Tag: investasi

  • 5 Strategi Jitu Kelola THR 2026, Jangan Sampai Cuma Numpang Lewat di Rekening!

    5 Strategi Jitu Kelola THR 2026, Jangan Sampai Cuma Numpang Lewat di Rekening!

    sastrawacana.id/ – Momen Idul Fitri selalu identik dengan Tunjangan Hari Raya (THR).

    Bagi mahasiswa yang bekerja paruh waktu atau pekerja muda, menerima THR adalah angin segar bagi kondisi finansial.

    Namun, tanpa strategi teknis yang matang, uang tersebut seringkali habis hanya dalam hitungan hari untuk pengeluaran konsumtif yang tidak terencana.

    Secara psikologis, fenomena lifestyle creep atau kenaikan gaya hidup sering terjadi saat seseorang menerima dana tambahan.

    Baca juga: Gaji Sering Kurang? Ini 5 Ide Side Hustle 2026 yang Bisa Kamu Jalankan Hanya Modal HP, Potensi Cuan Tambahan Jutaan Rupiah dari Rumah

    Jika tidak dikelola dengan etika keuangan yang baik, kamu akan terjebak dalam siklus “kaya mendadak, miskin seketika”.

    Agar dana THR kamu tetap produktif dan membawa keberkahan, terapkan 5 strategi teknis pengelolaan keuangan berikut ini:

    1. Gunakan Metode Split Budget 50-30-20

    Jangan mencampur uang THR dengan saldo utama di rekening harianmu. Segera bagi dana tersebut ke dalam tiga pos utama:

    • 50% untuk kebutuhan hari raya (zakat, bingkisan keluarga, transportasi mudik),
    • 30% untuk tabungan atau investasi jangka panjang,
    • 20% untuk keinginan pribadi (self-reward).

    Pembagian di awal secara teknis akan membatasi impulsivitas kamu saat melihat diskon lebaran di marketplace.

    2. Prioritaskan Kewajiban Etis dan Sosial (Zakat & Infaq)

    Sebagai anak muda yang beretika, langkah pertama setelah menerima THR adalah menunaikan kewajiban sosial.

    Alokasikan dana zakat fitrah dan sedekah di awal waktu.

    Secara teknis, mendahulukan pengeluaran sosial akan memberikan batasan mental bahwa uang tersebut bukan sepenuhnya milik pribadi, sehingga kamu akan lebih bijak dalam menggunakan sisa dana yang ada.

    3. Alokasikan ke Instrumen Investasi Auto-Debet

    Tahun 2026 menawarkan banyak instrumen investasi digital yang sangat mudah diakses.

    Manfaatkan 30% dana THR untuk mengisi portofolio investasi seperti Reksadana Pasar Uang atau emas digital.

    Dengan langsung memindahkan dana ke instrumen investasi, kamu secara teknis “mengamankan” uang tersebut dari godaan belanja barang-barang yang nilainya turun (depreciating assets).

    4. Dana Darurat: Benteng Pertahanan Pasca-Lebaran

    Kesalahan fatal anak muda adalah menghabiskan seluruh THR dan gaji bulanan untuk perayaan, sehingga saat memasuki bulan baru setelah lebaran, kondisi keuangan menjadi kritis.

    Gunakan sebagian kecil THR untuk menambah saldo dana darurat.

    Dana ini sangat teknis fungsinya untuk mengantisipasi biaya tak terduga seperti perbaikan gadget atau biaya kesehatan darurat setelah konsumsi makanan lebaran yang berlebihan.

    5. Hindari Jebakan Paylater dan Utang Konsumtif

    Gencarnya promo cicilan 0% atau paylater saat lebaran seringkali menjadi jebakan.

    Strategi teknis terbaik adalah jika kamu tidak bisa membeli barang tersebut secara tunai dengan dana dari pos 20% (self-reward), maka jangan membelinya.

    Menghindari utang konsumtif di hari raya adalah bentuk kedewasaan finansial yang akan menyelamatkan skor kredit dan kesehatan mentalmu di masa depan.

  • 7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    Investasi kini bukan lagi perkara eksklusif milik segelintir orang berduit.

    Dalam dunia yang makin terkoneksi dan terbuka, siapa pun bisa mulai menanam modal dan membangun aset asal tahu caranya.

    Mulai dari pelajar yang ingin memahami literasi keuangan, pekerja kantoran yang ingin menyiapkan masa depan, hingga pelaku usaha yang ingin memutar keuntungan, semua punya peluang yang sama.

    Namun sebelum menaruh dana di saham, obligasi, atau instrumen lainnya, memahami dasarnya adalah keharusan. Dan salah satu cara terbaik untuk belajar adalah melalui buku.

    Buku menawarkan pengetahuan yang tak lekang waktu, lebih dalam daripada konten singkat di internet dan sering ditulis langsung oleh para praktisi yang sudah menempuh jalan panjang di dunia investasi.

    Para tokoh sukses seperti Warren Buffett, Elon Musk, Ray Dalio, hingga Charlie Munger mengaku bahwa kebiasaan membaca buku-lah yang membentuk cara mereka berpikir, bertindak, dan mengambil keputusan keuangan.

    Rekomendasi Buku Untuk Belajar Investasi

    Berikut ini tujuh buku terbaik yang wajib dibaca siapa saja yang ingin serius membangun karier sebagai investor.

    1. The Intelligent Investor – Benjamin Graham

    Disebut sebagai kitab suci oleh banyak investor senior, buku ini adalah fondasi dari filosofi investasi nilai. Benjamin Graham, penulisnya, adalah mentor langsung Warren Buffett.

    Ia menekankan pentingnya membeli saham di bawah nilai intrinsik sebagai bentuk investasi yang cerdas dan disiplin.

    “The Intelligent Investor” bukan buku yang menjanjikan cara cepat menjadi kaya. Sebaliknya, buku ini mengajarkan kesabaran, logika, dan ketenangan dalam menghadapi fluktuasi pasar.

    Lebih dari sekadar teori, buku ini membantu membentuk mentalitas tahan uji bagi siapa pun yang serius ingin membangun portofolio jangka panjang.

    2. Common Stocks and Uncommon Profits – Philip Fisher

    Philip Fisher membawa perspektif berbeda yang fokus pada potensi pertumbuhan perusahaan.

    Buku ini memperkenalkan pendekatan investigatif dalam memilih saham yang dikenal dengan metode “scuttlebutt” yaitu mencari informasi dari berbagai pihak terkait perusahaan sebelum membeli sahamnya.

    Warren Buffett sendiri menggabungkan ajaran Graham dan Fisher dalam strategi investasinya.

    Buku ini memberikan panduan mendalam bagi siapa pun yang ingin memahami karakteristik perusahaan hebat, termasuk cara melihat manajemen yang kompeten dan inovatif.

    Tidak sekadar menganalisis angka, Fisher mengajak pembaca menyelami jiwa bisnis dari dalam.

    3. One Up on Wall Street – Peter Lynch

    Peter Lynch dikenal luas sebagai manajer investasi legendaris yang mengelola Fidelity Magellan Fund.

    Dalam buku ini, ia menyampaikan satu pesan sederhana namun kuat: berinvestasilah pada apa yang dikenal dan dipahami.

    Menurut Lynch, investor ritel memiliki keunggulan karena bisa mengenali tren sebelum para analis profesional.

    Ia memberi contoh nyata tentang bagaimana pengetahuan sehari-hari bisa menjadi alat investasi yang sangat ampuh.

    Gaya penulisan Lynch yang ringan dan penuh humor membuat buku ini sangat mudah dicerna oleh siapa saja, bahkan yang baru memulai dunia investasi.

    4. Principles: Life and Work – Ray Dalio

    Ray Dalio bukan hanya investor ulung, tapi juga pemikir yang mendalam.

    Dalam buku “Principles”, ia membagikan prinsip-prinsip hidup dan kerja yang membentuk kesuksesannya sebagai pendiri Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia.

    Dalio menekankan pentingnya berpikir sistematis, terbuka pada kebenaran, serta berani mengambil keputusan berdasarkan data dan logika.

    Dalam konteks investasi, ia juga menjelaskan bagaimana memahami siklus ekonomi dan pentingnya diversifikasi portofolio.

    Buku ini bukan hanya panduan keuangan, tapi juga pelajaran hidup yang membentuk karakter pengambil keputusan.

    5. The Psychology of Money – Morgan Housel

    Tidak semua keputusan keuangan dibuat berdasarkan logika. Di sinilah Morgan Housel menempatkan fokusnya.

    Buku ini mengeksplorasi bagaimana emosi, latar belakang, dan pengalaman pribadi memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan keuangan.

    Melalui cerita-cerita pendek yang penuh makna, Housel mengajak pembaca merenungi hubungan emosional kita dengan uang.

