Tag: karya tulis ilmiah

  • Contoh Makalah Komunikasi Lintas Budaya

    Contoh Makalah Komunikasi Lintas Budaya

    BAB I PENDAHULUAN

    Masyarakat Indonesia memiliki berbagai macam keberagaman seperti agama, bangsa ras, bahasa, adat istiadat dan sebagainya.

    Indonesia terkenal dengan keberagaman budayanya. Budaya adalah suatu konsep yang membangkitkan minat.

    Secara formal budaya didefinisikan sebagai tatanan pengetahuan, pengalaman, kepercayaan, nilai, sikap, makna dan diwariskan dari generasi ke generasi, melalui usaha individu dan kelompok.

    Komunikasi diperlukan untuk mengenal budaya yang satu dengan budaya yang lainnya.

    Dengan berkomunikasi seseorang dapat memahami perbedaan antar budaya yang satu dengan yang lainnya. Komunikasi dan budaya mempunyai hubungan timbal balik.

    Budaya menjadi bagian dari perilaku komunikasi, dan komunikasi pun selalu menentukan budaya.

    Komunikasi antar budaya terjadi jika bagian yang terlibat dalam kegiatan komunikasi membawa latar belakang budaya pengalaman yang berbeda dan mencerminkan nilai yang dianut oleh kelompoknya.

    Berkomunikasi merupakan kebutuhan yang fundamental bagi seseorang yang hidup bermasyarakat, tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat, maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi.

    Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dalam hidup manusia selalu berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan. Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar maupun kelompok kecil.

    BAB II PEMBAHASAN

    A. Pengertian Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran pikiran dan makna antara orang-orang yang berbeda budaya.

    Ketika komunikasi tersebut terjadi antara orang-orang berbeda bangsa(international), antaretnik(interethnical), kelompok ras(interracial), atau komunikasi bahasa(intercommunal), disebut komunikasi lintas budaya.

    Menurut Liliweri (2003:9), dalam bukunya yang berjudul Komunikasi Antarbudaya, memberikan definisi komunikasi antarbudaya atau komunikasi lintas budaya sebagai pernyataan diri antarpribadi yang paling efektif antar dua orang yang saling berbeda latar belakang budayanya.

    Komunikasi Lintas Budaya dalam pengertian yang lebih luas lagi, merupakan pertukaran pesan yang disampaikan secara lisan, tertulis, bahkan secara imajiner antara dua orang yang berbeda latar belakang budaya.

    B. Fungsi Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya memiliki fungsi penting, terutama ketika seseorang mulai menjalin hubungan bilateral, trilateral, atau multilateral.

    Secara khusus, komunikasi lintas budaya berfungsi untuk mengurangi ketidakpastian komunikasi antarorang, antarsuku, dan antarbangsa yang berbeda budayanya.

    Ketika memasuki wilayah(daerah) orang lain, seseorang dihadapkan dengan orang-orang yang sedikit atau banyak berbeda, ditinjau dari aspek sosial, budaya, ekonomi dan status lainnya.

    C. Pentingnya Komunikasi Lintas Budaya

    Komunikasi lintas budaya sangat penting, terutama untuk mencapai hubungan kerja sama yang saling menguntungkan.

    Pentingnya komunikasi lintas budaya untuk membangu hubungan internasional yang serasi dapat ditemukan contohnya dari hubungan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

    Hubungan kedua negara tersebut berjalin harmonis sejak 1884, ketika pemerintah Amerika Serikat mengirim warganya yang menjadi konsumen pertama produk property buatan korea selatan.

    Dari fenomena hubungan ekonomi Amerika Serikat-Korea Selatan, diketahui bahwa produktivitas dan profitabilitas meningkat ketika organisasi mampu menyerap budaya dan mengomunikasikan harapan secara jelas.

    Bagi banyak Negara, proses komunikasi yang ditunjukkan kedua Negara tersebut dijadikan sebagai replikasi untuk mencapai kemajuan dalam menjalin hubungan internasional.

    Replikasi tersebut tidak terbatas hanya dalam hubungan perdagangan saja, melainkan juga hubungan pertukaran pelajar, kegiatan riset dan kebudayaan, hingga masalah pertahanan keamanan.

    Kunci keberhasilan ini terletak pada aspek koorientasi yang diperlihatkan kedua belah pihak.

    Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda, juga menentukan cara berkomunikasi kita yang sangat dipengaruhi oleh bahasa, aturan dan norma yang ada pada masing-masing budaya.

    Sehingga sebenarnya dalam setiap kegiatan komunikasi kita dengan orang lain selalu mengandung potensi Komunikasi Lintas Budaya atau antar budaya, karena kita akan selalu berada pada “budaya” yang berbeda dengan orang lain, seberapa pun kecilnya perbedaan itu.

    Perbedaan-perbedaan ekspektasi budaya dapat menimbulkan resiko yang fatal, setidaknya akan menimbulkan komunikasi yang tidak lancar, timbul perasaan tidak nyaman atau timbul kesalahpahaman.

    Akibat dari kesalahpahaman-kesalahpahaman itu banyak kita temui dalam berbagai kejadian yang mengandung etnosentrisme dewasa ini dalam wujud konflik-konflik yang berujung pada kerusuhan atau pertentangan antaretnis.

