Tag: Event

  • Registrasi Maybank Marathon 2026 Dibuka, Simak Jadwal, Kategori, dan Syarat Kualifikasinya

    Registrasi Maybank Marathon 2026 Dibuka, Simak Jadwal, Kategori, dan Syarat Kualifikasinya

    sastrawacana.id/ – Gelaran Maybank Marathon 2026 kembali hadir sebagai ajang lari internasional yang memenuhi standar World Athletics dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI).

    Penyelenggara telah menetapkan syarat dan ketentuan ketat untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan ribuan pelari yang akan berlaga di Bali pada Agustus 2026 nanti.

    Calon peserta diwajibkan memahami mekanisme pendaftaran terbaru, terutama terkait sistem Public Drawing dan aturan kualifikasi usia yang berlaku pada setiap kategori lomba.

    Baca juga: 5 Fakta Badai Matahari 2026: Benarkah Bakal Bikin Internet Mati Total dan Cuaca Panas Ekstrem?

    Mekanisme Pendaftaran Public Drawing dan Biaya Administrasi

    Pendaftaran umum dilakukan secara daring melalui situs resmi www.maybank.co.id hingga tanggal 22 Februari 2026.

    Pada edisi kali ini, calon pelari yang mendaftar melalui jalur Public Drawing akan dikenakan biaya verifikasi awal sebesar Rp10.000 yang didebit dari kartu kredit atau kartu pembiayaan yang didaftarkan.

    Biaya ini bersifat sementara dan akan dikembalikan (refund) oleh penyelenggara.

    Jika calon pelari dinyatakan terpilih dalam undian, maka kartu kredit tersebut akan otomatis didebit sebesar biaya pendaftaran kategori yang dipilih pada tanggal pengumuman hasil Public Drawing.

    Batasan Usia Peserta per Kategori Lomba

    Penyelenggara menetapkan aturan usia yang sangat spesifik demi alasan keamanan medis.

    Calon peserta kategori Marathon (42,195 km) wajib berusia minimal 18 tahun pada saat hari penyelenggaraan lomba.

    Untuk kategori Half Marathon (21,097 km), batas usia minimal adalah 17 tahun, sedangkan kategori 10K diperuntukkan bagi pelari dengan usia minimal 15 tahun.

    Bagi peserta yang berusia antara 15 hingga 18 tahun, wajib menyertakan Surat Persetujuan Orang Tua atau Wali yang telah ditandatangani dan melampirkan salinan kartu identitas wali yang sah saat proses pendaftaran.

    Aturan Ketat Pendaftaran Elite dan Kepesertaan

    Status sebagai Elite Label Road Race menuntut standarisasi tinggi dalam verifikasi peserta.

    Seluruh pendaftar harus memastikan data pribadi yang dimasukkan akurat karena penyelenggara menerapkan prinsip “You Register, You Run”.

    Hal ini berarti nomor dada (BIB) dan chip pencatat waktu tidak dapat dipindahtangankan atau diperjualbelikan kepada pihak lain.

    Jika ditemukan indikasi pemindahtanganan kepesertaan, penyelenggara berhak melakukan diskualifikasi secara sepihak dan membatalkan hasil perlombaan tanpa kewajiban mengembalikan biaya pendaftaran.

    Prosedur Pengambilan Paket Lomba (Race Pack)

    Pengambilan paket lomba yang berisi kaos lari dan nomor dada wajib dilakukan sendiri oleh pelari pada tempat dan waktu yang telah ditetapkan.

    Peserta harus menunjukkan email Tanda Terima Kepesertaan dan kartu identitas asli seperti KTP atau Paspor.

    Penyelenggara menegaskan bahwa tidak ada layanan pengambilan paket lomba yang dapat diwakilkan kepada pihak ketiga.

    Pelari yang tidak melakukan pengambilan paket lomba sesuai jadwal dianggap gugur dan tidak diperbolehkan mengikuti jalannya perlombaan.

    Pastikan kartu pembayaran kamu dalam kondisi aktif dan memiliki limit yang cukup sebelum masa pendaftaran dimulai.

    Ketelitian dalam mengisi data kependudukan akan menjadi penentu kelancaran proses validasi sistem di tahap awal pendaftaran.

  • Lomba Cipta Baca Puisi dan Menulis Cerpen DWP Banyuwangi 2025

    Lomba Cipta Baca Puisi dan Menulis Cerpen DWP Banyuwangi 2025

    Dalam rangka HUT Dharma Wanita Persatuan ke 26, DWP Kabupaten Banyuwangi menggelar Lomba Cipta Baca Puisi dan Menulis cerpen dengan tema: “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045″

    Syarat dan Ketentuan Lomba Cipta Baca Puisi

    • Lomba khusus untuk anggota DWP SMAN, SMKN, dan SLBN Kabupaten Banyuwangi.
    • Peserta menulis puisi karya sendiri, original, tidak plagiat, dan sesuai tema.
    • Penampilan lomba baca puisi pada 13 Desember 2025, dimulai pukul 08.00 WIB di SMKN 1 Glagah Banyuwangi.
    • Peserta membawa salinan puisi untuk diserahkan ke dewan juri saat penampilan.
    • Penampilan baca puisi maksimal 7 menit, tanpa pengeras suara, tidak diperkenankan mengeluarkan aksi teatrikal puisi yang berlebihan, misalnya: begulung-gulung di lantai, melompat, berlari, dsb.
    • Peserta tidak diperkenankan menggunakan iringan musik dan atau property yang terindikasi sebagai senjata tajam.
    • Kriteria Penilaian: Pemilihan Diksi, Kedalaman Makna, dan Penampilan.
    • Juara lomba diambil dari juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2, harapan 3.
    • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    Syarat dan Ketentuan Lomba Menulis Cerpen

