Tag: inspirasi

  • Dari Buku ke Aksi, Ruang Baca Kita Bangun Budaya Baca di Ruang Publik

    Dari Buku ke Aksi, Ruang Baca Kita Bangun Budaya Baca di Ruang Publik

    Ruang Baca Kita, sebuah komunitas kecil dengan mimpi besar, hadir membawa semangat baru dalam upaya menumbuhkan kembali budaya membaca di tengah masyarakat.

    Diinisiasi oleh sekelompok individu dengan latar belakang beragam, mulai dari pelajar, pekerja, ibu rumah tangga, hingga pegiat literasi, komunitas ini disatukan oleh kecintaan yang sama terhadap buku dan keinginan kuat untuk berbagi manfaatnya kepada lebih banyak orang.

    Komunitas ini tidak hanya menyediakan ruang untuk membaca buku secara gratis, tetapi juga menjadi wadah interaktif yang memfasilitasi berbagai kegiatan menarik.

    Mulai dari diskusi ringan tentang topik-topik terkini, bedah buku bersama penulis atau pembaca aktif, hingga sesi membaca buku bersama anak-anak sebagai bentuk pendekatan literasi sejak dini.

    Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan semangat kebersamaan dan kesukarelaan.

    Lahir dari sebuah keresahan sederhana yang melihat tumpukan buku di rumah yang tak tersentuh dan tak terbaca, ide untuk mengajak teman-teman berkumpul dan membaca bersama pun tumbuh menjadi gerakan yang lebih besar.

    Apa yang awalnya hanya percakapan ringan kini menjelma menjadi agenda rutin yang digelar setiap akhir pekan.

    Bahkan tak jarang, Ruang Baca Kita juga menyelenggarakan kegiatan spontan seperti pojok baca dadakan di lokasi-lokasi strategis, yang selalu berhasil menarik perhatian masyarakat sekitar.

    Salah satu kegiatan yang kini menjadi ciri khas komunitas ini adalah membuka lapak baca di area publik seperti Taman Blambangan, sebuah ruang terbuka hijau yang menjadi pusat aktivitas warga Banyuwangi.

    Dari pagi hingga sore hari, lapak ini ramai dikunjungi oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak yang antusias membuka halaman demi halaman buku cerita, pelajar yang mencari referensi bacaan tambahan, hingga orang dewasa yang sekadar ingin bersantai sambil menikmati bacaan ringan.

    Semua larut dalam atmosfer literasi yang hangat dan inklusif.

    Pada Minggu, 18 Mei 2025, Ruang Baca Kita juga menjalin kolaborasi bersama Banyuwangi Book Party, sebuah inisiatif lokal yang memiliki visi serupa dalam menumbuhkan minat baca masyarakat.

    Kolaborasi ini menjadi momen penting yang memperkuat sinergi antar komunitas literasi di Banyuwangi dan menjadi bukti nyata bahwa gerakan membaca bisa tumbuh subur jika digerakkan bersama-sama.

    Bagi Ruang Baca Kita, membaca bukan sekadar aktivitas menambah ilmu pengetahuan, melainkan juga cara untuk memahami dunia dan diri sendiri.

    Melalui membaca, seseorang bisa menemukan minat dan bakat yang sebelumnya tidak disadari.

    Bahkan, membaca bisa menjadi terapi tersendiri untuk menenangkan pikiran, membuka wawasan baru, serta membangun empati terhadap sesama.

    Dengan mengusung semangat gotong royong, keterbukaan, dan inklusivitas, komunitas ini berharap dapat menjadi percikan kecil yang menyalakan api semangat membaca di tengah masyarakat.

    Sebab mereka percaya, perubahan besar dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana, seperti satu halaman buku yang dibaca dengan hati.

    Jika Anda meyakini bahwa sebuah perubahan bisa lahir dari lembar demi lembar buku, maka Ruang Baca Kita adalah tempat yang tepat untuk Anda.

    Ayo, bergabung bersama kami dan jadilah bagian dari gerakan literasi yang menyenangkan, inklusif, dan berdampak!

