Tag: informasi

  • Sekumpulan data yang sudah diolah menjadi data yang lebih valid, pengertian…

    Sekumpulan data yang sudah diolah menjadi data yang lebih valid, pengertian…

    a. Komunikasi
    b. Data
    c. Informasi
    d. Komunikasi Data
    e. Fakta​

    Jawaban:

    c. Informasi

    Pembahasan:

    Informasi adalah sekumpulan data yang sudah diolah sehingga memiliki makna dan menjadi lebih valid serta bermanfaat untuk pengambilan keputusan atau pemahaman yang lebih baik.

    Informasi adalah hasil dari proses pengolahan data mentah yang sebelumnya mungkin tidak memiliki makna yang jelas.

    Data, yang bisa berupa angka, teks, gambar, atau sinyal lain, ketika dikumpulkan dan dianalisis, berubah menjadi informasi yang lebih terstruktur dan bermakna.

    Proses pengolahan ini bisa melibatkan pengelompokan, penyortiran, penghitungan, dan penginterpretasian data agar dapat memberikan wawasan yang relevan dan valid.

    Misalnya, angka-angka penjualan harian sebuah toko, ketika diolah, dapat memberikan informasi tentang tren penjualan, produk yang paling laris, atau waktu-waktu puncak pembelian.

    Informasi ini kemudian bisa digunakan oleh manajer untuk membuat keputusan bisnis yang lebih cerdas, seperti menyesuaikan stok barang atau merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.

    Oleh karena itu, informasi memiliki nilai yang sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari dunia bisnis, pemerintahan, pendidikan, hingga kehidupan sehari-hari, karena membantu individu dan organisasi dalam memahami situasi, memecahkan masalah, dan merencanakan langkah-langkah ke depan dengan lebih tepat.

  • Hal yang diperhatikan dalam pembuatan tampilan infografis adalah?

    Dalam pembuatan tampilan infografis, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:

    1. Tujuan dan Pesan Utama: Tentukan tujuan infografis dan pesan utama yang ingin disampaikan. Pastikan infografis dirancang untuk menyampaikan informasi secara jelas dan efisien kepada audiens target.
    2. Desain Visual yang Menarik: Gunakan elemen desain yang menarik seperti warna, ikon, dan grafik untuk menarik perhatian audiens. Pilih skema warna yang konsisten dan sesuai dengan tema atau merek yang diwakili.
    3. Keberagaman dan Keterbacaan Informasi: Sajikan informasi dengan cara yang mudah dibaca dan dipahami. Gunakan font yang jelas dan ukuran yang sesuai, serta pastikan teks dan data disajikan secara ringkas dan terstruktur.
    4. Data yang Akurat dan Relevan: Pastikan data yang disajikan akurat dan relevan dengan topik. Verifikasi sumber data dan hindari penyajian informasi yang menyesatkan atau tidak berdasar.
    5. Hierarki Informasi: Atur informasi dengan hierarki visual yang jelas. Gunakan ukuran font, warna, dan tata letak untuk menekankan informasi penting dan memandu audiens melalui infografis secara logis.
    6. Visualisasi Data yang Efektif: Pilih jenis visualisasi data yang sesuai, seperti grafik batang, diagram lingkaran, atau peta, untuk menyajikan informasi statistik dengan cara yang mudah dimengerti.
    7. Kesesuaian dengan Audiens: Sesuaikan desain dan konten infografis dengan audiens target. Pertimbangkan tingkat pengetahuan mereka tentang topik dan preferensi visual mereka.
    8. Keterhubungan dan Alur: Pastikan alur informasi dalam infografis mudah diikuti. Buat koneksi yang jelas antara elemen-elemen visual dan teks agar audiens dapat memahami keseluruhan narasi dengan mudah.

    Dengan memperhatikan hal-hal ini, infografis dapat menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan informasi kompleks dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

  • Bagaimana Cara Memperkirakan Informasi dalam Sebuah Artikel?

    Bagaimana Cara Memperkirakan Informasi dalam Sebuah Artikel?

    Memperkirakan informasi dalam sebuah artikel adalah langkah penting untuk memahami isi artikel secara keseluruhan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda gunakan:

    1. Membaca Judul dan Subjudul

    Judul dan subjudul biasanya memberikan gambaran umum tentang topik utama artikel dan informasi penting yang akan dibahas.

    Bacalah judul dan subjudul dengan cermat untuk mendapatkan gambaran awal tentang isi artikel.

