Tag: hewan

  • Kenali Ciri-Ciri Kucing Hamil dan Tips Persiapan Kelahiran Kucing

    Kenali Ciri-Ciri Kucing Hamil dan Tips Persiapan Kelahiran Kucing

    Kucing merupakan salah satu hewan yang sering dijadikan sebagai peliharaan. Bentuknya yang lucu, imut, dan menggemaskan membuat siapa saja akan menyukainya.

    Namun, apakah kamu tahu apa saja ciri-ciri kucing hamil? Lalu apa saja yang harus dipersiapkan untuk menyambut kelahiran kucing?

    Ciri-Ciri Kucing Hamil

    Sama seperti manusia, kucing hamil juga menunjukkan beberapa ciri-ciri yang dapat terlihat. Ciri-ciri ini dapat terjadi pada fisik ataupun perilakunya. Berikut beberapa ciri ciri kucing hamil yang perlu kamu ketahui.

    1. Perut Membesar

    Ini merupakan ciri-ciri kucing hamil yang paling dapat diperhatikan. Seiring waktu kehamilan, perut kucing akan bertambah besar dan akan berlangsung selama 9 minggu.

    2. Puting Membesar

    Puting membesar juga merupakan salah satu ciri-ciri kucing hamil yang berguna untuk persiapan menyusui anak-anaknya setelah melahirkan. Puting susu akan membesar serta berubah warna menjadi kemerahan.

    3. Keluar Susu

    Induk kucing juga akan mengeluarkan air susu sebagai pertanda produksi susu sudah siap untuk menyusui anak-anaknya.

    4. Bulu Rontok

    Saat hamil bulu kucing akan mengalami kerontokan di sekitar puting kucing dan di bagian tubuh yang lainnya. Namun, ini hanya bersifat sementara dan akan membaik dengan sendirinya.

    5. Muntah-Muntah

    Sama seperti manusia, kucing juga mengalami muntah-muntah sebagai pertanda dari kehamilannya. Namun, tidak semua kucing muntah itu pertanda hamil bisa juga itu disebabkan oleh penyakit yang harus diperiksakan ke dokter.

    6. Nafsu makan bertambah

    Selama kehamilan, kucing biasanya akan membutuhkan banyak nutrisi sehingga nafsu makannya menjadi bertambah.

    7. Semakin manja

    Ciri-ciri kucing hamil juga akan terlihat semakin manja kepada pemiliknya. Kucing akan meminta lebih banyak perhatian dan bersikap lebih tenang dan lembut.

    8. Siklus birahi berhenti

    Dalam masa kehamilannya, biasanya produksi hormon progesteron pada kucing akan meningkat tinggi sehingga membuat siklus estrus atau siklus birahi berhenti.

    Tips Persiapan Kelahiran Kucing

    Sebelum kucing melahirkan ada beberapa yang harus dipersiapkan guna membantu kelahiran kucing agar lebih lancar dan nyaman. Berikut beberapa tips persiapan kelahiran kucing:

    • Siapkan kandang yang bersih, nyaman, dan hangat untuk proses persalinan kucing.
    • Gunakan litter yang tidak mudah menggumpal serta alas untuk proses persalinan kucing.
    • Beri nutrisi yang cukup supaya induk dan janin kucing mendapatkan asupan nutrisi yang cukup.
    • Periksa ke dokter hewan saat usia kehamilan kucing memasuki 65-70 hari.

    Itulah beberapa ciri-ciri kucing hamil dan tips persiapan kelahiran kucing. Lakukan tips di atas agar proses kelahiran kucing lebih aman dan lancar.

  • 5 Cara Membasmi Kutu Kucing, Ampuh dan Cepat

    5 Cara Membasmi Kutu Kucing, Ampuh dan Cepat

    Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang banyak disukai orang karena tingkahnya lucu, menggemaskan, dan bisa menjadi teman yang menyenangkan di rumah.

    Namun, di balik sifat menggemaskannya, ada masalah yang sering membuat para pemilik kucing pusing yaitu serangan kutu.

    Kutu kucing adalah parasit kecil yang hidup dengan menghisap darah, sehingga bisa menimbulkan rasa gatal luar biasa pada kucing.

    Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, kutu juga bisa menyebabkan bulu kucing rontok, kulitnya iritasi, bahkan berpotensi menularkan penyakit kulit.