    Sebagai salah satu jalan keluar untuk meminimalisir kesalahpahaman-kesalahpahaman akibat perbedaan budaya adalah dengan mengerti atau paling tidak mengetahui bahasa dan perilaku budaya orang lain, mengetahui prinsip-prinsip Komunikasi Lintas Budaya dan mempraktikkannya dalam berkomunikasi dengan orang lain.

    D. Definisi Budaya

    Secara etimologj, budaya berasal dari bahasa sanskerta. Buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal).

    Selanjutnya, budaya diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

    Berbudaya berarti mempunyai budaya, mempunyai pikiran dan akal budi untuk memajukan diri.

    Kebudayaan diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan manusia sebagai hasil pemikiran dan akal budi.

    Budaya dalam bahasa Inggris disebut culture, yang berasal dari kata latin, colere, yang berarti mengolah atau mengerjakan, dan bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani.

    Kata culture juga merupakan kata lain dari occult yang berarti benak dan pikiran.

    The American Herritage Dictionary mengartikan culture sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang ditransmisikan melalui kehidupan sosial, seni, agama, dan kelembagaan.

    Budaya dari bahasa latin, yakni dari akar kata cultura. Dalam bahas Perancis, la Culture berarti esemble des aspects intellectuals d’une civilization (serangkaian bidang intelektual dalam sebuah peradaban).

    Budaya adalah suatu konsep yang mencakup berbagai kompenen yang digunakan manusia untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan hidupnya sehari-hari (Purwasito, 2003:95).

    Edward B. Taylor mendefinisikan budaya sebagai keseluruhan sistem yang kompleks, yang didalamnya terkandung ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dan kemampuan lain serta kebiasaan yang diperoleh dan dipelihara manusia sebagai anggota masyarakat.

    Williams mendefinisikan bahwa budaya mencakup organisasi produksi, struktur lembaga, yang mengekspresikan atau mengatur hubungan sosial, dan bentuk-bentuk komunikasi khas antaranggota masyarat.

    Trenholm dan Jensen (1992:238) mendefinisikan budaya sebagai seperangkat nilai, kepercayaan, norma, adat istiadat, aturan, dan kode yang secara sosial mendefinisikan kelompok orang yang memilikinya, mengikat mereka satu sama lain dan memberi mereka kesadaran bersama.

    E. Karakteristik Budaya dan Komunikasi

    Ada tiga karakteristik penting dari kebudayaan, yaitu kebudayaan itu dapat dipelajari, kebudayaan itu dapat dipertukarkan, dan kebudayaan itu tumbuh serta berubah (Hebding dan Glick, 1991, hlm. 45).

    1. Kebudayaan itu Dipelajari
    Kita sebut kebudayaan itu dapat dipelajari karena interaksi antarmanusia ditentukan oleh penggunaan simbol, bahasa verbal maupun nonverbal.

    Tradisi budaya, nilai-nilai, kepercayaan, dan standar perilaku semuanya diciptakan oleh kreasi manusia dan bukan sekadar diwarisi secara instink, melainkan melalui proses pendidikan dengan cara-cara tertentu menurut kebudayaan.

    Setiap manusia lahir dalam suatu keluarga, kelompok sosial tertentu yang telah memiliki nilai, kepercayaan, dan standar perilaku yang ditransmisikan melalui interaksi di antara meraka (sosialisasi).

    2. Kebudayaan itu Dipertukarkan
    Di samping dipelajari, kebudayaan itu juga dipertukarkan. Istilah pertukaran merujuk pada kebiasaan individu atau kelompok untuk menunjukkan kualitas kelompok budayanya.

    Dalam interaksi atau pergaulan antarmanusia setiap orang mewakili kelompoknya lalu menunjukkan kelebihan-kelebihan budayanya dan membiarkan orang lain untuk mempelajarinya.

    Proses pertukaran budaya dilakukan melalui mekanisme belajar budaya yang mengakibatkan para ibu yang berasal dari Sunda dan Jawa dapat belajar memasak jagung bose (masakan jagung yang bercampur santan kelapa) dan sebaliknya para ibu dari Timor dan Flores belajar membuat oncom dan bajigur dari Sunda.

    3. Kebudayaan Tumbuh dan Berkembang
    Setiap kebudayaan terus ditumbuhkembangkan oleh para pemilik kebudayaannya, oleh karena itu ada yang mengatakan bahwa kebudayaan ituterus mengalami perubahan.

    Oleh karena itu, kita menyebut kebudayaan itu berbuah semakin rinci (kompleks) dan kemudian dikomunikasikan dari satu generasi ke generasi lain.

    Tenun ikat dari Ended an Lio di Flores mula-mula di tenun dengan benang yang di celupkan ke dalam nila.

    Akibat perkembangan teknologi industri maka lama kelamaan nila mulai ditinggalkan dan para penenun memakai benang sutera sehingga dapat menghasilkan tenun ikat berkualitas ekspor.

    F. Dimensi Dan Unsur Budaya

    Budaya memiliki dimensi yang sangat luas, bahkan dapat dikatakan seluas dan serumit kehidupan manusia itu sendiri.

    Tetapi, untuk kepentingan ilmiah, kebudayaan dikelompokkan ke dalam beberapa unsur penting, yaitu:

    1. Sistem religi (agama) dan upacara keagamaan

    Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.