    Untuk informasi kegiatan dan kolaborasi selanjutnya, silakan kunjungi laman Instagram kami di @ruangbacakitaa.

    Kami tunggu kehadiran dan partisipasi Anda dalam menciptakan masyarakat yang gemar membaca!

  • Erin Honeycutt Dinobatkan Sebagai Wanita dengan Janggut Terpanjang di Dunia

    Erin Honeycutt, wanita berusia 38 tahun dari Michigan, Amerika Serikat, dinobatkan sebagai wanita dengan janggut terpanjang di dunia oleh Guinness World Records.

    Dikutip dari postingan Guinness World Records, (9/8/2023), janggut Erin Honeycutt saat ini berukuran 30 cm (11,81 inci) dan secara resmi memecahkan rekor dunia untuk janggut terpanjang pada wanita yang masih hidup.

    Rekor sebelumnya 25,5 cm (10,04 in) dimiliki oleh Vivian Wheeler (AS) yang berusia 75 tahun.

    Erin memiliki janggut yang unik, itu benar-benar alami, dia tidak mengonsumsi hormon atau suplemen apa pun untuk menumbuhkan janggutnya.

    Baca juga: Kisah Jim Arrington yang Jadi Binaragawan Tertua di Dunia, Ternyata Dulunya Sakit-Sakitan

    Hal yang menyebakan terjadinya pertumbuhan janggut itu karena dia memiliki sindrom ovarium polikistik (PCOS).

    PCOS merupakan kondisi yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, penambahan berat badan, kemandulan, dan pertumbuhan rambut berlebih.

    Janggut Erin mulai tumbuh ketika dia berusia 13 tahun. Sejak saat itu, dia melakukan segala cara untuk mengatasinya, termasuk seperti mencukur, waxing, dan menggunakan produk penghilang rambut.

    “Saya mungkin mencukur setidaknya tiga kali sehari,” ungkapnya, dikutip dari laman guinnessworldrecords.com.

    Erin terus melakukannya dari remaja hingga dewasa. Namun, ia mulai merasa bosan dan akhirnya membiarkan janggutnya itu tumbuh.

    PCOS bukanlah satu-satunya yang dia hadapi. Pada tahun 2018, kakinya terluka dan dibawa ke rumah sakit.

    Dalam kurun waktu seminggu, dia mengalami necrotizing fasciitis di kakinya, yang merupakan infeksi bakteri langka yang mengakibatkan kematian sebagian jaringan lunak tubuh.

    Akibatnya, diambil langkah serius untuk mengamputasi kakinya.

    Namun ternyata masalah kesehatan tidak berhenti di situ. Diceritakan jika dirinya mengalami stroke mata.

    Kendati mengalami berbagai masalah kesehatan, dia tetap memiliki pandangan yang positif tentang kehidupan.

    Erin diberitahu oleh dokternya bahwa jika dia terus berpikir positif, dia akan sembuh 3% lebih cepat, jadi Erin mengatakan dia menjadi “orang paling positif di seluruh dunia”.

    Bagi Erin, mencapai rekor dunia untuk sesuatu yang dulu membuatnya malu adalah “sangat luar biasa”.

    Author: Maulana Affandi

    Sumber: guinnessworldrecords.com

  • Kisah Jim Arrington yang Jadi Binaragawan Tertua di Dunia, Ternyata Dulunya Sakit-Sakitan

    Jika kebanyakan lansia menghabiskan waktu di tempat tidur, berbeda dengan sosok kakek yang satu ini.

    Jim Arrington adalah seorang lansia berusia 90 tahun yang dinobatkan sebagai binaraga tertua di dunia oleh Guinness World Records.

    Penghargaan Guinness World Records (GWR) itu telah ia dapatkan sejak tahun 2015, dimana usianya saat itu menginjak 83 tahun.

    Melansir laman Guness Worls Records, baru-baru ini Jim Arrington mengikuti kompetisi di Liga Profesional IFBB di Reno, Nevada.

    Dia menempati posisi ketiga dalam kategori pria di atas 70 tahun dan pertama dalam kategori di atas 80 tahun.

