Tag: Kampus

  • Mengenal Apa Itu Konsul dan Bagaimana Caranya, Mahasiswa Wajib Tahu!

    Ketika menjadi mahasiswa baru, kamu akan mendengar berbagai istilah dari kakak tingkat yang kadang membuat bingung. Salah satunya adalah istilah konsul.

    Istilah ini akan sering kamu dengar dari kakak tingkat, baik yang masih semester awal maupun semester akhir yang sedang menyusun skripsi.

    Bagi mahasiswa baru, tentunya kata konsul cukup asing dan membuat bertanya-tanya apa artinya.

    Lalu, apa itu konsul? Simak pengertian dan penjelasannya berikut ini.

    Pengertian Konsul dalam Perkuliahan

    Konsul adalah istilah yang sering digunakan oleh mahasiswa ketika bertemu dosen untuk meminta arahan dalam mata kuliah, tugas, serta mengerjakan skripsi.

    Jadi, singkatnya konsul itu adalah konsultasi, dimana mahasiswa meminta arahan serta saran kepada dosen dalam setiap kegiatan di perkuliahan.

    Konsul dilakukan sejak mahasiswa baru masuk ke Perguruan Tinggi. Sebab, setiap mahasiswa akan langsung mendapat DPA (Dosen Pembimbing Akademik).

    Sehingga, DPA tersebut yang nantinya akan membimbing mahasiswa sampai semester akhir.

    Contoh Konsultasi Mahasiswa

    Agar lebih jelas, simak beberapa contoh konsul mahasiswa berikut ini.

    1. Konsultasi Jurusan Kuliah

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, setiap mahasiswa memiliki DPA (Dosen Pembimbing Akademik) masing-masing.

    Sehingga, setiap kali akan KRS an, mahasiswa hendaknya konsultasi kepada dosen pembimbingnya.

    Dosen akan mengarahkan apa mata kuliah yang dapat ditempuh terlebih dahulu dengan berbagai pertimbangan.

    2. Konsultasi Tugas Kuliah

    Kemudian, konsul juga bisa dilakukan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen pengampu.

    Dalam hal ini, konsul dapat dilakukan ke dosen terkait yang menjadi pembimbing dalam mata kuliah tertentu.

    Ketika ada tugas yang dirasa sulit, jangan sungkan-sungkan untuk konsultasi kepada dosen.

    Nantinya dosen akan memberi arahan sehingga kamu dapat mengerjakan tugas dengan baik dan benar.

    3. Konsultasi Acara atau Event

    Jika kamu bergabung dengan organisasi kemahasiswaan, maka kamu harus sering-sering konsul dengan dosen yang menjadi pembimbing dari organisasi tersebut.

    Kemudian, kamu pun akan sering konsul dan berinteraksi dengan pegawai jurusan atau prodi.

    Sebab, dalam melaksanakan acara atau event, tentu harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik internal maupun eksternal.

    Sehingga, kamu harus lebih aktif meminta arahan dari dosen serta yang bertugas di ruang jurusan fakultas.

    4. Konsultasi Skripsi

    Konsul skripsi merupakan hal yang paling umum dan akan dialami oleh setiap mahasiswa.

    Konsul skripsi adalah proses meminta arahan serta bimbingan kepada dosen untuk menyusun skripsi, mulai dari pemilihan judul, metode, dan keseluruhannya.

    Ketika mulai mengerjakan skripsi, kamu akan ditemani oleh dosen pembimbing yang akan membimbingmu dalam mengerjakan skripsi hingga sidang nanti.

    Tapi, tantangannya adalah tidak mudah mendapat waktu untuk konsul skripsi, mengingat setiap dosen memiliki jadwal yang padat.

    Namun jangan khawatir, sastrawacana.id/ akan memberikan tips dan cara konsul dengan dosen secara efektif.

    Cara Konsul dengan Dosen

    Untuk konsul dengan dosen, ada dua cara yang dapat dilakukan, yaitu bertemu langsung dan via chat. Simak penjelasannya berikut ini.

    1. Konsul dengan Bertemu Langsung

    Konsul dengan bertemu langsung artinya kamu harus mencari waktu yang tepat untuk bertemu dosen dengan mengatur jadwal terlebih dahulu.

    Kamu harus tahu kapan jam-jam senggang dosen sehingga kamu bisa konsul tanpa mengganggu.

    Biasanya, jadwal ini bisa ditentukan maupun mendadak.

    Semisal, kamu sudah nunggu dosen dari pagi sesuai jadwal, namun ternyata dosen tersebut ada keperluan lain sehingga bimbingan pun jadi batal.

    Kemudian, kadang ketika bertemu dosen pembimbing, konsul bisa terjadi waktu itu. Meski cenderung tidak lama, tapi ada arahan yang tersampaikan.

    Mencari dosen pembimbing memang melelahkan, tapi disitulah tantangannya.

    Ketika sudah lulus, kamu akan merindukan masa-masa melelahkan itu.

    2. Konsul dengan Chat Pribadi

    Cara konsul selanjutnya adalah via chat pribadi, bisa melalui WhatsApp maupun aplikasi lainnya.

    Cara chat dosen untuk konsultasi juga perlu diperhatikan. Jangan asal-asalan.

    Sebagai mahasiswa, kamu harus beretika, baik bicara langsung maupun via chat.

    Berikut adalah caranya:

    • Ucapkan salam pembuka, semisal: “Assalamualaikum, selamat pagi, Pak. Saya Rani.”
    • Basa-basi singkat, semisal: “Maaf mengganggu waktunya.”
    • Maksud pesan, semisal: “Saya ingin menanyakan waktu luang Bapak di hari Senin pukul berapa?” atau “Sesuai arahan Bapak, apakah metode yang saya terapkan ini perlu ada perbaikan?”
    • Ucapkan terima kasih, semisal: “Terima kasih, sebelumnya, Pak.”

    Dengan chat yang sopan, tentu akan memberi kesan berbeda. Sehingga, lebih memungkinkan direspons oleh pihak lain.

    Nah, itulah informasi seputar konsul kuliah yang perlu diketahui, khususnya bagi mahasiswa baru.