    2. Memindai Isi Artikel

    Lakukan skimming atau scanning pada isi artikel untuk mendapatkan gambaran sekilas tentang informasi yang disajikan.

    Perhatikan paragraf pertama dan terakhir dari setiap bagian, serta kalimat-kalimat yang dicetak tebal atau miring.

    3. Mengidentifikasi Kata Kunci

    Carilah kata kunci yang sering muncul dalam artikel. Kata kunci biasanya menunjukkan informasi yang paling penting dalam artikel.

    4. Mencari Kalimat Utama

    Setiap paragraf biasanya memiliki kalimat utama yang berisi ide pokok. Carilah kalimat utama di setiap paragraf untuk memahami inti dari setiap bagian.

    5. Mencari Bukti Pendukung

    Kalimat utama biasanya didukung oleh kalimat-kalimat lain yang memberikan informasi lebih detail. Carilah bukti pendukung untuk memperkuat pemahaman Anda tentang informasi utama.

    6. Memperhatikan Transisi

    Kata-kata transisi seperti “kemudian,” “sebaliknya,” dan “akhirnya” dapat membantu Anda memahami bagaimana ide-ide dalam artikel saling terkait.

    7. Membaca Ulang

    Setelah Anda selesai membaca artikel, bacalah ulang dengan lebih teliti untuk memastikan Anda memahami semua informasi penting.

    8. Membuat Catatan

    Membuat catatan saat membaca dapat membantu Anda mengingat informasi penting dan memudahkan Anda untuk menemukan kembali informasi tersebut di kemudian hari.

    9. Mencari Informasi Tambahan

    Jika Anda masih merasa tidak yakin tentang informasi dalam artikel, Anda dapat mencari informasi tambahan dari sumber lain yang terpercaya.

    10. Berdiskusi dengan Orang Lain

    Membicarakan isi artikel dengan orang lain dapat membantu Anda memahami informasi dari berbagai sudut pandang dan mendapatkan wawasan baru.

    Dengan menerapkan cara-cara di atas, Anda dapat memperkirakan informasi dalam sebuah artikel dengan lebih baik dan memahami isi artikel secara keseluruhan dengan lebih mendalam.

  • 10 Cara Menyajikan Informasi dalam Bentuk Infografis yang Benar

    10 Cara Menyajikan Informasi dalam Bentuk Infografis yang Benar

    Infografis adalah pepresentasi visual dari informasi, data, atau pengetahuan kompleks yang disajikan secara ringkas dan mudah dipahami.

    Infografis biasanya menggunakan kombinasi teks, gambar, grafik, diagram, dan peta untuk menyampaikan informasi secara visual.

    Menyajikan informasi dalam bentuk infografis adalah cara yang efektif untuk membuat data kompleks menjadi lebih mudah dipahami dan menarik perhatian pembaca.

    Cara Menyajikan Informasi dalam Bentuk Infografis

    Berikut adalah langkah-langkah umum untuk menyajikan informasi ke dalam infografis:

    1. Pilih Tema dan Tujuan

    Langkah pertama dalam membuat infografis yang efektif adalah memilih tema yang tepat.

    Tema yang dipilih harus menarik dan relevan bagi target audiens. Pastikan tema tersebut cukup luas untuk dibahas dalam infografis, tetapi tidak terlalu luas sehingga informasi menjadi tumpang tindih.

    Beberapa topik yang dapat Anda pertimbangkan untuk dijadikan tema infografis seperti tren terkini, fakta menarik, statistik, tips dan trik, tutorial, perbandingan, hingga cerita inspiratif.

    2. Kumpulkan Data

    Setelah menentukan tema dan tujuan, selanjutnya kita mengumpulkan data dengan mencari, mengorganisir, dan menganalisis data yang relevan untuk digunakan dalam infografis.

    Langkah penting dalam membuat infografis yang efektif adalah dengan melakukan riset untuk mengumpulkan data yang relevan.

    Kita dapat menggunakan berbagai sumber data, baik online maupun offline, misalnya via internet, situs web, blog, maupun dari laporan penelitian.

    Selain itu, kita juga bisa melakukan wawancara langsung kepada narasumber terpercaya terkait tema yang akan diangkat sebagai infografis.