    Kendati usianya sudah hampir 1 abad, tapi fisiknya masih luar biasa.

    Baca juga: 100 Kata-Kata Bijak Tentang Kesehatan Untuk Memotivasi Diri Sendiri dan Orang Lain

    Namun, di balik prestasinya itu, Jim Arrington juga memiliki kisah panjang. Dia lahir satu setengah bulan sebelum waktunya dengan berat badan hanya 5,5 lb (2,5 kg).

    Lantas, orang tuanya juga melakukan perjuangan ekstra untuk menyelamatkan hidupnya.

    Selain mengidap asma, Jim Arrington juga disebut sebagai anak yang sering sakit.

    Namun, pada usia memasuki 15 tahun, dia memutuskan untuk hidup lebih sehat dengan menekuni angkat beban.

    “Saya ingin menjadi pahlawan super,” kenang Jim, dikutip dari laman Guinness World Records.

    Selama lebih dari 7 dekade, angkat beban masih menjadi aktivitas dan hobi utama dalam hidupnya.

    Dia pergi ke gym tiga kali seminggu, dengan setiap sesi berlangsung dua jam.

    Salah satu pelatih di sasananya berkata: “Saya melihat Jim hampir setiap hari. Dia melakukan lebih dari 60% klien saya atau siapa pun yang datang ke sasana ini.”

    Jim Arrington juga membagikan bagaimana rahasia sehat yang dijalaninya, yakni tidak hanya olahraga saja tapi juga menjaga pola makan.

    Dia mengaku jika setelah usianya tidak muda lagi, dia mulai mengonsumi produk makanan sehat, seperti minyak zaitun, jamur, dan makanan alami lainnya.

    Jim Arrington juga mengaku jika dulunya ia suka mengonsumsi daging dan susu, namun seiring bertambahnya usia, makanan tersebut justru membuatnya mengalami peradangan.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    Sehingga ia memutuskan untuk mengubah pola makan sepenuhnya.

    Selama menjalani karier sebagai binaragawan, Jim Arrington telah mengikuti banyak kompetisi, salah satunya adalah “20 or so” di Muscle Beach yang terkenal di California. Saat itu dia menempati posisi kedua.

    Author: Maulana Affandi

    Sumber: Guinness World Records (GWR)

  • 7 Tokoh Dunia yang Pernah Putus Sekolah Tapi Raih Sukses Besar

    Pendidikan memang menjadi salah satu pilar yang bisa menghantarkan seseorang menuju kesuksesan. Namun, pendidikan bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan.

    Pasalnya, masih ada faktor lain yang mempengaruhi kesuksesan orang, meliputi kerja keras, kreativitas, relasi, ide cemerlang, pengalaman, dan masih banyak lagi.

    Hal itu dibuktikan dengan beberapa tokoh di bawah ini yang mana mereka pernah putus sekolah, tapi berhasil menciptakan karya yang membuat nama mereka melejit dan dikenal oleh semua orang.

    Siapa saja tokoh tersebut? Berikut diantaranya.

    1. Kolonel Harland Sanders

    Siapa sangka tokoh pendiri Kentucky Fried Chicken ini tidak pernah merasakan bangku perkuliahan.

    Bahkan, sejak usia 6 tahun, Ayahnya meninggal sehingga ia harus memasak dan mengurus rumah seorang diri karena Ibunya bekerja.

    Hingga akhirnya ia putus sekolah dan bekerja di beberapa tempat, seperti kapal uap, pemadam kebakaran, hingga perusahaan asuransi.

    Kemudian pengalaman memasaknya dari kecil itulah yang menjadi modal besar hingga akhirnya dia bisa mendirikan perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia, yaitu KFC.

    2. Walt Disney

    Walt Disney adalah tokoh besar pendiri The Walt Disney Company, perusahaan yang bergerak dalam bidang industri hiburan dan media.

    Namun, di balik kesuksesannya di dunia hiburan, ternyata Walt Disney pernah putus sekolah.

    Dikutip dari laman Biography, Walt Disney pernah putus sekolah saat usia 16 tahun karena menjadi tentara.