    Semoga bermanfaat, jangan lupa baca artikel menarik lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Maulana Affandi

  • 10 Rekomendasi Fakultas Ilmu Budaya dari Beberapa Universitas Ternama di Indonesia

    10 Rekomendasi Fakultas Ilmu Budaya dari Beberapa Universitas Ternama di Indonesia

    Fakultas Ilmu Budaya (FIB) merupakan salah satu fakultas di perguruan tinggi yang mempelajari berbagai aspek budaya, seperti sastra, antropologi, sejarah, arkeologi, seni, dan bahasa.

    Secara sederhana, Fakultas Ilmu Budaya adalah fakultas yang memfokuskan mahasiswa untuk belajar tentang budaya maupun bahasa.

    Fakultas Ilmu Budaya sangat penting karena melalui fakultas ini, kita dapat mempelajari dan memahami berbagai kebudayaan di dunia serta menjaga dan melestarikan warisan budaya yang ada.

    FIB juga dapat membantu dalam memperkaya wawasan, meningkatkan kemampuan berbahasa, serta mempersiapkan lulusan untuk berbagai profesi yang berkaitan dengan budaya, seperti peneliti, pengajar, jurnalis, dan budayawan.

    Bagi kamu yang ingin tertarik untuk mempelajari budaya serta bahasa, maka Fakultas Ilmu Budaya adalah pilihan yang tepat.

    Rekomendasi Fakultas Ilmu Budaya

    Berikut ini adalah beberapa rekomendasi Fakultas Budaya dari berbagai Universitas ternama di Indonesia.

    1. FIB Universitas Gadjah Mada

    Fakultas Ilmu Budaya UGM menjadi salah satu fakultas yang cukup terkenal di kalangan akademisi dan telah mencetak banyak lulusan ahli budaya.

    FIB UGM memiliki visi menjadi Fakultas Ilmu Budaya berkelas dunia yang inovatif, berbasis riset mutakhir, berperan dalam pengembangan kebudayaan dan kewirausahaan sosial yang responsif terhadap permasalahan kemanusiaan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Adapun beberapa jurusan di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada adalah sebagai berikut:

    Program Sarjana

    • Antropologi Budaya
    • Arkeologi
    • Bahasa dan Kebudayaan Korea
    • Bahasa dan Sastra Indonesia
    • Pariwisata
    • Sastra Arab
    • Sastra Inggris
    • Sastra Jawa
    • Sastra Jepang
    • Sastra Perancis
    • Sejarah

    Program Pascasarjana

    • Magister Antropologi
    • Magister Arkeologi
    • Magister Kajian Budaya Timur Tengah
    • Magister Linguistik
    • Magister Pengkajian Amerika
    • Magister Sastra
    • Magister Sejarah

    Program S3

    • Doktor Antropologi
    • Doktor Ilmu-ilmu Humaniora
    • Doktor Pengkajian Amerika

    Cari tahu tentang Fakultas Ilmu Budaya UGM dengan mengunjungi laman resminya di sini: FIB UGM

    2. FIB Universitas Jember

    Fakultas Ilmu Budaya Unej semula bernama Fakultas Sastra yang berdiri pada tanggal 10 November 1964. Saat itu, Fakultas Sastra berada di bawah Universitas Negeri Djember (yang disingkat UNED).

    Kemudian barulah pada tahun 2016 nama Fakultas Sastra diganti menjadi Fakultas Ilmu Budaya hingga saat ini.

    Visi dari FIB Unej adalah menjadi fakultas unggul dalam pengembangan ilmu budaya berbasis riset dan berwawasan lingkungan.

    Adapun jurusan yang tersedia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember adalah sebagai berikut:

    • Sastra Inggris (S1)
    • Sastra Indonesia (S1)
    • Ilmu Sejarah (S1)
    • Film dan Televisi (S1)
    • S2 Linguistik

    Untuk mengetahui lebih detail tentang Fakultas Ilmu Budaya Unej, kamu bisa berkunjung di website resminya di sini: FIB Unej

    3. FIB Universitas Padjadjaran

    Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad tergolong sebagai salah satu fakultas yang paling lama berdiri karena pertama kali diresmikan pada 1 November 1958.

    Awalnya Fakultas Ilmu Budaya Unpad hanya memiliki 4 jurusan saja, yaitu Bahasa dan Sastra Indonesia dan Sunda, Bahasa dan Sastra Inggris, Sejarah, serta Bahasa dan Sastra Perancis.

    Namun seiring berjalannya waktu, saat ini FIB Unpad sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam berbagai bidang.

    Adapun jurusan di Fakultas Ilmu Budaya Unpad adalah sebagai berikut:

    Program Sarjana

    • Sastra Indonesia
    • Sastra Sunda
    • Ilmu Sejarah
    • Sastra Inggris
    • Sastra Perancis
    • Sastra Jepang
    • Sastra Rusia
    • Sastra Jerman
    • Sastra Arab

    Program Pascasarjana

    • Ilmu Sastra
    • Kajian Budaya
    • Ilmu Linguistik
    • Sejarah

    Program Doktor

    • Ilmu Sastra

    Untuk mengetahui Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran lebih jauh, kamu bisa mengunjungi website resminya dengan tautan berikut ini: FIB Unpad

    4. FIB Universitas Brawijaya

    Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya menjadi salah satu yang cukup populer dan diminati oleh calon mahasiswa.

    Visi dari FIB Universitas Brawijaya adalah menjadi fakultas yang unggul dan bermartabat di tingkat internasional dalam bidang kajian humaniora dan budaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

    • Sastra Inggris
    • Sastra Jepang
    • Bahasa dan Sastra Perancis
    • Sastra Cina
    • Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia
    • Pendidikan Bahasa Inggris
    • Pendidikan Bahasa Jepang
    • Antropologi
    • Seni Rupa Murni
    • Magister Ilmu Linguistik (S2)

    Untuk mengenal Fakultas Ilmu Budaya Brawijaya, kamu bisa langsung mengunjungi portal resminya di sini: FIB Brawijaya

    5. FIB Universitas Sebelas Maret

    Fakultas Ilmu Budaya UNS juga menjadi salah satu rekomendasi yang bisa kamu pilih untuk mendalami ilmu budaya dan bahasa.