    3. Pilih Jenis Infografis

    Setelah mengumpulkan dan mengevaluasi data, langkah selanjutnya adalah memilih jenis infografis yang sesuai. Berikut adalah beberapa jenis infografis yang umum:

    • Infografis statistik: Jenis infografis ini menggunakan grafik, diagram, dan tabel untuk memvisualisasikan data statistik.
    • Infografis proses: Jenis infografis ini menjelaskan suatu proses dengan menggunakan langkah-langkah yang berurutan.
    • Infografis kronologis: Jenis infografis ini menunjukkan urutan peristiwa atau perkembangan suatu topik.
    • Infografis perbandingan: Jenis infografis ini membandingkan dua atau lebih hal.
    • Infografis geografis: Jenis infografis ini menggunakan peta untuk menunjukkan data geografis.
    • Infografis biografi: Jenis infografis ini menceritakan kisah hidup seseorang.
    • Infografis ilmiah: Jenis infografis ini menjelaskan konsep ilmiah dengan cara yang mudah dipahami.

    4. Buat Rangkaian Cerita

    Setelah memilih jenis infografis yang tepat, langkah selanjutnya adalah membuat rangkaian cerita atau alur narasi yang akan disampaikan.

    Urutan informasi dan alur narasi yang baik akan membantu kita menyampaikan informasi dengan cara yang logis dan menarik perhatian pembaca.

    Mulailah dengan pesan utama untuk jelasnya pesan yang ingin disampaikan. Lalu tentukan urutan informasi yang logis dan menarik perhatian pembaca.

    Jangan lupa gunakan transisi yang lancar antar informasi agar alur cerita terasa mulus. Kemudian, tambahkan elemen dan visual yang menarik agar infografis menjadi lebih menarik dan mudah diingat.

    5. Desain Visual

    Gunakan desain visual yang menarik dan kreatif untuk menyajikan informasi. Gunakan warna, ikon, grafik, dan ilustrasi untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan.

    Desain visual yang menarik dapat membuat infografis lebih menonjol dan memikat perhatian pembaca.

    Salah satu cara untuk mencapai ini adalah dengan memanfaatkan warna-warna yang cerah dan mencolok untuk menarik perhatian, serta menggunakan kombinasi warna yang harmonis untuk memperjelas konsep yang disampaikan.

    Selain itu, penggunaan ikon-ikon yang relevan dan mudah dikenali dapat membantu memperkuat pesan yang ingin disampaikan secara visual.

    Grafik dan diagram yang dipilih dengan cermat juga dapat membantu menyampaikan informasi dengan lebih jelas dan mudah dimengerti oleh pembaca.

    Terakhir, penggunaan ilustrasi atau gambar yang menarik dapat membuat infografis lebih menarik dan memudahkan pembaca untuk memahami konten yang disajikan.

    Dengan menggabungkan semua elemen desain visual ini, infografis akan menjadi lebih efektif dalam menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik perhatian audiens.

    6. Sederhanakan Informasi

    Sederhanakan data dan teks agar mudah dipahami oleh pembaca. Gunakan kalimat singkat dan langsung serta batasi jumlah informasi yang disajikan agar tidak terlalu padat.

    Dengan memperhatikan kompleksitas informasi, perlu menggunakan kalimat singkat dan langsung yang dapat dengan jelas menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

    Hal ini membantu agar informasi lebih mudah dicerna oleh pembaca dan menghindari kebingungan yang mungkin timbul akibat teks yang terlalu rumit.

    Selain itu, kita juga harus membatasi jumlah informasi yang disajikan agar infografis tidak terlalu padat dan sulit diikuti oleh pembaca.

    Dengan memilih informasi yang paling relevan dan penting untuk disampaikan, infografis dapat tetap efektif dalam menyampaikan pesan tanpa kehilangan fokus atau kejelasan.

    7. Gunakan Grafik dan Diagram

    Gunakan grafik, diagram, dan grafik lainnya untuk memvisualisasikan data.

    Pilih jenis grafik yang sesuai dengan jenis data yang kita miliki, seperti diagram batang untuk perbandingan atau grafik lingkaran untuk presentasi proporsi.

    Grafik dan diagram memungkinkan pembaca untuk lebih mudah memahami informasi dengan cara yang lebih visual dan intuitif.

    Sebagai contoh, menggunakan diagram batang bisa menjadi pilihan yang tepat untuk membandingkan data kuantitatif atau perbandingan antara beberapa kategori.

    Dengan memperlihatkan perbedaan ukuran atau angka secara langsung, pembaca dapat dengan cepat melihat dan memahami informasi yang disajikan.

    8. Tambahkan Teks Pendukung

    Tambahkan teks pendukung untuk menjelaskan atau memberikan konteks terhadap informasi yang disajikan dalam infografis.