    Karena masih terlalu belia, dia ditugaskan menjadi seorang sopir ambulan yang seluruh permukaan mobilnya dipenuhi animasi kartun.

    Dari situlah ia mulai terinspirasi untuk membuat karakter-karakter kartun dan mulai mendirikan usahanya.

    Dikabarkan jika Walt Disney pernah kursus malam di Academy of Fine Arts di Chicago sehingga dia memiliki kemampuan seni yang akhirnya membawanya menjadi tokoh hiburan dunia.

    3. Thomas Alva Edison

    Thomas Alva Edison adalah seorang penemu dan pengusaha yang bisa dibilang paling produktif.

    Tercatat, lebih dari 1.000 hak paten atas namanya. Di antara banyak karya, yang paling fenomenal adalah bola lampu listrik dan fonograf.

    Dinukil dari NPS, Edison pernah putus sekolah sehingga ia harus menempuh pendidikan formal selama 3 bulan.

    Beruntung, Ibunya adalah seorang guru sehingga Edison bisa mendapat pendidikan dari rumah.

    4. John D. Rockefeller

    John D. Rockefeller adalah seorang pebisnis ulung asal Amerika Serikat yang menghasilkan miliaran dolar dari usahanya, yaitu Standard Oil Company.

    Dikutip dari laman Britannica, Rockfeller pernah putus sekolah dan mengambil kursus bisnis di Folsom Mercantile College.

    Setelah usahanya mulai menuai kesuksesan, ia kemudian memiliki perhatian lebih dengan pendidikan dunia dan menghibahkan sejumlah uangnya untuk mendirikan Universitas sekaligus memberi beasiswa bagi siswa berprestasi.

    5.  Steve Jobs

    Siapa yang tidak kenal dengan Steve Jobs? Dia adalah pendiri perusahaan Apple yang kini tengah merajai pasar gadget dunia.

    Namun, di balik kesuksesannya, ternyata Steve Jobs pernah memiliki riwayat pendidikan yang kurang apik.

    Dinukil dari laman Biography, Steve Jobs pernah menempuh pendidikan di Reed College di Portland, Oregon, tetapi ia hanya 1 semester saja, dia keluar.

    Kemudian, Jobs belajar spiritualisme Timur di India hingga ia kembali ke Amerika Serikat dan menemui Steve Wozniak untuk memulai bisnis bersama.

    6. Diana Spencer

    Diana adalah seorang penyanyi sekaligus istri pertama dari Charles, Pangeran Wales, anak sulung dari Ratu Elizabeth II.

    Dilansir dari laman Business Insider, Diana Spencer pernah gagal dalam ujian O-Level (ujian untuk gadis berusia 16 tahun di Inggris untuk menentukan tingkat pendidikan).

    Kemudian ia meninggalkan West Heath dan sekolah di Swiss selama beberapa waktu.

    Tak dinyana, ternyata wanita yang pernah gagal dalam ujian ini kemudian menjadi seorang tokoh yang amat terkenal hingga pada 1981, Diana bertunangan dengan Pangeran Charles.

    7. Jack Dorsey

    Jack Dorsey adalah pendiri Twitter, salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak di dunia.

    Jack Dorsey sangat tertarik dengan dunia software dan komputer dari kecil hingga ia memutuskan untuk kuliah di Missouri University of Science and Technology.

    Namun, tak berapa lama, ia pindah ke New York University. Di sinilah ia mengembangkan minatnya dan kemudian berhasil menciptakan Twitter.

    Karena terlalu fokus dengan karyanya, Jack Dorsey tidak fokus kuliah hingga ia berhenti tengah jalan.

    Namun, siapa sangka ternyata karyanya sangat fenomenal dan membuatnya menjadi salah satu tokoh besar dunia.

    Nah, itulah sederet tokoh besar yang tidak lulus kuliah.

    Dari kisah-kisah itu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa putus sekolah atau tidak kuliah bukanlah penghambat untuk menuju kesuksesan.

    Jadi, tetap semangat untuk berkarya, ya! Jangan lupa share artikel sastrawacana.id/ untuk berbagi semangat kepada semua orang.