    Visi dari FIB UNS adalah menjadi fakultas yang maju, unggul dan terpercaya di tingkat internasional dalam ilmu humaniora yang tertumpu pada budaya nasional, terutama nilai-nilai luhur budaya Jawa pada tahun 2030.

    Adapun jurusan yang tersedia di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret adalah sebagai berikut:

    • Program Studi S1 Sastra Daerah
    • Program Studi S1 Sastra Indonesia
    • Program Studi S1 Sastra Inggris
    • Program Studi S1 Ilmu Sejarah
    • Program Studi S1 Sastra Arab
    • Program Studi S2 Linguistik
    • Program Studi S3 Linguistik

    Untuk mengetahui lebih lanjut tentang FIB Sebelas Maret, kamu bisa mengunjungi website resminya di sini: FIB UNS

    6. FIB Universitas Airlangga

    FIB Unair berdiri pada tahun 1954 dengan nama Fakultas Sastra dengan memiliki 4 departemen dan 6 program studi, diantaranya 4 prodi S1 dan 2 prodi S2.

    Sudah banyak lulusan Fakultas Ilmu Budaya Unair yang berhasil meraih cita-cita dalam bidangnya, seperti jurnalis, diplomat, penulis, editor, kurator seni dan museum, arsiparis, aktivis, peneliti, dan tenaga pendidik.

    Adapun jurusan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga adalah sebagai berikut.

    • Ilmu Sejarah (S1)
    • Sastra Jepang (S1)
    • Sastra Indonesia (S1)
    • Sastra Inggris (S!)
    • Sastra Inggris (S2)
    • Ilmu Linguistik (S2)

    Cari tahu tentang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga di halaman resminya: FIB Unair

    7. FIB Universitas Diponegoro

    Visi dari Fakultas Ilmu Budaya Undip adalah menjadi fakultas riset yang unggul di Asia Tenggara pada tahun 2025 dalam bidang kebudayaan yang meliputi sastra, bahasa, sejarah, antropologi, perpustakaan, filsafat, dan kearsipan.

    Di fakultas ini kamu bisa mempelajari banyak hal mengenai seni, sastra, budaya, dan sejarah. Adapun jurusan FIB Undip adalah sebagai berikut:

    Strata 1

    • Sastra Inggris
    • Sastra Indonesia
    • Sejarah
    • Ilmu Perpustakaan
    • Bahasa dan Kebudayaan Jepang
    • Antropologi Sosial

    Strata 2

    • Magister Ilmu Susastra
    • Magister Ilmu Linguistik
    • Magister Ilmu Sejarah

    Strata 3

    • Doktoral Sejarah

    Cari tahu lebih banyak tentang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro dengan mengunjungi laman resminya: FIB Undip

    8. FIB Universitas Indonesia

    Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia dulunya bernama Fakultas Sastra Universitas Indonesia yang dibuka pada tanggal 1 Oktober 1940.

    Visi Fakultas Ilmu Budaya UI adalah menjadi lembaga pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pelayanan kepada masyarakat di bidang ilmu budaya yang terkemuka secara Internasional.

    Saat ini FIB UI memiliki banyak jurusan sarjana, pascasarjana, dan doktor.

    Program Sarjana

    1. Program Studi Arab(reguler dan paralel)
    2. Program Studi Arkeologi
    3. Program Studi Belanda (reguler dan paralel)
    4. Program Studi Cina (reguler dan paralel)
    5. Program Studi Ilmu Filsafat
    6. Program Studi Ilmu Sejarah
    7. Program Studi Ilmu Perpustakaan (reguler dan paralel)
    8. Program Studi Indonesia
    9. Program Studi Inggris (reguler dan paralel)
    10. Program Studi Jawa
    11. Program Studi Jepang (reguler dan paralel)
    12. Program Studi Jerman (reguler dan paralel)
    13. Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Korea (reguler dan paralel)
    14. Program Studi Prancis (reguler dan paralel)
    15. Program Studi Rusia

    Program Magister

    1. Program Studi Arkeologi
    2. Program Studi Ilmu Filsafat
    3. Program Studi Ilmu Perpustakaan
    4. Program Studi Ilmu Sejarah
    5. Program Studi Ilmu Susastra
    6. Program Studi Linguistik
    7. Program Studi Asia Tenggara

    Program Doktor

    1. Program Studi Arkeologi
    2. Program Studi Ilmu Filsafat
    3. Program Studi Ilmu Sejarah
    4. Program Studi Ilmu Susastra
    5. Program Studi Ilmu Linguistik

    Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, bisa kunjungi website resminya di sini: FIB UI

    9. FIB Universitas Mulawarman

    Fakultas Ilmu Budaya terbentuk pada tahun 2009 dan baru masuk dalam Organisasi Tata Kelola Universitas Mulawarman pada tanggal 24 Juli 2018.

    Fakultas Ilmu Budaya memiliki 3(tiga) program studi yakni Sastra Indonesia, Sastra Inggris, dan Etnomusikologi.

    Pada tanggal 2 Juli 2019, program studi Sastra Indonesia dan Sastra Inggris telah memperoleh akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi.

    Untuk mengenal lebih lanjut tentang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman, bisa cek langsung di website resminya: FIB Unmul

    10. FIB Universitas Sumatera Utara

    Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU) dahulu dikenal dengan nama Fakultas Sastra. Berdiri pada tahun 1965.

    Fakultas Sastra selanjutnya berubah nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya pada tanggal 5 april tahun 2011.

    Berikut ini adalah jurusan di Fakultas Ilmu Budaya USU.

    • Sastra Indonesia
    • Sastra Arab
    • Sastra Inggris
    • Sastra Jepang
    • Ilmu Sejarah
    • Ilmu Perpustakaan
    • Bahasa Mandarin
    • Sastra Melayu
    • Sastra Batak
    • Etnomusikologi

    Nah, itulah rekomendasi Fakultas Ilmu Budaya dari beberapa Universitas ternama di Indonesia.