    Ia membongkar mitos bahwa sukses finansial selalu berasal dari kecerdasan teknis, dan menunjukkan bahwa disiplin, konsistensi, dan pemahaman terhadap diri sendiri jauh lebih penting.

    Buku ini menyentuh sisi kemanusiaan dalam dunia investasi yang sering kali terlalu dingin dan teknis.

    6. Poor Charlie’s Almanack – Charlie Munger

    Charlie Munger, mitra setia Warren Buffett, terkenal karena pendekatan multidisiplinnya.

    “Poor Charlie’s Almanack” adalah kumpulan pemikiran, pidato, dan esai Munger yang memberikan wawasan luas tentang cara berpikir dalam investasi dan kehidupan secara umum.

    Buku ini menekankan pentingnya “mental models”, kerangka berpikir yang diambil dari berbagai disiplin ilmu seperti psikologi, matematika, dan ekonomi.

    Bagi Munger, investor hebat bukan hanya mereka yang jago angka, tapi juga yang mampu memahami dunia secara menyeluruh.

    Buku ini bukan hanya panduan investasi, tapi juga latihan berpikir kritis yang sangat berharga.

    7. The Little Book That Still Beats the Market – Joel Greenblatt

    Terakhir, ada buku yang cocok untuk siapa pun yang ingin memulai investasi dengan langkah praktis.

    Joel Greenblatt, melalui pendekatan “Magic Formula Investing”, memperkenalkan strategi sederhana namun efektif untuk menemukan perusahaan berkualitas dengan harga menarik.

    Gaya penulisannya ringan dan penuh humor, cocok untuk pembaca dari semua latar belakang.

    Meski sederhana, formula yang ditawarkan Greenblatt memiliki dasar logika dan statistik yang kuat.

    Buku ini menjadi semacam jembatan antara teori dan praktik, membuatnya cocok dibaca sebelum benar-benar terjun ke pasar saham.

    Itulah beberapa rekomendasi buku untuk belajar investasi. Ingat, tujuh buku di atas bukan hanya kumpulan teori keuangan.

    Masing-masing mengandung filosofi dan cara pandang yang membentuk karakter sebagai investor sejati, yaitu sabar, disiplin, rasional, dan terbuka pada pembelajaran seumur hidup.

    Buku-buku ini tak hanya ditulis oleh tokoh besar, tetapi juga menjadi bagian dari proses panjang mereka dalam memahami dunia dan mengelola risiko.

    Membaca buku bukanlah jalan pintas menuju kekayaan, tapi ia adalah jalan terang menuju kebijaksanaan finansial.

    Seperti yang diyakini oleh para miliarder dunia, investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri. Dan membaca adalah salah satu bentuk terbaik dari investasi itu.

  • Investasi di Indonesia menghadapi masalah struktural seperti sentralisasi kekuasaan

    Investasi di Indonesia menghadapi masalah struktural seperti sentralisasi kekuasaan. Hal ini menyebabkan pembangunan hanya dinikmati oleh sebagian bangsa saja. Tentukanlah penyebab terjadinya kesenjangan antara pemerintah daerah dan pusat dalam meningkatkan investasi di indonesia?

    Jawaban:

    Kesenjangan investasi antara pemerintah daerah dan pusat di Indonesia diakibatkan oleh beberapa faktor struktural dan regulasi, di antaranya:

    1. Sentralisasi Kekuasaan dan Birokrasi

    Kesenjangan investasi antara pemerintah daerah dan pusat di Indonesia diperparah oleh sentralisasi pengambilan keputusan, proses perizinan yang rumit, dan keterbatasan otonomi daerah.

    Hal ini menghambat fleksibilitas daerah dalam merespon kebutuhan dan potensi investasi di wilayahnya, menjadi disinsentif bagi investor, dan mengurangi daya tarik investasi di daerah.

    2. Ketimpangan Infrastruktur

    Kesenjangan infrastruktur, baik infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan telekomunikasi, maupun infrastruktur penunjang investasi seperti kawasan industri, pelabuhan, dan bandara, menjadi hambatan besar bagi investasi di daerah terpencil di Indonesia.

    Kondisi ini membuat investor enggan berinvestasi di daerah-daerah tersebut karena tingginya biaya logistik dan operasional, serta minimnya akses terhadap pasar dan bahan baku.

    3. Akses Permodalan

    Akses permodalan yang sulit bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di luar Pulau Jawa menjadi hambatan investasi di daerah.