    Dalam memahami unsur religi sebagai kebudayaan manusia tidak dapat dipisahkan dari religious emotion atau emosi keagamaan.

    Emosi keagamaan adalah perasaan yang ada di dalam diri manusia yang mendorongnya melakukan tindakan-tindakan yang bersifat religius.

    Dalam sistem religi terdapat tiga unsur yang harus dipahami selain emosi keagamaan, yakni sistem keyakinan, sistem upacara keagamaan, dan umat yang menganut religi itu.

    2. Sistem pengetahuan

    Pengetahuan adalah segala sesuatu yang diketahui manusia tentang benda, sifat, keadaan, dan harapan-harapan. Pengetahuan dimiliki oleh semua suku bangsa di dunia.

    Mereka memperoleh pengetahuan melalui pengalaman, intuisi, wahyu, dan berpikir menurut logika, atau percobaan yang bersifat empiris.

    3. Bahasa

    Bahasa terdiri dari susunan kata-kata. Kata-kata disusun oleh simbol sehingga bahasa merupakan susunan berlapis-lapis dari simbol yang ditata menurut ilmu bahasa.

    Karena simbol-simbol itu berasal dari bunyi, ucapan yang dibentuk oleh sebuah kebudayaan maka kata-kata maupun bahasa dibentuk pula oleh sebuah kebudayaan.

    Jadi, bahasa merupakan komponen budaya yang sangat penting yang mempengaruhi penerimaan dan perilaku manusia, perasaan dan kecenderungan manusia untuk bertindak mengatasi dunia sekeliling.

    Dengan kata lain, bahasa mempengaruhi kesadaran, aktivitas dan gagasan manusia, menentukan benar atau salah, moral atau tidak bermoral, dan baik atau buruk.

    4. Kesenian

    Kesenian mengacu pada nilai keindahan (estetika) yang berasal dari ekspresi hasrat manusia terhadap keindahan yang dinikmati dengan mata ataupun telinga.

    Sebagai makhluk yang mempunyai cita rasa tinggi, manusia menghasilkan berbagai corak kesenian mulai dari yang sederhana hingga perwujudan kesenian yang kompleks.

    5. Sistem mata pencarian

    Perhatian para antropolog masa awal pada sistem mata pencaharian ini terfokus pada masalah mata pencaharian tradisional, diantaranya, berburu dan meramu, beternak, bercocok tanam di ladang, dan menangkap ikan.

    6. Sistem teknologi dan peralatan

    Teknologi merupakan salah satu komponen kebudayaan. Teknologi menyangkut cara-cara atau teknik memproduksi, memakai, serta memelihara segala peralatan dan perlengkapan.

    Teknologi muncul dalam cara-cara manusia mengorganisasikan masyarakat dan mengekspresikan rasa keindahan, atau dalam memproduksi hasil-hasil kesenian.

    Masyarakat kecil yang berpindah-pindah atau masyarakat perdesaan yang hidup dari pertanian paling sedikit mengenal delapan macam teknologi tradisional (disebut juga sistem peralatan dan unsur kebudayaan fisik), yaitu senjata, wadah, alat-alat menyalakan api, makanan, pakaian, tempat berlindung dan perumahan, alat-alat transportasi.

    G. Fungsi Dasar dari Budaya

    Inti penting dari budaya adalah pandangan yang bertujuan untuk mempermudah hidup dengan “mengajarkan“ orang-orang bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungannya.

    Budaya berperan untuk memperbaiki cara anggota kelompok suatu budaya beradaptasi dengan ekologi tertentu dan hal ini melibatkan pengetahuan yang dibutuhkan orang supaya mereka dapat berperan aktif dalam lingkungan sosialnya.

    Sedangkan fungsi budaya menurut Sowell, yakni budaya ada untuk melayani kebutuhan vital dan praktis manusia, untuk membentuk masyarakat juga untuk memelihara spesies, menurunkan pengetahuan dan pengalaman berharga ke generasi berikutnya, untuk menghemat biaya dan bahaya dari proses pembelajaran semuanya mulai dari kesalahan kecil selama proses coba-coba sampai kesalahan fatal.

    Hal yang juga penting adalah bahwa budaya memenuhi kebutuhan dasar seseorang dengan menggambarkan dunia yang diramalkan di mana seseorang akan berdiri.

    Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengerti lingkungan sekitarnya. Seperti yang di tuliskan Haviland, “Bagi manusia, budayalah yang mengatasi dan mengarahkan perilaku.”

    Penulis Inggris mengungkapkan hal yang sama dengan lebih sederhana 200 tahun yang lalu, “Budaya membuat segala sesuatu jadi mudah”.

    Mudah, karena budaya melindungi orang dari yang tidak diketahui dengan menawarkan mereka suatu gambaran tentang semua aktivitas hidup.

    Walaupun mungkin orang dengan budaya yang berbeda akan menyimpang dari gambaran ini, paling tidak mereka tahu apa yang diharapkan budaya pada mereka.

    H. Pola Budaya

    Pola Budaya (cultural pattern) atau arketipe, dapat dideskripsikan sebagai “gambaran yang sangat luas dari susunan dunia dan hubungan seseorang dengan susunan tersebut.

    Maksudnya, hubungan seseorang dengan kebudayaan yang lebih besar menjadi relevan ketika menginterprestasikan makna.

