Tag: jawa timur

  • SMPN 3 Rogojampi Lepas 167 Lulusan, Kepala Sekolah Sampaikan Pesan Menyentuh Jelang Purna Bhakti

    SMPN 3 Rogojampi Lepas 167 Lulusan, Kepala Sekolah Sampaikan Pesan Menyentuh Jelang Purna Bhakti

    Suasana khidmat sekaligus penuh haru menyelimuti acara purnawiyata SMP Negeri 3 Rogojampi yang digelar pada Kamis (21/5).

    Sebanyak 167 peserta didik secara resmi dinyatakan lulus dalam prosesi tasyakur yang berlangsung sarat makna.

    Momentum sakral tersebut diawali dengan pembacaan Ikrar Alumni yang dipimpin mantan Ketua OSIS, Diesma Putra Sarfaras Alta, dan diikuti secara lantang oleh seluruh lulusan dengan iringan lagu kebangsaan Padamu Negeri.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara kelulusan oleh Kepala Sekolah bersama Ketua Komite di atas panggung.

    Purnawiyata tahun ini mengusung tema puitis penuh optimisme, “Menyambut Putih Abu-Abu dari Putih Biru: Satu Titik Awal Merah Seribu Impian.”

    Dalam ikrar yang dibacakan, para alumni menegaskan komitmen untuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung nilai-nilai adab, serta menjaga silaturahmi dan nama baik almamater di mana pun mereka melanjutkan pendidikan.

    Tak sekadar seremoni kelulusan, SMPN 3 Rogojampi juga memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi.

    Penghargaan akademik diberikan berdasarkan akumulasi nilai rapor, hasil asesmen, serta capaian juara lomba sains tingkat Provinsi Jawa Timur.

    Penghargaan non-akademik juga menjadi sorotan. Sekolah memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil menembus kompetisi sepak bola Baretti tingkat internasional, penampil berbakat dalam kolosal Gandrung Sewu, juara Festival Puisi Using kategori Ibu, hingga pemenang lomba adzan.

    Diesma Putra Sarfaras Alta yang memimpin pembacaan ikrar alumni turut menerima penghargaan khusus berupa sertifikat, plakat, dan buket bunga atas dedikasinya selama menjabat sebagai Ketua OSIS.

    Menariknya, meskipun secara administratif tidak berstatus sebagai sekolah inklusi, SMPN 3 Rogojampi menunjukkan kepedulian besar terhadap peserta didik berkebutuhan khusus, termasuk penyandang difabel intelektual.

    Melalui pendampingan Guru Bimbingan Konseling (BK) dan Guru Pendamping Khusus (GPK), para siswa tersebut berhasil dibimbing hingga siap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.

    kepala sekolah smp 3 rogojampi

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMPN 3 Rogojampi, Dra. Hj. Sri Utami, mengaku bangga atas perjalanan panjang sekolah dalam mencetak generasi unggul di bidang akademik, non-akademik, kepemimpinan, maupun keteladanan.

    “Dalam kebahagiaan hari ini, ada rasa haru yang mendalam saat harus berpisah. Teruslah belajar tanpa lelah sampai semua cita-cita kalian teraih,” ujar Sri Utami dengan mata berkaca-kaca.

    Suasana emosional semakin terasa mengingat Sri Utami juga akan memasuki masa purna bhakti pada 1 September mendatang.

    Pada kesempatan itu, ia turut menyampaikan pantun untuk para lulusan:

    Bunga melati berbau harum,
    Tumbuh subur di taman sekolah.
    Doa kami selalu menyertai,
    Semoga sukses anak-anakku semua.

    Apresiasi serupa disampaikan Ketua Komite Sekolah, Ir. Isnain. Ia menyampaikan terima kasih kepada para orang tua siswa atas keikhlasan dan dukungan penuh terhadap berbagai program sekolah sehingga mampu melahirkan generasi yang berprestasi dan berkarakter.

    Mantan guru MTsN 10 yang memiliki hobi bermain catur, bulutangkis, memelihara burung berkicau, dan ikan koi itu juga membagikan pesan kepada para lulusan dalam menentukan sekolah lanjutan.

    “Sadari potensi diri masing-masing, ukur kemampuan orang tua, disiplin, dan tetap fokus meraih cita-cita. Yang paling utama, terus mohon doa restu orang tua, serta jangan pernah meninggalkan salat dan sedekah,” pesannya.

    Kemeriahan purnawiyata turut diwarnai berbagai penampilan siswa, mulai dari Tari Gandrung Maesan, pertunjukan band, hingga musik tradisional.

    Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah pembacaan Nadhom Syifaul Jinan tentang ilmu tajwid oleh para santri program inovasi Madrasah Diniyah (Madin) SMPN 3 Rogojampi.

    Program keagamaan tersebut sebelumnya telah memperoleh apresiasi resmi dari Kementerian Agama (Kemenag).

    Di penghujung acara, seluruh alumni, pendukung kegiatan, guru, dan tenaga kependidikan tampak menikmati sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bersama-sama.

    Sementara itu, jajaran komite sekolah dan perwakilan orang tua mendapatkan konsumsi dalam bentuk paket kotak.

    Ketua Panitia, Hj. Nurul Aini, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh wali kelas, pembina, pelatih ekstrakurikuler, pembina OSIS, serta jajaran komite sekolah yang telah bersinergi dengan wali murid dalam menyukseskan berbagai program sekolah, termasuk pelaksanaan purnawiyata tahun ini.

    Acara yang dipandu duet MC Iqbal Fahrezi dan Calista Sabrina tersebut ditutup dengan sesi bersalaman massal yang hangat.

    Momen itu menghadirkan suasana penuh kekeluargaan, layaknya tradisi halalbihalal yang sarat kebersamaan dan keakraban.

  • Kader ATM, RDS, dan Pokja Desa Sehat se-Blimbingsari Dibekali Penyusunan Program dan Pendampingan Pasien Penyakit Menular

    Kader ATM, RDS, dan Pokja Desa Sehat se-Blimbingsari Dibekali Penyusunan Program dan Pendampingan Pasien Penyakit Menular

    Kader ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria), Rumah Desa Sehat (RDS) yang menghadirkan Kader Pembangunan Manusia (KPM), serta pengurus Pokja Desa Sehat dari 10 desa se-Kecamatan Blimbingsari mendapatkan pembekalan di Balai Desa Patoman, Rabu (13/05).

    Balai Desa Patoman tampak bersih dan tertata rapi. Meski berada di lahan yang relatif sempit, berbagai ruangan ditata dengan baik, mulai dari ruang BPD, Rumah Desa Sehat yang terintegrasi dengan Pokja Desa Sehat dan PKK, hingga ruang arsip.

    Fasilitas lain seperti musala, dapur bersih, dan ruang lounge juga tersedia.

    Desa Patoman juga dikenal sebagai desa dengan keberagaman yang harmonis. Desa ini ditetapkan sebagai Kampung Pancasila oleh Pangdam V/Brawijaya dan sebagai Desa Kebangsaan oleh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Bakesbangpol.

    Keharmonisan masyarakat terlihat dari keberagaman suku seperti Bali, Madura, Tionghoa, Osing, dan Jawa, serta sikap welas asih antarumat beragama dan penghayat kepercayaan, mulai dari Islam, Hindu, Buddha, hingga Katolik.

    Camat Blimbingsari Teddy Ardiansyah, S.STP melalui Kasi PMK Abdul Aziz, SH, MH menyampaikan bahwa berdasarkan surat edaran menteri hingga gubernur, serta hasil koordinasi lintas dinas dan badan melalui zoom meeting, diperlukan kegiatan kolaboratif untuk mendukung sinergi isu kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

    FKKS Kecamatan Blimbingsari

    Sementara itu, Kepala Puskesmas Badean, Indah Swartiningtyas, SST.Bid., M.MKes menyampaikan data penderita ODHA sebanyak 40 orang, TBC 38 orang, dan malaria nihil.

    Menurutnya, terdapat berbagai faktor pemicu yang menyebabkan seseorang terpapar penyakit tersebut.

    “Semua tertangani dan ada yang sudah sembuh. Karena itu, masyarakat harus mengenali dan memahami gejalanya serta memastikan pasien mendapat pendampingan rutin minum obat. Tetap waspada seperti saat menangani corona, jaga kesehatan, dan gunakan APD,” ujarnya.

    Bidan yang meraih prestasi nasional dalam inovasi zero stunting tersebut juga menekankan pentingnya peran kader dalam pendampingan pasien di tingkat desa.

    Di kesempatan yang sama, Novita Ika Wulandari, S.AP selaku fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menjelaskan bahwa terdapat alokasi dana sebesar Rp2,5 juta dari ADD khusus untuk program ATM.

    “Contoh program dan usulan anggaran sudah kami siapkan dan masih bisa dikreasikan sesuai kebutuhan desa. Dari dinas dan Kementerian Kesehatan juga diupayakan CSR untuk insentif kader,” jelasnya.

