    Sebagai contoh, jika seseorang menginvestasikan uangnya di saham perusahaan A dan diperkirakan return atau keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut sebesar 10% per tahun, maka expected return dari investasi tersebut adalah sebesar 10%.

    Penggunaan expected return sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi.

    Dengan mengetahui expected return, investor dapat membandingkan tingkat keuntungan yang diharapkan dari berbagai jenis investasi dan memilih yang paling sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko mereka.

    Selain itu, expected return juga dapat membantu investor untuk mengukur kinerja investasi mereka.

    Baca juga: 7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Jika hasil aktual dari investasi lebih tinggi dari expected return, maka investasi tersebut dianggap berhasil dan memberikan keuntungan yang lebih besar dari yang diharapkan.

    Namun, jika hasil aktual lebih rendah dari expected return, maka investasi tersebut dianggap gagal dan investor perlu mengevaluasi ulang strategi investasi mereka.

    Perlu diingat bahwa expected return hanyalah sebuah perkiraan atau estimasi, dan hasil aktual dari investasi dapat berbeda dari yang diharapkan.

    Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi, seperti fluktuasi pasar, perubahan kondisi ekonomi, atau bencana alam yang dapat mempengaruhi performa investasi.

    Oleh karena itu, investor perlu memperhitungkan faktor risiko dalam membuat keputusan investasi. Semakin besar risiko dari sebuah investasi, semakin besar pula expected return yang diharapkan.

    Namun, investor juga perlu memperhatikan tingkat risiko yang dapat mereka tanggung dan memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka.

  • Sistem Akuntansi: Pengertian Menurut Ahli, Unsur & Tujuan

    Sistem Akuntansi: Pengertian Menurut Ahli, Unsur & Tujuan

    Dalam dunia bisnis modern, akuntansi bukan sekadar pencatatan transaksi keuangan. Di balik sistem pelaporan dan pengambilan keputusan, terdapat suatu mekanisme yang tersusun rapi dan terintegrasi yang dikenal sebagai sistem akuntansi.

    Sistem ini berperan penting dalam mengolah berbagai aktivitas finansial dan non-finansial agar dapat disajikan menjadi informasi yang relevan dan dapat dipercaya.

    Dengan sistem akuntansi yang baik, manajemen dapat melihat gambaran kinerja perusahaan secara menyeluruh, mengambil keputusan yang lebih akurat, dan mengelola sumber daya secara efisien.

    Secara umum, sistem akuntansi merupakan seperangkat prosedur dan metode yang dirancang untuk mencatat, mengklasifikasi, merangkum, dan melaporkan berbagai transaksi perusahaan.

    Sistem ini tidak hanya melibatkan perangkat lunak atau formulir, tetapi juga orang-orang yang mengoperasikannya dan instruksi yang menjadi panduan kerja.

    Pengertian sistemakuntansi adalah sebuah metode yang digunakan untuk merangkum semua
    kegiatan dan transaksi perusahaan guna menghasilkan informasi yang diperlukan oleh manajemen untuk mengembangkan perusahaan.

    Untuk memahami konsep ini lebih dalam, berikut adalah pengertian sistem akuntansi menurut para ahli yang menjelaskan secara lebih detail mengenai struktur, fungsi, serta komponen-komponen yang terlibat di dalamnya.

    Pengertian Sistem Akuntansi Menurut Para Ahli

    Sedangkan pengertian sistem akuntansi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Menurut Mulyadi (2016:3)

    Sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan.

    2. Menurut Azhar Susanto (2011:124)

    Sistem akuntansi dapat didefinisikan sebagai kumpulan dari sub sistem sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data keuangan menjadi informasi keuangan yang diperlukan oleh pengambil keputusan dalam proses pengambilan keputusan.

    3. Menurut Reeve (2013:223)

    Sistem akuntansi adalah metode dan prosedur untuk mengumpulkan, mengelompokkan, merangkum, serta melaporkan informasi operasi dan keuangan sebuah perusahaan.