    Teks pendukung berperan penting dalam memberikan penjelasan lebih lanjut atau konteks terhadap informasi yang disajikan dalam infografis.

    Teks ini dapat digunakan untuk memberikan detail tambahan, menguraikan konsep yang kompleks, atau menjelaskan arti dari data yang disajikan.

    Misalnya, jika infografis menyajikan data tentang tingkat pengangguran dalam suatu periode waktu tertentu, teks pendukung dapat digunakan untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran tersebut, seperti kondisi ekonomi, kebijakan pemerintah, atau tren industri.

    Dengan demikian, pembaca dapat lebih memahami konteks di balik data yang disajikan dalam infografis.

    9. Periksa dan Revisi

    Periksa dan revisi infografis untuk memastikan bahwa informasi disajikan dengan jelas, desain visualnya menarik, dan tidak ada kesalahan dalam data atau teks.

    Proses periksa dan revisi dalam pembuatan infografis adalah tahap yang krusial untuk memastikan bahwa informasi disajikan secara jelas, desain visualnya menarik, serta tidak ada kesalahan dalam data atau teks yang disajikan.

    Langkah ini memungkinkan peninjauan terhadap seluruh elemen infografis, mulai dari konten informasi hingga desain visualnya, untuk memastikan bahwa infografis tersebut dapat memberikan dampak yang maksimal kepada pembaca.

    10. Bagikan Infografis

    Setelah menyelesaikan pembuatan dan revisi infografis, langkah selanjutnya adalah membagikannya kepada audiens yang lebih luas.

    Dengan memperluas jangkauan infografis, kita dapat memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat diakses oleh sebanyak mungkin orang, sehingga meningkatkan dampak dan efektivitasnya.

    Salah satu cara terbaik untuk membagikan infografis adalah melalui media sosial. Platform seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan LinkedIn menyediakan alat yang sangat efektif untuk berbagi konten visual seperti infografis.

  • Kenapa Jendela Pesawat Bentuknya Oval? Ini Penjelasan dan Sejarahnya

    Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa jendela pesawat bentuknya oval?

    Saat ini, semua pesawat memiliki bentuk jendela yang oval, sehingga wajar saja jika kamu bertanya-tanya apa alasan dibalik itu.

    Alasan jendela pesawat dibuat dengan bentuk oval adalah untuk mengatur tekanan udara di dalam dan luar pesawat.

    Mengutip dari aviationvoice.com, jendela oval tidak hanya mendistribusikan tekanan itu tetapi juga mengurangi kemungkinan retak dan pecah.

    Selain itu, bentuk melingkar lebih tahan terhadap deformasi dan dapat bertahan dari tekanan udara yang sangat berbeda di dalam dan di luar pesawat.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Sejarah Jendela Pesawat Dibuat Oval

    Pada zaman dahulu, setiap pesawat jendelanya persegi hingga tahun 1950-an. Namun, akhirnya ditemukan bahwa jendela persegi adalah kesalahan teknis yang cukup krusial.

    Dilansir dari rd.com, terjadi kecelakaan pesawat mematikan yang melibatkan pesawat de Havilland Comets pada tahun 1953 dan 1954 secara terpisah.

    Kecelakaan itu berupa hancurnya pesawat di tengah-tengah penerbangan.

    Setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, didapati hasil jika hancurnya pesawat tersebut akibat dari desain jendela pesawat yang persegi.

    Dimana, jendela yang persegi membuat konsentrasi tegangan menumpuk yang disebabkan oleh tepi tajam jendelanya.

    Sudut-sudut jendela yang persegi mudah mengalami tekanan, lebih parah ketika berada di ketinggian.

    Baca juga: Awas, Main Layang-Layang di Bandara Bisa Kena Denda Hingga Dipenjara

    Maka, sejak saat itu didesain ulang bentuk jendela pesawat menjadi oval.

    Selain itu, jendela pesawat juga didesain dengan tiga lapisan. Lapisan terluar adalah yang paling tebal untuk menerima semua tekanan dari luar.

    Kemudian lapisan tengah dengan lubang sedikit digunakan sebagai penyeimbang dan menyamakan tekanan dan melindungi panel dari dalam.

    Dan lapisan paling dalam yang tertipis untuk tekanan dari kabin yang relatif kecil.

  • Awas, Main Layang-Layang di Bandara Bisa Kena Denda Hingga Dipenjara

    Bermain layang-layang adalah hal menyenangkan asal tidak mengganggu fasilitas umum dan membahayakan bagi orang lain.

