Tag: idiom

  • Contoh Idiom Bahasa Indonesia Beserta Artinya

    Contoh Idiom Bahasa Indonesia Beserta Artinya

    Pengertian Idiom

    Pengertian idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

    Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata

    Namun susunan kata yang di artikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi.

    Contoh Idiom

    1. Selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
    2. Membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala

    Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak dapat diubah atau digantikan dengan kata tugas yang lain.

    Demikian pula pada contoh (2). Idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah dengan kata-kata yang lain.

    Idiom dengan Bagian Tubuh

    hati kecil = maksud yang sebenarnya
    kecil hati = agak marah; penakut
    besar hati = a) sombong; b) bangga
    hati terbuka = senang hati
    berat hati = kurang suka melakukan
    lapang hati = sabar
    tinggi hati = sombong
    setengah hati = segan-segan
    berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
    jatuh hati = menjadi cinta
    mendua hati = bimbang
    sampai hati = tega
    berhati jantung = berperasaan halis
    berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
    berhati tungau = penakut
    mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
    darah daging = anak kandung; keluarga
    mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
    darah panas = pemarah
    darah putih = keturunan bangsawan
    mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
    mandi darah = berperang hebat sekali sehingga banyak yang luka atau mati
    naik darah = marah
    tumpah darah = tanah air
    kepala angin = bodoh
    kepala batu = tidak mau menurut perintah orang lain
    berat kepala = tidak mudah mengerti
    kepala dingin = tenang dan sabar
    ringan kepala = mudah belajar
    kepala udang = bodoh sekali
    tergadai kepala = malu sekali
    orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
    muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
    tebal muka = tak mempunyai rasa malu
    kehilangan muka = mendapat malu
    mencari muka = berbuat sesuatu agar dipuji orang
    tarik muka dua belas = sangat kecewa
    tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
    melihat dengan mata kepala = secara langsung
    memasang mata = melihat baik-baik
    membuang mata = melihat-lihat
    terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
    mata telinga = kaki tangan
    mata hati = perasaan dalam hati
    mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
    berat mulut = tak suka berbicara
    besar mulut = suka membual/menyombong
    buah mulut = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
    gatal mulut = selalu hendak berkata-kata apa saja
    panjang mulut = suka menyampaikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
    ringan mulut = suka berbicara/bertanya
    tutup mulut = diam
    cepat mulut = lancang
    perang mulut = berbantah
    keras mulut = tidak mudah menurut (tentang kuda)
    berat bibir = tidak peramah; pendiam
    tipis bibir = pandai benar berkata-kata; cerewet
    menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
    buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
    panjang bibir = suka menyampaikan perkataan orang (mengadu)
    lidah api = ujung nyala api
    keras lidah = tak pandai melafalkan kata-kata asing
    lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
    pahit lidah = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
    panjang lidah = suka mengadu
    patah lidah = tidak pandai berkata-kata
    ringan lidah = lancar dan fasih tutur katanya
    cepat lidah = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
    mengerat lidah = memenggal/menyela kata orang
    tergelincir lidah = salah mengatakan
    tergigit lidah = tidak mempunyai rasa malu
    terkalang lidah = tak berani membantah/menjawab
    berlidah dua = tidak teguh pendirian; mudah berpihak pada orang lain
    tebal telinga = tak mau mendengarkan kata orang
    tipis telinga = lekas marah kalau mendengar kata yang kurang baik
    memberi telinga = suka mendengarkannya
    terangin-angin ke telinga = kedengaran tentang desas-desus
    memasang telinga = mendengar-dengarkan kabar
    alas perut = sarapan
    duduk perut = mengandung
    membawa perut= datang ke rumah orang untuk makan
    buruk perut = mudah kena penyakit
    buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
    tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
    tangan kanan = pembantu yang utama
    tangan dingin = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
    tangan baik = selalu menang dalam berjudi
    tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
    berat tangan = malas bekerja
    buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
    hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
    makan tangan = kena tinju; beruntung
    ringan tangan = suka bekerja
    turun tangan = turut campur tangan
    berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
    kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
    kaki seribu = berlari ketakutan
    kaki telanjang = tidak bersepatu
    kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
    cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
    bertukar bulu = bertukar pendapat
    tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
    memperlihatkan bulunya = memperlihatkan keadaan yang sebenarnya
    berbulu mata melihat = merasa benci sekali
    berbulu hatinya = suka mendengki