    4. Menurut Steven A. Moscov

    Sistem Informasi Akuntansi adalah komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk dasar pengambilan keputusan oleh pihak dalam (manajer dan karyawan) maupun pihak luar (seperti kantor pajak, kreditur, pemerintah).

    5. Menurut Howard F. Stettler

    Sistem informasi akuntansi adalah sekumpulan formulir, catatan, prosedur, dan alat yang digunakan untuk mengolah data usaha suatu entitas ekonomi dengan tujuan menghasilkan umpan balik untuk laporan-laporan yang diperlukan oleh manajemen dalam rangka mengawasi usahanya dan bagi pihak-pihak lain yang memiliki kepentingan, seperti pemegang saham, kreditur, dan lembaga pemerintah yang menilai kinerja perusahaan.

    6. Menurut Paul John Steinbart dan Marshal B. Romney

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, serta mengolah data untuk menghasilkan informasi bagi pengambilan keputusan. Sistem ini meliputi orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, serta pengendalian internal dan ukuran keamanan.

    7. Menurut Barry E. Cushing

    Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu set sumberdaya manusia dan sistem dalam suatu organisasi, yang bertugas menyiapkan informasi keuangan dan informasi yang diperoleh dari pengumpulan serta pengolahan data transaksi.

    Unsur Sistem Akuntansi

    Menurut Mulyadi (2016:3) terdapat lima unsur pokok didalam sistem akuntansi, yaitu:

    1. Formulir

    Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Contoh formulir adalah faktur penjualan, bukti kas keluar, cek, dan lain-lain.

    2. Jurnal

    Jurnal merupakan catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas data keuangan dan data lainnya. Contoh jurnal adalah jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan lain-lain.

    3. Buku Besar

    Buku besar (general ledger) terdiri dari rekening-rekening yang digunakan untuk meringkas data keuangan yang telah dicatat sebelumnya dalam jurnal. Rekening-rekening tersebut disediakan sesuai dengan unsur-unsur informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan.

    4. Buku Pembantu

    Buku pembantu terdiri dari rekening-rekening pembantu yang merinci data keuangan yang tercantum dalam rekening tertentu dalam buku besar. Sebagai contoh buku pembantu piutang yang merinci semua data tentang debitur.

    5. Laporan Keuangan

    Hasil akhir proses akuntansi adalah laporan keuangan yang dapat berupa neraca, laporan rugi laba, laporan perubahan modal, laporan harga pokok produksi, dan lain-lain.

    Tujuan Sistem Akuntansi

    Menurut Mulyadi (2016:5), tujuan dari sistem akuntansi adalah sebagai berikut:

    1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru.
    2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada.
    3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern.
    4. Untuk melengkapi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

  • 10 Pengertian Penjualan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Penjualan Menurut Para Ahli

    Dalam dunia bisnis dan ekonomi, penjualan merupakan salah satu aktivitas utama yang menentukan keberlangsungan suatu perusahaan.

    Melalui kegiatan penjualan, barang dan jasa berpindah dari produsen ke konsumen, menciptakan nilai, serta menjadi sumber utama pendapatan bagi perusahaan.

    Penjualan bukan sekadar proses transaksi, tetapi juga mencakup upaya memahami kebutuhan konsumen, membangun hubungan, serta menciptakan kepuasan pelanggan agar terjadi keberlanjutan dalam bisnis.

    Oleh karena itu, memahami arti penjualan secara mendalam menjadi penting, baik dari sisi teori maupun praktik.

    Pengertian Penjualan Menurut Para Ahli

    Berbagai ahli telah memberikan pandangan yang beragam mengenai pengertian penjualan, tergantung dari sudut pandang dan disiplin ilmunya masing-masing.

    Secara umum, penjualan dipandang sebagai kegiatan pertukaran yang melibatkan penjual dan pembeli dengan tujuan memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui transaksi yang saling menguntungkan.