    Hal ini disebabkan oleh terpusatnya lembaga keuangan besar di Pulau Jawa, sehingga menyulitkan UKM di daerah lain untuk mendapatkan pendanaan.

    Selain itu, kurangnya informasi dan edukasi tentang peluang investasi di daerah bagi calon investor domestik dan asing juga menjadi faktor penghambat.

    Calon investor tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang potensi investasi di daerah, sehingga mereka enggan untuk berinvestasi.

    4. Kapasitas SDM

    Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dengan keterampilan dan keahlian yang dibutuhkan di sektor-sektor unggulan di daerah-daerah tertentu menjadi hambatan bagi investasi.

    Hal ini diperparah dengan kurangnya akses terhadap pendidikan dan pelatihan vokasi yang berkualitas di daerah untuk meningkatkan kapasitas SDM.

    Kondisi ini menyebabkan kesenjangan kualitas SDM antara daerah maju dan tertinggal, sehingga membuat investor enggan untuk berinvestasi di daerah dengan SDM yang kurang kompeten.

    5. Promosi dan Pemasaran Investasi

    Upaya promosi investasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat masih belum optimal dalam menjangkau calon investor di berbagai daerah dan sektor.

    Hal ini ditambah dengan kurangnya branding yang kuat untuk mempromosikan potensi investasi di daerah-daerah tertentu.

    Kondisi ini membuat calon investor tidak memiliki informasi yang cukup tentang peluang investasi di daerah, sehingga mereka enggan untuk berinvestasi.

    Dampak Kesenjangan:

    • Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata: Kesenjangan investasi menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata antar daerah, dengan wilayah barat Indonesia yang lebih maju dibandingkan wilayah timur.
    • Timbulnya kemiskinan dan pengangguran: Kurangnya investasi di daerah-daerah tertinggal dapat memperparah kemiskinan dan pengangguran.
    • Ketidakstabilan sosial dan politik: Kesenjangan ekonomi yang lebar dapat memicu ketidakstabilan sosial dan politik.

    Solusi:

    • Desentralisasi: Memberikan otonomi yang lebih luas kepada daerah dalam mengelola sumber daya dan mengatur kebijakan investasi.
    • Pembangunan infrastruktur: Meningkatkan infrastruktur dasar dan penunjang investasi di daerah-daerah tertinggal.
    • Peningkatan akses permodalan: Mempermudah akses permodalan bagi UKM di daerah-daerah melalui program-program khusus.
    • Pengembangan SDM: Meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan vokasi di daerah untuk meningkatkan kapasitas SDM.
    • Peningkatan upaya promosi dan pemasaran investasi: Melakukan promosi investasi yang lebih gencar dan terarah di berbagai daerah dan sektor.

    Dengan mengatasi kesenjangan investasi ini, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menciptakan stabilitas sosial dan politik di Indonesia.

  • 8 Cara Berinvestasi di Pasar Modal Agar Memperoleh Keuntungan

    Berinvestasi di pasar modal adalah cara untuk mengembangkan uang Anda dalam jangka panjang dengan membeli dan menjual aset seperti saham, obligasi, dan reksadana.

    Meskipun ada potensi keuntungan yang signifikan, penting untuk diingat bahwa investasi juga mengandung risiko.

    Berikut beberapa langkah untuk berinvestasi di pasar modal dengan tujuan memperoleh keuntungan:

    1. Pahami Dasar-dasar Pasar Modal

    Sebelum memulai, luangkan waktu untuk mempelajari cara kerja pasar modal, jenis-jenis investasi yang tersedia, dan profil risiko Anda.

    Pelajari tentang faktor-faktor yang dapat memengaruhi harga aset, seperti kondisi ekonomi, kinerja perusahaan, dan sentimen pasar.

    2. Tentukan Tujuan Investasi

    Tetapkan tujuan investasi yang jelas dan realistis. Apakah Anda ingin menabung untuk pensiun, membeli rumah, atau mencapai tujuan keuangan lainnya?

    Tujuan Anda akan membantu menentukan jenis investasi dan strategi yang tepat.

    3. Pilih Platform Investasi

    Pilihlah platform investasi yang terpercaya dan sesuai dengan kebutuhan Anda.

    Beberapa platform menawarkan berbagai produk investasi, sementara yang lain fokus pada jenis investasi tertentu.

    Pertimbangkan biaya, fitur, dan kemudahan penggunaan platform sebelum memilih.

