Tag: homonim

  • Apa Perbedaan Homonim, Homograf, Homofon dan Polisemi?

    Apa Perbedaan Homonim, Homograf, Homofon dan Polisemi?

    Pengertian Homonim

    Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti sejenis dan onuma yang berarti nama.

    Dalam imu bahasa, istilah tersebut diartikan sebagai kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya.

    Karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu).

    Contoh Homonim

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, homonim adalah kata yang bentuk dan pelafalannya sama, tapi memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Contohnya pada kata ‘bisa’.

    1. Bisa ular itu sungguh mematikan.
    2. Ibu bisa membawa semua barang belanjaan.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata bisa. Pelafalannya sama, tapi ada makna yang berbeda.

    Pada kalimat pertama, kata ‘bisa’ berarti racun. Sedangkan pada kalimat kedua, kata ‘bisa’ berarti mampu.

    Contoh lain adalah kata ‘jarak’.

    1. Jarak antara Surabaya ke Jakarta sangat jauh.
    2. Ayah menanam pohon jarak di kebun rumah.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘jarak’. Pelafalan sama tapi arti berbeda.

    Kata ‘jarak’ pada kalimat pertama berarti jangkauan atau ukuran. Sedangkan kata ‘jarak’ pada kalimat kedua berarti tumbuhan.

    Pengertian Homograf

    Homograf berasal dari kata homo yang artinya sama dan graf yang artinya tulisan.

    Jadi dapat disimpulkan jika homograf adalah kata yang ejaannya sama, tetapi berbeda lafal dan maknanya.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Homograf adalah kata yang sama ejaannya dengan kata lain.

    Tetapi berbeda lafal dan maknanya (seperti teras ‘inti kayu’ dan teras /téras/ ‘bagian rumah’).

    Contoh Homograf

    Adapun contoh homograf adalah sebagai berikut.

    1. Pak Camat mengikuti apel di pagi hari.
    2. Pak Camat sangat suka makan apel.

    Kedua kalimat di atas masing-masing menggunakan kata yang sama ejaannya, yaitu apel.

    Tapi pelafalan dan maknanya berbeda. Pada kalimat pertama, apel berarti upacara/berkumpul.

    Sedangkan pada kalimat kedua, apel artinya buah.

    Pengertian Homofon

    Homofon adalah kata yang diucapkan sama tetapi berbeda dari segi maksud.

    Homofon terdiri atas kata homo berarti sama dan foni (phone) yang berarti bunyi atau suara.

    Homofon mempunyai pengertian sama bunyi, berbeda tulisan, dan berbeda makna.

    Contoh Homofon

    Contoh homofon adalah sebagai berikut:

    1. Bank itu selalu menipu nasabahnya.
    2. Bang Mahmud tidak pernah pulang ke rumah.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘bank’ dan ‘bang’.

    Keduanya memiliki pelafalan yang sama tapi arti berbeda. Itulah yang disebut dengan homofon.

    Pada kalimat pertama, kata ‘bank’ memiliki arti tempat menyimpan uang.

    Sedangkan pada kalimat kedua, ‘bang’ artinya kakak laki-laki.

    Pengertian Polisemi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang mempunyai makna lebih dari satu.

    Contoh Polisemi

    Adapun contoh polisemi adalah sebagai berikut:

    1. Saya masih ada hubungan darah dengan Pak Lurah.
    2. Darah Pak Lurah terkucur deras ketika tangannya terkena paku.

    Dari kedua kalimat tersebut masing-masing menggunakan kata darah.

    Pelafalan sama, ejaan sama, tapi memiliki makna yang berbeda.

    Kata darah pada kalimat pertama berarti persaudaraan.

    Sedangkan kata darah pada kalimat kedua berarti cairan merah di dalam tubuh.

  • Cara Membedakan Polisemi dan Homonim Menurut Ahli

    Cara Membedakan Polisemi dan Homonim Menurut Ahli

    Pengertian Polisemi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, polisemi adalah bentuk bahasa (kata, frasa, dan sebagainya) yang mempunyai makna lebih dari satu.

    Contoh Polisemi

    Adapun contoh polisemi adalah sebagai berikut:

    1. Saya masih ada hubungan darah dengan Pak Lurah.
    2. Darah Pak Lurah terkucur deras ketika tangannya terkena paku.

    Dari kedua kalimat tersebut masing-masing menggunakan kata darah. Pelafalan sama, ejaan sama, tapi memiliki makna yang berbeda.

    Kata darah pada kalimat pertama berarti persaudaraan. Sedangkan kata darah pada kalimat kedua berarti cairan merah di dalam tubuh.

    Pengertian Homonim

    Homonim berasal dari bahasa Yunani, homos yang berarti sejenis dan onuma yang berarti nama.

    Dalam imu bahasa, istilah tersebut diartikan sebagai kata yang bentuk dan cara pelafalannya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), homonim adalah kata yang sama lafal dan ejaannya, tetapi berbeda maknanya karena berasal dari sumber yang berlainan (seperti hak pada hak asasi manusia, dan hak pada hak sepatu).

    Contoh Homonim

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, homonim adalah kata yang bentuk dan pelafalannya sama, tapi memiliki makna yang berbeda sesuai dengan konteks kalimat. Contohnya pada kata ‘bisa’.

    1. Bisa ular itu sungguh mematikan.
    2. Ibu bisa membawa semua barang belanjaan.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata bisa. Pelafalannya sama, tapi ada makna yang berbeda. Pada kalimat pertama, kata ‘bisa’ berarti racun. Sedangkan pada kalimat kedua, kata ‘bisa’ berarti mampu.

    Contoh lain adalah kata ‘jarak’.

    1. Jarak antara Surabaya ke Jakarta sangat jauh.
    2. Ayah menanam pohon jarak di kebun rumah.

    Kedua kalimat di atas menggunakan kata ‘jarak’. Pelafalan sama tapi arti berbeda. Kata ‘jarak’ pada kalimat pertama berarti jangkauan atau ukuran. Sedangkan kata ‘jarak’ pada kalimat kedua berarti tumbuhan.

    Cara Membedakan Polisemi dan Homonim

    Dari kedua pengertian dan contoh di atas, memang benar jika homonim dan polisemi memiliki kemiripan.

    Tapi pada dasarnya homonim memiliki perbedaan yang cukup mendasar. Adapun cara membedakannya menurut para ahli adalah sebagai berikut.

    1. Keraf (2006:37)

    Menurut Keraf, ada beberapa cara untuk menetapkan apakah suatu bentuk kata itu merupakan polisemi atau homonim. Berikut diantaranya:

    A. Menetapkan berdasarkan etimologi atau pertalian historisnya

    Contohnya kata kopi juga adalah homonim walaupun kata kopi I berasal dari bahasa belanda koffie yang berarti nama pohon dan biji yang digoreng untuk minuman sedangkan kata kopi II berasal dari bahasa Copy yang berarti salinan (surat dan sebagainya).

    B. Mengetahui prinsip perluasan makna dari suatu makna dasar

    Salah satunya adalah metafora. misalnya referen primer bagi kata-kata: mulut, mata, kepala, kaki. tangan, dan sebagainya adalah bagian-bagian dari tubuh manusia.

    Namun dalam perluasannya berdasarkan dalam prinsip metaforis bagian bagian tubuh tersebut dapat digunakan juga untuk menyebut bagian dari: sungai, jarum, pasukan, gunung, kursi dan sebagainya. hubungan itu lahir dari kesamaan fungsi atau bentuk antara referen-referennya.

    2. Chaer (2003:304)

    Mengatakan bahwa makna-makna yang ada dalam polisemi meskipun berbeda tetapi dapat dilacak secara etimologi dan semantik, makna-makna itu masih mempunyai hubungan. Contohnya: kata pacar ”inai” dan kata pacar ”kekasih”.