Tag: gladag

  • Warga Kampung Soerongganti Gelar Lomba Anak Usia Dini Untuk Peringati HUT RI Ke-80

    Warga Kampung Soerongganti Gelar Lomba Anak Usia Dini Untuk Peringati HUT RI Ke-80

    Bulan Agustus menjadi momen istimewa bagi seluruh masyarakat Indonesia.

    Setiap tahunnya, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia disambut dengan penuh semangat, termasuk pada tahun ini yang memasuki usia ke-80.

    Masyarakat Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, tak ketinggalan ikut serta memeriahkan momen bersejarah tersebut.

    Pada 16 Agustus 2025, warga setempat menggelar berbagai perlombaan yang khusus diikuti anak-anak kecil sebagai wujud suka cita menyambut hari kemerdekaan.

    Ada yang berbeda dalam perayaan di Dusun Lateng, yang juga dikenal dengan sebutan Kampung Soerongganti ini.

    Perlombaan ditujukan bagi anak-anak usia 4 hingga 7 tahun, sehingga nuansa keceriaan dan kelucuan begitu terasa sepanjang kegiatan berlangsung. Lomba ini dilaksanakan mulai pukul 20.00 Wib.

    Perayaan HUT RI di Dusun Lateng

    Berbagai jenis lomba digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan spidol ke dalam botol, balap bola tenis dan permainan tradisional lainnya.

    Suasana semakin semarak dengan sorak-sorai orang tua yang mendampingi anak-anak mereka, memberikan dukungan dan semangat dari pinggir arena.

    Menurut panitia, tujuan lomba bukan hanya untuk memeriahkan HUT ke-80 RI, tetapi juga melatih kreativitas, sportivitas, serta menumbuhkan jiwa kompetisi anak sejak usia dini.

    Ke depan, warga berharap kegiatan semacam ini dapat terus menjadi agenda rutin setiap bulan Agustus.

    Selain menjadi ajang kreativitas dan kompetisi bagi anak, perlombaan ini juga diharapkan menjadi pengingat akan semangat dan tekad para pejuang yang telah rela berkorban demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

    Penulis: Andi BS

  • Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Pasar Ramadan Dusun Lateng Desa Gladag Menjadi Daya Tarik Baru Tahun Ini

    Selama bulan Ramadan, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, menggelar Pasar Ramadan yang menjadi daya tarik baru di wilayah tersebut.

    Pasar yang diadakan sepanjang jalan alternatif Lateng menuju RTH Gladag ini memberikan suasana berbeda dengan latar belakang pemandangan persawahan yang asri.

    Pasar Ramadan Dusun Lateng ini mulai dibuka pada 1 Ramadan 1446 Hijriah dan akan berlangsung hingga akhir bulan Ramadan.

    Puluhan stand berjejer menghias ruas jalan, ada yang jual jajanan, aneka jenang, ikan atau lauk untuk bekal buka nanti sampai berbagai macam jenis minuman.

    Menurut Isatul, yang akrab disapa Mbok Is dan merupakan salah satu pemilik stand, “Ini adalah pertama kalinya event pasar Ramadan diadakan di Dusun Lateng.

    Selain untuk meningkatkan nilai ekonomi UMKM di sekitar, pasar ini juga memberikan suasana baru di Ramadan tahun ini.”

    Pasar Ramadan ini tidak hanya dinikmati oleh warga Dusun Lateng, namun juga oleh pengunjung dari desa tetangga seperti Kedaleman dan Rogojampi.

    “Senang sekali moment Ramadan kali ini berbeda dari biasanya. Pasar Ramadan Dusun Lateng ramai sekali, mulai dari jajanan, kuliner, hingga minuman, semuanya ada di sini,” ujar Reni, salah satu pengunjung.

    Suasana semakin meriah dengan hadirnya alunan musik tradisional yang mengiringi aktivitas pasar. Pengunjung pun dapat menikmati senja yang indah sambil berbelanja.

    Event ini diselenggarakan oleh remaja Dusun Lateng dan didukung oleh Pemerintah Desa Gladag, khususnya oleh Kepala Dusun.

    Dengan adanya Pasar Ramadan ini, tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat selama bulan suci Ramadan.

  • Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    Warga Dusun Lateng Gelar Selamatan Penampan Puasa Sambut Ramadan 1446 H

    sastrawacana.id/, Banyuwangi – Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, warga Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, menggelar tradisi selamatan penampan puasa.

    Acara yang berlangsung pada Jumat sore (28/2) ini menjadi momen tahunan yang diwarisi turun-temurun sebagai bentuk syukur dan doa bersama agar diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.

    Selamatan ini diadakan di berbagai tempat, seperti mushola, balai dusun, dan jalan-jalan kampung.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil dan doa bersama, kemudian diakhiri dengan makan bersama dalam bentuk ancakan—sebuah tradisi khas masyarakat setempat sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.

    Salah satu tokoh agama dusun Lateng, ustad Hanan sekaligus syuriah ranting NU dusun Lateng desa Gladag menyampaikan bahwa tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi antarwarga.

    "Selamatan penampan puasa ini sudah dilakukan sejak zaman dulu. Selain sebagai ungkapan syukur, ini juga menjadi doa bersama agar ibadah Ramadan berjalan lancar dan penuh berkah,"ujarnya.

    Warga setempat berharap tradisi ini tetap dilestarikan oleh generasi mendatang sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang memiliki nilai religius tinggi.

    Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Dusun Lateng siap menyambut Ramadan dengan penuh kebahagiaan dan keikhlasan