    Berikut ini beberapa pengertian penjualan menurut para ahli yang dapat menjadi dasar pemahaman terhadap konsep ini.

    1. Philip Kotler (2008)

    Pengertian penjualan adalah proses sosial manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan, menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.

    2. Sofjan Assauri (2002)

    Penjualan adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi atau memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

    3. Amin Wijaya (2011: 92)

    Penjualan adalah sebuah transaksi pendapatan barang atau jasa yang dikirim pelanggan untuk imbalan kas suatu kewajiban untuk membayar.

    4. Thamrin Abdullah dan Francis Tantri (2016, 3)

    Penjualan adalah bagian dari promosi dan promosi adalah salah satu bagian dari keseluruhan sistem pemasaran.

    5. Basu Swastha dalam Irwan Sahaja (2014, 246)

    Penjualan adalah suatu proses pertukaran barang atau jasa antara penjual dan pembeli.

    6. Mulyadi (1997:204)

    Penjualan adalah dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari pelanggan telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada pelanggannya.

    7. Nitisemito (1998:13)

    Penjualan adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk melancarkan arus barang dan jasa dari produsen ke konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan yang efektif.

    8. Haryono (2003:327)

    Penjualan kredit adalah penjualan yang dilakukan bila pembayaran baru diterima beberapa waktu kemudian.

    9. Assuari (2004:5)

    Penjualan adalah kegiatan manusia yang mengarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

    10. William G. Nickels (1998:10)

    Penjualan adalah proses dimana penjual memuaskan segala kebutuhan dan keinginan pembeli agar dicapai manfaat baik bagi penjual maupun pembeli yang berkelanjutan dan menguntungkan kedua belah pihak.

  • 7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

    Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian hutang jangka panjang menurut para ahli.

    1. Menurut Munawir (2004:19)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).

    2. Menurut Sartono (2008)

    Hutang jangka panjang atau long-term debt adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentu dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman.

    3. Menurut Zefri Maulana dan Ayang Fhonna Safa( 2017)

    Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (Ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan dari perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.

    4. Menurut Kieso (2002 : 242)

    Terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama.

    5. Menurut Dyckman, et al.(2000 : 218)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban dengan jangka waktu yang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi mana yang lebih baik.

    6. Menurut Baridwan (2000 : 365)

    Mengatakan bahwa “hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar”.

    7. Menurut Gunadi (2005 : 83)

    Bahwa “kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar.

  • 10 Pengertian Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

    Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antara negara-negara yang berbeda melalui ekspor dan impor.

    Pertukaran ini melibatkan berbagai jenis barang dan jasa, seperti barang konsumsi, bahan baku, mesin, teknologi, dan jasa keuangan, transportasi, dan pariwisata.

    Perdagangan internasional berperan penting dalam ekonomi global karena memungkinkan negara-negara untuk memperoleh barang dan jasa yang tidak tersedia di negaranya sendiri, serta memperluas pasar untuk ekspor barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri.

    Dagan internasional memiliki berbagai cara. Salah satu cara perdagangan internasional adalah ekspor dan impor.

    Hal ini dapat membawa manfaat ekonomi, seperti meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan.

    Namun, perdagangan dunia internasional juga dapat menimbulkan tantangan dan risiko, seperti persaingan yang ketat, kerusakan lingkungan, dan masalah sosial seperti perdagangan manusia dan pelanggaran hak asasi manusia.

    Perdagangan Internasional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian dan jurnal perdagangan internasional menurut beberapa ahli.

    1. Christianto (2013)

    Pengertian perdagangan internasional secara sederhana menurut kamus ekonomi yaitu perdagangan yang terjadi antara dua negara atau lebih. Perdagangan luar negeri merupakan aspek penting bagi perekonomian suatu negara.

    2. Serlika Aprita dan Rio Adhitya

    Menurut Serlika dan Rio, perdagangan internasional memiliki hubungan yang erat dengan keuangan. Hal ini dikarenakan perdagangan internasional serta keuangan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya, karena memiliki keterkaitan.