    Jika dibiarkan terlalu lama, kutu dapat berkembang biak dengan sangat cepat karena satu ekor kutu betina mampu bertelur puluhan butir setiap harinya.

    Karena itu, membasmi kutu kucing harus dilakukan dengan cara yang benar agar hasilnya maksimal dan kutu tidak kembali lagi.

    Cara Membasmi Kutu Kucing

    Berikut ini beberapa cara membasmi kutu kucing yang ampuh, cepat, dan bisa kamu coba di rumah.

    1. Menggunakan Shampo Anti Kutu

    Shampo anti kutu merupakan cara yang paling umum digunakan oleh pemilik kucing. Produk ini mengandung bahan khusus yang dapat membunuh kutu sekaligus membersihkan tubuh kucing dari kotoran.

    Cara penggunaannya cukup mudah, yaitu dengan memandikan kucing menggunakan shampo ini lalu membilasnya dengan air bersih.

    Namun, penting diingat bahwa tidak semua kucing suka dimandikan. Jika kucingmu termasuk yang takut air, lakukan secara perlahan agar tidak membuatnya stres. Setelah dimandikan, pastikan kucing dikeringkan dengan baik agar tidak masuk angin.

    2. Memberikan Suntikan Kutu

    Suntikan kutu biasanya dilakukan oleh dokter hewan dengan menggunakan obat bernama ivermectin atau sejenisnya.

    Metode ini cukup efektif karena dapat membasmi kutu hingga ke telurnya. Suntikan ini bekerja dari dalam tubuh kucing dan hasilnya bisa lebih cepat terlihat dibandingkan cara lain.

    Namun, metode ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu harus membawa kucing ke dokter hewan agar dosisnya sesuai dan tidak membahayakan kesehatan kucing.

    3. Menggunakan Obat Kutu Kucing

    Selain suntikan, ada juga obat kutu dalam bentuk oral maupun topikal. Obat oral biasanya berupa tablet atau cairan yang diminumkan langsung, sedangkan obat topikal biasanya berupa cairan yang diteteskan di bagian tengkuk kucing.

    Obat ini bekerja dengan menghentikan siklus hidup kutu sehingga kutu tidak bisa berkembang biak lagi. Dalam beberapa hari saja, kamu bisa melihat perubahan pada kucing karena kutu akan mati secara bertahap.

    Obat jenis ini banyak dijual di petshop atau klinik hewan, tetapi penggunaannya harus sesuai aturan agar aman.

    4. Menggunakan Bedak Kutu Kucing

    Bedak kutu juga bisa menjadi alternatif. Cara ini terbilang praktis karena cukup ditaburkan di tubuh kucing, terutama pada area yang sering menjadi sarang kutu seperti leher, punggung, dan perut.

    Kelebihan bedak kutu adalah penggunaannya yang mudah. Namun, ada juga risiko yang perlu diperhatikan yaitu bedak bisa terhirup atau tertelan oleh kucing, sehingga harus digunakan dengan hati-hati.

    Sebaiknya jangan gunakan terlalu berlebihan dan pastikan kucing tidak menjilat tubuhnya sesaat setelah diberi bedak.

    5. Menggunakan Bahan-Bahan Alami

    Bagi kamu yang ingin cara yang lebih aman, bahan-bahan alami bisa dijadikan pilihan. Beberapa bahan alami yang dikenal ampuh membasmi kutu antara lain:

    • Lemon yang memiliki kandungan asam alami untuk membunuh kutu.
    • Minyak kelapa yang dapat melumasi tubuh kucing sekaligus membuat kutu sulit bertahan hidup.
    • Cuka apel yang bisa digunakan sebagai semprotan alami untuk mengusir kutu.
    • Lidah buaya yang dapat menenangkan kulit kucing yang iritasi akibat gigitan kutu.
    • Air garam yang bisa digunakan untuk membersihkan area tempat tidur kucing dari telur kutu.

    Walaupun alami, penggunaan bahan-bahan ini tetap harus hati-hati. Jangan sampai kucing menjilat bahan yang berbahaya baginya.

    Perawatan Lingkungan untuk Mencegah Kutu Kembali

    Selain merawat kucing secara langsung, kamu juga harus memperhatikan kebersihan lingkungan. Kutu biasanya tidak hanya hidup di tubuh kucing, tetapi juga bisa berkembang di karpet, sofa, tempat tidur kucing, hingga sudut-sudut rumah.