    4. Diversifikasi Investasi

    Jangan menaruh semua telur Anda dalam satu keranjang. Diversifikasi portofolio Anda dengan berinvestasi di berbagai jenis aset dan sektor.

    Hal ini akan membantu mengurangi risiko dan meningkatkan peluang Anda untuk mendapatkan keuntungan.

    5. Lakukan Riset dan Analisis

    Sebelum membeli aset, lakukan riset dan analisis yang mendalam. Pelajari kinerja perusahaan, kondisi keuangannya, dan prospek industrinya.

    Gunakan berbagai sumber informasi, seperti laporan keuangan, berita, dan analisis pasar.

    6. Mulai Berinvestasi Secara Konsisten

    Mulailah berinvestasi dengan jumlah kecil secara konsisten, meskipun hanya dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji Anda.

    Investasi secara berkala, seperti setiap bulan, dapat membantu Anda memanfaatkan rata-rata biaya dolar (dollar-cost averaging) dan mengurangi dampak fluktuasi harga pasar.

    7. Pantau Portofolio Anda

    Pantau portofolio Anda secara berkala dan lakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.

    Pertimbangkan untuk menjual aset yang berkinerja buruk atau membeli aset yang memiliki prospek yang baik.

    Anda juga dapat menyesuaikan portofolio Anda seiring dengan perubahan tujuan investasi dan profil risiko Anda.

    8. Konsultasikan dengan Ahli

    Jika Anda merasa tidak yakin atau membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional.

    Mereka dapat membantu Anda mengembangkan strategi investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda.

    Tips Tambahan

    • Berinvestasi Jangka Panjang: Pasar modal berfluktuasi dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang, pasar modal telah menunjukkan tren kenaikan. Berinvestasi dengan perspektif jangka panjang dapat membantu Anda mengatasi fluktuasi pasar dan mencapai tujuan keuangan Anda.
    • Sabar dan Disiplin: Berinvestasi membutuhkan kesabaran dan disiplin. Jangan panik dan menjual aset saat pasar sedang turun. Tetaplah pada strategi Anda dan fokus pada tujuan jangka panjang Anda.
    • Kelola Emosi: Emosi dapat menjadi musuh terburuk investor. Hindari membuat keputusan investasi berdasarkan ketakutan atau keserakahan. Tetaplah rasional dan objektif dalam analisis Anda.
    • Belajar dan Berkembang: Pasar modal terus berkembang, dan selalu ada hal baru untuk dipelajari. Teruslah belajar tentang pasar modal, strategi investasi, dan produk-produk baru untuk meningkatkan peluang Anda untuk sukses.

    Ingatlah bahwa berinvestasi di pasar modal mengandung risiko, dan tidak ada jaminan keuntungan.

    Selalu lakukan riset dan analisis sebelum berinvestasi, dan jangan pernah menginvestasikan lebih banyak uang daripada yang Anda mampu untuk kehilangan

  • Mengenal Expected Return dalam Dunia Investasi

    Mengenal Expected Return dalam Dunia Investasi

    Expected return atau imbal hasil yang diharapkan adalah istilah yang sering digunakan dalam dunia keuangan dan investasi.

    Expected return merujuk pada perkiraan atau estimasi hasil atau keuntungan yang diharapkan dari sebuah investasi atau portofolio investasi.

    Expected return dinyatakan dalam bentuk persentase dan dapat dihitung dengan menggunakan rumus yang menggabungkan faktor-faktor seperti suku bunga, inflasi, risiko investasi, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.

    Sebagai contoh, jika seseorang menginvestasikan uangnya di saham perusahaan A dan diperkirakan return atau keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut sebesar 10% per tahun, maka expected return dari investasi tersebut adalah sebesar 10%.

    Penggunaan expected return sangat penting dalam pengambilan keputusan investasi.

    Dengan mengetahui expected return, investor dapat membandingkan tingkat keuntungan yang diharapkan dari berbagai jenis investasi dan memilih yang paling sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko mereka.

    Selain itu, expected return juga dapat membantu investor untuk mengukur kinerja investasi mereka.

    Baca juga: 7 Pengertian Pasar Modal Menurut Para Ahli

    Jika hasil aktual dari investasi lebih tinggi dari expected return, maka investasi tersebut dianggap berhasil dan memberikan keuntungan yang lebih besar dari yang diharapkan.