  • Ternyata UGM Bukan Nomor 1, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2023

    Ternyata UGM Bukan Nomor 1, Ini 20 Universitas Terbaik di Indonesia Tahun 2023

    sastrawacana.id/ – Peringkat Universitas terbaik di Indonesia 2023 telah dirilis oleh Webometrics, salah satu platform yang melakukan pemeringkatan Universitas di dunia, termasuk Indonesia.

    Dalam pemeringkatan, Webometrics mengedepankan link analysis, yang mencakup evaluasi situs bibliografi hingga keterlibatan pihak kampus.

    Setidaknya ada empat kriteria yang digunakan Webometrics dalam menilai kinerja perguruan tinggi, diantaranya presence, visibility impact , openness, dan excellence.

    Pada masing-masing kriteria penilaian tersebut, memiliki bobot masing-masing, sebagai berikut:

    1. Presence, bobot 10% dengan pengukuran yang mengacu pada indeks mesin pencari Google dan jumlah rich files (pdf, ppt, doc, xls).

    2. Visibility/Impact, bobot 50% dengan penilaian berdasar pada backlink dari website lain.

    3. Opennes, bobot 10% dengan menggunakan data dari jumlah artikel yang disitasi di Google Scholar.

    4. Excellence, bobot 30% yang mengacu pada data Scimago.

    Kemudian, penilaian Webometrics juga mengacu pada alamat domain dari suatu perguruan tinggi (URL Domain) pada masing-masing perguruan tinggi.

    Dari hasil pemeringkatan tersebut, mendapat hasil daftar kampus terbaik di Indonesia 2023 sebagai berikut.

    1. Universitas Indonesia (UI)
    2. Universitas Gadjah Mada
    3. Universitas Brawijaya
    4. IPB University / Bogor Agricultural University
    5. Universitas Airlangga
    6. Universitas Sebelas Maret UNS Surakarta
    7. Universitas Syiah Kuala
    8. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
    9.Telkom University / Universitas Telkom
    10. Institut Teknologi Bandung
    11. Universitas Bina Nusantara
    12. Universitas Sumatera Utara
    13. Universitas Lampung
    14. Universitas Andalas
    15. Universitas Riau
    16. Universitas Padjadjaran Bandung
    17. Universitas Jenderal Soedirman
    18. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
    19. Universitas Hasanuddin
    20. Universitas Sriwijaya

    Sebagai informasi tambahan, Webometrics Ranking of World Universities adalah inisiatif dari Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset milik Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC), badan riset publik terbesar di Spanyol.

    CSIC disebut sebagai salah satu organisasi penelitian pertama di Eropa yang pada tahun 2006 terdiri dari 126 pusat dan institut yang tersebar di seluruh Spanyol.

    Peringkat yang dirilis Webometrics ini tidak hanya terfokus pada hasil penelitian saja, juga juga pada indikator lain yang mencerminkan kualitas global institusi sarjana dan penelitian di seluruh dunia. ***

  • Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Sastra Indonesia?

    Apa Saja Mata Kuliah Jurusan Sastra Indonesia?

    Apakah kamu pernah berpikir untuk melanjutkan kuliah di jurusan Sastra Indonesia?
    Jurusan ini sering dianggap sebagai pilihan yang hanya cocok untuk mereka yang suka membaca dan menulis.

    Namun, sebenarnya jurusan Sastra Indonesia jauh lebih luas daripada sekadar hobi menulis cerpen atau puisi.

    Saat kamu memutuskan masuk ke jurusan ini, kamu akan berhadapan dengan berbagai mata kuliah yang bukan hanya melatih kemampuan menulis, tetapi juga menajamkan kepekaan berpikir, memperkaya wawasan budaya, serta membuka banyak peluang karier di masa depan.

    Di jurusan Sastra Indonesia, kamu akan belajar tentang prosa, novel, puisi, drama, hingga kritik sastra. Dari pembelajaran itu, kamu tidak hanya diajarkan bagaimana menulis karya sastra yang indah, tetapi juga bagaimana memahami makna di balik teks.

    Karena sejatinya karya sastra bukanlah sekadar kumpulan kata, melainkan cerminan nilai, pengalaman, dan budaya yang hidup di masyarakat. Itulah mengapa karya yang baik tidak bisa dibuat secara asal, melainkan harus tunduk pada aturan bahasa dan sarat makna.

    Selain itu, sebagian besar kampus juga menawarkan konsentrasi yang bisa kamu pilih, walaupun tidak semua universitas menerapkannya.

    Umumnya, ada dua konsentrasi utama yaitu Sastra dan Linguistik. Jika kamu memilih Sastra, maka fokusmu akan lebih banyak pada kajian karya sastra seperti prosa, puisi, drama, serta teori sastra.

    Di sisi lain, jika kamu memilih Linguistik, kamu akan mendalami ilmu tentang bahasa itu sendiri, mulai dari tata bunyi (fonologi), struktur kata (morfologi), struktur kalimat (sintaksis), hingga analisis makna (semantik) dan konteks bahasa (pragmatik).

    Mata kuliah yang diajarkan di jurusan Sastra Indonesia juga sangat beragam. Ada Linguistik, Fonologi, Morfologi, Sintaksis, Semantik, hingga mata kuliah khusus seperti Linguistik Forensik, Neurolinguistik, dan Psikolinguistik.

    Kamu juga akan menemukan mata kuliah budaya seperti Antropologi Budaya, Kajian Sastra Lisan, Kajian Sastra Anak, hingga Kajian Sastra Bandingan. Bahkan, ada juga mata kuliah praktis yang menunjang karier, seperti Jurnalistik, Manajemen Publikasi, Penulisan Kreatif, dan Teater.

    Tidak hanya itu, jurusan ini juga menuntut mahasiswa untuk banyak membaca dan menganalisis karya, mulai dari karya sastra klasik hingga modern. Dengan begitu, kemampuan kritis, analitis, sekaligus kreatif akan terus terasah.