    Idiom dengan Kata Indera

    dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
    perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
    tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
    uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
    panas rezeki = sukar mencari rezeki
    tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    sepala-pala mandi biarlah basah = melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah
    kering kerontang = kering sekali
    kurus kering = kurus sekali
    kabar yang hangat = kabar yang baru terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
    sambutan yang hangat = meriah
    pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
    sepahit semanis = bersama-sama dalam suka dan duka
    mendapat kopi pahit = mendapat teguran keras/marah
    muka manis = menarik hati
    kritik yang pedas = keras dan kejam
    merasakan asin garam = senang dan susah dalam hidup
    tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
    panjang akal = tidak picik; pandai mencari akal
    menarik napas panjang = mengeluh
    pendek permintaan = singkat umurnya
    besar kepala = sombong
    besar perut = rakus; lahap
    besar cakap = suka membual
    pakaian kebesaran = kehormatan
    orang kecil = rakyat kebanyakan
    tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
    rendah hati = tidak angkuh
    rendah budi = hina
    luas pengalaman = banyak pengalaman
    sempit hati = lekas marah
    Idiom dengan Warna
    merah muka = kemalu-maluan
    merah telinga = marah sekali
    lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
    jago merah = api kebakaran
    buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu peristiwa politik
    berputih tulang = mati
    berdarah putih = keturunan bangsawan
    hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
    belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
    masih hijau = belum berpengalaman
    naik kuda hijau = mabuk
    lapangan hijau = gelanggang olah raga
    lampu hijau = sesuatu yang akan membuat menjadi lancar/lebih baik karena sudah disetujui/diizinkan
    kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
    mengelabui mata = menipu
    Idiom dengan Nama Benda-benda Alam
    jadi bumi langit = orang yang selau diharapkan pertolongannya
    dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
    tanah tumpah darah = tanah tempat lahir
    gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
    makan tanah = miskin sekali
    kejatuhan bulan = beruntung besar
    menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
    menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
    terang bintangnya = beruntung
    berbintang naik = mulai mujur
    bintang lapangan = pemain yang terbaik
    salah air = salah didikan
    telah jadi air = habis modalnya/uangnya
    pandai berminyak air = pandai bermuka-muka
    bersuluh minta api = bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui
    semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
    kabar angin = desas-desus
    perasa angin = mudah tersinggung
    menangkap angin = sia-sia belaka
    hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
    seri gunung = tampak elok jika dilihat dari jauh
    rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
    tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu
    Idiom dengan Nama Binatang
    kambing hitam = orang yang dipersalahkan
    kelas kambing = kelas paling murah
    kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
    mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
    berkulit badak = tidak tahu malu, tidak berperasaan
    tenaga badak = kuat sekali
    banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
    akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
    buaya darat = penjahat; orang laki-laki yang gemar kepada perempuan
    ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
    membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
    menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
    membabi buta = melakukan sesuatu dengan menekat saja
    buta ayam = mata kabur pada waktu malam
    mati ayam = mati konyol
    tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
    kabar burung = kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    otak udang = bodoh sekali
    Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan
    pohon kejahatan = asal mula
    batang air = sungai
    sebatang kara = hidup seorang diri
    bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
    lidah bercabang = kata-katanya tidak dapat dipercaya
    lari beranting = lari bersambung(estafet)
    berurat berakar = sudah mendalam benar
    naik daun = mendapat nasib baik
    bunga api = petasan
    bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
    bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
    buah pena = karangan
    buah pembicaraan = hasil pembicaraan
    biji mata = kekasih
    Idiom dengan Kata Bilangan
    bersatu padu = bersatu benar-benar
    bersatu hati = seiya sekata
    berbadan dua = hamil
    tiada duanya = tidak ada bandingannya
    telah dua kepalanya = mabuk
    mendua hati = ragu-ragu
    setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
    bekerja setengah-setengah = tanggung
    jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
    setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
    masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
    pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
    kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
    tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
    diam seribu bahasa = diam sama sekali, tidak berkata sepatah pun

  • Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Idiom

    Pengertian idiom adalah ungkapan bahasa berupa gabungan kata (frase) yang maknanya sudah menyatu dan tidak dapat ditafsirkan dengan makna unsur yang membentuknya.

    Pada dasarnya yang di maksud dengan idiom adalah suatu susunan kata yang tidak bisa di artikan berdasarkan kata per kata.

    namun susunan kata yang diartikan berdasarkan makna secara keseluruhan yang telah menjadi kebiasaan dalam berkomunikasi.

    Pengertian Idiom Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa definisi idiom menurut para ahli.

    1. Kridalaksana (1993:80)

    Menyatakan bahwa idiom umumnya dianggap merupakan gaya bahasa yang bertentangan dengan prinsip penyusunan kekomposisian (Principle of Compositionality).

    2. Alwasilah (1985:147)

    Menyebutkan idiom adalah grup kata-kata yang mempunyai makna tersendiri yang berbeda dari makna tiap kata dalam grup itu.

    Idiom tidak bisa diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa asing. Idiom adalah persoalan pemakaian bahasa oleh penutur asli.

    3. Longman (2003:741)

    “Idiom is a phrase which something different from the meanings of the separate words from which it formed”. Dapat diartikan bahwa idiom adalah kalimat yang mempunyai arti berbeda dari arti kata yang membentuknya.

    4. Rey (1989:VI)

    Menjelaskan bahwa idiomes, c’est-à-dire combinaisons intraduisibles mot à mot. Maksud penjelasan tersebut bahwa idiom adalah gabungan kata yang tidak dapat diartikan kata perkata.

    5. Kridalaksana (1980:62)

    Idiom adalah konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna anggota- anggotanya.

    Contoh kambing hitam, secara keseluruhan maknanya tidak sama dengan makna “kambing” dan “hitam”.

    Jenis-Jenis Idiom

    Idiom dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yakni:

    1. Idiom penuh

    Yaitu idiom atau ungkapan yang seluruh unsure pembentuknya tidak dapat dikembalikan kepada makna denotasinya/sebenarnya.

    Contoh:

    a Gulung tikar berarti bangkrut.
    b Pantat kuning berarti pelit/kikir.

    Kata gulung dan kata tikar sudah kehilangan makna denotasinya. Demikian juga kata pantat dan kata kuning.

    2. Idiom sebagian

    Yaitu idiom atau ungkapan yang sebagian unsur pembentuknya masih dapat dikembalikan kepada makna denotasinya.

    Contoh:

    a Kabar burung berarti kabar atau berita yang belum tentu kebenarannya.
    b Daftar hitam berarti daftar nama orang yang terlibat dalam tindak kejahatan.

    Dalam hal ini, kata kabar dan daftar masih dapat dikembalikan pada makna denotasinya.

    Contoh Idiom

    1. Selaras dengan, insaf akan, berbicara tentang, terima kasih atas, berdasarkan pada/kepada.
    2. Membanting tulang, bertekuk lutut, mengadu domba, menarik hati, berkeras kepala

    Pada contoh (1) terlihat bahwa kata tugas dengan, akan, tentang, atas, dan pada/kepada dengan kata-kata yang digabunginya merupakan ungkapan tetap sehingga tidak dapat diubah atau digantikan dengan kata tugas yang lain.

    Demikian pula pada contoh (2). Idiom-idiom tersebut tidak dapat diubah dengan kata-kata yang lain.