    • Lomba khusus untuk anggota DWP SMAN, SMKN, dan SLBN Kabupaten Banyuwangi
    • Menulis cerpen karya sendiri, tidak plagiat, tidak menggunakan AI, dan sesuai tema.
    • Panjang cerpen minimal 1000 kata, maksimal 3000 kata.
    • Pengiriman karya mulai terakhir tanggal 4 Desember 2025.
    • Cerpen dikumpulkan melalui link yang telah disediakan atau klik disini.
    • Kriteria penilaian: struktur dan isi cerita (tema, alur, perwatakan, latar), keindahan bahasa (diksi, gaya bahasa, keefektifan kalimat), aspek teknis (tata bahasa, ejaan, tanda baca, kerapian tulisan).
    • Juara lomba diambil dari juara 1, 2, 3, harapan 1, harapan 2, harapan 3.
    • Juara diumumkan pada tanggal 6 Desember 2025, di SMKN 1 Glagah Banyuwangi.
    • Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

    Hadiah

    Masing-masing juara (juara 1 sampai harapan 3) akan mendapatkan:

    • Thropy
    • Sertifikat
    • Hadiah berupa barang

    Informasi

    081332162448 (Indah Utami)

    Dewan Juri

    • Siti Nurjanah Slamet Riyadi, S.E
    • Andi Budi Setiawan, S.Pd
    • Maulana Affandi, S.S
  • Meriahkan Hari Anak Nasional, TBM Al-Djawahir Gelar Lomba Puitisasi Alquran, Bercerita, dan Mewarnai Se-Kabupaten Banyuwangi

    Meriahkan Hari Anak Nasional, TBM Al-Djawahir Gelar Lomba Puitisasi Alquran, Bercerita, dan Mewarnai Se-Kabupaten Banyuwangi

    Memaknai setahun berdirinya Taman Baca Masyarakat (TBM) Al-Djawahir sekaligus menyambut Hari Anak Nasional, digelar serangkaian lomba kreatif dan literatif yang meliputi puitisasi Alquran, bercerita, serta menggambar dan mewarnai pada Ahad (20/7/2025) di kawasan kompleks TBM Al-Djawahir, Gambiran, Banyuwangi.

    Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas komunitas yang melibatkan TBM Al-Djawahir, Mak'E Mart, Posyandu Desa, komunitas Gotong Royong 45, Sanggar Merah Putih'45, Jaringan Rumah Kita Banyuwangi (JRKBB), media literasi sastrawacana.id/, media online jurnalnews, event organizer Senyum Agmadina, serta komunitas-komunitas literasi lainnya di Kabupaten Banyuwangi.

    Dalam sambutan pembukaan, Djawahir selaku pendiri TBM Al-Djawahir menyampaikan sejarah singkat berdirinya taman baca tersebut.

    Sambutan Pendiri TBM Al Djawahir

    Ia menuturkan bahwa TBM ini lahir dari semangat menyediakan ruang alternatif belajar bagi masyarakat, khususnya anak-anak di wilayah Gambiran dan sekitarnya, agar lebih dekat dengan budaya membaca.

    Pengalaman beliau saat di perpustakaan sekolah membekas untuk diteruskan iqro’ membaca ke anak cucu.

    Ketua panitia, Dafik Ismail, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini perdana yang juga sebagai tasyakuran mendapatkan hibah 1000 buku dari Perpustakaan Nasional berikut rak bukunya.

    “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai wilayah di Banyuwangi yang telah ikut berpartisipasi, serta kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini seperti Perpustakaan Nasional, Enggal Modified beserta pegiat literasi dan seniman yang jadi juri serta media partner. Semoga kegiatan ini bisa menjadi semangat bersama dalam membumikan literasi di kalangan generasi muda,” ujar aktivis dakwah dalam naungan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) ini.

    Sambutan juga diberikan oleh Yeti Chotimah yang turut menyemarakkan acara dengan membagikan sejumlah buku hasil karyanya sebagai hadiah bagi para pemenang lomba.

    Kehadiran hadiah buku ini diharapkan menjadi motivasi tersendiri bagi peserta untuk terus berkarya dan mencintai literasi. Antara lain buku Sejarah seni budaya, bathokan, cerpen bisikan manis serta yang baru diluncurkan Penerbit Erlangga Jakarta, yakni cerita rakyat maupun adat tradisi Banyuwangi seperti Keboan, Puter Kayun dan Mantu Kucing. Rencana akan terbit 11 judul buku.

    Rangkaian lomba untuk kategori puitisasi Alquran dan bercerita, pelaksanaan lomba dilakukan dalam dua tahap, yaitu seleksi video secara daring dan penampilan langsung di lokasi acara bagi tiga finalis terpilih di masing-masing kategori.

    juri lomba puitisasi alquran
    juri lomba puitisasi alquran (Dok. Fathma/Syifa)

    Dewan juri lomba puitisasi dan bercerita terdiri dari tiga tokoh literasi dan seni yang berpengalaman, yakni Maulana Affandi (penulis dan pemimpin redaksi Penerbit Lintang) sebagai ketua juri, Syaiful Anwar (guru SMK Muhammadiyah 1 Genteng sekaligus penulis aktif ), dan R. Ayu Pudjiati (seniman teater asal Madura).

    Ketiganya tak hanya menilai, tetapi juga memberikan masukan langsung kepada peserta yang tampil di panggung.

    Mereka menyoroti pentingnya penguasaan panggung, ekspresi wajah, gestur, hingga pemilihan diksi yang tepat agar pesan cerita atau puisi tersampaikan secara kuat dan menyentuh.

    Dalam penjelasannya, Maulana Affandi menyampaikan bahwa seluruh peserta yang tampil langsung di lokasi adalah anak-anak terbaik yang telah lolos proses seleksi ketat dari seluruh peserta yang mengirim video.

