Tag: gotong royong 45

  • Peringati Hari Pers Nasional 2026, JRKBB Gelar Diskusi Media dan Pelantikan Pengurus Baru

    Peringati Hari Pers Nasional 2026, JRKBB Gelar Diskusi Media dan Pelantikan Pengurus Baru

    sastrawacana.id/ – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dimanfaatkan Jaringan Radio Komunitas Broadcast Banyuwangi (JRKBB) sebagai momentum penguatan identitas dan peran media komunitas.

    Melalui kegiatan diskusi santai bertajuk Gesah Ngopi yang dirangkai dengan pelantikan pengurus baru, JRKBB menegaskan eksistensi radio komunitas sebagai bagian dari pers nasional.

    Kegiatan tersebut digelar di Kedai Makmoer, kawasan TMP Tukang Kayu, Banyuwangi, Minggu (8/2/2026).

     

    Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah penyerahan kartu pers secara simbolis oleh Wakil Ketua Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) Wilayah Jawa Timur kepada anggota JRKBB.

    Diskusi Gesah Ngopi dipandu penyiar bahasa Osing, Mislatin Rehana, dengan menghadirkan sejumlah narasumber lintas latar belakang.

    Hari Pers Nasional 2026 di Kedai Makmoer Banyuwangi

    Hadir sebagai pemantik diskusi, praktisi serta akademisi Nafi Feridian, ST, MT.,, Ahmad Masduki, SP, M.Pd selaku Pemimpin Redaksi Jurnalnews.com, serta Affandi Maulana, SS, Pemimpin Umum Sastrawacana dan Penerbit Lintang.

    Wakil Ketua JRKI Jawa Timur, Hadi Purwanto, turut hadir dan berbagi pandangan terkait tantangan jurnalisme komunitas di era digital.

    Peringatan HPN ini juga dihadiri tokoh agama dan pegiat budaya Banyuwangi, di antaranya KH Imam Hasan Thoha, Pengasuh Pondok Ahsanul Muhsinin, serta Drs. H. Agus Iskandar Zulkarnaen, Ketua Takmir Masjid Al Hilal.

    Sementara itu, nuansa budaya Osing terasa kental saat penyair Ir. Jaenuri, M.Pd membacakan geguritan dari buku karyanya berjudul 99.

    Rangkaian acara semakin semarak dengan bakti sosial kesehatan tanpa obat yang digelar Akupuntur Majestic Banyuwangi, serta hiburan musik electone dari Aura Lentera yang dimainkan Nurhadi Windoyo dengan vokal Nurul Imam, S.Pd.I.

    Penampilan keduanya mendapat apresiasi karena ditampilkan oleh seniman tunanetra.

    Pada kesempatan yang sama, Ketua Perkumpulan Komunitas Gotong Royong Empat Puluh Lima, Aguk Wahyu Nuryadi, selaku pembina JRKBB, secara resmi mengukuhkan pengurus JRKBB masa bhakti 2026–2028 hasil Rembug IX yang dilaksanakan di Paltuding Ijen.

    Bambang Irawan dari Radio Komunitas Brit FM Gendoh, Sempu, kembali dipercaya memimpin JRKBB untuk periode kedua.

    Salah satu peserta kegiatan dari komunitas Gotong Royong 45, menilai peringatan HPN kali ini memberi ruang refleksi bagi media komunitas.

    “Acara ini bukan sekadar seremonial. Kami diingatkan bahwa radio komunitas punya tanggung jawab jurnalistik, sekaligus kedekatan sosial dengan masyarakat. Itu kekuatan yang tidak dimiliki media besar,” ujarnya.