    Contoh idiom lainnya

    Idiom dengan Bagian Tubuh

    hati kecil = maksud yang sebenarnya
    kecil hati = agak marah; penakut
    besar hati = a) sombong; b) bangga
    hati terbuka = senang hati
    berat hati = kurang suka melakukan
    lapang hati = sabar
    tinggi hati = sombong
    setengah hati = segan-segan
    berkeras hati = a) menurut kemauannya sendiri; b) tidak mau mundur
    jatuh hati = menjadi cinta
    mendua hati = bimbang
    sampai hati = tega
    berhati jantung = berperasaan halis
    berhati batu = tidak menaruh belas kasihan
    berhati tungau = penakut
    mengandung hati = a) menaruh dendam; b) merasa cinta
    darah daging = anak kandung; keluarga
    mendarah daging = sudah menjadi kebiasaan
    darah panas = pemarah
    darah putih = keturunan bangsawan
    mengisap darah = terlalu banyak mengambil dari orang lain
    mandi darah = berperang hebat sekali sehingga banyak yang luka atau mati
    naik darah = marah
    tumpah darah = tanah air
    kepala angin = bodoh
    kepala batu = tidak mau menurut perintah orang lain
    berat kepala = tidak mudah mengerti
    kepala dingin = tenang dan sabar
    ringan kepala = mudah belajar
    kepala udang = bodoh sekali
    tergadai kepala = malu sekali
    orang berkepala dua = memihak ke sana ke sini
    muka masam = rupa muka yang menyatakan perasaan kecewa
    tebal muka = tak mempunyai rasa malu
    kehilangan muka = mendapat malu
    mencari muka = berbuat sesuatu agar dipuji orang
    tarik muka dua belas = sangat kecewa
    tatap muka (bersemuka) = berhadapan muka
    melihat dengan mata kepala = secara langsung
    memasang mata = melihat baik-baik
    membuang mata = melihat-lihat
    terbuka matanya = mulai tahu/mengerti
    mata telinga = kaki tangan
    mata hati = perasaan dalam hati
    mulut manis = lemah lembut dan sangat menarik hati tutur katanya
    berat mulut = tak suka berbicara
    besar mulut = suka membual/menyombong
    buah mulut = sebut-sebutan; yang selalu dipercakapkan orang
    gatal mulut = selalu hendak berkata-kata apa saja
    panjang mulut = suka menyampaikan perkataan orang kepada orang lain dan ditambah-tambah
    ringan mulut = suka berbicara/bertanya
    tutup mulut = diam
    cepat mulut = lancang
    perang mulut = berbantah
    keras mulut = tidak mudah menurut (tentang kuda)
    berat bibir = tidak peramah; pendiam
    tipis bibir = pandai benar berkata-kata; cerewet
    menghapus bibir = kecewa; tak berhasil
    buah bibir = yang selalu menjadi pembicaraan orang
    panjang bibir = suka menyampaikan perkataan orang (mengadu)
    lidah api = ujung nyala api
    keras lidah = tak pandai melafalkan kata-kata asing
    lidah bercabang = perkataannya selalu berubah-ubah
    pahit lidah = apa yang dikatakan selalu terbukti manjur
    panjang lidah = suka mengadu
    patah lidah = tidak pandai berkata-kata
    ringan lidah = lancar dan fasih tutur katanya
    cepat lidah = lancang mulut; suka mengeluarkan kata-kata yang kurang baik
    mengerat lidah = memenggal/menyela kata orang
    tergelincir lidah = salah mengatakan
    tergigit lidah = tidak mempunyai rasa malu
    terkalang lidah = tak berani membantah/menjawab
    berlidah dua = tidak teguh pendirian; mudah berpihak pada orang lain
    tebal telinga = tak mau mendengarkan kata orang
    tipis telinga = lekas marah kalau mendengar kata yang kurang baik
    memberi telinga = suka mendengarkannya
    terangin-angin ke telinga = kedengaran tentang desas-desus
    memasang telinga = mendengar-dengarkan kabar
    alas perut = sarapan
    duduk perut = mengandung
    membawa perut= datang ke rumah orang untuk makan
    buruk perut = mudah kena penyakit
    buta perut = asal makan saja; tak peduli rasa makanan
    tangan besi = tindakan/kekuasaan keras
    tangan kanan = pembantu yang utama
    tangan dingin = segala yang ditanam, diobati, dan sebagainya selalu berhasil
    tangan baik = selalu menang dalam berjudi
    tangan turun = selalu kalah dalam berjudi
    berat tangan = malas bekerja
    buah tangan = barang yang dibawa dari bepergian
    hampa tangan = tidak membawa/mendapat apa-apa
    makan tangan = kena tinju; beruntung
    ringan tangan = suka bekerja
    turun tangan = turut campur tangan
    berpangku tangan = tidak bekerja apa-apa
    kaki lima = lantai di muka pintu/di tepi jalan
    kaki seribu = berlari ketakutan
    kaki telanjang = tidak bersepatu
    kaki tangan = pembantu; orang kepercayaan
    cepat kaki, ringan tangan = suka membantu
    bertukar bulu = bertukar pendapat
    tidak memandang bulu = tidak memilih-milih kedudukan seseorang
    memperlihatkan bulunya = memperlihatkan keadaan yang sebenarnya
    berbulu mata melihat = merasa benci sekali
    berbulu hatinya = suka mendengki

    Idiom dengan Kata Indera

    dingin hati = tidak bergembira/tidak bersemangat
    perang dingin = perang tanpa senjata, hanya saling menggertak
    tidak lekang oleh panas = tidak berubah sedikitpun
    uang panas = uang pinjaman dengan bunga yang banyak; uang yang tidak halal
    panas rezeki = sukar mencari rezeki
    tertangkap basah = tertangkap ketika sedang melakukan kejahatan
    sepala-pala mandi biarlah basah = melakukan sesuatu janganlah setengah-setengah
    kering kerontang = kering sekali
    kurus kering = kurus sekali
    kabar yang hangat = kabar yang baru terjadi dan sedang menarik perhatian umum (aktual)
    sambutan yang hangat = meriah
    pengalaman pahit = pengalaman yang tidak menyenangkan
    sepahit semanis = bersama-sama dalam suka dan duka
    mendapat kopi pahit = mendapat teguran keras/marah
    muka manis = menarik hati
    kritik yang pedas = keras dan kejam
    merasakan asin garam = senang dan susah dalam hidup
    tahu asam garamnya = tahu seluk beluknya
    panjang akal = tidak picik; pandai mencari akal
    menarik napas panjang = mengeluh
    pendek permintaan = singkat umurnya
    besar kepala = sombong
    besar perut = rakus; lahap
    besar cakap = suka membual
    pakaian kebesaran = kehormatan
    orang kecil = rakyat kebanyakan
    tinggi rezeki = sukar mencari rezeki
    rendah hati = tidak angkuh
    rendah budi = hina
    luas pengalaman = banyak pengalaman
    sempit hati = lekas marah

    Idiom dengan Warna

    merah muka = kemalu-maluan
    merah telinga = marah sekali
    lampu merah = tanda sesuatu yang membahayakan
    jago merah = api kebakaran
    buku putih = buku yang berisi keterangan pemerintah mengenai suatu peristiwa politik
    berputih tulang = mati
    berdarah putih = keturunan bangsawan
    hitam di atas putih = dengan tertulis; tidak secara lisan
    belum tentu hitam putihnya = ketentuannya
    masih hijau = belum berpengalaman
    naik kuda hijau = mabuk
    lapangan hijau = gelanggang olah raga
    lampu hijau = sesuatu yang akan membuat menjadi lancar/lebih baik karena sudah disetujui/diizinkan
    kartu kuning = suatu peringatan dalam sepak bola
    mengelabui mata = menipu

    Idiom dengan Nama Benda-benda Alam

    jadi bumi langit = orang yang selau diharapkan pertolongannya
    dibumihanguskan = dimunaskan/dihancurkan sama sekali
    tanah tumpah darah = tanah tempat lahir
    gerakan di bawah tanah = gerakan rahasia
    makan tanah = miskin sekali
    kejatuhan bulan = beruntung besar
    menjadi bulan-bulanan = sasaran/tujuan
    menentang matahari = melawan orang yang berkuasa
    terang bintangnya = beruntung
    berbintang naik = mulai mujur
    bintang lapangan = pemain yang terbaik
    salah air = salah didikan
    telah jadi air = habis modalnya/uangnya
    pandai berminyak air = pandai bermuka-muka
    bersuluh minta api = bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui
    semangat berapi-api = berkobar-kobar, bersemangat skali
    kabar angin = desas-desus
    perasa angin = mudah tersinggung
    menangkap angin = sia-sia belaka
    hujan jatuh ke pasir = kebaikan yang tidak berbalas
    seri gunung = tampak elok jika dilihat dari jauh
    rendah gunung tinggi harapan = harapan yang sangat besar
    tak lari gunung dikejar = tidak usah tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu yang sudah tentu

    Idiom dengan Nama Binatang

    kambing hitam = orang yang dipersalahkan
    kelas kambing = kelas paling murah
    kuda hitam = pemenang yang tak diduga-duga
    mengadu domba = mempertentangkan kita dengan kita sendiri
    berkulit badak = tidak tahu malu, tidak berperasaan
    tenaga badak = kuat sekali
    banteng ketaton = mengamuk dengan hebatnya
    akal kancil = tipu muslihat yang sanat licik, sangat cerdik
    buaya darat = penjahat; orang laki-laki yang gemar kepada perempuan
    ular kepala dua = orang yang munafik, ikut ke sana kemari saja
    membebek(membeo) = hanya meniru-niru perkataan/perbuatan orang lain
    menantikan kucing bertanduk = menantikan sesuatu yang mustahil
    membabi buta = melakukan sesuatu dengan menekat saja
    buta ayam = mata kabur pada waktu malam
    mati ayam = mati konyol
    tidur-tidur ayam = sudah tidur tetapi belum lelap benar
    kabar burung = kabar yang tidak boleh dipercaya karena belum pasti kebenarannya
    otak udang = bodoh sekali

    Idiom dengan Bagian Tumbuh-tumbuhan

    pohon kejahatan = asal mula
    batang air = sungai
    sebatang kara = hidup seorang diri
    bercabang hatinya = tidak hanya satu yang dipirkan
    lidah bercabang = kata-katanya tidak dapat dipercaya
    lari beranting = lari bersambung(estafet)
    berurat berakar = sudah mendalam benar
    naik daun = mendapat nasib baik
    bunga api = petasan
    bunga rampai = kumpulan karangan yang terpilih
    bunga kampung = gadis yang tercantik di kampung itu
    buah pena = karangan
    buah pembicaraan = hasil pembicaraan
    biji mata = kekasih

    Idiom dengan Kata Bilangan

    bersatu padu = bersatu benar-benar
    bersatu hati = seiya sekata
    berbadan dua = hamil
    tiada duanya = tidak ada bandingannya
    telah dua kepalanya = mabuk
    mendua hati = ragu-ragu
    setengah hati = tidak dengan bersungguh-sungguh
    bekerja setengah-setengah = tanggung
    jalan tengah = keputusan yang diambil dari dua pendapat secara adil, tidak memihak salah satu pendapat itu
    setengah tiang = pengibaran bendera tanda berduka cita
    masuk tiga, keluar empat = membenjakan uang lebih besar dari penghasilannya
    pertemuan empat mata = pertemuan hanya dua orang
    kaki lima = lantai di muka pinti atau di tepi jalan
    tujuh keliling = nama penyakit kepala yang sangat keras
    diam seribu bahasa = diam sama sekali, tidak berkata sepatah pun