    3. Huala Adolf

    Menurut Huala Adolf, perdagangan internasional merupakan aktivitas dari tukar menukar atau bahkan aktivitas dari jual beli yang terjadi antar negara sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan manfaat maupun keuntungan dari aktivitas tersebut.

    4. Lestari dan Setiawan

    Lestari dan Setiawan mendefinisikan perdagangan internasional sebagai aktivitas dari perdagangan yang dilakukan oleh suatu penduduk yang berada dalam suatu negara dengan negara-negara lain dengan kesepakatan yang disepakati oleh bersama.

    5. Basri dan Munandar

    Menurut pandangan Basri dan Munandar, perdagangan internasional merupakan perdagangan yang terjadi karena ada negara yang memiliki sebuah sumber daya yang berbeda dengan negara yang diajak kerja sama. Menurut Basri dan Munandar, perdagangan internasional ini dapat terjadi karena adanya aktivitas produksi barang dalam jumlah yang cukup besar.

    6. M. Rafiqul Islam

    Perdagangan Internasional ialah sesuatu hal yang menekankan keterkaitan erat antara perdagangan internasional dan hubungan keuangan.

    7. Schmitthoff

    Perdagangan Internasional yakni sekumpulan aturan yang mengatur hubungan-hubungan komersial yang sifatnya perdata. Aturan-aturan hukum tersebut mengatur transaksi-transaksi yang berbeda negara.

    8. Edi Supardi (2021)

    Menjelaskan bahwa perdagangan Internasional adalah kegiatan perekonomian dan perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas kesepakatan bersama.

    9. Febrianty, dkk. (2020)

    Perdagangan internasional adalah perpanjangan dari produksi, pertukaran dan konsumsi, yang merupakan elemen dasar kehidupan. Produsen dan konsumen yang termasuk dalam perdagangan internasional berasal dari berbagai negara.

    10. Eddie Rinaldy, dkk. (2020),

    Definisi perdagangan internasional adalah hubungan perniagaan antara para pihak yang berada di dua negara yang berbeda, secara garis besar dilakukan dalam bentuk ekspor dan impor.

    Itulah pengertian perdagangan internasional menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat agar kita mengetahui apa itu perdangan antarnegara dan manfaatnya untuk pertumbuhan ekonomi.

    Penting juga untuk mengetahui cara pembayaran internasional, terutama bagi yang ingin terjun menjadi wirausaha agar bisnis yang dijalankan dapat bertumbuh pesat.

  • Apa Perbedaan Aset dan Liabilitas? Simak Penjelasan dan Contohnya

    Apa Perbedaan Aset dan Liabilitas? Simak Penjelasan dan Contohnya

    Perbedaan Aset dan Liabilitas

    Seiring berkembangnya dunia perekonomian, semakin banyak pula istilah-istilah keuangan yang bermunculan.

    Istilah tersebut digunakan untuk memudahkan setiap orang dalam membedakan dan mengelompokkan nilai keuangan yang mereka miliki. Seperti salah satu istilah yang sering kita dengar, yaitu aset.

    Ya, aset adalah istilah yang cukup familiar di dunia perekonomian. Bahkan orang awam pun sering menggunakan kata ini.

    Namun, walau teramat sering digunakan dalam bahasa perekonomian, tidak sedikit orang yang masih belum paham arti aset yang sesungguhnya. Bahkan, tidak sedikit pula yang salah kaprah serta salah mengartikannya.

    Umumnya, aset diartikan sebagai nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang atau perusahaan dalam bentuk apapun, baik uang maupun barang. Anggapan seperti ini merupakan anggapan yang kurang tepat.

    Sebab, segala jenis nilai kekayaan yang dimiliki oleh seseorang ataupun perusahaan dapat dikatakan sebagai aset dan dapat juga dikatakan sebagai liabilitas.