    Melalui peringatan HPN 2026 ini, JRKBB berharap radio komunitas di Banyuwangi semakin berdaya dalam menghadirkan informasi, edukasi, hiburan, serta iklan layanan masyarakat yang berpihak pada kepentingan publik. (Yeti Chotimah/Q’Nin/JN–SW)

  • Dinsos Banyuwangi Respons Cepat Kondisi Penyandang Disabilitas di Kedaleman Rogojampi

    Dinsos Banyuwangi Respons Cepat Kondisi Penyandang Disabilitas di Kedaleman Rogojampi

    Senyum cerah terpancar dari wajah Luk Luul Maknun (19), penyandang daksa asal Dusun Krajan, Desa Kedaleman, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi.

    Gadis yang mengalami disabilitas fisik sejak lahir ini mendapat kunjungan dari Komunitas Gotong Royong 45, media online sastrawacana.id/, dan pegiat sosial yang peduli terhadap penyandang disabilitas di daerah, Minggu (9/11).

    Luk Luul tinggal bersama kedua orang tuanya, Mansur (57) dan Sumiyati (53). Ayahnya bekerja sebagai kernet bus Minto jurusan Banyuwangi–Situbondo, sementara ibunya hanya ibu rumah tangga.

    Sejak kecil, Luk Luul tidak mengenyam pendidikan secara penuh, hanya sempat bersekolah di taman kanak-kanak selama dua tahun.

    Hal itu disebabkan keterbatasan orang tua, sang ayah sibuk bekerja, sementara sang ibu tidak bisa mengendarai kendaraan bermotor untuk mengantar.

    Kunjungan Komunitas Gotong Royong 45 yang dipimpin oleh Bung Aguk Darsono, yang juga aktif di Forum Banyuwangi Sehat (FBS) dan Forum Pembauran Kebangsaan {FPK) menjadi awal harapan baru bagi keluarga ini.

    Luk Luul Maknun Disabilitas Kedaleman

    Dalam kesempatan itu, turut hadir Pemimpin Redaksi sastrawacana.id/ sekaligus Direktur Penerbit Lintang Banyuwangi, Maulana Affandi, S.S., serta beberapa pegiat sosial Banyuwangi.

    “Luk Luul ini anak yang cerdas dan ceria. Walau ada sedikit kesulitan berbicara, tapi semangatnya luar biasa. Dia tidak malu, malah terlihat senang saat diajak ngobrol,” ujar Bung Aguk yang juga merupakan pemandu bakat talenta yatim piatu.

    Ditemani pamannya, Iwan (50), yang juga penyandang disabilitas akibat kram dingin saat musibah kapal nelayan di Pantai Puger, Jember, Luk Luul menyampaikan keinginannya yang sederhana, yakni ingin bisa keluar rumah karena ejak kecil hampir seluruh waktunya dihabiskan di dalam rumah.

    Pamannya menuturkan, jika Luk Luul memiliki kursi roda, ia akan lebih mudah beraktivitas di luar rumah.

    “Selama ini dia hanya bisa duduk atau berbaring di kasur, jarang sekali keluar,” ujar Pakdhe Iwan, yang sehari-hari bekerja sebagai tukang servis elektronik dan dapat dihubungi melalui nomor ponsel 082341828320.

    Menanggapi hal tersebut, Bung Aguk langsung menghubungi Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si., Kepala Bidang Pemberdayaan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Banyuwangi, untuk menyampaikan kondisi Luk Luul.

    Khoirul Hidayat menyampaikan, pihaknya siap memberikan bantuan dan berharap pemerintah desa turut aktif memantau kondisi warganya serta memperbarui data agar ia dapat menerima bantuan sosial yang selama ini belum pernah diterimanya.

    “Kami akan segera tindak lanjuti. Tapi ke depannya, pihak desa perlu lebih aktif melaporkan dan memperbarui data agar bantuan sosial bisa tepat sasaran,” ujarnya melalui pesan singkat.

    Sementara itu, Maulana Affandi menyampaikan apresiasi terhadap respons cepat Dinas Sosial Banyuwangi.