    Tindak tutur, episode hubungan, dan naskah kehidupan dapat dipahami dalam level budaya.

    Hal ini menjadi lebih penting ketika dua orang dari dua budaya yang berbeda berusaha untuk memahami perkataan satu sama lain.

    Judith Martin dan Thomas Nakayama (2004) menyatakan bahwa budaya Amerika Serikat mendorong adanya individualisme atau pandangan dimana kepentingan individu didahulukan daripada kepentingan kelompok. Individualism berfokus pada kebebasan dan inisiatif.

    Budaya yang lain (seperti Kolombia, Peru, dan Taiwan) menekankan kolektivisme (collectivism), atau pandangan dimana kepentingan kelompok harus didahulukan daripada kepentingan pribadi.

    Kesulitan akan muncul ketika dua orang dari sudut pandangan yang berbeda ini menginterprestasikan makna dari sudut pandang mereka.

    Karenanya, budaya membutuhkan kesamaan makna dan nilai.

    I. Hubungan Komunikasi Dengan Budaya

    Komunikasi dan budaya tidak dapat dipisahkan, karena komunikasi dan budaya adalah dua hal yang berbeda.

    Komunikasi adalah proses penyampaian pesan di antara para pelaku komunikasi dengan tujuan untuk saling memahami satu sama lain.

    Sedangkan budaya dapat dikatakan sebagai cara berperilaku suatu komunitas masyarakat secara berkesinambungan.

    Namun demikian komunikasi dan budaya eksistensinya saling berkaitan.

    Suatu budaya dapat dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus melalui proses komunikasi.

    Di sini, komunikasi berfungsi sebagai alat penyebaran tradisi dan nilai-nilai budaya.

    Komunikasi dan budaya adalah dua entitas tak terpisahkan, sebagaimana yang dikatakan Edward T. Hall, bahwa budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya.

    J. Problematika Kebudayaan Indonesia

    Menelusuri permasalahan kebudayaan di Indonesia, akan ditemukan sebuah fenomena yang biasa dihadapi, yaitu kerendahan diri masyarakat Indonesia terhadap kebudayaannya sendiri.

    Kerendahan diri ini muncul dari hubungan antara kebudayaan barat dengan kebudayaan daerah di Indonesia.

    Barat yang sering diposisikan sebagai pihak superior dan kebudayaan daerah di Indonesia sebagai pihak inferior.

    Problem kebudayaan saat ini antara lain, terjadinya pemahaman budaya yang cenderung keliru.

    Hal tersebut akibat miskomunikasi budaya antargenerasi yang terus menerus terjadi.

    Padahal, sebagai sistem gagasan yang terdiri dari nilai-nilai, norma dan aturan, kebudayaan harus dilihat dalam tiga aspek sekaligus, masing-masing proses pembelajaran, konteks, dan pelaku pendukung kebudayaan.

    Ketiga aspek tersebut dapat menentukan seberapa besar dan kuat peran kebudayaan dalam membangun kehidupan lebih baik.

    BAB III PENUTUP

    Kesimpulan

    Dunia yang luas terdiri dari berbagai negara tentu saja memiliki beraneka ragam corak budaya.

    Indonesia termasuk di dalamnya yang memberikan corak budya tersendiri.

    Faktor geografis merupakan salah satu faktor mengapa Indonesia memiliki beranekaragam budaya.

    Luas Indonesia yang sebagian besar adalah luas lautan menjadikan wilayah Indonesia secara topografi terpisah menjadikan ciri khas atau perbedaan budaya dari masing- masing daerah.

    Budaya antar wilayah Indonesia berbeda melainkan tetap dalam satuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    Tidak ada batasan antara budaya dan komunikasi, seperti yang dinyatakan Hall, “Budaya adalah komunikasi,dan komunikasi adalah budaya”.

    Dengan kata lain ketika membahas budaya dan komunikasi sulit untuk memutuskan mana yang menjadi suara dan mana yang menjadi gemanya.

    Alasannya adalah karena anda “mempelajari” budaya anda melalui komunikasi dan pada saat yang sama komunikasi merupakan refleksi budaya anda.

    Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

  • Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar

    Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar

    Pengertian Daftar Pustaka

    Definisi daftar pustaka adalah susunan referensi dari semua buku yang yang kita gunakan untuk menyusun sebuah karya ilmiah.

    Singkatnya, daftar pustaka adalah daftar rujukan. Letak dari daftar pustaka di belakang atau di bagian akhir dari karya yang kita tulis.

    Fungsi Daftar Pustaka

    Adapun fungsi dari daftar pustaka adalah sebagai berikut:

    • Sebagai rujukan sumber informasi.
    • Menghindari plagiasi/penjiplakan.
    • Menghargai penulis lain/karya ilmiah lainnya.
    • Membantu pembaca untuk mendapat informasi serupa.
    • Hasil tulisan terlihat lebih kredibel karena merujuk ke berbagai referensi.
    • Memberitahu pembaca tentang kutipan yang lebih jelas.
    • Media informasi untuk penulis lain.

    Cara Menulis Daftar Pustaka

    Contoh Daftar Pustaka Dari Buku

    Jika Nama Penulis 2 Kata Atau Lebih
    ·        Khadir, Abdul. 2005. Kisah Orang Mualaf. Surabaya: Gramedia.
    ·        Yudhoyono, Susilo Bambang. 2016. Panduan Perang. Jakarta: Gramedia.