    Maka, jangan sampai salah membedakan aset dengan liabilitas karena keduanya merupakan nilai kekayaan yang berbeda kelompok.

    Secara sederhana, aset merupakan nilai kekayaan yang dapat memberikan penghasilan. Sedangkan liabilitas merupakan nilai kekayaan yang mendatangkan pengeluaran secara finansial.

    Lebih mudah lagi, aset adalah pemasukan, sedangkan liabilitas adalah pengeluaran. Banyak orang yang mengatakan jika rumah pribadi dan mobil mewah merupakan aset, padahal itu semua adalah liabilitas.

    Sebab, dengan memiliki rumah pribadi dan mobil mewah akan mendatangkan pengeluaran bagi pemiliknya.Pengeluaran tersebut bisa berupa biaya perawatan, biaya pajak, asuransi, dan sebagainya.

    Namun, rumah dan mobil mewah tersebut dapat berubah kategori menjadi aset jika pemiliknya mampu menghasilkan nominal rupiah dari kekayannya tersebut. Cara umum mendapatkan penghasilan dari kekayaan pribadi adalah dengan cara menyewakannya.

    Dengan menyewakan kekayaan tersebut, maka pemiliknya akan mendapat keuntungan dan pemasukan. Itulah pengertian aset yang sesungguhnya.

    Memang terlihat sederhana, tapi perbedaan tersebut harus benar-benar dipahami oleh setiap orang, khususnya pelaku ekonomi. Karena jika sampai salah dalam mengartikan aset dan liabilitas, akan fatal akibatnya.

    Orang yang terus-menerus mengumpulkan nilai kekayaan seperti rumah, mobil, dan sebagainya, secara tidak sadar dia juga meningkatkan nilai liabilitasnya (pengeluaran). Lebih baik memanfaatkan nilai kekayaan guna meningkatkan aset.

    Dengan meningkatnya Aset yang dimiliki, maka akan menurunkan jumlah pengeluaran untuk menurunkan liabilitasnya. Begitu logika sederhananya.

    Jadi, setelah Anda memahami perbedaan aset dengan liabilitas, maka Anda dapat berlaku adil terhadap nilai kekayaan yang Anda miliki.

    Yang dimaksud berlaku adil adalah menempatkan nilai kekayaan sesuai dengan tempatnya serta tidak memupuk pengeluaran yang tidak perlu dikeluarkan dengan menekan nilai liabilitas.

    Semoga Artikel ini dapat memberi manfaat bagi setiap orang agar lebih melek dalam dunia perekonomian.

  • Investasi Saham: Cara Menabung Kekinian

    Setiap orang memiliki rencana masa depan dalam hidupnya. Baik rencana jangka panjang maupun jangka pendek.

    Rencana-rencana tersebut bisa berupa keinginan membeli sesuatu, target-target dalam pekerjaan atau ingin mendatangi tempat-tempat tertentu.

    Rencana-rencana tersebut mendorong setiap orang untuk melakukan persiapan agar dapat mewujudkan semua rencana-rencana itu sesuai dengan waktu yang diharapkan.

    Kesiapan financial tentu menjadi salah satu dan faktor penentu cepat atau lambatnya suatu rencana terwujud.

    Oleh karena itu orang-orang kemudian membuat pengaturan financial yang sedemikian rupa. Salah satunya dengan melakukan Investasi Saham. Sebagian orang bahkan lebih memilih berinvestasi dari pada menabung.

    Meskipun pada dasarnya menabung ataupun berinvestasi dengan Investasi Saham adalah sama-sama menitipkan uang kita ke Bank bahkan bisa saja sama dalam hal jumlahnya.

    Apa kemudian yang membedakan antara Investasi Saham dan menabung? Bagaimana cara membedakan Investasi Saham dan tabungan?