    Selain itu, tempat bermain layang-layang juga harus diperhatikan karena ada tempat yang dilarang, yaitu bandara.

    Kenapa tidak boleh main layangan di bandara?

    Hal tersebut karena bisa membahayakan penerbangan dan keselamatan penumpang dan awak kabin.

    Melansir dari akun Instagram Angkasa Pura I, ada sanksi yang diterima sesuai dengan UU No.1 Tahun 2009 untuk yang melanggar aturan ini.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Adapun hukumannya adalah pidana kurungan selama 3 tahun dan uang senilai Rp1 miliar.

    Ditetapkannya aturan ini tentu bukan tanpa alasan. Melansir dari laman caas.gov.sg, layang-layang dapat mengganggu pilot saat lepas landas atau mendarat dan kemungkinan tertelan oleh mesin pesawat.

    Tentu saja ini dapat membahayakan jiwa dan menyebabkan kerusakan pada pesawat dan properti di darat.

    Bahkan, jika layang-layang tersangkut di aileron atau sirip pesawat dapat menyebabkan gangguan pada rudder pesawat.

    Maka, jika kamu hobi bermain layang-layang, sebaiknya bermain di tempat lapang yang jauh dari area bandara agar tidak melanggar aturan.

  • Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Ketika memesan tiket pesawat, penumpang akan memberikan data-data diri lengkap, mulai dari nama, alamat, domisili, hingga profesi.

    Namun, ternyata tidak semua profesi bisa dicantumkan dalam tiket pesawat. Hanya ada satu profesi saja yang akan dicantumkan oleh pihak maskapai, yakni dokter.

    Melansir akun Instagram Angkasa Pura I, tujuan pencantuman gelar tersebut adalah untuk memudahkan awak kabin ketika penumpang membutuhkan bantuan darurat ketika pesawat sedang mengudara.

    Baca juga: Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    “Hal ini bertujuan untuk memudahkan awak kabin saat memerlukan bantuan medis dalam keadaan darurat di pesawat,”  Instagram resmi Angkasa Pura I @ap_airports.

    Penumpang yang berprofesi sebagai dokter dianggap mampu membantu penumpang lain ketika membutuhkan pertolongan medis.

    Maka, ketika ada hal-hal yang berkaitan dengan masalah kesehatan, awak kabin dapat mengenali siapa yang berprofesi sebagai dokter melalui tiket.

    Lantas, perihal pencantuman gelar serta nama dalam tiket, setiap pihak maskapai memiliki kebijakan masing-masing.

    Seperti, ada maskapai yang hanya mencantumkan 2 kolom nama, ada pula yang mencantumkan 3 kolom nama.

    Kemudian, penumpang juga akan mengisi titel seperti Mr. (untuk pria dewasa), Mrs. (untuk wanita dewasa), Mstr. (untuk anak laki-laki di bawah 12 tahun), dan Ms. (untuk wanita yang belum menikah).

    Sumber: Instagram Angkasa Pura I

  • 23 Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

    23 Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

    Informasi memiliki peran penting dalam kehidupan manusia, terutama di era modern yang serba digital seperti sekarang.

    Melalui informasi, seseorang dapat memahami berbagai peristiwa, mengambil keputusan yang tepat, serta mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.

    Informasi juga menjadi dasar utama dalam proses komunikasi, manajemen, dan pengambilan kebijakan di berbagai bidang, baik pendidikan, pemerintahan, maupun bisnis.

    Pengertian Informasi Menurut Para Ahli

    Secara umum, informasi dapat dipahami sebagai hasil dari pengolahan data yang memberikan arti, makna, dan manfaat bagi penggunanya.

    Namun, setiap ahli memiliki pandangan yang berbeda tergantung pada konteks bidang ilmu yang digunakan, seperti manajemen, sistem informasi, atau komunikasi.

    Untuk memahami lebih jelas makna dan hakikat informasi, berikut ini pengertian informasi menurut para ahli dari berbagai sumber dan perspektif.

    1. Raymond McLeod

    Pengertian informasi berdasarkan Raymond McLeod ialah data yang telah diolah menjadi bentuk yang mempunyai arti bagi si akseptor dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saatu ini atau di masa mendatang.

    2. Jogiyanto HM

    Arti informasi merupakan sebuah hasil dari pengolahan data ke dalam bentuk yang lebih bermanfaat bagi penerimanya yang menggambarkan kejadian-kejadian yang kasatmata untuk dipakai dalam pengambilan keputusan.

