Tag: film

  • LSF RI Gelar Bimtek e-SiAS di Banyuwangi, Dorong Literasi Sensor dan Produksi Film Berkualitas

    LSF RI Gelar Bimtek e-SiAS di Banyuwangi, Dorong Literasi Sensor dan Produksi Film Berkualitas

    BANYUWANGI — Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI) menggelar kegiatan Literasi Layanan Penyensoran Film dan Iklan Film: Bimbingan Teknis Pembuatan Akun e-SiAS bersama para pemangku kepentingan perfilman se-Jawa Timur, Rabu (19/11), di Blambangan Ballroom Lantai 1 Aston Banyuwangi Hotel & Conference Center.

    Kegiatan ini bertujuan agar masyarakat paham mengenai penggolongan usia penonton dan kriteria sensor, membantu masyarakat memilih tontonan yang bermutu, serta mendorong para pembuat film memahami pedoman sensor agar menghasilkan karya yang layak dan berkualitas.

    Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Taufik Rohman, M.Si., membuka acara dengan memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini di Banyuwangi.

    Menurutnya, hal ini menegaskan bahwa perkembangan perfilman di Banyuwangi cukup pesat.

    Ia menyampaikan bahwa proses produksi film kini lebih mudah berkat teknologi, namun isi film tetap harus memperhatikan aspek hukum dan regulasi.

    “Harapannya dari Banyuwangi muncul film-film yang berkualitas. Apalagi Banyuwangi sudah menjadi lokasi syuting beberapa film nasional karena keindahan alamnya,” ucapnya.

    Sambutan kedua disampaikan oleh Hairus Salim, Ketua Subkomisi Desa Sensor Mandiri dan Komunitas LSF RI, mewakili Kepala LSF RI.

    Mengawali dengan pantun, ia menekankan pentingnya para pembuat film mendaftarkan karya ke LSF untuk peninjauan resmi.

    Ia mengingatkan bahwa sensor terbaik dimulai dari lingkungan terdekat, mulai keluarga, sekolah, dan komunitas.

    “Dulu, anak yang diam di rumah dianggap anak baik. Sekarang justru perlu diawasi, karena internet menyajikan film dan konten yang tidak semuanya layak,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa bioskop tidak akan menayangkan film tanpa Surat Tanda Lulus Sensor (STLS).

    Acara kemudian dipandu oleh Drs. Aekanu Haryono, budayawan dan seniman Banyuwangi.

    Materi Pertama: Film untuk Menggerakkan Pariwisata

    Materi pertama disampaikan oleh Ainur Rofiq, S.Sos., M.M., Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

    Dalam paparannya, ia mengatakan secara langsung bahwa Banyuwangi punya potensi yang luar biasa dalam industri perfilman karena keindahan alamnya.

    “Banyuwangi memiliki potensi besar di bidang perfilman. Banyak film yang sudah dan akan diproduksi dengan memanfaatkan keindahan dan kekhasan daerah ini. Film-film itu bukan hanya karya seni, tetapi sekaligus alat promosi yang mampu menggerakkan pariwisata dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.”

    Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara sineas dan pemerintah daerah dapat membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri kreatif.

    Materi Kedua: Praktik Membuat Akun e-SiAS dan Pemahaman Regulasi

    Memasuki sesi berikutnya, Ketua Subkomisi Penyensoran LSF RI sekaligus praktisi film senior, Hadi Artomo, memberikan materi mengenai regulasi penyensoran, prinsip film yang baik, serta prosedur administratif pendaftaran film.

    Ia memberikan ilmu kepada para peserta bagaimana produksi film yang baik, termasuk dari pemilihan judul, dan bagaimana menulis skenario cerita yang menarik.

    Di tengah pemaparan, ia secara langsung juga mengajarkan peserta cara membuat akun e-SiAS, mulai dari tahap registrasi, pengisian data, hingga cara mengunggah berkas film untuk proses sensor.

    Hadi juga menegaskan bahwa pendaftaran film kini dapat dilakukan melalui direktorat lembaga seni di masing-masing kota untuk memperoleh Tanda Penerimaan Pendaftaran Film (TPPF).

    “Jika ingin syuting di lokasi tertentu, TPPF ini penting sebagai surat pengantar perizinan,” jelasnya.

    Ia mengingatkan bahwa izin lokasi dari masyarakat sekitar wajib dilakukan untuk mencegah sengketa di kemudian hari.

    Diskusi: Aksesibilitas Film bagi Disabilitas

    Dalam sesi diskusi, Safarudin dari Yayasan Aura Lentera menanyakan tentang regulasi agar film dapat diakses oleh penyandang disabilitas, terutama yang memiliki hambatan pendengaran.

