Tag: Hiburan

  • 5 Pertandingan Terakhir Para Legenda Sepak Bola yang Sangat Berkesan, Bikin Satu Stadion Menangis

    Pertandingan terakhir adalah pertandingan yang sangat berkesan bagi setiap pemain bola karena akan selalu diingat di masa pensiun.

    Maka tak heran jika di pertandingan terakhir selalu diisi oleh momen haru, baik bagi pemain, maupun penonton.

    Nah, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa pertandingan terakhir dari para legenda sepak bola dunia yang penuh haru dan fenomenal. Berikut diantaranya:

    1. John Terry

    John Terry mengakhiri karirnya bersama Chelsea yang telah berjalan selama 22 tahun dengan cara yang unik.

    Ia ditarik keluar pada menit ke-26 saat Chelsea mengalahkan Sunderland 5-1 pada pekan terakhir Premier League di Stamford Bridge, (21/5/2017).

    Terry yang bermain sejak menit awal, digantikan oleh Gary Cahill pada menit ke 26, yang identik dengan nomor punggungnya.

    Terry mendapatkan sambutan meriah dari suporter dan menerima penghormatan dari rekan setim saat melangkah ke luar lapangan.

    Bek berusia 37 tahun itu tidak bisa menahan rasa haru dalam laga ini. Ia beberapa kali menyeka bagian mata sebelum menyerahkan ban kepada Cahill.

    Setelah pertandingan, Terry mengaku bahwa ia memang meminta manajer Chelsea, Antonio Conte untuk menggantinya pada menit ke-26.

    Dia pun kemudian menyampaikan pidato perpisahan kepada para suporter yang hadir di Stadion Stamford Bridge.

    2. David Beckham

    Pertandingan antara Paris Saint-Germain melawan Brest yang berlangsung di Parc des Princes pada Sabtu (18/5/2013), menjadi laga terakhir bagi David Beckham di dunia Sepak Bola.

    Pada pertandingan tersebut, Beckham bermain sejak menit awal dan berperan dalam terciptanya gol kedua PSG oleh Blaise Matuidi di menit ke-31, lewat umpan tendangan pojoknya.

    Beckham lalu digantikan striker Argentina, Ezequiel Lavezzi, pada menit ke-81.

    Ketika dia berjalan keluar lapangan, seluruh rekan setimnya berkumpul dan memeluknya, disertai tepuk tangan lebih dari 44.000 penonton, termasuk istrinya, Victoria, dan ibunya, Sandra.

    3. Zinedine Zidane

    7 Mei 2006, menjadi hari emosional sekaligus spesial bagi Zinedine Zidane.

    Kala itu, Real Madrid berhadapan dengan Sevilla di Santiago Bernabeu, pertandingan tersebut merupakan laga terakhir Zidane sebagai pemain sepak bola.

    Pada pertandingan tersebut, Zidane mencetak satu gol lewat sundulan berkat umpan David Beckham, Laga tersebut berakhir dengan skor 3-3.

    Gol Zidane ke gawang Sevilla adalah golnya yang ke-49 bagi Real Madrid dari 227 penampilannya dalam semua ajang.

    Seusai laga, gelandang asal Perancis itu mengucapkan salam perpisahan dengan para penggemar.

    4. Bastian Schweinsteiger

    Pertandingan ujicoba antara Jerman menghadapi Finlandia pada Rabu (31/8/2016), menjadi laga terakhir Bastian Schweinsteiger bersama timnas Jerman.

    Dalam pertandingan tersebut, dia dipercaya menjadi kapten tim dan berhasil membawa timnas Jerman meraih kemenangan 2-0.

    Namun, dia hanya tampil selama 67 menit sebelum digantikan Julian Weigl.

    Saat meninggalkan lapangan, seluruh penonton memberikan standing ovation untuknya

    Seusai laga, pemain yang pernah memperkuat Manchester United itu tak kuasa menahan air matanya.

    Buket bunga dan foto berpigura diberikan padanya, kemudian sebuah video cuplikan perjalanan kariernya diperlihatkan di layar raksasa penjuru stadion.