    Kamu pun akan belajar memahami bagaimana bahasa berkembang dari masa ke masa, termasuk bahasa kuno seperti Jawa Kuno atau Sansekerta.

    Dengan semua pengalaman tersebut, lulusan Sastra Indonesia tidak hanya siap menjadi penulis, sastrawan, atau pengajar. Banyak juga yang berkarier sebagai editor, peneliti, wartawan, penerjemah, bahkan content creator di era digital saat ini.

    Jadi, jika kamu merasa memiliki ketertarikan besar pada bahasa dan budaya, jurusan ini bisa menjadi pilihan yang sangat tepat untuk masa depanmu.

  • Sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

    Sejarah Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)

    Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah perguruan tinggi negeri tertua di Aceh yang berdiri pada tanggal 2 September 1961 dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 11 tahun 1961, tanggal 21 Juli 1961.

    Pendirian Unsyiah dikukuhkan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia, nomor 161 tahun 1962, tanggal 24 April 1962 di Kopelma Darussalam, Banda Aceh.

    Unsyiah berkedudukan di Ibukota Provinsi Aceh dengan kampus utama terletak di Kota Pelajar Mahasiswa (Kopelma) Darussalam, Banda Aceh.

    Saat ini, Unsyiah memiliki lebih dari 30.000 orang mahasiswa yang menuntut ilmu di 12 Fakultas dan Program Paska Sarjana.

    Sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi, Unsyiah memiliki fungsi yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik untuk kebutuhan lokal, nasional maupun regional.

    Sebagai universitas Jantung Hati Rakyat Aceh yang mengutamakan mutu, Unsyiah mengintegrasikan nilai-nilai universal, nasional, dan lokal untuk melahirkan sumberdaya manusia yang memiliki keselarasan dalam antara IPTEK dan IMTAQ.

    Keseimbangan diantara keduanya menjadi komponen utama dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, berbudi pekerti, menjunjung tinggi etika, estetika serta berakhlak mulia.

    Diawali dengan pembentukan Yayasan Dana Kesejahteraan Aceh (YDKA) pada tanggal 21 April 1958 yang dibentuk untuk mengadakan pembangunan dalam bidang rohani dan jasmani guna mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bagi masyarakat.

    YDKA menyusun program antara lain (a) Mendirikan perkampungan pelajar/ mahasiswa di ibukota provinsi dan setiap kota kabupaten dalam wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, (b) Mengusahakan berdirinya satu Universitas untuk daerah Nanggroe Aceh Darussalam.

    Selaras dengan ide tersebut, tanggal 29 Juni 1958, Penguasa Perang Daerah Istimewa Aceh membentuk KOMISI PERENCANA DAN PENCIPTA KOTA PELAJAR/MAHASISWA.

    Komisi yang dipandang sebagai saudara kandung YDKA ini mempunyai tugas sebagai komisi pencipta, badan pemikir, dan inspirasi bagi YDKA, sehingga komisi ini dipandang sebagai modal utama pembangunan perkampungan pelajar/mahasiswa.

    Sumber: https://unsyiah.ac.id/

  • 5 Jurusan Kuliah Paling Aneh tapi Banyak Peminatnya

    Bicara tentang kuliah, tentu saja kita sebagai warga negara Indonesia mengetahui jika semua Universitas di Indonesia memiliki jurusannya masing-masing yang relatif sama antara satu Universitas dengan Universitas lainnya.

    Adapun jurusan kuliah yang cukup populer di Indonesia adalah jurusan hukum, jurusan ilmu pendidikan, teknik, ilmu bahasa dan sastra, pertanian, teknologi informasi, ilmu sosial politik, ilmu budaya, kedokteran, dan sebagainya.

    Dari semua jurusan mainstream tersebut, tentu saja memiliki peminatnya masing-masing. Sebab jurusan-jurusan tersebut memiliki prospek baik untuk meraih cita-cita di masa depan.

    Namun, apa jadinya jika ada jurusan kuliah anti mainstream yang terkesan ‘aneh’ dan menurut sebagian orang tidak penting? Apakah masih ada yang minat?

    Jurusan Kuliah Paling Aneh dan Anti Mainstream

    Yap, baru-baru ini warganet cukup dibuat tercengang karena ada beberapa Universitas yang memiliki jurusan kuliah anti mainstream dan terkesan aneh. Namun meski aneh, peminatnya cukup banyak, loh!

    Apa saja jurusan kuliah paling aneh tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Meme Studies di Northwestern University

    Jurusan kuliah paling aneh pertama berasal dari Northwestern University. Di Universitas ini ada sebuah jurusan yang akan mengajarkan Mahasiswa untuk mempelajari seluk beluk gambar meme.

    Mulai dari cara membuat meme supaya viral dan hal lain yang berhubungan dengan meme. Jadi, buat kamu yang suka share meme, jurusan ini cocok buat kamu!

    2. David Beckham Studies di University of Staffordshire

    Selanjutnya, ada juga jurusan dan mata kuliah yang fokus membahas seluk beluk kehidupan David Beckham.

    Siapa yang tidak tahu pemain tampan yang satu ini. Sangking populernya, suami dari Victoria Beckham ini dijadikan obyek observasi dan dibuat konsentrasi akademis sendiri loh.

    Peminatnya juga banyak. Hebat, kan?

    3. Video Game Studies Di University of Central Florida

    Kalau jurusan kuliah yang satu ini mungkin menjadi favorit kebanyakan orang. Sebab, kamu akan diajarkan tentang cara bermain game yang baik dan benar.

    Tapi lebih dari itu, sebenarnya jurusan ini cenderung mengedepankan bagaimana hobi bermain game bisa diubah menjadi sebuah profesi yang menghasilkan keuntungan. Bisa dicoba nih!

    4. Harry Potter Mithology di University of California

    Kamu penggemar novel Harry Potter? Kalau benar, maka University of California mungkin cocok untukmu.

    Sebab di Universitas ini ada satu jurusan kuliah yang membahas seluk-beluk tentang mitologi cerita Harry Potter.

    Walau hanya sebuah karya fiksi, nyatanya karya J.K Rowling ini bisa menginspirasi jutaan orang di dunia, loh!