    Pertanyaan tersebut disambut baik oleh pihak LSF, yang menyatakan bahwa mereka akan mendorong pengembangan pedoman teknis agar film semakin ramah disabilitas, agar sesuai dengan standar aksesibilitas sehigga memungkinkan semua kalangan menikmati film secara setara.

    Kegiatan ditutup dengan harapan agar insan perfilman di Jawa Timur, khususnya Banyuwangi, semakin memahami pentingnya sensor, regulasi, dan etika produksi demi lahirnya karya yang aman, bermutu, dan bermanfaat bagi publik.

  • Sinopsis S Line: Ketika Cinta, Dosa, dan Aib Tak Bisa Lagi Disembunyikan

    Sinopsis S Line: Ketika Cinta, Dosa, dan Aib Tak Bisa Lagi Disembunyikan

    Drama Korea terbaru berjudul S Line berhasil mencuri perhatian publik bahkan sebelum penayangannya secara resmi.

    Dengan premis yang unik dan penuh kontroversi, drama ini tidak hanya menampilkan cerita fiksi yang menarik, tetapi juga menggugah kesadaran sosial tentang privasi, hubungan manusia, dan penghakiman publik.

    Disutradarai dan ditulis oleh Ahn Joo-young, S Line membawa penonton menyelami dunia di mana garis merah bercahaya tiba-tiba muncul di atas kepala orang-orang yang pernah berhubungan seksual.

    Garis ini, yang terlihat oleh mata publik melalui kacamata khusus, menjadi simbol keterikatan masa lalu yang tidak bisa dihapus, dan justru menimbulkan konflik baru yang kompleks.

    Premis yang Berbeda dari Drama Korea Lainnya

    Di tengah banyaknya drama Korea bertema romantis atau keluarga, S Line muncul sebagai angin segar dengan genre thriller-sosial bercampur elemen fantasi.

    Drama ini diadaptasi dari webtoon populer karya Ggomabi, bagian dari trilogi webtoon bertema kematian, yang sebelumnya telah dikenal luas oleh penggemar komik daring.

    Ceritanya berpusat pada munculnya garis merah misterius disebut S Line yang menghubungkan dua orang yang pernah berhubungan intim.

    Garis tersebut menjadi terlihat oleh publik karena sebuah perusahaan teknologi menciptakan kacamata khusus yang dapat mendeteksinya.

    Penemuan ini membuat dunia berubah drastis. Rahasia pribadi yang sebelumnya tersembunyi kini dapat diketahui siapa saja, bahkan oleh orang asing.

    Dari sinilah konflik drama dimulai. Manusia tidak hanya harus menghadapi masa lalu mereka, tetapi juga menghadapi stigma, perasaan malu, ketakutan, dan krisis kepercayaan terhadap orang di sekitar mereka.

    Tokoh Utama dan Dinamika Cerita

    Tokoh utama dalam drama ini adalah Han Ji-wook (diperankan oleh Lee Soo-hyuk), seorang detektif dengan kepribadian bebas dan skeptis terhadap teknologi baru.

    Namun, ketika ia secara tidak sengaja menggunakan kacamata S Line dan melihat begitu banyak garis merah di sekelilingnya, termasuk di atas kepalanya sendiri, sehingga ia terdorong untuk mengungkap misteri besar di balik teknologi tersebut.

    Ji-wook tidak sendirian, ia kemudian bertemu Shin Hyun-heum (diperankan oleh Arin), seorang gadis muda yang bisa melihat garis merah sejak lahir tanpa bantuan alat apapun.

    Pengalaman hidupnya yang sunyi dan penuh diskriminasi membuatnya tertutup, namun pertemuannya dengan Ji-wook menjadi titik balik yang membentuk hubungan emosional mendalam di antara keduanya.

    Tokoh kunci lain adalah Lee Gyu-jin (diperankan oleh Lee Da-hee), seorang guru SMA dengan masa lalu yang rumit dan keterlibatan tak terduga dalam jaringan S Line.

    Sementara itu, karakter seperti Sun-ah (diperankan Lee Eun-saem), keponakan Ji-wook, memberikan sentuhan emosional yang memperkaya cerita, memperlihatkan dampak S Line di kalangan remaja.

    Adaptasi Webtoon dengan Visual Sinematik

    Sebagai adaptasi dari webtoon populer, S Line tidak hanya kuat di sisi naratif, tetapi juga mengusung visual yang penuh estetika gelap dan simbolik.

    Penonton disuguhkan suasana kota modern yang kontras dengan garis merah mencolok, menciptakan metafora visual tentang betapa rapuhnya privasi manusia di era teknologi.

    Kehadiran sutradara Ahn Joo-young yang sebelumnya dikenal melalui film A Boy and Sungreen juga membawa pendekatan artistik yang intim dan tajam.