    5. Francesco Totti

    Pertandingan terakhir Francesco Totti terjadi pada pekan terakhir Liga Italia musim 2016-2017 (28 Mei 2017), yang saat itu berlangsung di Stadion Olimpico, Roma.

    Pada pertandingan tersebut, Totti tak tampil sejak menit awal. Dia masuk pada menit ke-54, menggantikan Mohamed Salah.

    Pemain timnas Italia itu pun gagal menyumbangkan gol atau assist dalam pertandingan tersebut.

    Namun, dia masih bisa memberikan umpan yang merepotkan pertahanan lawan.

    Seisi Stadion Olimpico pun memberi penghormatan kepada Totti, sebagai bentuk apresiasi atas segala kontribusi yang telah diberikan ke klub berjuluk i Giallorossi tersebut.

    Seusai laga, Totti melakukan victory lap ke segala penjuru stadion untuk membalas tepuk tangan dan gemuruh penonton.

    Kemudian, sambil berlinang air mata, dia mengucapkan salam perpisahan kepada seluruh pendukung setia AS Roma.

    Itulah 5 pertandingan terakhir para legenda sepak bola yang sangat berkesan. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 4 Anggota Akatsuki yang Berasal dari Desa Konoha, Ternyata dari Klan yang Sama

    Akatsuki merupakan sebuah organisasi yang dibentuk oleh Yahiko, Nagato, dan Konan.

    Awalnya, organisasi ini bertujuan untuk melawan tirani dan penindasan di desa mereka, yaitu Amegakure.

    Seperti diketahui, Amegakure menjadi desa yang tekena dampak dari Perang Dunia Shinobi Ketiga sehingga mereka bertujuan untuk menciptakan perdamaian dunia.

    Namun, setelah kematian Yahiko dan karena pengaruh Obito Uchiha, Akatsuki menjadi organisasi kriminal yang beranggotakan para ninja buronan Tingkat-S.

    Tujuan utama mereka adalah untuk mengumpulkan semua monster berekor (Bijuu) untuk menguasai dunia dan juga untuk membangkitkan monster ekor sepuluh (Juubi).

    Akatsuki memiliki anggota dari berbagai wilayah, tak terkecuali Desa Konoha.

    Tercatat, ada 4 ninja Konoha yang pernah bergabung dengan Organisasi Kriminal ini. Siapa saja ninja tersebut? Berikut penjelasannya.

    1. Itachi Uchiha

    Itachi adalah seorang anak ajaib klan Uchiha yang menjadi penjahat internasional setelah membunuh seluruh klan dan hanya menyelamatkan adiknya, Sasuke.

    Dia kemudian bergabung dengan Akatsuki dan membuat adiknya berusaha untuk membalas dendam klan mereka.

    Setelah kematiannya, motif Itachi akhirnya terungkap.

    Ternyata tindakannya itu hanya demi kepentingan saudara dan desanya serta menjadi shinobi yang setia kepada Desa Konoha sampai akhir.

    2. Orochimaru

    Orochimaru adalah salah satu sannin legendaris yang berambisi untuk mempelajari semua rahasia dan jutsu di dunia.

    Dia membelot dari Konoha karena ambisinya yang menyalahi aturan. Selain itu, selama bertahun-tahun dia juga berusaha untuk menghancurkan desa untuk membalas dendam.

    Dalam rangka melengkapi koleksi jutsu-jutsu terlarangnya, Orochimaru bergabung dengan Akatsuki guna memperoleh mata Rinnegan dari Pain dan Sharingan milik Itachi.

    Namun rencananya tersebut gagal dan dia pun keluar dari Akatsuki.

    3. Sasuke Uchiha

    Sasuke adalah adik dari Itachi Uchiha sekaligus salah satu anggota terakhir klan Uchiha yang masih hidup.

    Dia merupakan mantan anggota Tim 7 bersama Naruto Uzumaki dan Sakura Haruno.

    Namun, dia pergi dari Konoha untuk memperoleh kekuatan yang dibutuhkan demi membalas dendam kepada kakaknya.