    Namun, jika hasil aktual lebih rendah dari expected return, maka investasi tersebut dianggap gagal dan investor perlu mengevaluasi ulang strategi investasi mereka.

    Perlu diingat bahwa expected return hanyalah sebuah perkiraan atau estimasi, dan hasil aktual dari investasi dapat berbeda dari yang diharapkan.

    Hal ini dikarenakan adanya faktor-faktor eksternal yang tidak dapat diprediksi, seperti fluktuasi pasar, perubahan kondisi ekonomi, atau bencana alam yang dapat mempengaruhi performa investasi.

    Oleh karena itu, investor perlu memperhitungkan faktor risiko dalam membuat keputusan investasi. Semakin besar risiko dari sebuah investasi, semakin besar pula expected return yang diharapkan.

    Namun, investor juga perlu memperhatikan tingkat risiko yang dapat mereka tanggung dan memilih investasi yang sesuai dengan profil risiko mereka.

  • Pengertian Modal Kerja dan Modal Investasi Beserta Contohnya

    Pengertian Modal Kerja dan Modal Investasi Beserta Contohnya

    Pengertian Modal Investasi

    Modal investasi merupakan aktivitas investasi yang menggunakan dana untuk membeli atau membangun suatu aset jangka panjang demi meraih keuntungan.

    Modal investasi dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk penghasilan pribadi, simpanan, warisan, atau pinjaman.

    Dalam konteks investasi, modal investasi dapat digunakan untuk membeli saham, obligasi, properti, komoditas, atau instrumen investasi lainnya.

    Tujuan investasi biasanya adalah untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang dengan memanfaatkan potensi kenaikan nilai aset dan/atau pendapatan pasif seperti dividen atau bunga.

    Beberapa contoh modal investasi yaitu sebagai berikut.

    1. Menanam Uang

    Investor yang merupakan seorang individu, lembaga, atau perusahaan dapat memberikan modalnya untuk dipinjamkan pada suatu usaha.

    Uang ini digunakan untuk pengembangan bisnis dengan pengembalian yang telah disepakati sebelumnya.

    2. Membeli Aset

    Contoh modal investasi berikutnya yaitu membeli aset. Hal ini berkaitan dengan menyediakan aset atau alat yang dapat dimanfaatkan dalam usaha jangka panjang guna meningkatkan hasil produksi bisnis.

    3. Investasi modal kecil

    Investasi ini dapat menjadi pilihan investor ritel karena dapat menggunakan modal kecil. Beberapa pilihan dari investasi ini yaitu reksa dana, saham, P2P lending, dan emas.

    Pengertian Modal Kerja

    Modal kerja merupakan ukuran likuiditas perusahaan, termasuk didalamnya kesehatan keuangan jangka pendek dan efisiensi operasional.

    Modal kerja berkaitan dengan perbedaan aset lancar perusahaan dengan kewajiban yang harus ditanggung dalam periode berjalan.

    Beberapa contoh dari modal kerja adalah sebagai berikut.

    1. Modal Kerja Permanen

    Modal kerja permanen memiliki sifat yang berkelanjutan secara terus menerus yang diperlukan oleh perusahaan guna kelancaran usaha.

    Modal ini harus tetapi dimiliki jika ingin perusahaan tetap menjalankan aktivitasnya.

    Modal kerja permanen terbagi menjadi dua jenis, yaitu modal kerja primer dan modal kerja normal.

    2. Modal Kerja Variabel

    Sesuai dengan namanya, modal kerja variabel yaitu modal kerja yang selalu berubah-ubah atau tidak tetap.

    Hal ini berkaitan dengan perubahan kegiatan dalam produksi suatu perusahaan.

    Modal ini juga mempunyai pengaruh yang berbeda-beda bagi perusahaan.

    Modal kerja variabel memiliki beberapa jenis, yakni modal kerja musiman, modal kerja siklis, dan modal kerja darurat.

    Itulah pengertian modal kerja dan modal investasi beserta contohnya.

    Jika kamu ingin membuka usaha atau perusahaan, ada baiknya untuk mengetahui semua informasi ini agar usaha atau perusahaan yang dimiliki dapat berjalan sebagai mana mestinya.

  • 30 Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    30 Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Investasi menjadi salah satu topik yang kian relevan dalam kehidupan modern.

    Tak hanya menjadi strategi bagi para pelaku bisnis besar, namun juga sudah menjadi bagian dari perencanaan keuangan pribadi.