    Penulisan Daftar Pustaka Jika Dua Pengarang Atau Lebih
    ·        Rendra, Siti, Budiawan dan Sugeng. 2016. Panduan Pelatihan IM. Bandung: Desamedia.
    ·        Sugeng, R.W., dan Rizal Chairi. 2002. Kisah Perjuangan. Jakarta: Indo Media.
    ·        Husein, Hasan. dkk. 2007. Kumpulan Doa-Doa. Edisi Kedua. Jakarta.

    Penulisan Daftar Pustaka Untuk Buku Terjemahan Atau Suntingan
    ·        Saputra, Ardi (Penterjermah). 2013. Dasar Dasar HTML. Jakarta: Informatika.

    Jika Nama Penulis Sama, Tapi Judul Buku Berbeda
    ·        Setyawan. 2012. Dasar Manajemen . Sidoarjo: Arjo Media.
    ·        ________ . 2014. Akuntasi Dasar. Jakarta: Jaka Media.

    Jika Tidak Ada Nama Pengarang
    ·        Depdiknas. 2004. Petunjuk Pelaksanaan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdiknas.

    Contoh Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Baik Dan Benar

    Andre. 2002. Kota Lama. Malang: Pustaka Desa.
    _____. 2005. Kota Baru. Malang: Pustaka Desa.
    Anwar, Chairil. dkk. 2010. Cara Belajar Bahasa Inggris Edisi Kedua. Jakarta: PT Indo Nusantara.
    Skak, Bayu. 2014. Cara Sukses Youtuban. Malang: Bayu Pustaka.
    Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Gerai Pustaka.
    Ratna, Dewi. “Kehidupan Laut” Ocean, Volume XI, No. 1, 2016, hlm 13—15.
    Desi, Sarini. 2003. Tips Sukses Meraih Masa Depan. Jakarta: Balai Pustaka.

    Contoh Daftar Pustaka Dari Koran

    ·        Bagus, Yadi. 2011. Cara Internet Gratis, Harian Malang. Malang: Media Pustaka. (5 Januari 2011)
    ·        Yuli, Yanti. 2011. “Cara Mudah Menjahit Pakaian”, Kompas, Rabu, 15 Februari 2011. Jakarta.

    Contoh Daftar Pustaka Untuk Tugas Akhir Atau Skripsi

    Nama penulis, diikuti dengan tahun pada sampul, judul tugas/skripsi/tesis, pernyataan tugas akhir/skripsi, pernyataan tidak diterbitkan, fakultas, nama perguruan tinggi, kota tempat perguruan tinggi.

    ·        Deny S. 2004. Pengaruh Kuman Salmonella terhadap Kesehatan Tubuh. Tugas Akhir. Tidak di terbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta.
    ·        Damayanti S. 2011. Ciri-Ciri Kanker Serviks. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.

    Contoh Daftar Pustaka Dari Ensiklopedia Atau Kamus

    Penulisan daftar pustaka yang bersumber dari ensiklopedia atau kamus sama halnya dengan daftar pustaka pada umumnya.

    ·        Clark-Kent, D. 2001. Superman. The New Encyclopedia America. Encyclopedia America. 21: 517-538.
    ·        Sandler, J.M. dan Adam, H. (Eds). 1991. Kamus Bahasa Inggris – Indonesia. Lawang: PT Gramedia.

    Contoh Daftar Pustaka Dari Internet

    ·        Pratama, Deny. 2017. Cara Menulis Daftar Pustaka Yang Baik dan Benar. https://carabermanfaat.com/cara-menulis-daftar-pustaka.  Diakses 11 April 2017.

    Daftar Pustaka Dari Peraturan Pemerintah Atau Keputusan Presiden

    Penanggung jawab dari dokumen ini adalah pemerintah Indonesia, maka dapat ditulis dengan Republik Indonesia atau Pemerintah Indonesia atau Cukup Indonesia saja.

    ·        Republik Indonesia. 1991. Undang-Undang No. 23 Tahun 1991 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1991, No. 114. Sekretariat Negara. Jakarta.
    ·        Republik Indonesia. 1998. Undang-Undang No. 21 Tahun 1998 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara RI Tahun 1998, No. 50. Sekretariat Negara. Jakarta.

  • Contoh Pendahuluan Makalah dan Karya Tulis Ilmiah yang Benar

    Contoh Pendahuluan Makalah dan Karya Tulis Ilmiah yang Benar

    Pengertian Pendahuluan

    Sebelum masuk ke contoh pendahuluan, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari pendahuluan.

    Menurut Kbbi, pendahuluan adalah:

    • n sesuatu yang mula-mula dilakukan; permulaan
    • n pembukaan atau kata pengantar dari sebuah pidato (buku, karangan, dan sebagainya): kata ~

    Jadi, dengan melihat arti dari Kbbi di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pendahuluan adalah pembuka dari karya ilmiah yang berisi tentang gambaran umum serta alasan penulis dalam menyusunnya.

    Biasanya, pembuka dalam sebuah karya ilmiah berada pada BAB pertama atau halaman depan sebagai kisi-kisi agar pembaca bisa mengikuti alur dalam membaca isi karya tersebut nantinya.

    Begitu pula dengan selain ilmiah, seperti makalah, artikel, paper, proyek, dan skripsi.

    Sebab setiap laporan harus berisi pendahuluan untuk memudahkan pembaca dalam menganalisis serta melihat hasil dan tujuan dari laporan tersebut.

    Poin Poin dalam Pendahuluan

    Adapun poin-poin atau bagian-bagian dari pendahuluan adalah sebagai berikut.

    1. Latar Belakang Masalah

    Latar belakang masalah adalah bagian awal yang menjelaskan tentang masalah/konflik sebuah peristiwa yang diangkat dalam karya ilmiah.

    Pada bagian ini, penulis harus mampu menjelaskan kenapa serta alasan dalam menulis karya ilmiah tersebut.

    2. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah adalah kumpulan masalah yang nantinya akan dibahas dalam karya ilmiah. Tentunya tidak hanya membahas masalah saja, penulis juga harus bisa memberikan solusi atas masalah-masalah tersebut.

    3. Tujuan Penelitian

    Selanjutnya, dalam BAB Pendahuluan selalu diisi dengan tujuan penelitian. Sebab setiap karya ilmiah selalu memiliki tujuan yang digunakan untuk kemaslahatan umum. Jadi penulis bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas dengan karyanya.

    4. Metodologi Penelitian

    Dalam setiap penelitian, tentu saja harus menggunakan metodologi penelitian. Metodologi penelitian adalah cara atau teknik yang digunakan penulis dalam mencari data. Ada banyak jenis metodologi penelitian. Anda bisa baca selengkapnya di sini.

    Contoh Pendahuluan Makalah

    Aga lebih jelas, berikut adalah contoh pendahuluan makalah tentang kehidupan sosial.

    A. Latar Belakang

    Keharmonisan masyarakat dapat terbentuk dari budaya serta kesadaran sosialnya. Namun, semakin berkembangnya jaman, sosial budaya terus mengalami perubahan.

    Perubahan sosial budaya yang dialami manusia dapat dijelaskan sebagai proses penyesuaian hidup manusia dengan konstelasi yang ada.

    Seperti yang ditegaskan oleh Gillin dan Gillin (Soekanto, 1994), perubahan sosial dapat dipandang sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebutuhan materil, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penumuan baru dalam masyarakat tersebut.

    Perubahan yang dialami manusia bukanlah suatu penyimpangan, apalagi kesalahan. Sebab pandangan tersebut adalah suatu mitos yang perlu dihilangkan dari pandangan mengenai perubahan (Lauer, 1993).

    Setiap perubahan sosial selalu mencakup pula perubahan budaya, dan perubahan budaya akanmencakup juga perubahan sosial.

    Sosiatri merupakan ilmu sosial terapan (applied science), yang dalam pengembangannya mengandalkan realita yang terjadi di dalam masyarakat, berkaitan dengan masalah sosial yang perlu diselesaikan (pandangan awal perkembangan) dan penyesuaian kebutuhan dengan sumber daya yang ada (pandangan hasil perkembangan).

    Realita dalam masyarakat yang terus mengalami perubahan memiliki dimensi perubahan sosial. Sementara itu, secara keilmuan, pengembangan kajian, penelitian, dan teori-teori baru juga dituntut dari sosiatri, baik melalui hasil kerja lapangan (penelitian dan proyek sosiatri), maupun melalui berbagai kegiatan seminar dan diskusi.

    Aktivitas ilmiah mempermudah perubahan budaya. Inovasi baru di bidang keilmuan memperoleh ruang dan kesempatan formal. Kajian perubahan dalam sosiatri dapat dipadukan dengan konsep paradigma dari Khun (Ritzer, 1991).

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana hubungan antropologi dan sosiologi dalam perkembangan kehidupan manusia.

    C. Tujuan

    Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan antropologi dan sosiologi dalam perkembangan hidup manusia, khususnya konteks budaya.

    Sekian pembahasan mengenai pendahuluan laporan karya ilmiah yang baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Contoh Kata Pengantar Laporan dan Karya Ilmiah

    Contoh Kata Pengantar Laporan dan Karya Ilmiah

    Kata Pengantar

    Kata pengantar adalah sebuah ucapan syukur atau rasa terima kasih penulis karena karya ilmiah yang ditulis telah berhasil dirampungkan. Biasanya, kata pengantar selalu diletakan pada bagian awal makalah, sebelum pendahuluan dan isi.

    Dalam kata pengantar sendiri, penulis bebas menuliskan ucapan terima kasihnya ditujukan kepada siapa saja yang dianggap turut andil dalam menyelesaikan karya yang ditulis.

    Dan yang tak kalah penting juga, dalam kata pengantar biasanya penulis juga membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi pembaca jika ada kritik atau saran guna memperbaiki karya ilmiah yang ditulis.

    Contoh Kata Pengantar

    Nah, agar lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh kata pengantar yang baik dan benar.

    1. Contoh Kata Pengantar Karya Ilmiah

    KATA PENGANTAR

    Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan izin dan kekuatan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul ’’Meningkatkan Kesadaran Sosial pada Masyarakat” tepat pada waktunya.