    Ia berhasil mengangkat premis fantasi ke dalam bentuk tontonan yang menyentuh dan realistis.

    Prestasi Internasional dan Respons Positif

    Menariknya, sebelum resmi tayang di Korea pada 11 Juli 2025 melalui platform Wavve, S Line lebih dahulu diputar perdana di ajang bergengsi Canneseries 2025.

    Di sana, drama ini mendapat standing ovation dari lebih dari 2.000 penonton dan berhasil membawa pulang Penghargaan Musik Terbaik (Best Music Award).

    Prestasi ini menjadi tonggak penting karena S Line adalah drama Korea pertama yang meraih penghargaan musik di Canneseries.

    Penghargaan tersebut tidak lepas dari peran Lee Jun-oh sebagai komposer dan Son Jeong sebagai pengarah musik yang menciptakan alunan atmosferik penuh ketegangan dan emosi, memperkuat nuansa setiap adegan.

    Pesan Moral dan Kritik Sosial

    Di balik kisah fiksinya, S Line menyentil banyak isu penting, salah satunya adalah bagaimana masyarakat menghakimi masa lalu seseorang hanya berdasarkan hubungan personal mereka.

    Drama ini juga mengajak penonton merenungi seberapa jauh teknologi bisa dan boleh mencampuri kehidupan pribadi.

    Lewat visual yang memukau, akting kuat, dan naskah yang reflektif, S Line menyampaikan pesan bahwa tidak ada manusia yang bebas dari masa lalu.

    Namun, bukan berarti masa lalu itu pantas dihakimi secara terbuka. Drama ini menantang kita untuk bertanya: apakah transparansi selalu baik? Atau justru bisa menghancurkan?

  • High School Return of a Gangster Tayang Setiap Hari Apa?

    Drama Korea “High School Return of a Gangster” tayang setiap hari Rabu di VIU.

    Drama ini mulai tayang perdana pada tanggal 29 Mei 2024 dan memiliki total 8 episode. Setiap episode berdurasi 70 menit.

    Berikut beberapa informasi tambahan tentang drama ini:

    • Genre: Kehidupan, Remaja, Fantasi
    • Sutradara: Lee Sung Taek
    • Penulis: Horol dan Jung Da Hee
    • Pemeran: Yoon Chan Young, Bong Jae Hyun, Lee Seo Jin, Kim Se Won

    Sinopsis High School Return of a Gangster

    High School Return of a Gangster adalah drama Korea terbaru yang sedang tayang sejak 29 Mei 2024.

    Drama ini diadaptasi dari webtoon populer dan dibintangi oleh aktor kenamaan Lee Seo-Jin.

    Seorang preman legendaris bernama Kim Deuk Pal bereinkarnasi ke dalam tubuh seorang siswa SMA yang lemah.

    Dia kemudian menggunakan kekuatan dan pengetahuannya untuk melawan para pengganggu dan melindungi orang-orang yang dia sayangi.

    Drama ini menyajikan cerita unik tentang Kim Deuk-Pal, seorang gangster tangguh berusia 47 tahun.

    Suatu hari, ia menyaksikan percobaan bunuh diri seorang anak SMA bernama Song Yi-Heon.

    Tak bisa tinggal diam, Deuk-Pal berusaha menolong Yi-Heon. Namun, karena kecelakaan, jiwa Deuk-Pal justru berpindah ke tubuh Yi-Heon!

    Deuk-Pal yang kini berada di tubuh anak SMA pun harus menjalani kehidupan sekolah menengah atas.

    Ia pun mengetahui bahwa Yi-Heon ternyata menjadi korban perundungan.

    Dengan pengalamannya sebagai gangster, Deuk-Pal pun bertekad untuk melindungi para korban bully dan menegakkan keadilan di sekolah.

    High School Return of a Gangster tak hanya menghadirkan kisah keseharian anak SMA.

    Deuk-Pal yang masih memiliki ingatan masa lalunya juga harus berurusan dengan dunia gangster yang pernah ia geluti.

    Perpaduan dunia gangster yang keras dengan kehidupan sekolah yang ceria ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.

  • 4 Rekomendasi Film Perang Dunia Terbaik, Dijamin Bikin Deg-degan!

    4 Rekomendasi Film Perang Dunia Terbaik, Dijamin Bikin Deg-degan!

    Film bergenre action tidak pernah berhenti membuat penggemar penasaran, termasuk tema film perang dunia.

    Film perang dunia punya tempat tersendiri di hati para penonton.

    Sebab, selain menghadirkan adegan peperangan yang menegangkan, film perang dunia juga biasanya sarat akan sejarah.

    Meskipun secara detail tidak sepenuhnya nyata, tapi banyak ilmu yang bisa dipetik.

    Tak hanya menggambarkan situasi tembak-menembak, ceritanya pun bisa lebih luas mulai dari kisah cinta hingga persahabatan.

    Rekomendasi Film Perang Dunia Terbaik

    Bagi kamu yang sedang mencari rekomendasi film perang dunia terbaik mulai dari rilisan lama hingga terbaru, simak informasinya berikut ini.

    1. Fury

    Film yang rilis pada tahun 2020 ini adalah film perang dunia yang mengisahkan pertempuran antara Amerika Serikat melawan NAZI.

    Fury menjadi salah satu film paling sukses di tahun 2020 dan menyabet sejumlah penghargaan.

    Diantaranya adalah Top Ten Films, Best Cast hingga Hollywood Editing Awards.

    Dibintangi oleh Brad Pitt yang berperan sebagai tokoh utama yaitu Don Wardaddy.

    Ia memimpin pasukan kecil untuk masuk ke area pertahanan musuh menggunakan tank bernama Fury.

    Sampai pada akhirnya tentara AS dengan barisan tanknya terjebak dalam jebakan NAZI.

    Para tentara berguguran dan hanya meyisakan beberapa kelompok kecil termasuk kelompok Wardaddy.

    Menyisakan empat tank termasuk Fury mereka mencoba menerobos pertahanan dari Nazi dan melancarkan serangan.

    2. All Quiet On The Western Front

    All Quiet On The Western Front adalah film perang dunia yang sedang jadi perbincangan hangat.

    Dirilis pada September 2022, film ini diangkat dari novel terkenal karya Erich Remarque.

    Filmnya berfokus pada kisah seorang Paul Baumer, prajurit muda dari kekaisaran Jerman yang merasakan kehidupan kelam di tengah medan perang.

    Awalnya ia sangat antusias menjadi prajurit karena pidato patriotik dari gurunya di sekolah. Serta label pahlawan bagi para prajurit yang ikut serta dalam membela bangsa.

    Tapi pandangan Paul langsung berubah pada hari pertama di medan perang.

    Ia melihat rekan-rekannya berguguran secara tragis. Dan ia menyadari persediaan sumber daya sangat tipis.

    Suatu ketika Paul bertemu veteran perang bernama Stanislaus Katczinsky. Ia memiliki pandangan sama dengan Paul terkait mengerikannya medang perang.

    Dengan kemampuan perang yang masih minim, Paul bekerjasama dengan Stanislaus untuk bisa bertahan hidup di tengah segala keterbatasan.

    3. The Bombardment

    The Bombardment adalah film perang dunia dengan cerita yang sangat segar dan berbeda.

    Film ini mengambil peristiwa sejarah pemboman Kota Copenhagen di Denmark oleh Inggris pada tahun 1945.

    Peristiwa yang tidak begitu mendunia dan bahkan nyaris terlupakan.

    Mengisahkan gerakan perlawanan Denmark di kota Copenhagen untuk mengalahkan Gestapo (polisi rahasia Nazi) yang punya markas di tengah kota tersebut.

    Akhirnya kelompok tersebut meminta bantuan tentara angkatan udara Inggris untuk menjatuhkan bom ke markas Gestapo.

    Tapi naasnya pesawat angkatan udara Inggris salah menjatuhkan bom dan justru mengenai sekolah katolik yang dipenuhi oleh anak-anak dan guru.

    4. The Photographer of Mauthausen

    Film yang rilis tahun 2018 ini memiliki latar cerita masa Holocaust yang dilakukan oleh Nazi.

    Dari sekian banyak film yang mengambil kisah peristiwa Holocaust, The Photographer of Mauthausen ini punya sudut pandang yang berbeda.

    Film ini berfokus pada seorang komunis asal Spanyol bernama Francesc Boix. Ia adalah salah satu tahanan Nazi dan menjadi budak.

    Ketika rekan-rekannya banyak yang tewas, Francesc Boix mampu bertahan hidup karena keahliannya dalam fotografi.

    Salah satu tentara Nazi bernama Paul Ricken yang mencintai dunia fotogarfi akhirnya mengangkat Francesc Boix menjadi asisten.

    Ia mulai menjalani tugas untuk mendokumentasi mayat-mayat yang ditembak Nazi dengan alasan kabur.

    Tapi ternyata Francesc menemukan fakta bahwa mereka dibunuh bukan karena kabur dan itu hanya jadi alasan Nazi untuk menutupi misi mereka yang sebenarnya yaitu melakukan Genosida.

    Akhirnya dengan resiko yang tinggi Francesc lewat kemapuan fotografi diam-diam mengumpulkan bukti-bukti kekejaman Nazi lewat jepretan yang ia hasilkan.

    Bersama rekan-rekannya Francesc berupaya untuk menyebarkan foto tersebut dan memperlihatkan
    kepada dunia tentang kekejaman yang dilakukan oleh Nazi.

  • The Architecture of Love: Luka Lama, Cinta Baru, dan Pencarian Jati Diri

    Film “The Architecture of Love” merupakan karya sinematik yang menggabungkan keindahan arsitektur dengan kompleksitas hubungan manusia.

    Dengan latar belakang kota New York yang memukau, film ini mengajak penonton untuk menelusuri jalan-jalan dan gedung-gedung ikonik sambil menyelami kisah cinta yang unik antara dua tokoh utama, Raia dan River.

    Keduanya adalah sosok yang telah mengalami patah hati dan kehilangan, namun menemukan kesempatan kedua dalam cinta di kota yang tidak pernah tidur ini.

    Raia, seorang penulis terkenal yang mengalami kebuntuan kreatif, memilih untuk melarikan diri ke New York, berharap dapat menemukan inspirasi baru.

    Di sisi lain, River adalah seorang arsitek dari Jakarta yang juga mencari pelarian dari masa lalu yang menyakitkan.

    Pertemuan mereka tidak disengaja, namun seketika membuka pintu bagi kemungkinan-kemungkinan baru.

    New York, dengan segala keramaian dan keanekaragamannya, menjadi saksi bisu pertemuan dan pertumbuhan hubungan mereka.

    Dalam film ini, arsitektur tidak hanya menjadi latar belakang cerita, tetapi juga metafora untuk kehidupan karakter-karakternya.

    Bangunan-bangunan tinggi, jembatan-jembatan yang menghubungkan, dan ruang-ruang terbuka di kota New York melambangkan harapan, penghubung, dan kesempatan bagi Raia dan River untuk memulai lagi.

    Setiap sudut kota menjadi simbol dari fase kehidupan mereka, dari kesendirian hingga kebersamaan, dari keputusasaan hingga keberanian untuk mencintai lagi.

    “The Architecture of Love” juga mengeksplorasi tema penyembuhan dan penerimaan.

    Bagaimana kedua karakter utama menghadapi masa lalu mereka, belajar untuk memaafkan diri sendiri dan orang lain, serta berani membuka hati untuk cinta yang baru adalah perjalanan yang emosional dan mendalam.

    Film ini tidak hanya menawarkan kisah romantis, tetapi juga pelajaran tentang bagaimana arsitektur kehidupan kita dibangun dari momen-momen yang kita alami dan pilihan-pilihan yang kita buat.

    Selain itu, film ini juga menyoroti pentingnya persahabatan dan dukungan sosial dalam proses penyembuhan.

    Erin, sahabat Raia yang diperankan dengan hangat oleh Jihane Almira, memberikan tempat berlindung dan telinga yang siap mendengar, menunjukkan bahwa dalam menghadapi kesulitan, kehadiran teman bisa menjadi salah satu pilar terkuat dalam arsitektur kehidupan kita.

    Dengan akting yang memukau dari Nicholas Saputra dan Putri Marino, “The Architecture of Love” berhasil menghidupkan karakter-karakter yang kompleks dan relatable.

    Chemistry antara keduanya terasa alami dan menyentuh, membawa penonton untuk merasakan setiap suka dan duka yang mereka alami.

    Penampilan pendukung dari Jerome Kurnia dan Omar Daniel juga tidak kalah penting, memberikan dimensi tambahan pada narasi dan memperkaya lapisan cerita.

    Sutradara Teddy Soeriaatmadja telah menciptakan sebuah karya yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga kaya akan emosi dan pesan.

    Dengan skenario yang ditulis oleh Ika Natassa dan Alim Sudio, “The Architecture of Love” menawarkan pandangan yang segar dan introspektif tentang cinta, kehidupan, dan tentu saja, arsitektur—baik yang nyata maupun yang metaforis.

    “The Architecture of Love” adalah film yang berani dan berbeda. Ini bukan sekadar film romantis biasa; ini adalah perjalanan tentang menemukan keindahan dalam reruntuhan, kekuatan dalam kerapuhan, dan cinta dalam arsitektur kehidupan yang kita bangun setiap hari.

    Film ini mengajak kita untuk melihat lebih dalam, tidak hanya pada bangunan yang kita lihat, tetapi juga pada struktur emosi dan hubungan yang kita bentuk.

    Ini adalah film yang layak ditonton, tidak hanya bagi pecinta film, tetapi bagi siapa saja yang mencari kisah inspiratif tentang kekuatan cinta dan keberanian untuk memulai lagi.

  • Jodie Comer, Aaron Taylor-Johnson & Ralph Fiennes Akan Membintangi ‘28 Years Later’ garapan Danny Boyle dan Sony Pictures

    Trilogi terbaru 28 Years Later arahan sutradara Danny Boyle dan Sony Pictures semakin menarik perhatian, dan kini dengan tambahan bintang papan atas.

    Sumber internal membocorkan kepada Deadline bahwa Jodie Comer, Aaron Taylor-Johnson, dan Ralph Fiennes telah bergabung dalam film pertama, sekuel dari film asli 28 Days Later.

    Boyle akan menyutradarai film pertama dari naskah yang ditulis oleh Alex Garland. Sony akan merilis film ini di bioskop seluruh dunia.

    ​​Meskipun detail plot masih belum jelas, film asli 28 Days Later yang dirilis di tahun 2002 bercerita tentang seorang kurir sepeda (diperankan oleh Cillian Murphy) yang bangun dari koma dan mendapati dunia telah dikuasai zombie setelah wabah virus.

    Film ini meraup lebih dari $82 juta di seluruh dunia dan melahirkan sekuel di tahun 2007, 28 Weeks Later, di mana Boyle dan Garland hanya berperan sebagai produser eksekutif.

    Deadline baru-baru ini memberitakan bahwa studio tersebut telah menunjuk sutradara Candyman, Nia DaCosta, untuk memimpin bagian kedua trilogi ini dan rencananya kedua film akan diproduksi secara berurutan.

    Untuk tiga pemeran terbaru, studio dengan jelas menunjukkan keseriusannya, dengan mendatangkan bintang papan atas alih-alih memilih aktor yang kurang dikenal seperti pada seri sebelumnya.

    Boyle dan Garland juga memproduksi 28 Years Later, bersama produser asli Andrew Macdonald dan Peter Rice. Bernie Bellew juga ikut memproduksi. Murphy juga kembali sebagai produser eksekutif.

    Setelah perannya yang melambungkan namanya dan memenangkan Emmy dalam Killing Eve, Comer tetap sibuk di dunia film layar lebar.

    Ia membintangi film-film seperti Free Guy bersama Ryan Reynolds dan The Last Duel arahan Ridley Scott.

    Selanjutnya, dia dapat disaksikan dalam film Focus Features, The Bikeriders, beradu akting dengan Tom Hardy dan Austin Butler.

    Bagi Taylor-Johnson, peran ini melanjutkan kerja sama yang kuat dengan Sony setelah perannya yang mencuri perhatian dalam Bullet Train serta film Marvel mendatang, Kraven the Hunter.

    Selanjutnya, ia akan tampil dalam film tenda Universal, The Fall Guy, yang akan tayang minggu depan dan juga dibintangi oleh Ryan Gosling dan Emily Blunt.

    Dia juga memiliki film horor gothic Focus, Nosferatu, yang akan tayang pada Natal ini.

    Fiennes yang pernah dinominasikan Oscar saat ini sedang menyelesaikan pementasan drama Macbeth yang laris manis di 4 kota secara internasional, terakhir di Washington, DC.

    Drama ini dipentaskan di Liverpool, London, dan Edinburgh dengan tiket yang terjual habis di setiap kota dan mendapat ulasan yang luar biasa.

    Ia mengakhiri pementasannya di DC pada 5 Mei. Musim gugur ini ia akan membintangi dua film, Conclave disutradarai Edward Berger yang akan dirilis oleh Focus Features dan The Return disutradarai Uberto Pasolini beradu akting dengan Juliette Binoche yang akan dirilis oleh Bleecker Street.

    Comer dikelola oleh Independent Talent Group, WME, dan Johnson Shapiro Slewett & Kole. Fiennes dikelola oleh 42 dan CAA. Johnson dikelola oleh WME, Brillstein Entertainment Partners, dan David Weber.

  • Which Film Won The Best Picture Award at The 2021 Oscars?

    The film that won the Best Picture award at the 2021 Oscars was Nomadland.

    It tells the story of a woman who travels across the American West after losing her job and home during the Great Recession.

    This poignant drama, directed by Chloé Zhao and starring Frances McDormand, resonated deeply with audiences and critics alike.

    McDormand delivers a powerful performance as Fern, a woman who embarks on a journey of self-discovery after the economic downturn forces her to become a modern-day nomad.

    The film’s quiet beauty and exploration of resilience in the face of hardship struck a chord with viewers still grappling with the effects of a global pandemic.

    Nomadland’s victory marked a significant moment in Oscar history. Chloé Zhao became only the second woman ever to win the Best Director award, following Kathryn Bigelow in 2010.

    Additionally, Frances McDormand’s win cemented her status as a Hollywood legend, making her the third actor in history to win the Best Actress award three times.