    “Langkah cepat Pak Khoirul dan tim Dinsos patut diapresiasi. Ini bukti bahwa kepedulian Dinsos Banyuwangi kepada warga yang membutuhkan sangat tinggi,” ujarnya.

    Menurut Affandi, pihaknya masih menunggu tindak lanjut dari pekerja sosial di Rogojampi untuk mendata Luk Luul, karena namanya belum tercatat dalam data penyandang disabilitas Kabupaten Banyuwangi

    Luk Lukul Maknun Kedaleman

    Ia juga menambahkan, Dinas Sosial Banyuwangi memang dikenal tanggap terhadap berbagai persoalan sosial.

    “Bukan hanya kali ini, sebelumnya Dinas Sosial juga sigap membantu warga lain, seperti Aripin yang mengalami kelumpuhan akibat kecelakaan kerja. Hal itu menunjukkan adanya kesinambungan kepedulian yang nyata, salah satunya melalui pemberian kursi roda 3 in 1,” ujarnya.

    Kehadiran komunitas sosial, rekan media, dan pegiat kemanusiaan di rumah Luk Luul membawa semangat baru bagi keluarganya.

    Mereka berharap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) juga dapat melakukan survei dan memberikan bantuan bagi Luk Luul, yang kini tinggal di rumah warisan kakek-neneknya dari pihak ayah.

    Selain menantikan bantuan berupa kursi roda dan popok, Luk Luul yang memiliki hobi bernyanyi juga direncanakan akan tampil dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) mendatang. Ia akan didampingi oleh relawan dari Komunitas Gotong Royong 45 dan Yayasan Aura Lentera Indonesia (YALI).

    Koordinator Divisi Program YALI, Indah Catur Cahyaningtyas, mengatakan dirinya hanyalah relawan, bukan pahlawan.

    “Bersamaan dengan momentum Hari Pahlawan, Luk Luul kami catat sebagai anggota dampingan kami. Harapannya, keluarga bisa lebih responsif dan kami juga akan mengikutkan mereka dalam pelatihan bagi orang tua yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas,” tutur aktivis Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) ini.

    Melalui kegiatan itu, Luk Luul akan mendapat ruang untuk menyalurkan bakatnya dan tampil bersama para penyandang disabilitas lainnya. Lewat gawai milik ibunya, ia juga diharapkan bisa menjalin silaturahmi agar tidak merasa sendirian.

    Dengan nada pasrah, sang ibu, Sumiyati, berharap ada pihak yang peduli terhadap putrinya, terutama dalam hal mobilitas agar bisa beraktivitas di luar rumah.

    “Bukan karena malu, tapi saya enggan merepotkan tetangga dan kerabat. Ternyata saya salah, dulu tidak menyekolahkan, tidak membuatkan KIA, dan baru mengurus KTP setelah usianya lebih dari 18 tahun,” ujarnya lirih.

    Semangat dan senyum Luk Luul menjadi pengingat bahwa keterbatasan bukanlah alasan untuk berhenti bermimpi. Di balik segala keterbatasan, tersimpan keyakinan bahwa kuasa Tuhan selalu hadir bagi hamba-Nya, pada waktu dan cara yang paling tepat. (Affandi/Bung Aguk)

  • Perluas Jaringan Bisnis, Koperasi Segoro’45 Gandeng RSI Fatimah dan UIMSYA Blokagung dalam RAT Ke-3

    Perluas Jaringan Bisnis, Koperasi Segoro’45 Gandeng RSI Fatimah dan UIMSYA Blokagung dalam RAT Ke-3

    Koperasi Konsumen Sinergi Gotong-royong Empat Puluh Lima (Segoro’45) menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-3 pada Selasa (25/2/25) di Sekber Al Hilal Sobo, Banyuwangi.

    Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Dosen Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi, Ketua DPC IWAPI Kabupaten Banyuwangi, Pembina Perkumpulan Komunitas Gotong-royong’45, serta Sinergi LSMedia Banyuwangi.

    Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Jamilatul Komariah, SE, Hj. Rr. Nanin Oktaviantie, S.Sos., M.Si., mengucapkan selamat kepada Koperasi Segoro’45 yang berhasil menyelenggarakan RAT tepat waktu.

    Ia juga mengapresiasi koperasi ini karena telah berkontribusi dalam perputaran ekonomi riil melalui pemberdayaan UMKM serta pemanfaatan teknologi informasi dalam operasionalnya. Selain itu, koperasi ini juga aktif dalam program “Banyuwangi Berbagi”.

    “Saat ada pelatihan, kami akan mengundang agar lebih memahami dunia perkoperasian serta bisa berjejaring dengan koperasi yang sudah mapan dan maju. Dan bisa juga UMKM dapat memanfaatkan Rumah Kreatif Pemkab serta dana dari Bank Porprov, yaitu Bank UMKM dan Bank Jatim,” ujar Bu Mila yang menutup sambutannya dengan pantun.

    Pendamping koperasi, Veni Rismayanti, SP, menambahkan bahwa berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengurus dan saran dari pengawas, sebaiknya koperasi rutin mencatat setiap kegiatan dalam buku pegangan serta melakukan konsultasi secara berkala untuk mendukung pengembangan koperasi dan kesejahteraan anggota.

    Ia juga menekankan pentingnya keaktifan anggota serta perlunya kantor koperasi memiliki karyawan guna meningkatkan jumlah anggota dan menambah permodalan penyerta.

    Ketua Koperasi Segoro’45, Dafik Ismail, didampingi Bendahara Wiwit Latifah serta Pengawas Ahmad Masduki, SP., M.Pd., dan Hadi Purwanto, menjelaskan bahwa koperasi ini telah menjalin kemitraan dengan RSI Fatimah untuk layanan laundry.

    Kini, koperasi juga menjajaki sinergi dengan Kampus Universitas KH. Mukhtar Syafaat (UIMSYA) Blokagung Banyuwangi. Kampus tersebut mengirimkan Wakil Dekan, Dr. Nur Anim Jauhariyah, S.Pd., M.Si., yang membawa amanah dari Rektor Gus Munib Syafaat untuk menjalin kemitraan dalam pengembangan pusat oleh-oleh.

    Dr. Nur Anim Jauhariyah turut mengajak sejawatnya, Pipit Haryono, S.Kep., M.Pd., untuk mendukung proses sertifikasi halal serta kerja sama dengan Fakultas Bisnis dan Stikes.

    Selain itu, anggota UMKK Sinergi juga didapuk sebagai pengurus ranting IWAPI oleh ketuanya, Hj. Retno Herlina Kosgorowati.

    Ia pun memberikan motivasi kepada anggota koperasi untuk memperbesar modal dengan meningkatkan simpanan pokok serta dana penyertaan.

    “Kedepannya setelah jadi Wadah Perisai BPJS Ketenagakerjaan, anggota koperasi saat bayar iuran wajib disadarkan jadi peserta BPU yang hanya bayar Rp16.800 bisa nyaman kerja buat perlindungan sosial sekeluarga,” ungkap aktivis BKPRMI dan Taman Baca Masyarakat Al-Djawahir, yang juga pekerja di Enggal Modified Gambiran.

    Acara yang dipandu oleh Nur Laila, S.Pd., ini diawali dengan pengesahan AD/ART yang disampaikan oleh Ketua Usaha Mikro Kecil Koperasi (UMKK) Sinergi Gotong-royong’45, Faizah.

    Selanjutnya, diterapkan budaya “Beli Bolo Dewe”, di mana anggota koperasi yang membawa produk mereka didukung dengan pembelian oleh peserta lain.

    Beberapa anggota istimewa yang berkebutuhan khusus, seperti Puji Winarsih dan Maya Mahardhika yang juga dikenal sebagai TikToker mendapat dukungan dengan produk mereka diborong oleh peserta.