    “Anak-anak yang hadir di panggung ini adalah mereka yang terpilih, bukan sembarang peserta. Maka dari itu, orang tua patut berbangga karena putra-putrinya menunjukkan kualitas dan semangat yang luar biasa,” ujarnya dengan semangat.

    Syaiful Anwar juga menegaskan bahwa proses ini diibaratkan sebagai menjajaki anak tangga yang harus dilalui untuk mencapai puncak.

    “Jadi, anggap saja perlombaan seperti ini sebagai proses anak menaiki anak tangga yang pada waktunya akan sampai di puncak,” jelasnya.

    Sementara itu, lomba menggambar dan mewarnai diperuntukkan bagi siswa TK dan SD, dan diikuti oleh puluhan peserta dari seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.

    Suasana lomba tampak semarak karena para peserta datang bersama orang tua yang setia mendampingi.

    Sorak semangat, tawa anak-anak, serta dukungan dari para pendamping menambah hangat suasana kegiatan.

    Dewan juri untuk lomba mewarnai dan menggambar juga menghadirkan para praktisi seni dan pendidikan.

    lomba mewarnai dan menggambar
    lomba mewarnai dan menggambar (Dok. Fathma/Syifa)

    Ketua juri adalah Muhammad Taufik, S.Sn yang biasa dipanggil Oklek guru kesenian di SMP Muhammadiyah 1 (Muhi) Genteng.

    Ia didampingi oleh dua juri lainnya, yakni Indriana Laily dan Qurrota Ninin yang juga aktif dalam kegiatan seni dan pengembangan kreativitas anak.

    Dalam proses penilaian, Oklek tak lupa berpesan kepada segenap orang tua yang hadir agar terus mendampingi anak-anaknya untuk mengasah bakat seni yang dimiliki.

    “Anak-anak di sini sudah memiliki bakat seni yang luar biasa, jadi hendaknya didampingi terus, kalau bisa dihadirkan guru seni untuk mengasah bakatnya,” papar Oklek.

    Di akhir acara, para pemenang dari tiap kategori diumumkan dan diberikan penghargaan, berupa trofi, piagam, serta hadiah menarik.

    Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara para pemenang dan dewan juri sebagai penanda kebersamaan dan semangat literasi yang terus tumbuh di tengah masyarakat Banyuwangi.

  • Ruang Pintar Gelar Olimpiade Pendidikan untuk Siswa PAUD hingga SD se-Banyuwangi

    Ruang Pintar Gelar Olimpiade Pendidikan untuk Siswa PAUD hingga SD se-Banyuwangi

    Dalam rangka mendorong peningkatan mutu pendidikan dasar sekaligus menggali potensi peserta didik sejak usia dini, Bimbingan Belajar Ruang Pintar yang dipimpin oleh Mufti Syafri Alfariziqi, S.Pd, akan menggelar ajang bergengsi bertajuk “Olimpiade Ruang Pintar 2025”.

    Kompetisi ini diperuntukkan bagi siswa PAUD/TK dan SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi dan akan dilangsungkan pada Minggu, 27 Juli 2025, bertempat di Kampus SMK PGRI Rogojampi.

    Dengan mengusung konsep edukatif sekaligus kompetitif melalui tema “Belajar Pintar, Kompetisi Hebat! Bersama Ruang Pintar”, olimpiade ini akan menghadirkan empat bidang lomba utama, yaitu Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk jenjang SD/MI kelas 1 hingga 6, serta lomba Mewarnai khusus bagi peserta dari jenjang PAUD/TK.

    “Kegiatan ini dirancang sebagai ruang tumbuh bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan akademik dan non-akademik, sekaligus melatih keberanian serta sportivitas sejak usia dini,” ujar salah satu perwakilan panitia dari Ruang Pintar.

    Untuk menjaga keadilan dan relevansi materi lomba, peserta akan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori sesuai jenjang pendidikan sebagai berikut:

    • Kategori A: SD/MI kelas 1–2
    • Kategori B: SD/MI kelas 3–4
    • Kategori C: SD/MI kelas 5–6
    • Kategori Mewarnai: khusus untuk siswa PAUD/TK

    Rangkaian kegiatan akan dimulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB, dengan sistem ujian berbasis digital untuk bidang studi.

    Setiap peserta wajib membawa perangkat gawai (smartphone) beserta paket data sebagai media ujian.

    Khusus peserta lomba mewarnai akan difasilitasi dengan lembar gambar manual, dan diharapkan membawa alat mewarnai sendiri dari rumah.

    Biaya Terjangkau, Hadiah Menggiurkan

    Olimpiade ini terbuka bagi seluruh siswa PAUD/TK dan SD/MI se-Banyuwangi, dengan biaya pendaftaran yang sangat terjangkau: cukup Rp25.000 untuk satu bidang lomba, atau memilih paket hemat Rp60.000 untuk tiga bidang lomba sekaligus.

    Pembayaran dapat dilakukan dengan mudah melalui sistem QRIS yang telah disediakan.

    Selain menambah pengalaman dan wawasan, peserta juga berkesempatan meraih trofi kejuaraan dan sertifikat resmi tingkat kabupaten.

    Trofi dan sertifikat akan diberikan kepada juara 1, 2, dan 3 dari masing-masing kategori. Bahkan peserta yang belum berhasil meraih juara pun tetap akan mendapatkan sertifikat partisipasi sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka.

    Pendaftaran dan Informasi Lebih Lanjut

    Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:

    https://forms.gle/QirKZgG6dG39VMWC8

    Peserta juga dapat mendaftar dengan memindai QR Code yang tercantum pada pamflet resmi kegiatan.

    Untuk informasi lebih lanjut, pihak penyelenggara dapat dihubungi melalui nomor admin: 0856-4872-2400, yang siap melayani 24 jam.

    Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah mitra lokal, antara lain SMK PGRI Rogojampi, KOPIWANGI, Embun Bening, iTEM Coffee, Penanuluh, GRASS01, serta media partner sastrawacana.id/.

    Diharapkan, ajang ini menjadi stimulus positif dalam memajukan pendidikan dasar di Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.

  • Boyong Tiga Piala, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi Tampil Gemilang di HAN 2025

    Boyong Tiga Piala, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi Tampil Gemilang di HAN 2025

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh TK Kemala Bhayangkari Rogojampi dalam perhelatan akbar peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025.

    Kegiatan ini berlangsung meriah di halaman TK Negeri Model Banyuwangi pada Sabtu (31/05) dan diikuti oleh puluhan lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB) seluruh penjuru Kabupaten Banyuwangi.

    Diselenggarakan oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Banyuwangi, ajang ini menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengekspresikan bakat, kreativitas, serta semangat berkompetisi secara positif dalam suasana yang menyenangkan.

    Tidak hanya menjadi tempat menampilkan talenta, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter anak sejak dini melalui pengalaman langsung di atas panggung.

    Pada kesempatan kali ini, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi tampil mencuri perhatian dengan berhasil membawa pulang tiga piala kemenangan dari berbagai cabang lomba, yakni:

    • Juara 1 lomba mewarnai tingkat TK se-Kabupaten Banyuwangi
    • Juara 1 lomba lari rintangan
    • Juara 2 lomba menari bertema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”

    Capaian ini tentu bukan hasil instan, melainkan buah dari kerja keras para guru dalam membina anak-anak secara konsisten, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua murid yang terus terjalin harmonis.

    Kelompok Tari TK Kemala Bhayangkari
    Kelompok Tari TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Salah satu momen paling mengesankan dalam kegiatan ini adalah penampilan tim tari TK Kemala Bhayangkari Rogojampi dalam lomba menari yang mengangkat tema “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

    Dengan kostum nyentrik yang mencerminkan semangat anak-anak masa kini dan gerakan tari yang enerjik serta terkoordinasi dengan baik, tim ini sukses memukau dewan juri dan penonton.

    Tak heran jika mereka berhasil meraih posisi sebagai Juara 2 tingkat Kabupaten dan menuai banyak pujian.

    Ketua Komite Sekolah, Sugeng, memberikan apresiasi tinggi atas usaha dan kepercayaan diri para peserta didik.

    Ketua Komite TK Kemala Bhayangkari
    Ketua Komite TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Dalam wawancaranya, beliau menyampaikan rasa bangga atas sinergi yang kuat antara guru, siswa, dan orang tua.

    “Anak-anak menunjukkan performa yang luar biasa. Mereka tampil percaya diri, antusias, dan sudah cukup matang untuk ukuran usia dini. Ini adalah hasil nyata dari semangat kebersamaan serta dukungan luar biasa dari para guru dan orang tua,” ujarnya penuh kebanggaan.

    Kebanggaan serupa juga dirasakan oleh para wali murid, salah satunya Eva, orang tua dari peserta lomba tari yang terharu ketika melihat anak-anak menari di atas panggung.

    “Rasanya haru sekali melihat anak-anak tampil sepenuh hati. Mereka begitu percaya diri, dan sebagai orang tua, itu adalah momen yang sangat menyentuh. Kami sangat bersyukur bisa menyaksikan sendiri proses mereka belajar, berlatih, hingga meraih juara,” tutur Eva dengan penuh haru.

    Yang membuat lomba menari tahun ini semakin spesial adalah kehadiran Subari Sofyan, seorang maestro tari tingkat nasional yang didapuk sebagai juri utama.

    Dengan pengalaman panjang di dunia seni pertunjukan, Subari memberikan penilaian yang mendalam dan menyeluruh terhadap setiap penampilan peserta.

    Ia tidak hanya menilai dari aspek gerakan tari, namun juga memperhatikan kostum, pemilihan musik, ekspresi wajah, penguasaan panggung, serta keselarasan gerak antar anggota tim.

    Subari Sofyan
    Juri dan Tim Tari TK Kemala Bhayangkari (Dok. sastrawacana.id/)

    Tak berhenti di situ, Subari juga menyempatkan diri untuk memberikan edukasi seni kepada peserta dan para pendamping, menjadikan ajang ini tidak hanya kompetitif namun juga edukatif.

    Melalui torehan prestasi ini, TK Kemala Bhayangkari Rogojampi menunjukkan bahwa pembinaan karakter dan bakat anak usia dini harus dilakukan secara menyeluruh dan terarah.

    Lingkungan belajar yang positif, guru-guru yang berdedikasi, serta dukungan penuh dari orang tua menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang unggul, percaya diri, dan berprestasi.

    Ajang Hari Anak Nasional tahun ini menjadi bukti bahwa anak-anak, meskipun masih sangat belia, namun mampu tampil mengesankan bila diberikan kesempatan, bimbingan, dan ruang untuk berkembang.

    Dan TK Kemala Bhayangkari Rogojampi telah membuktikannya dengan beberapa prestasi yang sangat gemilang.

  • Pelatihan Jurnalistik Digital di Saestwo Cafe Buka Peluang Baru bagi Anak Muda Banyuwangi

    Pelatihan Jurnalistik Digital di Saestwo Cafe Buka Peluang Baru bagi Anak Muda Banyuwangi

    Pelatihan jurnalistik dan digital marketing digelar di pelataran Saestwo Cafe dan diikuti oleh pelajar serta masyarakat Banyuwangi, pada Sabtu malam (10/5/2025)

    CEO Saestwo, HM. Shodiqin, menyampaikan bahwa materi yang disajikan mungkin dianggap biasa dan tidak penting oleh sebagian orang.