    3. Romney dan Steinbart (2009)

    Romney dan Steinbart mendefinisikan arti informasi sebagai data yang telah diproses dan diorganisasikan, sehingga sanggup menawarkan arti atau manfaat bagi orang yang menggunakannya.

    4. George R. Terry

    Pengertian informasi berdasarkan George R. Terry merupakan suatu data penting yang menawarkan pengetahuan yang berkhasiat bagi penerimanya.

    5. Azhar Susanto (2004)

    Menurut Azhar Susanto (2004), definisi informasi ialah suatu hasil pengolahan data yang menawarkan arti dan manfaat bagi penerimanya.

    6. Stephen A. Moscove & Mark G. Simkin

    Dalam buku Accounting Information Systems, pengertian informasi adalah suatu bentuk yang nyata, yang mempunyai nilai manfaat, sehingga sanggup dipakai untuk mengambil keputusan.

    7. Tata Sutabri

    Informasi merupakan sebuah data yang telah diklasifikasikan atau diolah atau diinterpretasikan untuk dipakai dalam proses pengambilan keputusan.

    8. Jogiyanto HM. (1999)

    Definisi informasi merupakan sebuah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih berkhasiat dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian yang kasatmata yang dipakai untuk pengambilan keputusan.

    9. Gelinas & Dull (2012)

    Dalam bukunya, Gelinas dan Dull menyampaikan bahwa pengertian informasi ialah sebuah data yang disajikan dalam bentuk formulir. Data tersebut mempunyai kegunaan dalam pembuatan atau pengambilan keputusan.

    10. McFadden (1999)

    McFadden dkk mengemukakan pendapat yang mendefinisikan pengertian informasi sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga meningkatkan pengetahuan seseorang yang memakai data tersebut.

    11. George H. Bodnar (2000)

    Menurut George H. Bodnar, pengertian informasi secara umum ialah data yang diolah sehingga sanggup dijadikan dasar untuk mengambil keputusan yang tepat”

    12. Lani Sidharta (1995)

    Pengertian informasi secara singkat ialah data yang disajikan dalam bentuk yang berkhasiat untuk dipakai menciptakan suatu keputusan.

    13. Anton M. Meliono (1990)

    Pengertian informasi berdasarkan Anton M. Meliono ialah data yang telah diproses untuk suatu tujuan tertentu, yakni untuk menghasilkan sebuah keputusan.

    14. Gordon B. Davis (1991)

    Arti informasi ialah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan ketika ini atau mendatang.

    15. Barry E. Cushing

    Informasi ialah suatu hal yang memperlihatkan hasil suatu proses pengolahan data. Hasil pengolahan data tersebut terorganisir dan mempunyai manfaat atau berkhasiat bagi penerimanya.

    16. Drs. The Liang Gie

    Informasi ialah keterangan dari rangkaian kata, gambar, kalimat, dan yang lainnya mengandung pengertian, pengetahuan, dan buah pikir lainnya yang sanggup dipakai dalam pembuatan keputusan sempurna sesuatu apa yang ada pada kenyataan.

    17. Robert N. Anthony & John Dearden

    Pengertian informasi ialah sesuatu yang mempunyai sifat kasatmata dari data sehingga sanggup dipakai dalam menambah suatu pengetahuan bagi penerima.

    18. Firmanzah

    Menurut pendapat dari Firmanzah, pengertian informasi secara umum sanggup didefinisikan sebagai data dan angka yang sudah diberi makna dan nilai.

    19. Burch & Strater

    Menurut Burch dan Strater, informasi didefinisikan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan data yang ditujukan untuk menawarkan keterangan atau pengetahuan tertentu mengenai suatu hal.

    20. Joner Hasugian

    Informasi ialah sebuah konsep universal dalam jumlah muatan besar yang mencakup banyak hal dalam ruang lingkupnya masing-masing dan terekam pada sejumlah media.

    21. Kusrini

    Pengertian informasi ialah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan ketika ni atau mendukung sumber informasi.

    22. Robert G. Murd1ck

    Informasi terdiri atas data yang telah diolah atau diproses, atau sebaliknya yang digunakn untuk tujuan klarifikasi atau penerangan, uraian, atau sebgai sebuah dasar untuk pembuatan ramalan atau pembuaatan keputusan.

    23. Kenneth C. Laudon

    Menurut Kenneth C. Laudon, definisi informasi sanggup diartikan sebagai daya yang telah dibuat menjadi sebuah bentuk yang bermanfaat yang sanggup dipakai oleh manusia.