Tag: fashion

  • Jangan Keliru, Ini Cara Pakai Pashmina Sesuai Jenisnya

    Jangan Keliru, Ini Cara Pakai Pashmina Sesuai Jenisnya

    Pashmina adalah jenis hijab kekinian yang terbuat dari bahan lembut dan hangat, sehingga cocok digunakan untuk berbagai musim.

    Selain itu, pashmina juga menjadi tren hijab karena tersedia dari beraneka macam jenis serta dapat digunakan untuk berbagai model.

    Pashmina juga dapat dijadikan aksesoris yang cocok dengan berbagai pakaian. Kamu dapat melakukan eksperimen dengan berbagai cara pakai pashmina untuk mendapatkan tampilan yang paling sesuai dengan selera.

    Cara pakai pashmina memang cukup mudah, tapi jika salah teknik hasilnya kurang maksimal dan justru terlihat aneh.

    Sebab, cara menggunakan pashmina juga harus disesuaikan dengan bentuk wajah agar hasilnya lebih baik dan menambah aura kecantikan.

    Agar lebih jelas, simak cara pakai pashmina berikut ini.

    Cara Pakai Pashmina Sesuai Jenisnya

    1. Pashmina scarf

    Berikut ini cara pakai pashmina scarf:

    – Lipat pashmina menjadi segitiga.
    – Tempatkan pashmina di atas kepala sehingga bagian ujungnya berada di belakang leher.
    – Bungkus bagian ujung yang lebih panjang ke atas dan di atas kepala dan kencangkan di dahi.
    – Kemudian, ambil bagian ujung yang lebih pendek dan bungkus di belakang leher dan jepitkan di bagian depan bahu.

    2. Pashmina shawl

    Cara memakai pashmina shawl adalah dengan melipat pashmina menjadi setengah. Letakkan di atas bahu dan biarkan ujung-ujungnya menggantung di belakang.

    3. Pashmina neck wrap

    Lipat pashmina menjadi setengah dan gulung menjadi bentuk tabung. Kemudian, letakkan di leher dan jepitkan dengan tusukan atau simpul.

    4. Pashmina turban

    Lipat pashmina menjadi segitiga. tempatkan di atas kepala sehingga bagian ujungnya berada di belakang leher.

    Bungkus bagian ujung yang lebih panjang ke atas kepala dan kencangkan di dahi. Kemudian, bungkus bagian ujung yang lebih pendek ke atas kepala, lalu jepitkan.

    Cara Menggunakan Pashmina Secara Umum

    1. Memakai pashmina sebagai syal

    – Lipat pashmina menjadi dua bagian yang sama panjangnya.
    – Letakkan bagian lipatan di belakang leher.
    – Tarik kedua ujung pashmina ke depan tubuh dan biarkan kain melebar.

    2. Memakai pashmina sebagai hijab

    – Lipat pashmina menjadi dua bagian yang sama panjangnya.
    – Letakkan bagian lipatan di belakang kepala.
    – Tarik kedua ujung pashmina ke depan dan bawah dagu.
    – Ambil salah satu ujung pashmina dan bawa ke sisi atas kepala, kemudian bawa ke sisi belakang kepala dan ikat dengan ujung yang lain.

    3. Memakai pashmina sebagai selendang

    – Letakkan pashmina di bahu dan biarkan ujungnya melebar.
    – Bungkus pashmina ke sekitar bahu dan leher untuk memberikan tampilan yang rapi.

    4. Memakai pashmina sebagai rok

    – Letakkan pashmina di pinggang dan buat simpul di sisi pinggang.
    – Bungkus pashmina ke sekitar pinggang dan tuck bagian ujung di bawah simpul.

    Itulah beberapa cara untuk memakai pashmina. Cobalah bereksperimen dengan cara-cara lain untuk menemukan gaya pashmina yang cocok dengan seleramu.

     

  • Jenis-Jenis Pashmina yang Hits dan Cara Memakainya

    Jenis-Jenis Pashmina yang Hits dan Cara Memakainya

    Salah satu jilbab yang banyak disukai kaum Hawa adalah pashmina. Jilbab dengan bentuk persegi panjang ini memiliki banyak ukuran, jenis, dan model yang beragam.

    Tren jilbab pashmina cukup mencuri perhatian di kalangan hijabers saat ini. Beberapa postingan para hijabers pun banyak muncul di Instagram.