    Baik itu investasi dalam bentuk saham, properti, maupun aset digital, semuanya bertujuan sama: menciptakan nilai tambah di masa depan.

    Namun sebelum terlalu jauh memahami strategi dan instrumennya, ada baiknya memahami terlebih dahulu apa sebenarnya makna investasi itu sendiri.

    Pengertian Investasi Menurut Para Ahli

    Di bawah ini tersaji beragam pengertian investasi dari para pakar yang dapat memberikan pemahaman menyeluruh tentang makna sesungguhnya dari aktivitas ekonomi ini.

    1. Menurut Haming dan Basalamah

    Definisi investasi ialah pengeluaran pada ketika kini untuk membeli aktiva real (tanah, rumah, mobil, dan lain-lain) atau juga aktiva keuangan mempunyai tujuan untuk mendapat penghasilan yang lebih besar lagi di masa yang mendatang.

    2. Salim HS dan Budi Sutrisno

    Menurut Salim HS dan Budi Sutrisno, pengertian investasi yakni acara penanaman modal oleh investor, baik investor lokal maupun investor abnormal dalam aneka macam jenis bidang perjuangan yang terbuka untuk investasi.

    3. Mulyadi

    Pengertian investasi berdasarkan Mulyadi merupakan pengaitan sumber-sumber dalam jangka panjang untuk mendapat hasil keuntungan di masa yang akan datang

    4. Sophar Lumbantoruan

    Menurut teori dan pendapat Sophar Lumbantoruan (1996), pengertian investasi yakni penyertaan modal pada perusahaan lain.

    5. Sadono Sukirno

    Arti investasi berdasarkan Sadono Sukirno merupakan sebuah pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam suatu modal atau perusahaan untuk membeli barang-barang modal dan juga perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan juga jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian.

    6. Boediono

    Pengertian investasi berdasarkan Boediono yakni pengeluaran oleh sektor produsen (swasta) untuk pembelian barang dan jasa untuk menambah stok yang digunakan atau untuk ekspansi pabrik.

    7. James C. Van Horn

    Pengertian investasi yakni kegiatan yang dilangsungkan ialah dengan memanfaatkan kas pada kini ini, dengan tujuan untuk mendapatkan hasil barang di masa yang akan datang.

    8. Fitz Gerald

    Menurut teori Fitz Gerald, pengertian yakni acara yang berkaitan dengan perjuangan penarikan sumber-sumber untuk yang digunakan untuk mengadakan suatu barang. Dari modal itulah maka akan dihasilkan anutan produk gres di masa yang akan datang.

    9. Henry Simamora

    Investasi yakni suatu aktiva yang digunakan oleh perusahaan untuk menambahkan atau pertumbuhan kekayaannya melalui distribusi hasil investasi (misal pedapatan bunga, royalty, deviden, pendapatan sewa dan lain-lain), untuk apresiasi nilai investasi, atau juga untuk manfaat lain bagi suatu perusahaan yang berinvestasi,yang menyerupai manfaat yang diperoleh melalui hubungan dagang.

    10. Tandelilin

    Pengertian investasi berdasarkan Tandelilin (2010) yakni janji atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada ketika ini, dengan tujuan memperoleh keuntungan di masa datang.

    11. Husnan

    Pengertian investasi berdasarkan Husnan (1996) yakni suatu rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.

    12. Martono dan D.Agus Marjito

    Arti investasi berdasarkan Martono dan D.Agus Marjito (2002) yakni penanaman dana yang dilakukan oleh suatu perusahaan kedalam suatu asset (aktiva) dengan keinginan memperoleh pendapatan dimasa yang akan datang.

    13. Farid Harianto dan Siswanto Sudomo

    Pengertian investasi berdasarkan Farid Harianto dan Siswanto Sudomo (1998) yakni suatu kegiatan menempatkan dana pada suatu atau lebih daru sati aset selama periode tertentu dengan keinginan sanggup memperoleh penghasilan dan atau peningkatan investasi.

    14. Sunariyah

    Investasi yakni penanaman modal untuk satu ataupun lebih aktiva yang dimiliki dan juga biasanya berjangka waktu usang dengan keinginan untuk mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.

    15. Sutha

    Pengertian investasi berdasarkan Sutha (2000) yakni penempatan sejumlah dana dengan keinginan sanggup memelihara, menaikkan nilai, atau menunjukkan return yang positif.