    5. The Simpsons and Philosophy

    Jurusan kuliah anti mainstream selanjutnya adalah The Simpsons and Philosophy di University of California.

    Dalam jurusan ini, kamu akan mempelajari berbagai makna filosofi yang disajikan oleh tayangan animasi Simpsons.

    Animasi The Simpsons memang sering menyuguhkan filosofi, serta prediksi tentang berbagai hal, termasuk politik. Maka tak heran kalau peminatnya pun cukup banyak!

    Nah, itulah beberapa jurusan kuliah anti mainstream dan terkesan aneh, tapi banyak peminatnya.

    Jadi, ternyata dunia pendidikan sangat luas, tidak hanya itu-itu saja. Apakah kamu setuju kalau Indonesia punya jurusan yang anti mainstream?

  • Gagal Masuk Universitas Impian? Inilah yang Harus Kamu Lakukan

    Setelah lulus dari bangku SMA, kebanyakan orang akan melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi dan memilih Universitas impiannya, termasuk kamu, bukan?

    Yap, menjadi Mahasiswa adalah sebuah keinginan dan harapan besar bagi setiap orang.

    Terlebih lagi jika berhasil menduduki bangku perkuliahan di Universitas impian.

    Sebab setiap orang pasti memiliki Universitas impiannya masing-masing.

    Untuk mewujudkan impian tersebut, berbagai proses seleksi akan dilakukan.

    Mulai dari SNMPTN, SBMPTN, sampai jalur lokal/mandiri pun ditempuh untuk bisa masuk di Universitas impiannya.

    Namun, kadang harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

    Terkadang usaha dan upaya yang sudah dilakukan tidak mendapat hasil maksimal.

    Setelah bersusah payah mengikuti seleksi, ternyata tidak diterima di Universitas impian yang dituju.

    Tentu saja hasil tersebut akan membuat rasa kecewa yang teramat besar.

    Bahkan dari kegagalan tersebut banyak yang enggan untuk melanjutkan kuliah dan memilih untuk bekerja saja.

    Apakah kamu mengalaminya juga?

    Nah, buat kamu yang mengalami kegagalan ini, jangan larut dalam kesedihan dan kekecewaan, ya!

    Sedih dan kecewa itu wajar, tapi ada baiknya kamu segera mengakhirinya karena sedih dan kecewa sama sekali tidak bermanfaat, apalagi untuk kesehatan.

    Kamu harus tetap melanjutkan pendidikan walau tidak di Universitas impian sekalipun.

    Ada beberapa pertimbangan penting kenapa kamu harus mengakhiri rasa sedih dan kecewa tersebut. Berikut diantaranya:

    1. Sadarlah Jika Ada Hikmah di Balik Kegagalanmu

    Hal pertama yang harus kamu ingat adalah tidak ada sesuatu yang terjadi secara kebetulan.

    Semua yang kamu alami sebenarnya sudah ditentukan oleh-Nya.

    Bisa jadi ini skenario terbaik Tuhan yang akan membuatmu semakin bersinar di kemudian hari.

    Kamu harus menerima apapun hasilnya, yang terpenting kamu sudah berusaha dengan maksimal.

    Terlepas hasil yang tidak sesuai harapan, itu sudah jadi rahasia Tuhan.

    Untuk itu jangan menyerah, apalagi memutuskan untuk tidak kuliah.

    Ingatlah, ada sesuatu yang besar akan menghampirimu.

    Bisa jadi suatu saat nanti kamu menjadi orang yang sukses walau tidak kuliah di Universitas impian.

    2. Mengenal Potensi Diri Lebih Dalam

    Dengan kegagalan, kamu bisa mengenali potensi dan kemampuan diri sendiri dengan lebih baik.

    Kamu akan tahu kekuranganmu dan penyebab kenapa tidak masuk di Universitas Impian.

    Nah, tugasmu selanjutnya adalah memperbaiki kekurangan dan mengasah potensi di dalam diri.

    Lantas coba lagi. Jangan pernah takut untuk gagal.

    Sebab kegagalan itu sebuah proses yang bisa kamu gunakan untuk introspeksi diri.

    Kebanyakan orang yang tidak pernah gagal akan sulit berkembang karena tidak mengetahui kekurangan dirinya sendiri.

    3. Sebagai Pengalaman untuk Orang Lain

    Yang tak kalah penting juga adalah pengalaman yang kamu dapat.

    Pengalaman ini bisa kamu salurkan kepada adik, ataupun orang lain yang ingin mendaftar ke Universitas suatu saat nanti.

    Sebab berbagi pengalaman itu tidak harus yang baik saja, tapi juga kadang pengalaman kurang baik pun harus dibagikan agar orang lain bisa belajar dari pengalaman tersebut.

    Jadi, kamu bisa berbagi pengalaman tentang kegagalanmu masuk ke Universitas impian.

    Tentu saja kamu harus menyampaikan lengkap dengan alasan dan solusinya.

    Hal ini bisa menjadi pelajaran yang akan memberi informasi tambahan bagi orang lain.

    Dan kamu pun akan menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain atas pengalamanmu.

    4. Masih Banyak Universitas Lain Untuk Meraih Mimpi

    Jangan pernah terpaku dengan satu Universitas saja.

    Ingatlah, masih banyak Universitas lain yang tentunya tak kalah dengan Universitas impianmua.

    ketahui pula bahwa setiap Universitas pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Boleh jadi kamu tidak diterima di Universtias impianmu, tapi bukan berarti Universitas lain tidak baik.

    Kamu harus mencobanya. Masih banyak Universitas yang layak untuk kamu tuju, salah satunya adalah Masoem University.

    Yap, kampus yang terkenal dengan julukan ‘kuliah malam di Bandung‘ ini memang cukup populer di Kota Kembang.

    Ada banyak jurusan yang bisa kamu tempuh di sini, mulai dari Ilmu Komputer, Ilmu Ekonomi, Ilmu Pertanian, Pendidikan, sampai dengan Bahasa Inggris.