    Untuk itu, bagi kamu yang ingin tampil modis, tidak salah salahnya menggunakan jilbab yang satu ini. Selain memiliki harga yang cukup terjangkau, pashmina juga mudah didapatkan.

    Jenis Jenis Pashmina

    Berikut ini jenis-jenis pashmina yang paling banyak dicari kaum hawa dan recommended untuk kamu pakai dalam berbagai kegiatan.

    1. Pashmina Ceruti

    Jenis pashmina ini sangat tren dan menjadi pashmina yang difavoritkan kalangan hijabers. Kamu akan terlihat modis dan tirus ketika memakai jenis pashmina ini. Bahannya yang ringan menjadikan pashmina ini sangat nyaman digunakan.

    Berbagai brand pun banyak yang menggunakan jenis kain ceruti ini, bahkan bukan hanya untuk jilbab, melainkan gamis. Kelebihan memakai pashmina ini adalah memberikan kesan rapi dan juga simpel.

    Namun, ada dari beberapa kalangan yang tidak terlalu menyukai jenis pashmina ini karena dianggap sedikit licin saat pemakaiannya. Selanjutnya ada yang tidak suka dengan pashmina ini karena terlalu tipis.

    Sebenarnya masalah ini bisa dicari solusinya, karena kain ceruti sendiri terdiri dari beberapa kualitas.

    Kain ceruti dengan grade A tentu tidak akan transparan jika dipakai dengan cara yang benar, yakni dengan teknik layer.

    Jika kamu memakai pashmina ini dengan tidak menumpuknya kembali, maka akan membuat rambut terlihat jika tidak memakai inner.

    Untuk itu cara pemakaian pashmina ceruti haruslah benar agar tampilan kamu tetap modis dan sesuai syariat. Bagi para hijabers, pashmina jenis ceruti ini menjadi pashmina wajib yang harus dimiliki.

    2. Pashmina Diamond

    Pashmina diamond termasuk dalam jajaran favorit setelah pashmina ceruti. Bahan yang digunakan dalam pashmina diamond adalah kain diamond yang tidak terlalu tebal.

    Pashmina ini juga recommended untuk kamu yang suka dengan tampilan tidak terlalu menempel di dahi. Selain itu, harganya juga cukup terjangkau sehingga siapapun bisa memilikinya.

    Pashmina ini juga cukup mudah dibentuk sehingga bagi kamu yang sebelumnya tidak pernah memakai pashmina akan dengan mudah bisa menggunakannya.

    3. Pashmina Crinkle

    Salah satu jenis pashmina terbaru adalah pashmina dengan bahan crinkle. Awalnya crinkle digunakan untuk pembuatan gamis atau baju saja.

    Namun, saat ini pashmina berbahan crinkle juga mulai banyak diminati kaum hawa. Terlebih produksi jilbab berbahan crinkle saat ini mulai banyak.

    Pashmina crinkle terbuat dari katun, voal viscose premium, crinkle polycotton, dan chiffon premium.

    Jenis pashmina ini memiliki tekstur sedikit kusut, tidak licin. Sehingga pashmina crinkle tidak perlu disetrika agar teksturnya tidak hilang.

    Itulah jenis jenis pashmina yang banyak dicari para hijabers untuk saat ini. Jika kamu ingin lebih tampil modis, maka pastikan kamu memiliki salah satu atau bahkan ketiga jenis pashmina di atas, ya.

  • Jangan Keliru, Ini Perbedaan Yukata dan Kimono

    Jangan Keliru, Ini Perbedaan Yukata dan Kimono

    Jepang merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan destinasi banyak wisatawan karena memiliki segudang wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

    Adapun destinasi wisatanya seperti Disneyland, Gunung Fuji, Arashiyama, Tokyo Tower, Todaiji Temple, dan masih banyak lainnya.

    Selain itu, alasan orang ingin liburan ke Jepang adalah untuk mengenakan pakaian adatnya, baik Yukata maupun Kimono.

    Meski terkesan sama, tapi pada dasarnya kedua baju tradisional Jepang tersebut memiliki perbedaan.

    Secara harfiah, Kimono berasal dari dua kata, yaitu Ki yang berarti pakai dan Mono yang berarti barang sehingga dapat diartikan sebagai barang (pakaian) yang dipakai.

    Jika dilihat dari sejarah, Kimono sudah ada sejak 300 tahun sebelum zaman Meiji. Saat itu, ukuran Kimono sedikit lebih besar.