    • Karena itu, lakukan pembersihan rutin dengan cara:
    • Mencuci kain, selimut, atau bantal tempat tidur kucing dengan air panas.
    • Menyapu dan mengepel rumah setiap hari.
    • Menyemprotkan disinfektan khusus untuk membasmi telur dan larva kutu di lantai maupun perabot.
    • Menjemur kucing dan peralatannya di bawah sinar matahari.

    Jika langkah ini tidak dilakukan, kutu bisa kembali menyerang kucing meskipun tubuhnya sudah dibersihkan.

  • 10 Sistem Organ Pada Hewan dan Fungsinya

    10 Sistem Organ Pada Hewan dan Fungsinya

    Sistem Organ Pada Hewan dan Fungsinya

    Organ adalah kumpulan jaringan yang saling bekerjasama untuk menjalankan fungsinya.

    Pada tubuh, organ umumnya dibedakan menjadi dua, yaitu organ dalam dan organ luar.

    Sementara dari berbagai organ yang melakukan suatu fungsi disebut dengan sistem organ.

    Berikut ini adalah sistem organ pada hewan dan fungsinya.

    1. Sistem Pernapasan (Respirasi)

    Sistem pernasapan tersusun dari organ hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan paru-paru.

    Adapun fungsi sistem pernapasan adalah mengambil 02 dan mengeluarkan C02 dari tubuh.

    2. Sistem Pencernaan

    Sistem organ pencernaan pada hewan meliputi organ kelenjar ludah, gigi, lidah, esofagus, lambung, usus, hati, kantong empedu, dan pankreas.

    Fungsi sistem pencernaan adalah mencerna makanan secara fisik dan kimia untuk kemudian diabsorpsi darah.

    3. Sistem Rangka

    Sistem rangka pada hewan tersusun dari organ tengkorak, tulang beiakang, tulang rusuk dan dada, rangka penopang tulang-tulang bahu, rangka penopang tulang pinggul, serta tulang anggota badan bagian atas dan bawah.

    Fungsi dari sistem rangka adalah untuk menggerakan tubuh, menegakkan tubuh, serta melindungi organ-organ di bawahnya.

    4. Sistem Otot

    Sistem organ pada hewan selanjutnya adalah sistem otot yang tersusun dari organ otot rangka, otot polos, dan otot jantung.

    Fungsi dari sistem otot adalah untuk menentukan postur tubuh, sebagai alat gerak aktif, serta menyimpan glikogen.

    5. Sistem Saraf

    Sistem saraf pada hewan tersusun dari organ otak, sumsum tulang beiakang, dan simpul-simpul saraf (ganglion). Sistem saraf berfungsi untuk menerima dan merespons rangsangan dari lingkungannya.

    6. Sistem Reproduksi

    Sistem reproduksi atau perkembangbiakan pada hewan jantan tersusun dari testis, vas deferens, epididimis, kelenjar kelamin, dan uretra.

    Sedangkan sistem perkembangbiakan pada hewan betina tersusun dari indung telur, rahim, oviduk, dan vagina.

    Adapun fungsi dari sistem reproduksi adalah sebagai alat perkembangbiakan.

    7. Sistem Integumen

    Sistem integumen tersusun dari organ kulit dan derivatnya yang berfungsi sebagai pelindung tubuh.

    8. Sistem Endokrin

    Sistem endokrin atau kelenjar buntu tersusun dari organ kelenjar pituitari, tiroid, paratiroid, pankreas, adrenal, kelenjar kelamin (buah zakar dan indung telur), dan kelenjar timus.

    Fungsi dari sistem endokrin adalah memproduksi hormon-hormon untuk metabolisme di dalam tubuh.

    9. Sistem Urinaria

    Sistem urinaria atau ekskresi tersusun dari organ ginjal, ureter, kantong kemih, dan uretra.

    Adapun fungsi dari sistem ekskresi adalah mengeluarkan hasil metabolisme yang tidak berguna dari dalam tubuh.

    10. Sistem Peredaran Darah dan Limfa

    Sistem peredaran darah dan limfa tersusun dari organ jantung, pembuluh darah, pembuluh limfatik (getah bening), dan kelenjar limfa.

    Fungsi dari sistem ini adalah untuk mengangkut 02 dan sari makanan serta melindungi tubuh dari penyakit.