    Namun, dengan niat untuk menuntut ilmu, membuka “gelas kosong”, serta adanya semangat inovasi, motivasi, karakter, dan pengalaman dari para narasumber, pasti ada hikmah yang bisa diambil sebagai lentera dalam menghadapi dunia nyata di era digital saat ini.

    Shodiqin, yang juga merupakan guru di SMKN Kalipuro dan dikenal dengan ciri khas udeng PERGUNU-nya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya workshop ini.

    Di antaranya adalah Media Sastrawacana, Penerbit Lintang, Jurnal News, ACTA News, Brader Advertising, Komunitas Gotong Royong 45, dan Yayasan Aura Lentera Indonesia yang peduli pada disabilitas.

    Ia juga mengapresiasi antusiasme para peserta yang mengikuti kegiatan ini, baik secara langsung maupun melalui siaran live di media sosial seperti TikTok Zhie, Instagram Gotongroyong, dan YouTube Sastrawacana.

    Bahkan, ada netizen dari Al Azhar Mesir, Atambua Belu NTT, Probolinggo, Situbondo, dan Malang yang turut berinteraksi.

    “Oleh karena itu, saya berharap melalui pelatihan ini para peserta dapat memperdalam pengetahuan dan keterampilan dalam meliput berita, menulis artikel, memahami etika jurnalistik, dan cakap bermedia sosial secara sehat,” ujarnya.

    Shodiqin menekankan bahwa keberadaan para jurnalis yang bijak dalam bermedia sosial sangat penting untuk menyampaikan berita dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi.

    Ia berharap momentum ini dapat menjadi wadah untuk bertukar pengalaman dan saling belajar.

    “Maka dari itu, mari kita gunakan momentum ini untuk bertukar pengalaman dan belajar satu sama lain. Harapannya, setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh sehingga ke depan bisa menjadi calon-calon jurnalis daerah yang berkualitas dan profesional,” tambahnya.

    Ia juga menyebutkan bahwa pada sore hari sebelumnya, Komunitas Kajian Lingkaran Studio Ar Rahman mengadakan diskusi dan silaturahmi bersama ormas keagamaan Islam.

    Sementara pada Minggu besok, Saestwo Cafe akan menjadi tempat berkumpulnya Komunitas Mobil Kuno Corolla.

    Sementara itu, Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong Empat Puluh Lima yang menjadi fasilitator workshop ini menyampaikan bahwa jurnalistik adalah bahasa komunikasi massa yang berfungsi sebagai penyampai informasi kepada publik.

    Jurnalistik juga dapat diartikan sebagai bahasa komunikasi pengantar pemberitaan yang biasa digunakan oleh media cetak maupun elektronik.

    Workshop ini dipandu oleh host difabel daksa yang aktif di TikTok, Puji Zhie Winarsih. Narasumber pertama adalah Andi Budi Setiawan, seorang sastrawan dan wartawan.

    “Sebagai media informasi dan komunikasi, jurnalistik dituntut untuk memberikan informasi yang aktual dan faktual. Seorang jurnalis harus mampu menyampaikan informasi yang mendidik kepada masyarakat, sehingga pembaca bisa memperoleh manfaat dan mampu memfilter opini maupun hoaks,” ujar guru penggerak yang aktif di SMK PGRI Rogojampi dan Komunitas Kopiwangi ini.

    Narasumber kedua adalah Rafly Rafjanjani Aziz Attubel, seorang social media specialist yang merupakan diaspora dari perbatasan NTT dan Timor Leste serta mahasiswa UMM.

    Ia menyampaikan materi tentang bijak bermedia sosial, menguasai SEO dan SEM untuk menjadi viral dan menghasilkan cuan tanpa batas ruang dan waktu.

    Narasumber ketiga adalah Agung Broder, pengusaha dan pemilik percetakan digital printing di Rogojampi, Banyuwangi. Ia membagikan materi mengenai bagaimana menjadi pebisnis yang tangguh.

    Ketiga narasumber memberikan materi yang luar biasa dan bermanfaat, mulai dari penulisan, kebijaksanaan dalam bermedia sosial, hingga ketangguhan dalam berbisnis.

    Pemimpin Redaksi Sastrawacana, Affandi Maulana, S.S., dalam pernyataan penutupnya menyampaikan bahwa seluruh peserta akan dimasukkan ke dalam grup WhatsApp sebagai wadah untuk terus belajar literasi dan sosial bisnis.

    Ia juga membuka peluang agar kegiatan serupa dapat diselenggarakan di sekolah-sekolah, lembaga pemberdayaan masyarakat, PKBM, maupun taman baca masyarakat, dengan narasumber dan topik yang bisa disesuaikan.

  • Yatim Mandiri Gelar Buka Puasa Ceria, Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Masjid Al Hilal

    Yatim Mandiri Gelar Buka Puasa Ceria, Hadirkan Kebahagiaan untuk Anak Yatim di Masjid Al Hilal

    Kebahagiaan terpancar dari wajah 50 anak yatim dan dhuafa dalam acara Buka Puasa Ceria yang digelar Yatim Mandiri di Masjid Al Hilal Sobo, Kamis (13/3).

    Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai penampilan dari anak-anak binaan, seperti tilawah, pidato dakwah cilik (pildacil), pembacaan puisi, serta pantomim.

    Selain itu, acara juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin salah satu binaan, serta pembagian uang saku, paket kue, dan sembako untuk lebaran yang disalurkan oleh donatur LASNAZ Yatim Mandiri Banyuwangi.

    Ketua Takmir Masjid Al Hilal, Drs. H. Agus Iskandar Zulkarnain, mengungkapkan bahwa acara ini telah rutin digelar selama enam tahun terakhir berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari relawan, guru, pengurus yayasan, hingga para donatur.