    Seiring berkembangnya waktu, Kimono berubah menjadi lebih kecil yang ukurannya proporsional dengan tubuh atau fisik pengguna.

    Lalu, apa perbedaan Yukata dan Kimono?

    1. Komposisi Lapisan Baju

    Perbedaan Yukata dan Kimono paling mendasar yaitu terletak pada lapisan dalam pakaian.

    Kimono memiliki lapisan bahan dari sutra dengan tekstur tertentu di dalamnya. Berbeda dengan Yukata yang tanpa adanya lapisan baju.

    Hal ini disebabkan karena Kimono dan Yukata yang digunakan hanya saat musim tertentu saja.

    2. Lengan Pakaian

    Perbedaan berikutnya dari Kimono sangat terlihat pada jenis lengan yang beragam, salah satunya adalah furisode.

    Kimono sendiri memiliki lengan yang panjangnya sampai bisa menyentuh tanah dan hanya dikhususkan untuk perempuan yang belum menikah.

    Sedangkan untuk Yukata memiliki lengan yang panjangnya kurang  dari 50cm.

    3. Bahan yang Digunakan

    Perbedaan selanjutnya terlihat dari bahan pada Kimono yang biasanya terbuat dari bahan sutra untuk menunjukkan sebuah kemewahan, beserta estetika.

    Sehingga, bahannya akan terasa lebih tebal dan lebih hangat saat digunakan.

    Pakaian ini sangat cocok untuk dipakai pada saat musim dingin.

    Sedangkan, untuk Yukata sendiri biasanya hanya terbuat dari bahan katun atau polyester, sehingga harganya relatif lebih murah dibandingkan Kimono.

    4. Waktu Pemakaian

    Pakaian Yukata lebih sering digunakan di luar ruangan. Misalnya, pada acara musim panas, seperti pertunjukan Hanabi.

    Untuk pakaian Kimono hanya digunakan pada acara formal saja, seperti acara kelulusan maupun pernikahan.

    Maka dari itu, jika kamu sering melihat jenis pakaian ini di jalanan Jepang, itu adalah pakaian adat Yukata karena desainnya lebih casual dan simpel.

    Itulah perbedaan Yukata dan Kimono yang cukup signifikan yang perlu kamu ketahui agar tidak salah pakai ketika liburan ke Jepang.

  • 6 Proses Pembuatan Kain dari Tahap Awal Sampai Akhir

    6 Proses Pembuatan Kain dari Tahap Awal Sampai Akhir

    Kain adalah produk tekstil yang sangat penting dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.

    Kain merupakan bahan utama pembuatan pakaian, seperti baju, celana, rok, jaket, sepatu, dan topi.

    Apakah kamu penasaran bagaimana proses pembuatan kain?

    Proses Pembuatan Kain

    Dalam kehidupan sehari-hari, kain merupakan kebutuhan sandang, dan kain juga memiliki fungsi untuk kebutuhan rumah tangga.

    Contohnya, digunakan untuk kain pel, taplak meja, serbet, gorden, sprei, sarung bantal, dan masih banyak lagi.

    Berikut ini ada beberapa proses dalam pembuatan kain dari tahap awal sampai akhir.

    1. Proses Spinning

    Tahapan yang pertama adalah, proses spinning atau yang lebih dikenal dengan proses pemintalan.

    Dimana, kain kapas pertama kalinya dilakukan melalui proses pemintalan dari kapas untuk menghasilkan sebuah benang.

    2. Soft Winder

    Langkah berikutnya, setelah melakukan proses spinning dengan benar dan selesai adalah soft winder.

    Melalui proses soft winder inilah benang dari proses spinning digulung.

    3. Pencelupan

    Setelah selesai menyelesaikan proses soft winder, langkah berikutnya dalam membuat kain adalah dengan melalui proses pencelupan.

    Pada proses ini, benang yang telah digulung atau melalui proses soft winder tadi akan dicelupkan. Fungsinya untuk menghasilkan beragam warna.

    Usai proses pencelupan berhasil dilakukan, maka benang tersebut harus segera dikeringkan.

    4. Proses Weaving (Menenun kain)

    Setelah beberapa proses tadi dilakukan, barulah benang-benang yang sebelumnya telah mengalami proses pencelupan, kemudian weaving untuk menjadi sebuah kain.

    Proses pertenunan ini adalah proses dimana benang pakan disilangkan dengan benang lusi dengan tujuan agar teranyam (menjadi anyaman).

    5. Proses Shiage

    Tahapan berikutnya setelah melalui proses weaving atau menenun kain, adalah proses shiage.

    Proses shiage ini adalah bagian dari proses pemeriksaan atau pengecekan setelah kain sudah ditenun dengan sempurna.

    Pada proses ini tujuannya untuk menentukan grade dari kain-kain tersebut.

    6. Proses Dyeing

    Proses yang terakhir adalah proses pemolesan terhadap warna pada kain, yaitu penampilan, handling atau pegangan.

    Hal ini adalah langkah terakhir dari tahapan proses pengolahan kapas sampai menjadi kain.

    Setelah keenam tahapan tersebut di selesaikan, kemudian kain tersebut dipotong sesuai ukurannya masing-masing untuk dijadikan berbagai macam produk fashion.

    Contohnya, seperti kaos, jaket, kemeja, polo shirt, gamis, hijab dan lain sebagainya.

    Itulah proses pembuatan kain yang sebenarnya perlu diketahui.

    Hal ini berguna untuk menambah wawasan sekaligus menambah inspirasi jika kamu ingin bekerja di bidang pembuatan kain.

  • Tips Traveling Untuk Hijabers, Liburan Jadi Nyaman dan Anti Ribet

    Tips Traveling Untuk Hijabers, Liburan Jadi Nyaman dan Anti Ribet

    Traveling adalah kegiatan yang menyenangkan bagi siapa saja. Menikmati suasana baru, mengenal budaya yang berbeda, mencicipi kuliner khas daerah, hingga mengabadikan momen indah bersama orang tercinta menjadi hal yang selalu ditunggu-tunggu.

    Namun, bagi para hijabers, perjalanan wisata sering kali membutuhkan persiapan ekstra. Mulai dari pakaian, hijab, hingga perlengkapan kecil yang menunjang kenyamanan, semua harus dipikirkan dengan matang agar tidak mengganggu keseruan liburan.

    Banyak hijabers yang merasa repot karena harus membawa berbagai jenis baju, aksesoris, sepatu, hingga aneka hijab.

    Padahal jika sudah tahu trik dan tipsnya, traveling sebagai hijaber bisa tetap simpel tanpa kehilangan gaya.

    Kuncinya ada pada cara memilih perlengkapan yang tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan destinasi.

    Nah, agar liburanmu lebih mudah dan tetap menyenangkan, berikut beberapa tips traveling khusus untuk hijabers yang bisa kamu terapkan.

    1. Pilih Model Hijab yang Simple dan Nyaman

    Hijab adalah bagian penting bagi hijabers, sehingga memilih model yang tepat sangat diperlukan.

    Saat traveling, pilihlah hijab dengan model yang simpel dan bahan yang nyaman, seperti katun atau voal yang mudah menyerap keringat.

    Hindari bahan yang terlalu tebal karena akan terasa panas saat dipakai beraktivitas seharian. Untuk memudahkan padu padan, bawalah hijab dengan warna-warna netral seperti hitam, abu-abu, atau krem.

    Dengan begitu, kamu tidak perlu membawa terlalu banyak hijab tetapi tetap bisa terlihat stylish dalam setiap kesempatan.

    2. Gunakan Pakaian yang Praktis dan Ringan

    Selain hijab, pemilihan pakaian juga sangat penting. Bagi hijabers, pakaian yang nyaman dan tidak ribet akan sangat membantu saat bepergian.

    Pilih atasan dan bawahan yang mudah dipadukan, misalnya tunik longgar dengan celana kulot atau blouse ringan dengan celana jeans.

    Pastikan juga bahan pakaian tidak panas, mudah menyerap keringat, dan cocok dengan hijab yang dibawa.

    Dengan pakaian yang tepat, kamu tetap bisa tampil modis meski harus beraktivitas seharian saat jalan-jalan.

    3. Bawa Pakaian Secukupnya, Jangan Berlebihan

    Kebiasaan wanita ketika traveling biasanya adalah membawa pakaian terlalu banyak karena ingin selalu tampil sempurna.

    Namun, hal ini justru bisa merepotkan. Bagi hijabers, membawa pakaian secukupnya saja sudah cukup asal pandai memadukan. Triknya adalah memilih pakaian yang bisa dipakai berulang dengan kombinasi berbeda.