    Beyond the awards recognition, Nomadland’s success highlighted a growing appreciation for character-driven dramas that explore the complexities of human experience.

    It served as a powerful reminder of the ability of cinema to connect us with stories that transcend borders and cultures.

    The film’s legacy extends far beyond its awards night glory, leaving a lasting impression on the cinematic landscape for its poignant portrayal of resilience and the enduring human spirit.

  • Which Movie Won The Best Animated Feature at The 2019 Oscars?

    The movie that won the Best Animated Feature at the 2019 Oscars was Spider-Man: Into the Spider-Verse.

    It beat out other strong contenders including Incredibles 2, Isle of Dogs, Mirai, and Ralph Breaks the Internet.

    The film’s innovative animation style and its fresh take on the Spider-Man story resonated with critics and audiences alike.

    At the 91st Academy Awards in 2019, Spider-Man: Into the Spider-Verse swung away with the coveted golden statue for Best Animated Feature.

    This win marked a significant moment for the genre, showcasing the growing sophistication and artistic merit of animation.

    Spider-Man: Into the Spider-Verse wasn’t your typical superhero film.

    Instead of focusing on the well-trodden path of Peter Parker’s story, the movie introduced audiences to Miles Morales, a new Spider-Man from a parallel universe.

    The animation style itself was groundbreaking, utilizing a comic book-inspired aesthetic with vibrant colors, bold outlines, and innovative use of frame rates.

    This unique visual style perfectly complemented the film’s fast-paced action sequences and heartfelt coming-of-age story.

    The win wasn’t just a victory for the film itself, but also for the animation studios, Sony Pictures Imageworks, who brought the story to life.

    Their dedication to pushing the boundaries of animation with their distinct style was acknowledged by the Academy.

    The film’s triumph served as an inspiration for other animation studios to embrace creative risks and explore innovative storytelling techniques.

    Beyond the technical aspects, Spider-Man: Into the Spider-Verse resonated with audiences for its themes of diversity and inclusion.

    Miles Morales, a young African-American and Latino teenager, took center stage as the hero, offering a fresh perspective within the superhero genre.

    The film celebrated the idea that anyone, regardless of background, could wear the mask and be a hero.

    The win for Spider-Man: Into the Spider-Verse marked a turning point for animation at the Oscars.

    It challenged the notion that animation was solely for children, proving its ability to deliver mature themes, complex narratives, and stunning visuals that could captivate audiences of all ages.

    The film’s success paved the way for future animated features to compete on a larger scale at the Academy Awards, solidifying animation’s place as a major force in contemporary cinema.

  • Pyramid Game Tayang Setiap Hari Apa? Ini Jadwal, Link, dan Sinopsisnya

    Drama Korea Pyramid Game tayang setiap hari Kamis jam 12.00 KST (Korean Standard Time) melalui platform streaming TVING dan OTT Paramount.

    Biasanya 24 jam setelahnya baru tayang di VIU untuk subtitle Indonesia. Namun untuk kepastian, lebih baik periksa jadwal VIU untuk konfirmasi.

    Perlu diketahui juga jika serial ini memiliki total 10 episode yang akan dirilis secara bertahap setiap minggunya (biasanya 2 episode per minggu).

    Sinopsis Pyramid Game

    Drama Korea “Pyramid Game” bercerita tentang kehidupan para siswi di SMA Putri Baekyeon yang kejam dan penuh tekanan.

    Sekolah ini memiliki sistem pemeringkatan popularitas yang brutal, bernama “Pyramid Game.”

    Dalam permainan ini, para siswi kelas 2 hingga 5 diwajibkan untuk berpartisipasi setiap bulan.

    Siswa yang mendapat suara terendah akan menerima nilai F dan menjadi sasaran perundungan seisi sekolah.

    Sung Soo Ji (diperankan oleh Bona WJSN), seorang siswi pindahan, baru saja memasuki SMA Putri Baekyeon.

    Awalnya, dia merasa sekolah dan kelas barunya terlihat normal. Namun, perlahan Soo Ji menyadari adanya keganjilan yang mengerikan.

    Geng sekolah yang dipimpin oleh Baek Ha Rin (diperankan oleh Jang Da A) mendominasi permainan dan tidak segan-segan menindas siapapun yang dianggap sebagai ancaman.

    Soo Ji harus berjuang dalam “Pyramid Game” yang kejam ini. Dia harus bertahan hidup, mencari sekutu, dan mengungkap rahasia gelap di balik sistem pemeringkatan tersebut.