    “Maka, anak-anakku, jadilah manusia yang bermanfaat bagi sesama. Teruslah belajar hingga sukses, lalu peduli terhadap yatim piatu juga. Jaga salat, puasa, dan selalu doakan orang tua,” tutur putra Sulung H. Ishak Siswomiharjo yang wakafkan rumahnya di Jl KH Imam Bonjol untuk lembaga Yatim Hebat di banyuwangi.

    Sementara itu, Kepala Cabang Yatim Mandiri Banyuwangi, M. Syukron, menuturkan bahwa acara tersebut mengundang 50 anak yatim dan dhuafa dari beberapa sanggar, seperti Karangrejo, Tukangkayu, Kertosari, dan Telemung.

    “Selain program Buka Puasa Ceria ini, masih banyak kegiatan lain yang akan kami selenggarakan berkat kebaikan para donatur. Di antaranya Belanja Bareng Yatim di Mall Banyuwangi, pembagian Paket Lebaran, serta THR untuk Guru Pejuang Yatim,” ujarnya.

    Setelah azan magrib berkumandang, para peserta berbuka puasa dengan kurma, buah naga, dan air putih, dilanjutkan dengan salat magrib berjamaah. Acara kemudian diakhiri dengan santap nasi kotak dan kue dari para donatur.

    Turut hadir dalam acara tersebut Camat Banyuwangi, H. Hartono, beserta jajaran Muspika Kota. Ia juga mengajak tim Pusbimdu Puskesmas Sobo untuk menggelar bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan bagi warga yang hadir.

  • Omah Sehat Banyuwangi, Pusat Terapi Tradisional Sukses Gelar Kegiatan Bakti Sosial Untuk Masyarakat

    Omah Sehat Banyuwangi, Pusat Terapi Tradisional Sukses Gelar Kegiatan Bakti Sosial Untuk Masyarakat

    Bertempat di Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran, Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, Omah Sehat Banyuwangi yang dipimpin oleh Niken Kurnia Ningrum terus menunjukkan dedikasi dalam menghadirkan layanan kesehatan tradisional.

    Pada Minggu, 19 Januari 2025, Omah Sehat Banyuwangi bersama komunitas Sedulur Terapis Blambangan (STB) menggelar kegiatan bakti sosial yang berhasil menarik perhatian masyarakat luas.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan berbagai metode pengobatan tradisional sekaligus memberikan layanan kesehatan gratis.

    Layanan yang diberikan meliputi bekam, akupuntur, pijat relaksasi, pembetulan tulang belakang (PTB), terapi ruqyah, hingga terapi totok wajah. Lebih dari 100 orang warga mendapatkan manfaat dari acara ini.

    Ketua STB, Budy Amboyna, C.Ht., menjelaskan bahwa komunitas STB merupakan wadah bagi para terapis dari berbagai latar belakang.

    “Kegiatan baksos ini bertujuan untuk mengenalkan berbagai metode terapi yang ada, baik tradisional maupun modern. Kami ingin masyarakat tahu bahwa ada banyak cara untuk mengatasi masalah kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya besar,” ujar Budy.

    Sebagai salah satu penggerak utama komunitas STB, Niken Kurnia Ningrum menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan solusi kesehatan Islami dan tradisional.

    “Kesehatan adalah amanah. Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi dan membantu masyarakat untuk menjangkau layanan kesehatan yang terjangkau, berkualitas, serta berlandaskan nilai-nilai kebaikan,” ujar Niken.

    Menurut Niken, Omah Sehat Banyuwangi tidak hanya menjadi pusat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi rumah bagi berbagai kegiatan sosial yang mendukung kesehatan masyarakat secara holistik.

    “Kami percaya bahwa kesehatan tubuh dan jiwa harus berjalan seiring. Dengan pendekatan tradisional yang alami dan Islami, kami ingin menjadi bagian dari solusi kesehatan masyarakat Banyuwangi,” tambahnya.

    Kegiatan bakti sosial ini berlangsung dengan antusiasme tinggi dari warga setempat. Titis Anganten, salah satu peserta terapi, mengaku sangat terbantu dengan layanan ini.

    “Pelayanan yang baik dan pemeriksaan yang akurat membuat saya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan,” ungkapnya.

    Sementara itu, Bung Aguk yang juga sebagai pemerhati kesehatan masyarakat turut mengapresiasi kegiatan ini.

    Disebutkan jika bakti sosial seperti sangat membantu masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu, sehingga diharapkan bisa dilakukan secara rutin.

    “Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi yang kurang mampu. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan secara rutin,” papar Bung Aguk yang merupakan anggota FBS (Forum Banyuwangi Sehat).

    Meski dilakukan secara sukarela, peserta diizinkan memberikan infak yang digunakan untuk operasional acara.

    Niken dan tim berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

    “Kami ingin menjangkau lebih banyak masyarakat, tidak hanya di kota Banyuwangi, tetapi juga di daerah-daerah terpencil. Dukungan dari berbagai pihak akan sangat membantu agar kegiatan ini bisa lebih luas manfaatnya,” tutup Niken.

    Sekilas Tentang Omah Sehat Banyuwangi

    Omah Sehat Banyuwangi adalah pusat layanan kesehatan yang berfokus pada metode pengobatan tradisional dan Islami.

    Berlokasi di Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran Blok E11, Kebalenan, Banyuwangi, Omah Sehat Banyuwangi dikelola oleh Niken Kurnia Ningrum, seorang terapis berpengalaman yang juga aktif dalam komunitas Sedulur Terapis Blambangan (STB).

    Layanan yang tersedia di Omah Sehat Banyuwangi meliputi:

    • Bekam
    • Akupuntur
    • Pijat relaksasi
    • Pembetulan Tulang Belakang (PTB)
    • Ruqyah syar’i
    • Totok wajah, dan berbagai metode terapi tradisional lainnya.