    Setelah membunuh Itachi, dia pun mengetahui cerita sebenarnya mengapa sang kakak tega membantai seluruh anggota klan Uchiha.

    Kemudian dia berambisi untuk menghancurkan desa Konoha yang telah menyuruh kakaknya untuk melakukan hal tersebut dan pada akhirnya dia bergabung dengan Akatsuki.

    4. Obito Uchiha

    Obito adalah salah satu anggota klan Uchiha yang diyakini telah meninggal selama Perang Dunia Shinobi Ketiga.

    Namun, saat tragedi itu, Obito diselamatkan oleh Madara Uchiha.

    Akan tetapi, kejadian tersebut membuat Obito kecewa dengan kenyataan sehingga dia mewarisi rencana Madara untuk menciptakan dunia yang ideal, yaitu dunia yang tanpa penderitaan.

    Dengan menggunakan nama Tobi dan Madara Uchiha sendiri, Obito secara halus mengambil alih Akatsuki dan menggunakan mereka sebagai alat untuk memuluskan tujuannya.

    Hingga akhirnya identitas aslinya terungkap dan dia pun memulai Perang Dunia Shinobi Keempat.

    Namun, menjelang akhir perang, Obito tersadarkan oleh Naruto. Sehingga, sebagai penebusan dari dosa-dosanya, Obito mengorbankan hidupnya untuk menyelamatkan dunia yang telah ia coba hancurkan.

    Itulah 4 anggota Akatsuki yang berasal dari Desa Konoha. Baca artikel Anime lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Alasan Mengapa Indonesia Sulit Tembus Piala Dunia, Padahal Salah Satu Negara Terbesar di Dunia

    Piala Dunia adalah kompetisi sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional senior putra anggota FIFA, badan pengatur sepak bola dunia.

    Kejuaraan ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali sejak 1930, kecuali pada tahun 1942 dan 1946 karena Perang Dunia II.

    Juara bertahan saat ini adalah Argentina, yang menjuarainya pada tahun 2022 di Qatar.

    Sebenarnya, Indonesia pernah sekali berpartisipasi di Piala Dunia, yaitu pada tahun 1938 di Prancis.

    Namun saat itu timnas membawa nama Hindia Belanda karena masih berada di bawah kekuasaan Belanda.

    Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan antusias sepak bola yang sangat tinggi.

    Terbukti dengan banyaknya suporter yang hadir di stadion ketika timnas atau klub kesayangan mereka bermain di manapun.

    Lalu, mengapa timnas Indonesia sampai sekarang tidak pernah tampil lagi di Piala Dunia?

    Padahal Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 273,8 juta penduduk.

    Namun mengapa Indonesia kesulitan mencari 11 anak berbakat untuk membawa timnas Indonesia ke Piala Dunia?

    Nah, di artikel ini sastrawacana.id/ telah merangkum 5 alasan mengapa Indonesia sulit tembus Piala Dunia. Apa saja alasan tersebut? berikut penjelasanya.

    1. Kurangnya Pembinaan Usia Dini

    Pembinaan usia dini sangat penting untuk menciptakan para pemain muda berkualitas di masa depan.

    Seperti yang telah diterapkan di Spanyol, anak laki-laki biasanya akan diajarkan bermain bola sejak usia 5 tahun, walaupun yang diajarkan hanya hal dasar seperti cara menendang bola.

    Akan tetapi, anak-anak di Indonesia justru belajar bermain bola di usia 10 tahun atau lebih dan bergabung di klub pada usia sekitar 15 tahun.

    Jika mengikuti jejak Spanyol dalam pendidikan sepak bola, besar kemungkinan persepakbolaan Indonesia akan lebih maju.

    2. Minimnya Sekolah Sepakbola

    Indonesia memiliki beberapa sekolah sepak bola yang baik, namun lokasinya selalu terpusat di Jakarta atau di daerah Jawa lainnya.

    Sedangkan masih banyak anak-anak yang ingin mengasah bakat mereka melalui sekolah sepak bola, namun terkendala biaya dan jarak.

    Akan lebih baik jika sekolah sepak bola yang berada di pulau lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, atau Sumatera lebih dimaksimalkan.

    Sehingga diharapkan dapat menjangkau para pemain berbakat dan memberikan kontribusi positif bagi timnas Indonesia.

    3. Kurangnya Pelatih Lokal Berkualitas

    Kualitas pelatih lokal saat ini masih terbilang kurang. Belum banyak dari mereka yang memiliki lisensi A.

    Hal ini tentu memengaruhi perkembangan sepak bola Indonesia, karena untuk membentuk suatu tim yang hebat diperlukan pelatih yang tidak kalah hebat.

    Bahkan saat ini, mayoritas tim-tim Liga 1 Indonesia lebih memilih pelatih asing daripada pelatih lokal.

    Hal ini menunjukkan perbedaan kualitas yang jauh antara pelatih lokal dan pelatih asing.

    4. Kurangnya Dukungan dari Orang Tua

    Melihat kondisi sepak bola Indonesia saat ini yang masih belum tertata, maka tak heran jika banyak orang tua tidak setuju jika anaknya memilih sepak bola sebagai karier di masa depan.

    Mereka lebih mengarahkan anaknya untuk memilih pekerjaan lain daripada menjadi pemain Sepak Bola, karena masa depan akan lebih terjamin.

    5. Target yang tidak Jelas

    Pemerintah masih belum mempunyai visi dan misi yang jelas untuk Sepak Bola Indonesia ke depannya.

    Berbeda dengan Cina, yang meskipun antusiasme bola mereka tidak sebesar di Indonesia, namun pemerintahnya justru memiliki tujuan yang jelas dalam beberapa tahun mendatang.

    Salah satunya untuk menjadi negara adidaya Sepak Bola pada tahun 2050.

    Hal itu tak mustahil untuk dicapai jika para petinggi mampu menargetkan pencapaian dalam jangka waktu panjang.

    Karena melihat ke depan adalah hal yang penting dan harus diimbangi dengan langkah-langkah untuk mencapainya.

    Itulah 5 alasan mengapa Indonesia sulit tembus Piala Dunia. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Fakta Menarik Kakashi Hatake, Shinobi Berbakat dari Konoha

    Kakashi adalah salah satu shinobi berbakat dari Konoha sekaligus ketua tim 7 yang telah menyelesaikan berbagai misi bersama Naruto.

    Dia merupakan anak dari Sakumo Hatake yang dijuluki si Taring Putih Konoha.

    Selain itu, Kakashi juga merupakan murid dari Hokage ke 4, yakni Minato Namikaze.

    Maka tak heran jika Kakashi memiliki kehebatan serta kecerdasan yang luar biasa sehingga membuat Kakashi menjadi salah satu shinobi paling populer.

    Namun, di balik kepopulerannya tersebut, ada beberapa fakta tentang Kakashi yang jarang diketahui oleh penonton.

    Apa saja fakta tersebut? berikut diantaranya.

    1. Menjadi Jounin di usia 12 tahun

    Kakashi adalah shinobi jenius yang memiliki kemampuan di atas rata-rata anak seusianya.

    Dia lulus dari akademi lebih cepat dibandingkan teman-temanya.

    Bahkan yang paling mengejutkan, Kakashi berhasil menjadi Jounin di usia yang sangat belia, yaitu 12 tahun.

    2. Dijuluki si Ninja Peniru

    Kakashi memiliki kemampuan untuk meniru berbagai jutsu yang digunakan oleh lawannya.

    Kemampuan ini dimilikinya karena Kakashi memiliki mata sharingan yang diberikan oleh rekannya, yaitu Obito Uchiha.

    3. Mampu menggunakan Susanoo

    Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, dengan kemampuan mata sharingan, Kakashi mampu meniru berbagai jutsu, baik lawan maupun kawan.

    Namun, yang paling mengejutkan adalah ketika ia berhasil menggunakan jutsu Susanoo.

    Padahal, Susanoo hanya bisa dilakukan oleh anggota klan Uchiha yang memiliki 2 mata mangekyo sharingan.

    Tapi Kakashi berhasil melakukannya setelah dipinjamkan 2 mata mangekyo sharingan oleh Obito dalam Perang Dunia Shinobi ke-4.

    4. Pernah Mati

    Dengan kemampuan bertarung dan mata sharingannya, banyak lawan yang mengaku kesulitan bahkan mustahil untuk mengalahkan Kakashi.

    Sayangnya, ketika Akatsuki menyerang Konoha, Kakashi tewas karena kehabisan chakra ketika berhadapan dengan Pain.

    Namun ia hidup kembali setelah mendapatkan jutsu rinne tensei yang dilakukan oleh Nagato.

    5. Hampir 2 kali menjadi Hokage

    Pasca Akatsuki menyerang Konoha, Tsunade selaku Hokage sedang kritis setelah menyelamatkan warganya dari serangan Akatsuki.

    Kemudian Danzo mengambil alih posisi tersebut. Tapi, Danzo harus tewas di tangan Sasuke ketika menghadiri rapat 5 desa.

    Karena kekosongan pemimpin, para petinggi desa menunjuk Kakashi untuk menjadi hokage menggantikan Danzo.

    Namun, rencana tersebut gagal karena akhirnya Tsunade siuman dan kembali menjabat menjadi Hokage.

    Itulah beberapa fakta tentang Kakashi Hatake yang jarang diketahui penonton. Baca artikel Anime lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Fakta Menarik Kylian Mbappe, Salah Satunya Mengidolakan Ronaldo

    Kylian Mbappé adalah pemain sepak bola asal Prancis yang saat ini memperkuat Paris Saint-Germain dan tim nasional Prancis.

    Mbappe dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia karena memiliki kemampuan menggiring bola dan kecepatan yang luar biasa.

    Meski namanya sudah dikenal, ada beberapa fakta menarik tentang Mbappe yang jarang diketahui. Apa saja fakta tersebut? berikut penjelasannya.

    1. Berhasil menjuarai Piala dunia di usia 18 Tahun

    Mbappe adalah bagian dari tim nasional Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 2018.

    Saat itu Mbappe masih berusia 18 tahun dan menjadi pemain Prancis termuda yang pernah bermain dan memenangkan piala dunia.

    Selama turnamen, Mbappe mencetak empat gol dan mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2018.

    2. Mengidolakan Cristiano Ronaldo

    Mbappe mengaku bahwa dia merupakan penggemar legenda Portugal, Cristiano Ronaldo.

    Mbappe juga mengatakan bahwa dia tumbuh dengan mengidolakan Ronaldo. Bahkan, banyak foto Ronaldo yang dipajang di kamarnya.

    3. Memiliki banyak mobil mewah

    Dengan kemampuan mengolah kulit bundar di atas rata-rata, tak heran jika Mbappe digaji dengan nominal yang fantastis.

    Dilansir dari wikipedia, Mbappe mendulang gaji sebesar 72 juta Euro atau setara dengan 1,2 triliun rupiah per tahun.

    Maka tak heran, jika dia memiliki banyak mobil mewah di garasinya seperti Ferrari 488 Pista dan Mercedes V Class.

    4. Merupakan produk Akademi AS Monaco

    Pada 2010, ketika berusia 12 tahun, Mbappe pindah ke Akademi Clairefontaine.

    Di sana dia berlatih selama tiga tahun, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi AS Monaco.

    Hingga pada tahun 2015 ketika dia berusia 16 tahun, Mbappe berhasil menjalankan laga debutnya di level senior bersama AS Monaco.

    5. Berhasil membawa Prancis 2 kali ke final piala dunia

    Mbappe berhasil 2 kali membawa Prancis ke final Piala Dunia berturut-turut pada edisi 2018 dan 2022.

    Dia juga berhasil mencetak gol di dua final tersebut. Bahkan di final edisi 2022, ia berhasil mencetak hat-trick ketika menghadapi Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi.

    Namun, sayangnya Mbappe gagal memberikan gelar juara kepada negaranya setelah kalah dalam drama adu penalti.

    itulah 5 fakta tentang Kylian Mbappe yang jarang diketahui. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani