Tag: hutang

  • Tidak semua harta peninggalan dapat dibagi kepada ahli waris

    Tidak semua harta peninggalan dapat dibagi kepada ahli waris

    Tidak semua harta peninggalan dapat dibagi kepada ahli waris. Sebelum harta diwariskan, harus dibersihkan dulu dari?

    a. riba
    b. riya
    c. hutang
    d. kotoran
    e. ashabah

    Jawaban:

    c. hutang

    Pembahasan:

    Dalam hukum waris Islam, konsep membersihkan atau melunasi utang sebelum membagikan harta peninggalan kepada ahli waris merupakan prinsip penting yang dijunjung tinggi.

    Alasan mengapa hutang harus dibersihkan terlebih dahulu:

    • Hutang adalah hak orang lain. Orang yang meninggal dunia masih memiliki kewajiban untuk melunasi hutangnya. Oleh karena itu, hutang harus dibayarkan terlebih dahulu sebelum warisan dibagikan kepada ahli waris.
    • Membebaskan jiwa orang yang meninggal dunia. Dipercaya bahwa hutang yang tidak dibayar dapat membebani jiwa orang yang meninggal dunia. Oleh karena itu, melunasi hutang orang yang meninggal dunia dapat membantu membebaskan jiwanya.
    • Menjaga keadilan bagi semua pihak. Membagikan warisan sebelum melunasi hutang dapat menyebabkan ketidakadilan bagi pihak yang berhutang. Oleh karena itu, hutang harus dibersihkan terlebih dahulu agar semua pihak mendapatkan haknya secara adil.

    Harta warisan yang lain seperti riba (harta yang diperoleh dari bunga pinjaman yang haram), riya (beramal untuk dilihat orang lain), kotoran, dan ashabah (barang yang tidak memiliki nilai) tidak perlu dibersihkan sebelum diwariskan.

  • Yang termasuk hutang jangka panjang adalah?

    Yang termasuk hutang jangka panjang adalah?

    Adapun yang termasuk hutang jangka panjang adalah Pinjaman bank untuk membeli rumah, Obligasi yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun, Kredit kendaraan yang jangka waktu pembayarannya lebih dari satu tahun.

    Pengertian Hutang Jangka Panjang

    Hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

    Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian hutang jangka panjang menurut para ahli.

    1. Menurut Munawir (2004:19)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).

    2. Menurut Sartono (2008)

    Hutang jangka panjang atau long-term debt adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentu dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman.

    3. Menurut Zefri Maulana dan Ayang Fhonna Safa( 2017)

    Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (Ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan dari perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.

    4. Menurut Kieso (2002 : 242)

    Terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama.

    5. Menurut Dyckman, et al.(2000 : 218)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban dengan jangka waktu yang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi mana yang lebih baik.

  • Pengertian Serta Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Pengertian Serta Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Pengertian Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Hutang jangka panjang dan hutang pendek adalah dua jenis hutang yang berbeda.

    Hutang jangka pendek, juga dikenal sebagai utang lancar, adalah jenis hutang yang diharapkan dapat dilunasi dalam waktu satu tahun atau kurang.

    Sementara itu, hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

    Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Contoh Hutang Jangka Panjang dan Pendek

    Berikut adalah contoh hutang jangka panjang dan pendek:

    1. Hutang jangka panjang

    Hutang jangka panjang adalah hutang yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun. Contoh hutang jangka panjang antara lain:

    • Pinjaman bank untuk membeli rumah
    • Obligasi yang jatuh tempo dalam waktu lebih dari satu tahun
    • Kredit kendaraan yang jangka waktu pembayarannya lebih dari satu tahun

    2. Hutang jangka pendek

    Hutang pendek adalah hutang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari satu tahun. Contoh hutang pendek antara lain:

    • Kartu kredit yang harus dibayar setiap bulan
    • Pinjaman dari teman atau keluarga yang jatuh tempo dalam waktu singkat
    • Hutang dagang yang harus dibayar dalam waktu singkat

    Penting untuk memahami perbedaan antara hutang jangka panjang dan hutang pendek karena masing-masing memiliki implikasi yang berbeda terhadap keuangan.

    Hutang jangka panjang memiliki jangka waktu pembayaran yang lebih lama, sehingga pembayaran bulanan biasanya lebih rendah.

    Namun, karena jangka waktu pembayarannya lebih lama, bunga yang harus dibayar biasanya lebih tinggi.

    Sementara itu, hutang pendek biasanya memiliki bunga yang lebih rendah, tetapi pembayarannya harus dilakukan dalam waktu singkat, sehingga bisa menjadi beban finansial jika tidak dikelola dengan baik.

  • 7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Hutang jangka panjang adalah jenis hutang yang memiliki jangka waktu lebih dari satu tahun.

    Hutang jangka panjang biasanya memiliki bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan hutang jangka pendek, karena perusahaan atau individu meminjam uang untuk jangka waktu yang lebih lama.

    Pengertian Hutang Jangka Panjang Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah pengertian hutang jangka panjang menurut para ahli.

    1. Menurut Munawir (2004:19)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban keuangan yang jangka waktu pembayarannya (jatuh temponya) masih jangka panjang (lebih dari satu tahun sejak tanggal neraca).

    2. Menurut Sartono (2008)

    Hutang jangka panjang atau long-term debt adalah satu bentuk perjanjian antara peminjam dengan kreditur dimana kreditur bersedia memberikan pinjaman sejumlah tertentu dan peminjam bersedia untuk membayar secara periodik yang mencakup bunga dan pokok pinjaman.

    3. Menurut Zefri Maulana dan Ayang Fhonna Safa( 2017)

    Hutang jangka panjang ini pada umumnya digunakan untuk membelanjai perluasan perusahaan (Ekspansi) atau modernisasi dari perusahaan dari perusahaan karena kebutuhan modal untuk keperluan tersebut meliputi jumlah yang besar.

    4. Menurut Kieso (2002 : 242)

    Terdiri dari pengorbanan manfaat ekonomi yang sangat mungkin di masa depan akibat kewajiban sekarang yang tidak dibayarkan dalam satu tahun atau siklus operasi perusahaaan, mana yang lebih lama.

    5. Menurut Dyckman, et al.(2000 : 218)

    Pengertian hutang jangka panjang adalah kewajiban dengan jangka waktu yang melebihi satu tahun dari tanggal neraca atau siklus operasi mana yang lebih baik.

    6. Menurut Baridwan (2000 : 365)

    Mengatakan bahwa “hutang jangka panjang digunakan untuk menunjukkan hutang-hutang yang pelunasannya akan dilakukan dalam waktu lebih dari satu tahun atau akan dilunasi dari sumber-sumber yang bukan dari kelompok aktiva lancar”.

    7. Menurut Gunadi (2005 : 83)

    Bahwa “kewajiban jangka panjang merupakan hutang yang tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau yang pengeluarannya tidak menggunakan sumber aktiva lancar.

  • Ampuh, Inilah 6 Cara Mudah Terbebas Dari Hutang

    Hutang adalah salah satu masalah keuangan yang menjadi polemik bagi setiap orang.

    Bagaimana tidak, hutang bisa membuat seseorang menjadi tak tenang hidupnya karena rasa khawatir dan rasa takut ketika tidak bisa melunasinya.

    Maka tak heran jika pakar ekonomi mengatakan bahwa hutang adalah bentuk penjajahan dalam  urusan finansial seseorang.

    Oleh kareanya, jika ingin merdeka, seseorang harus bisa melunasi semua hutang-hutangnya.

    Namun, melunasi hutang bukanlah sebuah perkara mudah.

    Tapi walau tidak mudah, sebenarnya ada beberapa tips dan cara ampuh yang bisa membuat seseorang terbebas dari lilitan hutang.

    Cara Terbebas Dari Hutang

    Apa saja cara terbebas dari hutang tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Mengatur Prioritas Hutang

    Kadang seseorang memiliki hutang lebih dari satu. Maka dari itu, alangkah baiknya agar bisa mengatur prioritas hutang.

    Sebaiknya lunasi hutang yang bunganya mencekik terlebih dahulu, alias bunga tinggi. Selanjutnya, baru melunasi hutang-hutang lainnya.

    2. Evaluasi Anggaran Belanja

    Kemudian, kita harus bisa mengevaluasi anggaran belanja atau pengeluaran. Cek daftar pengeluaran selama sepekan atau sebulan.

    Kalau dirasa terlalu membengkak, maka kita bisa merampingkan dengan mengutamakan kebutuhan pokok terlebih dahulu.

    Sisanya, bisa disisihkan untuk mencicil hutang.

    3. Kurangi Aktivitas Pemborosan

    Sama halnya dengan mengevaluasi anggaran belanja, mengurangi aktivitas yang boros juga dapat membuat kita terbebas dari lilitan hutang.

    Dalam hal ini lebih fokus pada gaya hidup, misalnya aktivitas nongkrong di cafe ataupun makan di restoran mewah.

    Alangkah baiknya uang tersebut digunakan untuk membayar hutang.

    4. Jangan Menunda Pembayaran

    Banyak juga terjadi, seseorang suka menunda-nunda pembayaran hutang dengan berbagai alasan.

    Padahal uang sudah ada, tapi terasa berat untuk mengeluarkannya. Tindakan ini justru akan menimbulkan beban yang lebih berat.

    Apalagi sampai kena denda karena telat membayar. Jadi, siapkan uang untuk membayar hutang dan jangan pernah ditunda.

    5. Jangan Terlalu Dipikirkan

    Dan yang tak kalah penting juga, sebaiknya kita tidak terlalu memikirkan hutang-hutang tersebut.

    Karena dampaknya akan buruk bagi pekerjaan. Kita menjadi tidak fokus bekerja sehingga hasilnya tidak maksimal.

    6. Mencari Pekerjaan Sampingan

    Jika memiliki waktu luang, kita juga bisa menerima job lain untuk menambah pemasukan.

    Menjadi freelance adalah sebuah pilihan ketika kita merasa bahwa penghasilan bulanan tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk membayar hutang.

    Nah, itulah beberapa tips dan cara agar terbebas dari hutang. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/