    Selain memberikan layanan kesehatan, Omah Sehat Banyuwangi juga rutin mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial dan terapi gratis bagi masyarakat.

    Dengan mengusung nilai-nilai Islami, Omah Sehat Banyuwangi hadir untuk memberikan solusi kesehatan holistik yang alami, efektif, dan terjangkau.

    Alamat:

    Perumahan Taman Permata Hijau, Lingkungan Beran Blok E11, RT.01/RW.01, Kebalenan, Kec. Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur 68417.

  • Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Banyuwangi Rayakan Hari Disabilitas Internasional dengan Semangat Inklusi dan Prestasi

    Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional dengan acara Grand Awarding yang spektakuler.

    Acara ini berlangsung selama dua hari, pada 21-22 Desember 2024, dengan melibatkan berbagai pihak seperti Muspida, Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag), Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial PP&KB, Disbudpar, Diskominfo & Persandian, Pudam, serta utusan lintas komunitas difabel, termasuk USAID ERAT yang baru saja menyelesaikan pelatihan informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ketua Yayasan Aura Lentera, Nurhadi Windoyo yang mengenakan kaca mata hitam pada malam itu, menyampaikan dengan penuh kebanggaan bahwa Banyuwangi menjadi satu-satunya wilayah di dunia yang menggelar rangkaian perayaan Hari Disabilitas Internasional, yang jatuh pada 3 Desember, secara lengkap dan beragam.

    “Dimulai dari Festival Kita Bisa Sekolah Inklusi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Resepsi Kreasi dan Peduli Difabel oleh Dinas Sosial di Asrama YKPTI, kegiatan oleh PPDI di Desa Benelan Lor Kabat, pelatihan kolaborasi USAID Erat dengan Diskominfo, talkshow bersama JTV & Kominfo, Sosialisasi BPJS Kesehatan, hingga Lokalatih Keterbukaan Informasi Publik oleh Aura Lentera di Hotel Santika pada 17 Desember. Puncaknya, kami menggelar pelatihan dan lomba tingkat nasional, termasuk lomba fiksi pentigraf, baca puisi, dan menyanyi, yang diikuti oleh peserta dari berbagai daerah seperti Lampung, Riau, Bontang, Tangerang, Semarang, Mojokerto, dan Jember,” jelas Nurhadi, seorang guru komputer Braille di SLB Negeri A Banyuwangi yang juga mantan Ketua PERTUNI dan pernah tampil di program Kick Andy.

    Dalam acara yang disiarkan secara langsung melalui LPPL Blambangan FM Kominfo ini, Nurhadi juga mengucapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak, baik dari SKPD Pemkab, BUMD, perusahaan swasta, maupun donatur individu yang turut mendukung terselenggaranya kegiatan ini dengan semangat gotong royong.

    Khairul Hidayat, S.Sos, Kabid Rehabilitasi Sosial dan Penanganan Bencana, memberikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Aura Lentera atas dedikasinya selama 17 tahun dalam mempromosikan SDM dan UMKM sahabat inklusi serta memperjuangkan kesetaraan bagi penyandang disabilitas.

    “Kami bangga atas prestasi dan kreasi luar biasa dari komunitas ini. Selama ini, kerja sama kami dengan Aura Lentera sangat baik, dan ke depannya, kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan langkah konkret agar komunitas ini semakin bergerak dan berdaya,” tutur Khairul, yang sebelumnya juga pernah menjadi Pembina Forum Banyuwangi Sehat saat bertugas di Bappeda.

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap bahwa rangkaian kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendukung penyandang disabilitas dan mendorong partisipasi aktif dalam mewujudkan inklusi sosial.

    Pada hari kedua, rangkaian acara berlanjut di panggung kreatif Selasar BCS-CFD-BCM Blambangan, di mana diadakan pelatihan mobilitas bagi pendamping mitra netra oleh Moh. Safarudi.

    Selain itu, ada pula pelatihan bahasa isyarat untuk pendamping tunarungu yang dipandu oleh pengurus Gerkatin dan Taliwangi, yaitu Abdullah dan Ricky, dengan pendampingan tiga juru bicara isyarat: Firdaus, Nabila, dan Rensa, yang merupakan guru SLB Negeri C Banyuwangi.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi, kolaborasi, dan penguatan kesadaran publik terhadap pentingnya kesetaraan dan dukungan nyata bagi penyandang disabilitas di Banyuwangi. (Yeti Ch/Aguk)

  • USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    USAID Gelar Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik bagi Penyandang Disabilitas di Banyuwangi

    sastrawacana.id/ – Sebagai bagian dari upaya peningkatan akses informasi publik, Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten (Diskominfo) Banyuwangi bersama United States Agency for International Development (USAID) Erat dan Yayasan Aura Lentera Indonesia menggelar kegiatan Lokalatih Literasi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) bagi penyandang disabilitas, Selasa (17/12/2024).

    Kegiatan yang digelar di Hotel Santika Banyuwangi ini juga menghadirkan berbagai komunitas difabel dan OPD.

    Usai menyanyikan lagu kebamgsaan Indonesia Raya, dilanjut dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz M. Amir, seorang penyandang tuna daksa yang hadir menggunakan kursi roda.

    Koordinator Provinsi USAID Erat Jawa Timur, Muhammad Ikhsan melalui Zoom Meeting menyampaikan apresiasi kepada segenap panitia serta Pemerintah Banyuwangi atas dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik dan lancar.

    “Saya ucapkan terima kasih kepada Kepala Diskominfo karena telah memfasilitasi dan mendukung kegiatan yang sangat berguna bagi teman-teman disabilitas,” ucapnya.

    Muhammad Ikhsan menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik adalah hak dasar yang harus dijamin oleh negara.

    Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar memberikan pengetahuan, tetapi juga membuka ruang berpikir, bertindak serta ketrampilan bagi penyandang disabilitas untuk menyuarakan kebutuhan mereka.

    “Ini adalah momen yang istimewa karena memberi ruang kepada teman-teman penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak setara dalam akses informasi publik. Saya harap ada keberlanjutan ke depan sehingga hasil rembug  dapat menjadi evaluasi prioritas bersama antara pemerintah dan komunitas difabel” imbuhnya.

    Tak sampai di situ, ia juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Fasilitator Pelayanan Publik USAID Erat distrik Besuki, Sri Rahayu Sugiartiningsih, penggagas acara yang disebutnya bekerja keras siang dan malam untuk memastikan kegiatan ini terwujud.

    Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi, Budi Santoso, S.Sos, M.Si membuka sambutannya dengan mengucapkan Selamat Hari Disabilitas Internasional kepada seluruh penyandang disabilitas.

    Ia menegaskan jika pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperjuangkan kesetaraan akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    “Keterbukaan informasi publik merupakan hak seluruh warga, tanpa kecuali, sehingga semua dapat merasakan manfaatnya dalam berbagai hal,” ujar Budi.

    Budi Santoso juga menuturkan jika Pemkab Banyuwangi terus berbenah dalam menghadirkan fasilitas, termasuk sarana dan prasarana yang ramah disabilitas.

    Sebagai langkah nyata, Budi mengumumkan bahwa berbagai kegiatan besar Pemkab, termasuk perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-253 pada tanggal 18 Desember 2024 akan dilengkapi dengan juru isyarat sebagai bentuk kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

    Tak sampai di situ, nantinya juga akan ada event-event yang melibatkan berbagai komunitas disabilitas, sehingga setiap insan yang ada di Banyuwangi memiliki kesetaraan serta hak yang sama.

    Saat ini, Diskominfo sedang fokus kepada Keterbukaan Informasi Publik (KIP), sehingga setiap informasi yang ada di Banyuwangi dapat diterima oleh segenap masyarakat.

    Materi Literasi KIP dari Para Ahli

    Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari para narasumber, diawali oleh Astrid, konsultan USAID Erat Jakarta sekaligus pakar keterbukaan informasi publik.

    Dalam materinya yang disampaikan via Zoom Meeting dari Jakarta, Astrid memberikan pemahaman mendalam tentang hak-hak akses informasi bagi penyandang disabilitas.

    Ia menekankan pentingnya memastikan informasi yang disediakan badan publik mudah dipahami oleh semua, termasuk difabel.

    “Keterbukaan informasi bukan hanya sekadar memberikan data, tetapi memastikan informasi tersebut bernilai, dapat diakses, dan dimengerti oleh penerima,” kata Astrid.

    Astrid juga mengapresiasi langkah Banyuwangi sebagai salah satu kabupaten yang melibatkan langsung penyandang disabilitas dalam forum formal seperti ini.

    “Banyuwangi telah melakukan praktik baik yang patut ditiru kabupaten lain,” tambahnya.

    Tak hanya itu, Astrid juga memaparkan bagaimana Undang Undang mengatur akses informasi, termasuk apa saja hak-hak yang dapat diterima oleh masyarakat.

    Dijelaskan pula jika masyarakat dapat mengajukan permohonan untuk mengetahui informasi secara langsung ke Diskominfo, baik via online maupun manual dengan datang langsung ke kantor dinas.

    Dalam FGD yang dipandu Indah Catur Cahyaningtyas, pemateri selanjutnya, yakni M. Arif Fajartono, Hendy serta Nafi Ferdian, ST, MT, selaku pengelola website pemkab dan PPID dari Dinas Kominfo Banyuwangi kemudian memaparkan berbagai kanal informasi publik yang sudah tersedia.

    Dari website PPID, media sosial, hingga kerja sama dengan radio komunitas berijin anggota JRKBB, Pemkab Banyuwangi berusaha menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

    Nafi juga membuka kesempatan kepada peserta untuk memberi masukan agar platform informasi publik menjadi lebih ramah disabilitas.

    “Saat ini kami telah mengembangkan PPID yang ramah disabilitas, nantinya kami mohon masukan dari teman-teman agar website menjadi lebih mudah diakses,” jelas Nafi.

    Nafi berharap agar lokalatih tidak berhenti hanya sampai sini saja, tapi ada dampak dan keberlanjutan bagi segenap peserta yang hadir.

    “Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan ada tindak lanjut konkret yang melibatkan teman-teman difabel,” tuturnya ramah.

    Arif menekankan bahwa masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak penuh untuk mengajukan permintaan informasi sesuai UU KIP Nomor 14 Tahun 2008.

    Materi disampaikan sekaligus praktik mengakses PPID yang diikuti oleh seluruh peserta, dibantu oleh pendamping masing-masing.

    Terutama bagi tuna netra, Nurhadi Windoyo selaku Ketua Aura Lentera langsung mendampingi dan mengajarkan bagaimana mengakses PPID dan apa saja yang tertera di laman tersebut.

    Dari praktik tersebut, banyak masukan serta saran dari para peserta disabilitas untuk Diskominfo agar laman PPID lebih mudah diakses, khususnya bagi tuna netra.

    Di akhir acara, Sri Rahayu selaku penggerak inisiasi kegiatan ini menyampaikan melalui kegiatan ini, diharapkan penyandang disabilitas di Banyuwangi memiliki pemahaman yang lebih baik tentang keterbukaan informasi publik dan bagaimana mengaksesnya.

    Bibit Sri Lestari (HWDI) dan Abdullah (Gergatin) menyambut baik lokalatih yang membuat para peserta jadi melek teknologi di era digital. Diharapkan ada pelatihan serta pendampingan berkelanjutan untuk bisa selancar di media sosial.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk