Tag: idul fitri

  • Tuliskan beberapa pengalaman anda ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga

    Tuliskan beberapa pengalaman anda ketika bersilaturahmi ke saudara ataupun tetangga

    Setiap tahun, momen Lebaran selalu menjadi waktu yang dinanti-nantikan untuk berkumpul bersama keluarga besar.

    Tahun ini, saya berkesempatan untuk mudik ke kampung halaman dan bersilaturahmi dengan sanak saudara yang sudah lama tidak bertemu.

    Perjalanan mudik yang panjang dan melelahkan terbayarkan dengan rasa bahagia saat bertemu kembali dengan keluarga tercinta.

    Sesampainya di kampung halaman, kami langsung disambut dengan hangat oleh keluarga.

    Rumah kakek dan nenek yang biasanya sepi, kini ramai oleh suara tawa dan canda anak-anak yang bermain bersama.

    Suasana Idul Fitri terasa begitu meriah dengan dekorasi yang indah dan aroma masakan yang lezat.

    Kami menghabiskan waktu bersama dengan berbagai kegiatan, seperti makan bersama, sholat berjamaah, dan bertukar cerita.

    Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat kami bermain game tradisional bersama.

    Kami bermain lompat karet, tarik tambang, dan engklek. Tawa dan keceriaan mewarnai suasana sore itu.

    Di sela-sela keseruan, kami juga menyempatkan waktu untuk berziarah ke makam leluhur.

    Momen ini menjadi pengingat bagi kami untuk selalu menghormati dan mendoakan mereka yang telah tiada.

    Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Hari terakhir di kampung halaman tiba dengan begitu cepat. Rasa sedih menyelimuti hati saat harus berpisah dengan keluarga.

    Namun, rasa bahagia karena telah berkumpul dan mempererat tali silaturahmi jauh lebih besar.

    Mudik Lebaran tahun ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Pengalaman ini mengingatkan saya tentang pentingnya keluarga dan makna kebersamaan.

    Saya berharap dapat kembali mudik dan bersilaturahmi dengan keluarga di tahun-tahun berikutnya.

  • 7 Alasan Kenapa Kita Menangis Saat Mendengar Takbir Idul Fitri

    Takbir Hari Raya adalah ucapan yang dilantunkan untuk mengagungkan Allah SWT pada saat Hari Raya Idul Fitri.

    Ucapan takbir ini biasanya diucapkan dengan lantang dan penuh semangat untuk menandakan beberapa hal berikut ini:

    • Kemenangan: Berakhirnya bulan Ramadan dimaknai sebagai kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, menahan hawa nafsu, dan memperbanyak ibadah. Takbir menjadi ungkapan rasa syukur dan kemenangan atas perjuangan spiritual tersebut.
    • Keagungan Allah: Lafaz “Allahu Akbar” yang terkandung dalam takbir berarti Allah Maha Besar. Melalui takbir, umat Islam menyatakan keagungan dan kebesaran Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang diberikan selama Ramadan.
    • Ungkapan Kegembiraan: Idul Fitri adalah perayaan setelah sebulan berpuasa. Takbir menjadi ekspresi kegembiraan dan rasa syukur atas nikmat tersebut.

    Ketika takbir hari raya berkumandang, tak sedikit umat Islam yang langsung meneteskan air mata. Kenapa hal tersebut bisa terjadi?

    Kenapa Mendengar Takbir Menangis?

    Mendengar takbir dapat menyebabkan seseorang menangis karena ini bisa menjadi momen yang sangat emosional dan berarti bagi banyak orang.

    Berikut beberapa alasan mengapa seseorang mungkin menangis ketika mendengar takbir.

    1. Rasa Syukur

    Takbir yang dikumandangkan saat hari raya Idul Fitri memicu rasa syukur atas berkah atau nikmat yang diterima.

    Mendengar takbir dapat membangkitkan perasaan syukur yang mendalam, sehingga menyebabkan seseorang menangis sebagai ekspresi dari rasa syukur tersebut.

    2. Perasaan Bercampur Aduk

    Takbir menandai berakhirnya Ramadan, bulan penuh ibadah, puasa, dan refleksi.

    Mendengarnya bisa memunculkan berbagai emosi seperti bahagia, bersyukur, dan lega. Kadang intensitas emosi ini begitu kuat hingga membuat seseorang menangis.

    3. Koneksi Spiritual

    Takbir memiliki makna religius yang dalam. Mengucapkannya berarti mengagungkan Allah dan berserah diri kepada-Nya. Air mata bisa jadi pertanda tersentuh jiwa oleh lantunan suci takbir.

    4. Kesadaran akan Kehadiran Allah

    Takbir menjadi peringatan akan keagungan dan kehadiran Allah SWT.

    Mendengar takbir bisa membuat seseorang menjadi lebih sadar akan kehadiran Allah SWT dalam hidup, sehingga memicu tangisan yang tanpa disangka-sangka.

    5. Penyesalan dan Refleksi

    Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan.

    Mendengar takbir terkadang membuat seseorang merenungi kekurangannya selama Ramadan dan perasaan menyesal pun muncul. Refleksi ini terkadang diiringi air mata.

    6. Kerinduan Mendalam

    Bagi beberapa orang, mendengar takbir juga bisa memicu kenangan dan kerinduan mendalam terhadap seseorang yang disayang sehingga menyebabkan mata berlinang air mata.

    Biasanya, momen kerinduan ini dirasakan oleh anak-anak yang jauh dari orang tua ataupun bagi anak yang orang tuanya sudah meninggal dunia.

    7. Doa dan Harapan

    Takbir juga menjadi momen untuk memanjatkan doa dan harapan di hari raya. Seseorang mungkin menangis karena terharu mendoakan orang lain atau karena doa dan harapannya sendiri.

  • Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Pengertian Zakat

    Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh semua umat Islam pada bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat adalah rukun Islam yang ke empat. Sehingga bagi setiap umat muslim dari segala usia, diwajibkan untuk menunaikan zakat.

    Zakat Fitrah bisa dibayarkan dengan 2,5 kilogram makanan pokok sesuai di daerah masing-masing. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah nasi, maka kita bisa zakat berupa beras.

    Golongan yang Berhak Menerima Zakat

    Adapun delapan golongan yang berhak menerima zakat adalah sebagai berikut:

    1. Fakir

    Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

    2. Miskin

    Golongan orang yang memiliki sedikit harta, tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.

    3. Amil

    Amil adalah orang/panitia yang mengumpulkan dan membagikan zakat.

    4. Mu’alaf

    Orang yang baru masuk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

    5. Hamba Sahaya

    Orang yang ingin memerdekakan dirinya.

    6. Gharimin

    Orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal. Akan tetapi tidak sanggup untuk membayar utangnya.

    7. Fisabilillah

    Orang yang berjuang di jalan Allah. Lebih spesifiknya menurut ulama Fiqih adalah mereka yang memelihara dan melindungi agama serta meninggikan kalimat tauhid melalui berdakwah, berperang, dan berusaha menerapkan hukum Islam

    8. Ibnus Sabil

    Orang yang kehabisan biaya/bekal dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah.

    Dalil Alquran dan Hadis Tentang Zakat

    Ayat alquran yang menerangkan mustahiq zakat adalah Surah At-Taubah ayat 60. Ayat mustahiq zakat ini menjelaskan tentang siapa saja yang berhak menerima zakat. Bunyi ayat tersebut antara lain.

    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah: 60)

    وَاقِـمُو الصَّـلاَةَ وَاتُـوْاالزَكـَلاَةَ وَاَطِـيْعُوْالـرَّسـُولَ لـَعَـلَّـكُـمْ تُـرْحَـمُـوْنْْ

    Dan dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada rasul, agar kamu diberi rahmat (Q.S. An-Nur: 56)

    اَ تَحِلُّ الصَّدَقََةُ لِغَنِيٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ سَوِيٍّ

    Zakat haram diberikan kepada orang kaya dan mereka yang masih kuat bekerja. (Dari Ibnu ‘Amr R.A)

    إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلاَ حَظَّ فِيْهَا لِغَنِيٍّ وَ لاَ لِقَوِيٍّ مُكْتَسِبٍ

    Bila kalian mau maka aku akan berikan zakat ke kalian, sayangnya tak ada zakat untuk orang kaya dan mereka yang masih kuat untuk bekerja. (Dari ‘Ubaidillah bin ‘Adi bin Al-Khiyar)

    يَا قَبِيْصَةُ , إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَتَحِلُّ إِلاَّ ِلأَحَدِ ثَلاَثَةٍ: رَجُلٌ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَهَا ثُمَّ يُمْسِِكَ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اِجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُوْمَ ثَلاَثَةٌ مِنْ ذَوِى الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًا فَاقَةٌ, فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبيْصَةُ ! سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا.

    Wahai qabishah, sesungguhnya diharamkan seseorang meminta-minta selain dari tiga kriteria, yaitu orang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai hutang tersebut lunas. Orang yang hartanya habis karena ditimpa musibah, ia boleh meminta-minta hingga mendapatkan sandaran hidup. Dan orang yang ditimpa kesengsaraan hidup. Adapun selain ketiga golongan tersebut maka haram hukumnya dan mereka yang memakannya adalah memakan makanan haram.

    قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الزَّكَاةُ قِنْطَرَةُ الْإسْلَامِ}.

    Nabi saw. bersabda, “Zakat itu jembatannya Islam.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dari sahabat Abu Ad-Darda’ r.a. dan diriwayatkan juga oleh imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar r.a.

    وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَأَعِدُّوْا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ}.

    Nabi saw. bersabda, “Jagalah harta-harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan shadaqah, dan bersiap-siaplah terhadap musibah dengan doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani, imam Abu Nuaim, dan imam Al-Khathib dari sahabat Ibnu Mas’ud r.a.

    اِذَاكَـنَـتْ لَكَ مِـائـَتـادِرْهَـمٍ وَحَـلَ عَـلَيْـهـَاالـْحَـوْلُ فـَفِـهـَا خَـمـْسُ دَرَاهـِـمَ. وَلـَيْسَ عَـلَيْكَ شَـيْئٌ- يَـعْـنىِ فِى الذَ هـَبِ-حَـتَّى يَكُوْنَ لكَ عِشـْرُنَ دِيْـنَارًا وَحَـلَ عَـليْهـَا الْحَـوْلُ فـَفِيْـهـَانِسْفُ دِيْنَا رٍ وَمَـازَادَ فَـبِـحِـسَـابِـهِ.

    Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah sampai setahun. Maka zakatnya lima dirham. Dan tiada wajib zakat atasmu pada emas hingga hingga engkau memiliki 20 dinar dan telah cukup setahun lamanya, maka zakatnya setegah dinar. Sedang lebihnya diperhitungkan seperti itu juga. (HR. Abu Daud)

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

    “Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (‘Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (‘Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah“

    Niat Zakat Fitrah

    1. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

    2. Doa Zakat Fitrah bagi Istri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

    3. Doa Zakat Fitrah bagi Anak Laki-laki

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    4. Doa zakat Fitrah bagi Anak Perempuan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    5. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

    6. Doa Zakat Fitrah bagi Orang yang Diwakilkan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(nama orang yang diwakilkan), fardhu karena Allah Taala.”