    Meski di Bank yang sama, apakah keuntungan atau manfaat dari menabung ataupun Investasi Saham juga sama?  Untuk lebih detilnya kita bisa lihat penjelasan berikut:

    1. Menabung

    Kelebihan dalam menabung di Bank adalah mendapatkan bunga setiap bulannya. Meskipun bagi sebagian orang bunga Bank dipandang bukan hal yang menarik, tetapi pada kalangan lain bunga Bank masih menjadi daya pikat tersendiri untuk menabung.

    Keamanan dana yang kita titipkan di Bank terjamin karena dana-dana yang kita titipkan di Bank mendapat jaminan dari LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

    Sehingga resiko untuk mengalami kerugian menjadi lebih kecil atau sangan kecil. Terlebih kita dapat melakukan tarik tunai tabungan kita dimanapun dan kapanpun melalui ATM atau Anjungan Tunai Mandiri.

    Namun yang perlu diperhatikan juga oleh kita sebelum menabung adalah, tiap-tiap Bank akan mengenakan biaya administrasi saat kita membuka rekening.

    Pengambilan uang tunai melalui ATM atau Anjungan Tunai Mandiri pun terbatas, tidak bisa sesuai dengan yang kita inginkan.

    Dengan menabungkan uang ke Bank berarti kita menyepakati membayar administrasi serta menerima bunga dari Bank yang biasanya terbilang kecil dan membuat uang kita menjadi lambat atau tidak berkembang.

    2. Investasi

    Berbeda dengan menabung. Investasi mungkin tidak terlalu dikenal dikalangan masyarakat awam. Investasi atau Investasi Saham biasanya terkenal dikalangan pembisnis dan pengusaha.

    Investasi juga merupakan pilihan yang tepat sebagai menabung ala kekinian saat kita memiliki rencana-rencana besar yang membutuhkan persiapan financial yang juga besar, maka investasi menjadi pilihan yang terbaik.

    Dengan Berinvestasi Saham kita telah meabung untuk kebutuhan masa depan yang lebih besar lagi karena nilai pertumbuhan saham biasanya besar dan signifikan.

    Artinya dari uang yang kita setorkan ke Bank untuk menabung, jika kita setorkan untuk Investasi Saham maka keuntungan Investasi Saham melebihi dari bunga Bank di tabungan.

    Biasanya juga sebagaian besar perusahaan investasi sudah diawasi oleh OJK atau Otoritas Jasa Keuangan yang menjamin uang anda dikelola oleh professional di bidang Investasi Saham.

    Perusahaan Investasi Saham yang menawarkan investasi dengan keuntungan seperti yang terurai di atas salah satunya adalah Mandiri Sekuritas.

    Dengan berinvestasi di mandiri Sekuritas pertumbuhan dan penambahan saldo serta daya jual asset menjadi menaik lebih dari menabung. Kita juga siap jika menghadapi inflasi yang mungkin sewaktu-waktu akan terjadi.

    Investasi Saham di mandiri Sekuritas juga dapat dijadikan sebagai tabungan yang akan memenuhi kebutuhan atau rencana masa depan kita karena semakin lama penambahan dan nilai aset akan semakin menaik.

    Meskipun begitu hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi adalah bahwa investasi adalah tabungan jangka panjang yang tidak bisa digunakan secara mendadak atau diambil sewaktu-waktu dan sebagian sesuai kebutuhan sepeti di ATM.

    Investasi diperuntukan untuk kebutuhan jangka panjang yang besar dan terencana misalnya untuk biaya pendidikan atau aset berharga lainnya seperti rumah dan lain-lain.

    Setelah penjelasan di atas, semoga kita semua bisa lebih jeli dalam memilih kemana akan menitipkan uang kita.

    Dengan segala resiko dan keuntungan yang ada. Tentunya pilih yang paling sesuai dengan kebutuhan kita serta kemampuan kita.

    Karena baik menabung ataupun berinvestasi membutuhkan konsistensi dan kepercayaan yang kuat. Setelah yakin untuk melakukan Investasi Saham maka Mandiri Sekuritas bisa menjadi pilihan yang diutamakan.