    Selain itu, hadir pula pelaku usaha dari Poklasar binaan Dinas Perikanan asal Muncar, yakni Istirokhah dan Uswah, yang membawa produk kerupuk ikan dan kerang.

  • Pertemuan Guyub Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45: Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha

    Pertemuan Guyub Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45: Optimalisasi Media Sosial untuk Kemajuan Usaha

    sastrawacana.id/ – Asosiasi UMKK (Usaha Mikro Kecil Koperasi) Sinergi Gotong Royong 45 menggelar pertemuan dan pembekalan di teras Masjid Al Hilal 2 Banyuwangi, Minggu, 29 September 2024, sekira pukul 13.00 WIB,

    Dipandu oleh Qurota Ayunin, acara yang berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan ini menghadirkan Maulana Afandi, seorang praktisi digital profesional dan pemilik Penerbit Lintang, sebagai narasumber utama.

    Dafik Ismail, selaku ketua Koperasi Sinergi Gotong Royong 45, menyampaikan laporan perkembangan koperasi dan berbagai aktivitas usaha yang telah dirintis untuk mendukung anggota.

    Ia menegaskan pentingnya gotong royong dalam memperkuat koperasi sebagai wadah pengembangan usaha bagi para pelaku UMKM.

    Sambutan selanjutnya disampaikan oleh ketua Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, Faizah, pemilik usaha dengan brand Zahrawangi Fashion dan produk kuliner arabian Nasi Mandi.

    Faizah mengimbau agar para anggora asosiasi aktif untuk membagikan berbagai aktivitas dan kegiatan Asosiasi UMKK di media sosialnya masing-masing.

    Selanjutnya, Bung Aguk Darsono, pembina Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45 memberikan wejangan penting bagi seluruh anggota koperasi.

    Ia menekankan bahwa kebersamaan dan kekompakan di antara anggota adalah kunci keberhasilan dalam berjuang dan mengembangkan usaha, baik untuk kepentingan keluarga maupun komunitas.

    Dalam sesi utama, Maulana Afandi memberikan pembekalan tentang cara mengoptimalkan penggunaan media sosial (Medsos) bagi para pelaku usaha.

    Maulana berbagi tips tentang bagaimana membangun citra bisnis di platform digital, serta memanfaatkan akun Medsos seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan WhatsApp untuk memperluas jangkauan pelanggan.

    Andre Waluyo, yang juga pengurus media online Asosiasi UMKK Sinergi Gotong Royong 45, turut mengingatkan para anggota tentang pentingnya setiap pelaku bisnis memiliki “Keyword Bisnis”.

    Menurut Andre, keyword bisnis ini akan memudahkan calon customer dan kolega untuk menemukan profil bisnis dan informasi kontak melalui pencarian online.

    Dengan begitu, akses terhadap kartu nama digital dan profil usaha menjadi lebih mudah dan cepat, memberikan keuntungan bagi perkembangan bisnis di era digital.

    Salah satu peserta, Linda dari Karangrejo yang memiliki usaha Kue Bolen menyampaikan apresiasi terhadap acara ini.

    Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang strategi pemasaran digital.

    Usaha bolennya yang telah menembus pasar luar kota seperti Malang, Surabaya, dan Jakarta melalui penjualan di grup WhatsApp, kini juga mulai menjajal platform TikTok untuk memperluas jangkauan.

    Dengan pembekalan yang diterimanya, ia berharap penjualan melalui media sosial akan semakin efektif.

    Acara ini tidak hanya memberikan wawasan digital yang penting bagi para pelaku usaha, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi dan gotong royong di antara anggota koperasi.

    Dengan adanya bimbingan terkait penggunaan media sosial dan keyword bisnis, diharapkan usaha para anggota semakin berkembang dan dikenal di pasar yang lebih luas.