    Tugas ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sosiologi Umum. Dan juga kami mengucapkan terimakasih kepada:

    1. Hilmawan Santoso selaku dosen pembimbing mata kuliah sosiologi umum

    2. Suhendro Rejo yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan kepada kami sehingga terwujudnya makalah ini.

    3. Pembimbing yang selalu memberi nasihat dan motivasi luar biasa untuk menjaga semangat kami.

    4. Semua pihak yang tidak sempat kami sebutkan satu per satu yang turut membantu kelancaran dalam penyusunan makalah ini.

    Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahannya, baik dalam isi maupun sistematikanya. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan dan wawasan kami. Oleh sebab itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran untuk menyempurnakan makalah ini.

    Akhirnya, kami mengharapkan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat, khususnya bagi kami dan umumnya bagi pembaca (masyarakat luas).

    Jakarta,  Januari 2018

    2. Contoh Kata Pengantar Laporan PKL

    KATA PENGANTAR

    Segala puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Sehingga saya dapat membuat laporan ini sebagaimana mestinya. Saya juga sadar masih banyak kekurangan dalam Laporan Praktik Kerja Lapangan ini, oleh karenanya kritik dan saran amatlah sangat diharapkan oleh semua pihak.

    Walaupun demikian, saya telah berusaha dengan semaksimal mungkin demi kesempurnaan penyusunan laporan ini, baik dari hasil kegiatan belajar mengajar di sekolah, maupun dalam menunaikan praktik kerja di lapangan.

    Dalam kesempatan ini, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Praktik Kerja Lapangan ini, diantaranya:

    Bapak Heru, M.Pd., selaku Kepala SMA 99 Jakarta.
    Ibu Fatma, SE., selaku Kepala Program Administrasi Perkantoran.
    Bapak H. Masduki, S.A., M.M., selaku Pimpinan Umum Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta
    Bapak Anwar, S.Sos., selaku Pembimbing dari pihak instansi.
    Bapak Muhtadi, S.Pd., selaku Pembinbing dari pihak sekolah.
    Rekan se-angkatan.

    Akhir kata, saya berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca serta dapat membantu bagi kemajuan serta perkembangan SMA 99 Jakarta. Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu.

    Jakarta,________________
    Penyusun

    Hermawan

    3. Contoh Kata Pengantar Kliping

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT atas semua rahmat-Nya sehingga tim kami bisa menyelesaikan tugas kliping berikut dengan judul “Mendaur Ulang Sampah Bekas” ini dengan baik. Kami berharap agar kliping ini dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran.

    Kliping yang kami buat ini tentunya masih memiliki banyak kekurangan. Atas dasar itu, kami berharap agar pembaca mau memberikan saran, masukan, dan kritiknya. Hal tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas kliping kami kedepannya.

    Jakarta, Agustus 2018

    Penyusun

    4. Contoh Kata Pengantar Makalah Bahasa Indonesia

    KATA PENGANTAR

    Alhamdulillah, segala puji syukur hanya milik Allah SWT, karena izin-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya. Tak lupa kami kirimkan shalawat serta salam kepada junjungan Nabi Besar Muhammad SAW. Beserta keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh insan yang dikehendaki-Nya.

    Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas kelompok mata kuliah Bahasa Indonesia yang kami berjudul Penggunaan Simbol dalam Berbahas (Semiotika).

    Dalam makalah ini kami menguraikan mengenai pengertian semiotika, serta struktur internal kalimat yang terdiri dari frase, klausa, dan kalimat.

    Dalam penyelesaian makalah ini, kami mendapatkan bantuan serta bimbingan dari beberapa pihak. Oleh karena itu, sudah sepantasnya jika kami mengucapkan terima kasih kepada.

    • DR. Fauzi, S.Pd. M.Pd., selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia.
    • Orang tua kami yang banyak memberikan semangat dan bantuan, baik moril maupun materil.
    • Semua pihak yang telah membantu dalam proses penyusunan makalah ini.
    • Rekan se-angkatan.

    Kami cukup menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Karena itu kami mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan makalah mendatang. Harapan kami semoga makalah ini bermanfaat dan memenuhi harapan berbagai pihak.

    Jakarta, 2018

    Penyusun

    5. Contoh Kata Pengantar Proposal

    KATA PENGANTAR

    Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat limpahan rahmat dan karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai hubungan budaya dan sosial.
    Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk sehingga dapat selesai dengan baik. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.

    Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu, kami mengharapkan saran serta kritik yang dapat membangun kami ke depannya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.

    Jakarta, 2018

    Penyusun

    Nah, itulah penjelasan dan contoh kata pengantar yang baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • Cara Membuat Esai yang Baik dan Contoh Esai

    Cara Membuat Esai yang Baik dan Contoh Esai

    Cara Membuat Esai

    Essay adalah sebuah tulisan yang mengandung opini, pandangan, atau ekspresi pribadi mengenai sebuah hal yang sedang berlangsung di masyarakat. Agar maksud yang ingin disampaikan dalam sebuah essay bisa tesampaikan dengan baik, maka sebuah essay harus ditulis dengan sebaik mungkin. Berikut ini adalah cara membuat essay yang baik:

    1. Tentukan tema yang menarik

    Sebelum menulis sebuah essay, tentukan terlebih dahulu essay apa yang ingin Anda tulis. Sebuah tema yang bagus akan mempengaruhi isi keseluruhan essay tersebut. Oleh karena itu, pilihlah tema yang sedang hangat – hangatnya terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya untuk membaca essay yang akan Anda tulis.

    2. Lakukan research

    Setelah mendapatkan tema, lakukanlah research melaui buku atau internet tentang tema tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung argument – argument yang ingin Anda tulis di dalam essay, sehingga pendapat Anda akan semakin kuat. Jika essay Anda didukung dengan data seperti, fakta, contoh, teori, dan lain – lain, maka esaay tersebut akan menjadi bagus. Sebaliknya, jika essay Anda tidak memiliki data – data pendukung, tulisan Anda ini akan dianggap omong kosong dan orang – orang tidak akan percaya dengan essay yang Anda buat.

    3. Membuat outline

    Membuat kerangka atau outline sangat berguna ketika membuat sebuah karya tulis. Hal ini dilakukan untuk menyususn ide – ide yang ingin diungkapkan. Selain itu, dengan outline, tulisan Anda tidak akan keluar dari ide atau tema, sehingga essay Anda akan koherence dan logis.

    4. Memperhatikan pemilihan kata

    Essay yang baik adalah essay yang menggunakan bahasa yang baik, karena essay adalah karya tulis formal. Oleh karena itu gunakanlah bahasa – bahasa yang formal. Disamping itu, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa calon pembaca essay. Jika calon pembaca essay Anda adalah para intelektual, gunakanlah bahasa intelektual pula. Sebaliknya, jika calon pembaca adalah masyarakat umum, gunakanlah bahasa umum, tetapi tetap menggunakan bahasa formal. Hal ini dilakukan untuk membuat essay Anda selain bagus secara struktur, juga baik secara konteks, karena mudah dipahami.

    5. Kerjakan

    Setelah hal – hal di atas telah selesai dilakukan, mulailah menulis. Dalam menulis essay ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    A. Introduction.

    Introduction adalah bagian awal essay, Bagian ini mengungkapkan hal yang akan dibahas di dalam sebuah essay. Selain itu, di dalam introduction juga terdapat statement Anda tentang suatu pemasalahan yang akan dibahas, tulislah statement tersebut dengan bahasa yang bisa menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan dari pembaca untuk mencari tahu alasan – alasan tentang statement tersebut.

    B. Isi.

    Bagian selanjunya adalah isi. Bagian ini mengandung garis besar keseluruhan isi essay. Tulislah dengan mengacu pada point – point pada outline yang telah dibuat. Kembangkanlah point – point tersebut dan jangan lupa untuk memberikan pendukung berupa data agar opini Anda tidak lemah.

    C. Penutup.

    Bagian selanjutnya adalah penutup. Bagian ini berupa konklusi atau kesimpulan dari essay. Tulislah kembali point – point pada bagian isi dengan bahasa lain dan dalam satu kalimat. Sebuah kesimpulan harus mewakili isi essay tersebut dan janganlah memunculkan ide atau topik baru pada bagain penutup.

    6. Judul

    Judul juga penting dalam membuat essay. Judul yang baik adalah judul yang bisa memikat perhatian orang lain, sehingga mereka tertarik untuk membacanya.

    Contoh Esai

    Kebut Membawa Maut

    Akhir – akhir ini sering sekali terjadi kecelakaan di jalan raya, terutama pada musim mudik atau menjelang lebaran. Kecelakaan – kecelakaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor kelelahan, mengantuk, kebut-kebutan, mesin yang tidak fit, dan lain – lain. Namun, dari banyaknya faktor tersebut, kebut-kebutan adalah faktor yang paling berbahaya diantara semua faktor – faktor lainnya.

    Menurut data yang diperoleh dari kepolisian dan jasa raharja, pada tahun lalu terjadi 1900 kasus kecelakaan di jalan raya akibat kebut-kebutan. kebut-kebutan di jalan raya sangatlah berbahaya karena menyebabkan kerugian baik bagi diri senidri maupun orang lain. Untuk meyakinkan statement di atas, berikut ini adalah dua paragaf yang membahas tentang kerugian akibat kebut-kebutan di jalan raya.

    Yang pertama adalah, kebut-kebutan bisa mencelakai diri sendiri dan orang – orang terkasih. Mengendari kendaraan di luar batas normal akan menyebabkab kecelakaan, sehingga melukai diri sendiri dan orang – orang terkasih yang ada di dalam mobil. Bahkan tidak hanya melukai, tetapi juga bisa mengambil nyawa mereka yang kebut-kebutan di jalan raya. Data dari kepolisian juga mengungkapkan bahwa dari 1900 kasus kecelakaan akibat kebut-kebutan, sekitar 5034 orang meninggal dunia.

    Kedua, kebut-kebutan bisa mencelakai orang lain, khusunya pejalan kaki. Para pengemudi yang memacu kendaraannya di luar batas bisa kehilangan control akan kendaraanya, sehingga akan menabarak para pejalan kaki. Contohnya kasus yang terjadi di Tugu Tani, Jakarta lima tahun lalu, sebanyak 17 orang meninggal dunia, dan 20 lainya luka – luka, akibat tertabrak mobil yang dikendarai oleh seorang wanita.

    Oleh karena itu, kebut-kebutan bisa menyebabkan kecelakaan dan mengantarkan kematian di jalan raya, tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi orang lain yang ikut menggunakan jalan raya yang tidak bersalah.