    Ia berharap KPM di Rumah Desa Sehat dapat bersinergi bersama bidan desa, kader KB, Pokja IV PKK, kader ATM, dan Pokja Desa Sehat dalam menyusun program beserta anggarannya.

    Pendamping desa juga diharapkan membantu melengkapi kebutuhan dasar kader guna mewujudkan satu data, dokumen, dan arsip terpadu agar pemerintah desa dan negara benar-benar hadir untuk kesehatan serta kesejahteraan masyarakat.

    Sementara itu, aktivis LSM Gotong Royong ’45 yang juga anggota Forum Banyuwangi Sehat berharap Forum Komunikasi Kecamatan Sehat dapat mengawal program, baik dari sisi administrasi maupun pendampingan di lapangan.

    Dokumentasi kegiatan berupa narasi dan foto timeline diunggah ke Google Drive Forum Banyuwangi Sehat dengan koordinator Kasi PMK.

    Ia juga menambahkan, apabila terdapat penyandang disabilitas fisik maupun intelektual yang belum bisa baca tulis, diharapkan segera didata untuk kemudian dilakukan advokasi.

    Aktivis yang juga pengawas Yayasan Aura Lentera Indonesia tersebut saat ini tengah menjalankan program bersama NLR Indonesia terkait mitigasi pemberdayaan disabilitas di wilayah Rogojampi dan Kalipuro.

    Dalam sesi tanya jawab, peserta yang mayoritas perempuan tampak antusias membahas berbagai persoalan teknis, termasuk kekhawatiran risiko penularan saat merawat jenazah penderita AIDS.

    Para kader bahkan disebut sebagai “kaum penghuni surga” karena menjalankan tugas kemanusiaan yang mulia.

    Kepala Desa Patoman, Suwito, yang telah tiga periode memimpin desa dengan potensi panen cabai jamu tersebut berharap para kepala desa mengetahui kondisi warganya secara by name by address dengan tetap menjaga kerahasiaan data untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Kebetulan saya punya pengalaman 17 tahun mendampingi pasien HIV akibat perilaku asusila di lokalisasi Blibis. Mulai dari bedah rumah hingga mengambilkan obat di RSUD maupun puskesmas sampai pasien sembuh. Hendaknya kita tidak berperilaku menyimpang dari hukum adat, agama, maupun negara,” pesannya.

    Keturunan Sakera tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan alat cukur di tempat pangkas rambut dengan menggunakan satu silet untuk satu pelanggan.

  • Tawuran Usai Gerak Jalan HUT RI di Sidayu Gresik, Kaca Sekolah MI Pecah Dihujani Lemparan Batu

    Tawuran Usai Gerak Jalan HUT RI di Sidayu Gresik, Kaca Sekolah MI Pecah Dihujani Lemparan Batu

    Viral sebuah video di media sosial yang merekam insiden tawuran usai lomba gerak jalan peringatan HUT ke-80 RI di Sidayu, Gresik. Peristiwa itu disebut terjadi akibat kesalahpahaman antara dua kelompok peserta.

    Dalam rekaman berdurasi 16 detik, terlihat seorang pemuda berbaju hitam dikeroyok oleh beberapa pemuda lain yang mengenakan kaos abu-abu, diduga merupakan peserta gerak jalan.

    Video lain berdurasi 19 detik memperlihatkan kaca jendela dan pintu sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) pecah, diduga akibat lemparan batu saat bentrokan berlangsung.

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan itu pecah saat lomba gerak jalan Wadeng-Sidayu pada Minggu (10/8/2025) sore, tepat menjelang garis finis.

    Kapolsek Sidayu, AKP Khairul Alam, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan bahwa insiden bermula dari salah paham antar pihak, namun persoalan telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh para kepala desa yang terlibat.

    “Benar, itu terjadi Minggu kemarin. Saat ini sudah kondusif dan sudah diselesaikan oleh kedua belah pihak oleh kepala desa masing-masing,” ujar Khairul, dikutip dari detikJatim, Selasa (12/8/2025).

    Khairul menuturkan, saat kejadian berlangsung, aparat kepolisian yang berada di lokasi segera bertindak untuk meredam bentrokan.

    Tindakan cepat tersebut berhasil menghentikan aksi saling lempar batu sebelum menimbulkan korban.

    “Kita sudah lakukan upaya cepat untuk menghentikan konflik tersebut. Dan Alhamdulillah tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” jelasnya.