    Link Nonton Pyramid Game

    Untuk menonton drama Korea “Pyramid Game”, ikuti langkah berikut:

    1. Unduh aplikasi Viu dari Play Store, App Store, atau Huawei AppGallery.

    2. Buka aplikasi Viu dan cari “Pyramid Game” di kolom pencarian.

    3. Saat ini episode 1-8 tersedia dengan episode baru tayang setiap hari Kamis.

    4. Berlangganan (Subscription): Viu menawarkan layanan gratis dengan konten terbatas. Kemungkinan besar kamu perlu berlangganan untuk bisa menonton “Pyramid Game”.

    Pemeran Utama

    • Bona WJSN sebagai Sung Soo Ji: Siswi pindahan yang harus berjuang melawan sistem “Pyramid Game”.
    • Jang Da A sebagai Baek Ha Rin: Pemimpin geng sekolah yang mendominasi “Pyramid Game”.

    Pemeran Pendukung

    • Ryu Da In sebagai Myung Ja Eun
    • Shin Seul Ki sebagai Seo Do A
    • Kang Na Eon sebagai Im Ye Rim
    • Lee Ju Yeon (Love is for Suckers) sebagai Sim Eun Jeong
    • Jeong Ha Dam (Sweet Home) sebagai Go Eun Byeol
    • Ha Yul Ri (Pandora) sebagai Bang Woo Yi
  • Santri Pilihan Bunda Tayang Setiap Hari Apa? Ini Jadwal, Link, dan Sinopsisnya

    Santri Pilihan Bunda tayang setiap Sabtu pukul 07.00 WIB di platform streaming Vidio.

    Episode baru serial ini dirilis setiap minggunya, sehingga kita dapat mengikuti kisah menarik para santri di pesantren Al-Ikhlas setiap hari Sabtu.

    Santri Pilihan Bunda mendapatkan respon positif dari para penonton. Serial ini mendapatkan rating 7.4/10 di platform streaming Vidio.

    Penonton menyukai akting para pemain yang dinilai natural dan mampu membawa karakter mereka dengan baik.

    Cerita yang relatable dengan kehidupan sehari-hari juga menjadi salah satu daya tarik utama serial ini.

    Selain itu, “Santri Pilihan Bunda” juga dianggap memberikan pesan moral tentang pernikahan dan agama yang dikemas dengan cara yang ringan dan tidak menggurui.

    Sehingga Santri Pilihan Bunda merupakan serial drama religi yang menghibur dan edukatif, cocok untuk ditonton oleh semua kalangan.

    Link Nonton Santri Pilihan Bunda

    Untuk menonton Santri Pilihan Bunda, kita bisa langsung menginstall aplikasi Vidio. Serial ini masuk dalam kategori premiere dengan tag romantis dan drama.

    Jika belum punya aplikasi Vidio, kita bisa menginstal terlebih dahulu melalui Google Play Store secara gratis.

    Berikut adalah link nonton Santri Pilihan Bunda: https://www.vidio.com/premier/9643/santri-pilihan-bunda

    Sinopsis Santri Pilihan Bunda

    • Genre: Drama religi
    • Diadaptasi dari: Novel Wattpad karya Salsabila Falensia
    • Bintang: Naura Ayu, Fadi Alaydrus, Sarah Sechan
    • Jadwal tayang: Sabtu, 07.00 WIB

    Aliza, seorang mahasiswi modern yang bercita-cita untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri harus menerima kenyataan pahit ketika sang Bunda menjodohkannya dengan Ustadz Hafiz, seorang santri pilihan Bunda.

    Perbedaan prinsip dan gaya hidup antara Aliza yang modern dan Hafiz yang religius membuat pernikahan mereka penuh rintangan.

    Aliza yang terbiasa dengan kebebasan merasa terkekang dengan aturan-aturan di pesantren.

    Di sisi lain, Hafiz yang sabar dan penuh kasih sayang berusaha untuk memahami dan mendekatkan diri kepada Aliza.

    Perjalanan pernikahan mereka diwarnai dengan berbagai konflik dan kesalahpahaman.

    Namun, seiring berjalannya waktu, mereka berdua mulai belajar untuk saling memahami dan menerima perbedaan.

    Aliza mulai terinspirasi oleh nilai-nilai agama yang diajarkan oleh Hafiz, sementara Hafiz belajar untuk lebih terbuka dan memahami keinginan Aliza.

    Di tengah perjalanan pernikahan mereka, muncul berbagai rintangan yang berusaha untuk memisahkan mereka.

    Masa lalu Hafiz yang kelam dan keraguan Aliza terhadap pernikahannya menjadi ujian yang harus mereka lalui bersama.

    Akankah Aliza dan Hafiz mampu mempertahankan pernikahan mereka? Saksikan kisah inspiratif dan penuh makna dalam “Santri Pilihan Bunda”.