    Jadi buat kamu yang sedang mencari jurusan Bahasa Inggris di Bandung, maka Kampus ini adalah salah satu alternatif pilihan terbaik.

    Selain fasilitas dan pelayanan yang prima. Universitas yang berlokasi di Jl. Raya Cipacing No. 22 Jatinangor 45363 Jawa Barat ini juga terkenal dengan paket hemat, yang mana biayanya cukup terjangkau.

    Agar lebih jelas, berikut adalah detail biaya perkuliahan di Masoem University.

    KELAS REGULER BIAYA NORMAL

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 4.300.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.900.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 4.450.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.050.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 4.700.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.300.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 4.350.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.950.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 4.350.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.950.000)

    KELAS REGULER BIAYA DISKON 30 PERSEN

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 3.130.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.730.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 3.235.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.835.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 3.410.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.010.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 3.165.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.765.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 3.165.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.765.000)

    KELAS REGULER SORE/KARYAWAN BIAYA NORMAL

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 4.850.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.450.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 5.100.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.700.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 4.650.000)
    • Biaya Semester II (Rp 4.250.000)

    KELAS REGULER SORE/KARYAWAN BIAYA DISKON 30 PERSEN

    1. S1 Bimbingan Konseling

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    2. S1 Pend. Bahasa Inggris

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    3. S1 Pertanian

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    4. S1 Perbankan Syariah

    • Biaya Semester I (Rp 3.515.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.115.000)

    5. S1 Sistem Informasi

    • Biaya Semester I (Rp 3.690.000)
    • Biaya Semester II (Rp 3.290.000)

    6. D3 M. Informatika

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    7. D3 Komputer Akuntansi

    • Biaya Semester I (Rp 3.375.000)
    • Biaya Semester II (Rp 2.975.000)

    Nah, itulah yang harus kamu pikirkan dan lakukan ketika gagal seleksi di Universitas impian.

    Jangan berkecil hati. Ingat, semua yang terjadi pasti ada maksud besar yang bermanfaat di baliknya. Tetap semangat!

  • Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus dengan Mudah dan Cepat

    Cara Mengetahui Akreditasi Kampus

    Saat ini memilih Universitas yang dituju, tentunya salah satu pertimbangan adalah akreditasinya.

    Sebab bagaimanapun juga akreditasi Universitas turut memengaruhi bagaimana kualitas serta layanan kepada Mahasiswa.

    Selain itu, akreditasi juga turut berperan penting dalam proses mencari kerja.

    Di mana banyak instasi, baik negeri maupun swasta yang menerapkan minimal akreditasi kampus pada setiap kandidatnya.

    Sehingga lulusan dari kampus dengan akreditasi baik, akan lebih diprioritaskan.

    Walau hal ini bukan hal yang prinpisal, mengingat masih banyak faktor lain penentu kesuksesan karir seseorang.

    Nah, bicara tentang akreditasi kampus, masih banyak yang bingung untuk mengetahuinya.

    Maka dari itu, kali ini Sastrawacana akan membagikan tips dan cara mengetahui akreditasi kampus dengan online.

    Bagaimana caranya? Simak informasinya berikut ini.

    • Pertama-tama, kamu harus mengunjungi website resmi BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) dengan cara klik di sini: BAN-PT.
    • Kemudian, masukkan beberapa opsi pilihan, misalnya nama Universitas yang dicari pada kolom pencarian.
    • Maka Universitas yang dicari akan muncul lengkap dengan data, No.SK, tahun SK, hingga status kadaluarsa.
    • Selamat, proses pencarian akreditasi kampus sudah selesai.

    Nah, itulah cara melihat akreditasi kampus online dengan mudah.

    Selamat mencoba! Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 5 Drama Skripsi yang Pasti Dialami Oleh Mahasiswa Akhir

    Skripsi adalah salah satu syarat yang harus dilalui oleh setiap Mahasiswa agar bisa bisa lulus dan menjadi sarjana.

    Skripsi juga dikenal sebagai Tugas Akhir, yang mana tidak akan ada tugas-tugas lain setelah skripsi berhasil dirampungkan.

    Namun, dalam menyusun skripsi bukanlah hal mudah. Ada begitu banyak Mahasiswa yang mengeluh bahkan ingin menyerah saat proses mengerjakan skripsi.

    Keluhan-keluhan tersebut tentu saja bukan tanpa alasan. Sebab setiap menjalani skripsi pasti selalu saja ada drama yang kadang membuat hidup semakin berat.

    Apa saja drama skripsi tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Tidak Ada Inspirasi

    Menyusun skripsi itu layaknya seorang penulis yang harus bisa merangkai kata-kata berdasarkan fakta dari hasil riset.

    Namun, kadang otak mendadak buntu. Tidak ada inspirasi datang sehingga kata-kata yang dirangkai menjadi tak karuan. Kalau sudah begini, rasanya bikin kepala pusing dan ingin segera menutup laptop.

    2. Di PHP Dosen

    Bagi kamu yang sedang berjuang dalam mengerjakan skripsi, pasti pernah mengalami di PHP dosen, kan? Yap, dosen kadang tiba-tiba suka membatalkan janji bimbingan dengan berbagai alasan.

    Mahasiswa yang sudah menunggu dari pagi, hanya bisa meratapi nasibnya yang di PHP. Sakit memang sakit. Tapi anggaplah ini sebagai bentuk perjuangan dan melatih kesabaran.

    3. Revisi Tak Kunjung Usai

    Kadang juga semangat menjadi luntur karena revisi demi revisi yang tak kunjung usai.

    Padahal kamu merasa bahwa skripsi yang dibuat sudah sempurna, tapi masih saja ada kekurangan menurut dosen.

    Hal ini sering menyurutkan semangat bagi pejuang skripsi. Tapi percayalah, dosen lebih mengetahui kekurangan dari skripsi yang kamu kerjakan.

    Turuti saja dan lakukan pembenahan agar skripsimu menjadi lebih baik dan bermanfaat.

    4. Flashdisk Hilang dan Laptop Error

    Kadang juga pejuang skripsi mengalami hal tak terduga dalam urusan teknis, misalnya laptop error dan bahkan flashdisk hilang.