    16. Nanga

    Definisi investasi berdasarkan Nanga (2011) yakni pelengkap higienis terhadap stok kapital yang ada atau bisa juga disebut akumulasi modal

    17. Martalena dan Malinda

    Pengertian investasi berdasarkan Martalena dan Malinda (2011) yakni bentuk penundaan konsumsi di masa kini untuk memperleh konsumsi di masa yang akan datang, dimana didalamnya terkandung unsur risiko ketidakpastian sehingga dibutuhkan kompensasi atas penundaan tersebut.

    18. Jogiyanto

    Pengertian investasi berdasarkan pendapat Jogiyanto di tahun 2010 yakni penundaan konsumsi kini untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu.

    19. Gitman dan Joehnk

    Pengertian investasi yakni suatu sarana dimana dana sanggup ditempatkan dengan keinginan hal tersebut akan menghasilkan pendapatan positif dan/atau menjaga atau meningkatkan nilainya.

    20. Webster

    Pengertian investasi berdasarkan Webster (1999) merupakan penanaman uang dengan keinginan mendapat hasil dan nilai tambah.

    21. Mankiw

    Pengertian investasi berdasarkan Mankiw yakni barang-barang yang dibeli oleh individu ataupun perusahaan untuk menambah persediaan modal mereka.

    22. Deliarnov

    Arti investasi berdasarkan Deliarnov (1995) yakni pengeluaran secara keseluruhan yang meliputi pengeluaran untuk membeli materi baku atau material, mesin-mesin dan peralatan pabrik serta semua modal lain yang diharapkan dalam proses produksi, pengeluaran untuk keperluang bangungan kantor, bangunan kawasan tinggal karyawan dan bangunan konstruksi lainnya, juga perubahan nilai stok atau barang cadangan sebagai akhir dari perubahan jumlah dan harga.

    23. Kamarauddin

    Pengertian investasi berdasarkan Kamarauddin yakni suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya. Bisa juga diartikan sebagai tindakan untuk membeli barang-barang modal atau pemanfaatan dana yang tersedia untuk dipergunakan dalam produksi dengna pendapatan di masa yang akan datang.

    24. M. Suparmoko

    Pengertian investasi berdasarkan M. Suparmoko yakni pengeluaran yang ditujukan untuk menambah atau mempertahankan persediaan kapital (capital stock).

    25. Ensiklopedia Indonesia

    Pengertian investasi berdasarkan Ensiklopedia Indonesia yakni penanaman modal atau penanaman uang dalam proses produksi dengan membeli gedung-gedung, mesin-mesing, bahan-bahan cadangan, penyelenggaraan uang kas serta perkembangannya.

    26. Lypsey

    Pengertian investasi berdasarkan Lypsey (1997) yakni pengeluaran barang yang tidak dikonsumsi ketika ini dimana berdasarkan periode waktunya, investasi terbagi menjadi tiga diantaranya yakni investasi jangka pendek, investasi jangkan menengah, dan investasi jangka panjang.

    27. Kasmir dan Jakfar

    Arti investasi berdasarkan Kasmir dan Jakfar (2012) yakni penanaman modal dalam suatu kegiatan yang mempunyai jangka waktu relatif panjang dalam aneka macam bidan usaha. Penanaman modal yang ditanaman dalam artian sempit berupa proyek tertentu baik yang bersifat fisik ataupun non fisik, menyerupai proyek pendirian pabrik, jalan, jembatan, pembangunan gedung dan proyek penelitian, dan pengembangan.

    28. Sudono

    Menurut Sudono, definisi investasi adalah pengeluaran-pengeluaran untuk membeli barang modal dan sebuah peralatan produksi yang bertujuan untuk mengganti dan menambah suatu barang-barang modal dalam suatu perekonomian yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa depan.

    29. PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan)

    Dalam Standar Akuntansi Keuangan per 1 Oktober 2004 pengertian investasi berdasarkan PSAK yakni suatu aktiva yang digunakan perusahaan untuk pertumbuhan kekayaan (acceration of wealth) melalui distribusi hasil investasi (seperti bunga, royalti, dividen dan uang sewa), untuk apresiasi nilai investasi, atau untuk manfaat lain bagi perusahaan yang berinvestasi menyerupai manfaat yang diperoleh melalui hubungan perdagangan.

    30. Sumanto (2006)

    Investasi merupakan komitmen sejumlah dana suatu periode untuk mendapatkan pendapatan yang diharapkan di masa yang akan datang sebagai kompensasi unit yang diinvestasikan