    Misalnya, satu outer bisa dipakai dengan beberapa inner dan hijab berbeda. Selain lebih praktis, bawaanmu juga tidak akan terlalu berat sehingga lebih nyaman saat bepergian.

    4. Jangan Lupa Bawa Kaos dan Jaket

    Jika destinasi liburanmu adalah pegunungan atau tempat yang berhawa dingin, jangan lupa membawa jaket.

    Pilih jaket berbahan parasut atau windbreaker agar tetap hangat dan tidak mudah basah jika terkena hujan.

    Sementara itu, kaos bisa digunakan sebagai dalaman agar lebih nyaman. Dengan membawa perlengkapan ini, kamu tetap bisa menikmati perjalanan tanpa khawatir kedinginan.

    5. Gunakan Legging sebagai Pelapis

    Bagi hijabers yang suka memakai rok, legging adalah barang wajib saat traveling. Fungsinya bukan hanya untuk menambah kenyamanan, tetapi juga menjaga aurat agar tetap tertutup dalam kondisi tertentu.

    Misalnya saat rok tertiup angin atau ketika tanpa sengaja tersingkap. Dengan legging, kamu akan merasa lebih aman, bebas bergerak, dan tetap percaya diri saat menjelajah tempat baru.

    Itulah beberapa tips traveling untuk hijabers agar tetap nyaman, praktis, dan modis selama perjalanan. Dengan persiapan yang tepat, traveling tidak akan terasa ribet.

    Jadi, sudah siapkah kamu merencanakan liburan berikutnya dengan gaya hijab yang simpel, aman, dan penuh percaya diri?

  • 6 Tips Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah Agar Cantik Maksimal

    6 Tips Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah Agar Cantik Maksimal

    Jilbab adalah pakaian yang tujuannya menututupi aurat pada bagian atas (kepala dan rambut). Dalam bahasa Arab, jilbab bisa diartikan sebagai selendang yang fungsinya untuk menutupi kepala.

    Nah, perkembangan jilbab pun terus mengalami kemajuan. Dibuktikan dengan munculnya berbagai macam model jilbab yang cantik dan inovatif.

    Namun, walau saat ini sudah banyak sekali model hijab, tak sedikit yang masih bingung dalam memilih jilbab yang pas dan tepat dengan bentuk wajah.

    Apakah kamu mengalami hal yang sama?

    Tips Memilih Jilbab Sesuai Bentuk Wajah

    Kalau benar, maka kamu harus simak beberapa tips memilih jilbab berikut ini agar wajah tampak tirus dan lebih cantik.

    1. Wajah Panjang

    Jika kamu memiliki bentuk wajah yang panjang atau lonjong, maka sebaiknya kamu memilih model jilbab Arab atau turkish hijab style.

    Sebab model jilbab ini menggunakan ciput dalaman pada dahi sehingga mengurangi efek panjang pada wajah.

    2. Wajah Bulat

    Jika kamu memiliki bentuk wajah bulat, maka model jilbab yang cocok digunakan adalah model bergo dengan bahan loose/jatuh agar wajah terlihat lebih ramping.

    3. Jidat atau Dahi Lebar

    Untuk kamu yang punya dahi lebar, bisa menggunakan jilbab dengan inner/bandana yang tujuannya untuk menutupi sisi luar kanan dan kiri dahi dengan aksen silang.

    4. Wajah Kecil

    Wajah kecil itu imut sehingga cocok menggunakan berbagai macam model jilbab. Namun, untuk hasil sempurna, kamu bisa menggunakan aksen loose dengan bahan yang jatuh ke pipi agar menambah kesan mungil dan lucu.

    5. Pipi Tembem

    Agar pipi tidak terlalu tembem, sebaiknya kamu memilih model jilbab yang bisa menutupi bagian bawah telinga. Untuk mendukung hasil, kamu juga bisa menambah aplikasi make up shadding pipi.

    6. Wajah Kotak

    Wajah kotak ditandai dengan ukuran pelipis dan pangkal rahang yang relatif sama.

    Bentuk wajah seperti kotak atau persegi cocok digunakan jilbab bulat yang akan membingkai dan menyamarkan garis wajah sehingga tidak terlihat persegi lagi.

    Nah, itulah beberapa tips memilih jilbab sesuai dengan bentuk wajah. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

    Author : Eva

  • 6 Trik Berpakaian Untuk Wanita Gemuk Agar Tampak Ramping

    6 Trik Berpakaian Untuk Wanita Gemuk Agar Tampak Ramping

    Iri gak sih saat melihat wanita kurus langsing bisa mengenakan segala jenis pakaian? Sementara, wanita bertubuh gemuk hanya bisa mengenakan jenis pakaian yang terbatas saja.