    Hingga beberapa BAB yang sudah ditulis dengan perjuangan akan hilang begitu saja. Kalau sudah melalui tahap ini, selamat.

    Kamu akan segera menjadi seorang sarjana. Sebab kebanyakan Mahasiswa mengalami kendala teknis dalam detik-detik perjuangan terakhir.

    5. Mengumpulkan Tanda Tangan Dosen

    Setelah skripsimu kelar, jangan senang dulu. Sebab masih ada perjuangan terakhir yang harus kamu lakukan.

    Seperti mengumpulkan tanda tangan dosen, seperti dosen pembimbing, dosen penguji, ketua jurusan, sampai ketua dekan.

    Maksud dari pengumpulan tanda tangan ini adalah sebagai syarat untuk melakukan sidang skripsi untuk menentukan jadwal.

    Pada perjuangan ini, kamu akan menjadi orang yang benar-benar sabar. Karena kamu harus mencari jadwal kosong dari semua dosen yang terkait tersebut untuk datang pada sidang skripsimu.

    Jadi, proses ini kadang memakan waktu yang cukup lama hanya untuk memastikan bahwa semua dosen tersebut benar-benar ada waktu kosong. Sulit kan menyatukan beberapa dosen dalam satu waktu?

    Nah, itulah beberapa drama skripsi yang pasti akan kamu alami nanti. Tapi jangan khawatir sebab itu adalah proses yang nanti pasti akan kamu rindukan setelah lulus kuliah.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Apa Perbedaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama?

    Banyak kaum muda yang sangat ingin melanjutkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi.

    Sebab, mereka yakin bahwa semakin tinggi pendidikan yang ditempuh, maka akan semakin mudah pula mencari pekerjaan yang diinginkan.

    Akan tetapi, tidaklah mudah menjadi mahasiswa dan melewati masa-masa kuliah hingga 4 tahun.

    Jika rajin dan beruntung, kemungkinan besar kamu bisa lulus tepat waktu bahkan kurang dari 4 tahun.

    Namun, jika selama kuliah hanya bermalas-malasan, bisa jadi kamu akan menjadi mahasiswa abadi alias tidak lulus-lulus.

    Selama menjadi mahasiswa, tentunya terdapat banyak perbedaan yang tanpa sadar kamu rasakan.

    Mulai dari saat menjadi mahasiswa baru hingga bertransformasi menjadi mahasiswa lama yang sudah menginjak semester akhir.

    Perbedaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Lama

    Nah, apa saja perbedaan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama? Berikut penjelasannya.

    1. Manajemen Waktu

    Perbedaan yang pertama adalah bagaimana cara memanajemen waktu. Mahasiswa baru biasanya akan mengatur waktu mereka sebaik mungkin.

    Misalnya, tidur sesuai jam yang sudah ditentukan agar bisa bangun pagi dan pergi ke kampus untuk mengikuti kuliah.

    Sementara, mahasiswa lama tidak peduli dengan waktu. Mereka hanya ingin melakukan hal yang diinginkan hingga lupa akan pentingnya waktu.

    Sebagai contohnya, mereka lebih suka begadang hingga pagi hanya demi bermain game online atau nongkrong, sehingga keinginan untuk pergi ke kampus pun kecil.

    2. Perlengkapan Kuliah

    Saat masih menjadi mahasiswa baru, perlengkapan belajar sangat diperhatikan, mulai dari buku, bolpoin, pensil, penggaris, penghapus, dan lain sebagainya.

    Namun, ketika sudah menjadi mahasiswa lama, semuanya akan berbeda. Perlengkapan yang dibawa tak lagi banyak, paling hanya satu buah bolpoin saja.

    Untuk kertas, nanti bisa minta ke teman sekelas. Benar begitu?

    3. Absensi

    Perbedaan mencolok selanjutnya antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama adalah urusan absensi. Absensi sangat penting dalam menentukan nilai. Mahasiswa baru biasanya sangat rajin kuliah sehingga tidak mungkin absensi mereka kosong.

    Berbeda dengan mahasiswa lama, mereka malas pergi ke kampus sehingga memilih untuk TA alias titip absen.

    4. Semangat Belajar

    Memang benar, semangat hanya datang di awal-awal saja, begitu pula yang dirasakan oleh mahasiswa.

    Mahasiswa baru memiliki semangat membara saat mengikuti perkuliahan, apalagi ketika mendapatkan nilai bagus.

    Mereka akan semakin bersemangat untuk belajar. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlaku pada mahasiswa lama.

    Jangankan semangat belajar, menginjakkan kaki ke kampus saja tidak ada semangat sedikitpun.

    5. Semangat Mencatat

    Jika ada penjelasan yang sangat penting, biasanya dosen akan mencatatnya di papan tulis yang nantinya juga bisa dicatat oleh mahasiswa.

    Ketika masih mahasiswa baru, materi yang dicatat di buku catatan sangatlah lengkap. Tentu saja, menggunakan tulisan tangan.

    Berbanding terbalik dengan mahasiswa lama. Mereka akan menggunakan kecerdikan mereka yakni dengan memotret papan tulis.

    Cukup sedergana memang, tapi ingat, itu hanya berguna untuk mahasiswa yang malas.

    6. Belajar Menjelang Ujian

    Menjelang ujian, hal terbaik yang harus dilakukan adalah belajar. Tujuannya, agar saat ujian bisa mengerjakan dengan lancar dan mendapatkam nilai bagus.

    Ada perbedaan antara mahasiswa baru dan mahasiswa lama saat belajar menjelang ujian. Mahasiswa baru akan belajar satu minggu sebelum ujian.

    Bagi mereka, waktu belajar hanya beberapa hari saja tidak cukup. Namun, bagi mahasiswa lama, akan lebih baik jika belajar satu malam sebelum ujian.

    Mereka menggunakan sistem kebut semalam agar materi yang dipelajari tetap bisa diingat.

    Well, itulah beberapa perbedaan antara mahasiswa lama dan mahasiswa baru. Apakah kamu merasakan salah satu perbedaan di atas?

    Author : Eva