    Wanita gemuk hanya bisa mengenakan pakaian berukuran “Big size” alias besar. Padahal, tidak semua pakaian tersedia dalam ukuran tersebut.

    Selain karena ukurannya yang terlampau besar, tidak semua pakaian pantas dikenakan oleh wanita bertubuh gemuk.

    Oleh sebab itu, tidak sedikit dari mereka yang merasa kesulitan dalam memilih pakaian. Bahkan, mau tidak mau mereka harus mengenakan pakaian yang monoton tanpa style yang menarik.

    Tentu saja, hal itu sangat menyedihkan, bukan? Maksud hati ingin tampil fashionable, tapi apa daya style pakaian yang tersedia terbatas.

    Tapi, jangan berhati kecil dulu. Kamu masih bisa kok tampil fashionable. Penasaran? Berikut adalah trik berpakaian untuk wanita bertubuh gemuk agar terlihat langsing.

    1. Memilih Warna Pakaian yang Tepat

    Hal dasar yang harus kamu perhatikan dalam memilih pakaian agar terlihat ramping adalah pemilihan warna yang tepat.

    Yups, kamu harus memilih pakaian yang berwarna gelap karena dapat memberikan ilusi pada tubuhmu sehingga terlihat lebih kecil.

    Warna gelap yang bisa kamu pilih seperti hitam, coklat tua, hijau tua, dan masih banyak lainnya.

    2. Memilih Motif Baju

    Wanita bertubuh ramping mungkin bisa memilih semua motif pakaian sesuai dengan selere mereka. Namun, bagaimana dengan wanita bertubuh gemuk?

    Umumnya, wanita bertubuh gemuk hanya disarankan untuk mengenakan pakaian gelap saja. Akan tetapi, bukan berarti tidak bisa mengenakan pakaian bermotif, ya.

    Asalkan motif yang dipilih tepat. Sebaiknya kamu memilih pakaian atau dress bermotif kecil dengan potongan yang sederhana.

    Selain itu, juga bisa memilih pakaian dengan motif garis kecil vertikal agar memberikan kesan tinggi.

    3. Hindari Pakaian Longgar

    Pakaian longgar memang sangat nyaman dikenakan karena tubuh bisa bergerak dengan bebas.

    Tapi, jenis pakaian ini sebaiknya dihindari oleh kamu yang bertubuh gemuk. Hal ini dikarenakan pakaian longgar akan membuat tubuhmu terlihat lebih besar.

    Ada baiknya jika kamu memilih pakaian yang slim fit atau pas body.

    4. Hipster Cut Jeans

    Jeans merupakan jenis pakaian yang diminati oleh hampir semua orang karena bisa dikenakan kapanpun dan di manapun, baik acara formal atau hanya sekedar berkumpul dengan teman-teman.

    Sebenarnya, ada banyak jenis atau model jeans. Namun, hanya ada satu jenis jeans yang cocok dikenakan oleh wanita bertubuh gemuk, ialah hipster cut jeans.

    Jeans ini akan terlihat bagus dikenakan jika kamu memiliki lemak di bagian perut dan juga pinggul yang lebar.

    5. Kenakan Long Cardigan

    Kamu juga bisa menambahkan long cardigan dalam daftar pakaian wajibmu.

    Sebab, long cardigan bisa menutupi bagian tubuh yang terlihat besar, seperti paha dan betis, sehingga tubuh kamu terlihat lebih langsing.

    6. Rok Pendek

    Banyak wanita bertubuh ramping mengenakan rok pendek untuk menunjukkan betis mereka yang ramping. Wanita gemuk juga bisa mengenakan rok pendek, loh.

    Tapi, yang perlu diingat adalah pemilihan jenis atau model roknya harus tepat.

    Sebaiknya, kamu yang bertubuh gemuk mengenakan rok pendek yang panjangnya di atas lutut agar kakimu terlihat lebih panjang.

    Itulah trik berpakaian bagi wanita bertubuh gemuk agar terlihat lebih ramping.

    So, bagi kamu yang bertubuh gemuk, jangan berkecil hati, ya. Kamu masih bisa tetap tampil fasionable kok. Selamat mencoba!

    Author : Eva
    Editor : Maulana Affandi