Tag: karya tulis

  • Apa yang Kamu Ketahui Mengenai Amanat dalam Sebuah Cerita?

    Apa yang kamu ketahui mengenai amanat dalam sebuah cerita?

    Jawaban:

    Amanat dalam sebuah cerita adalah pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacanya.

    Biasanya pesan ini disampaikan secara tersirat, melalui alur cerita, dialog antar tokoh, atau gambaran situasi yang dialami tokoh.

    Berikut beberapa ciri-ciri amanat dalam cerita:

    • Bersifat Umum: Amanat tidak ditujukan kepada karakter tertentu dalam cerita, melainkan kepada pembaca secara umum.
    • Berhubungan dengan Nilai-nilai Kehidupan: Amanat biasanya berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang baik dan bisa dijadikan sebagai pedoman, seperti kejujuran, kerja keras, persahabatan, dan lain sebagainya.
    • Dapat Dipetik Pembaca: Meskipun disampaikan secara tersirat, pembaca diharapkan dapat menangkap dan memahami pesan moral yang ingin disampaikan penulis.

    Ada beberapa cara untuk menemukan amanat dalam sebuah cerita:

    • Perhatikan konflik yang dialami tokoh: Biasanya, amanat terkait dengan cara tokoh menghadapi dan menyelesaikan konflik yang dialaminya.
    • Amati akhir cerita: Seringkali, akhir cerita memberikan gambaran tentang konsekuensi yang diterima tokoh atas tindakannya. Ini bisa menjadi petunjuk tentang nilai moral yang ingin disampaikan penulis.
    • Pelajaran yang bisa dipetik: Pikirkan kembali jalan cerita dan renungkan pelajaran apa yang bisa diambil dari pengalaman tokoh dalam cerita.

    Contoh-contoh amanat dalam sebuah cerita meliputi:

    1. Pesan Kemanusiaan: Pengarang mungkin ingin menyoroti nilai-nilai kemanusiaan seperti belas kasihan, empati, atau solidaritas di antara karakter-karakter cerita.

    2. Makna Kehidupan: Cerita mungkin membawa pesan tentang makna hidup, tujuan, atau perjalanan spiritual seseorang.

    3. Pesan Tentang Perjuangan: Amanat bisa menggarisbawahi pentingnya ketekunan, keberanian, atau ketahanan dalam menghadapi rintangan dan tantangan.

    4. Nilai-Nilai Moral: Pengarang dapat menggunakan cerita untuk mengajarkan nilai-nilai moral seperti kejujuran, integritas, atau tanggung jawab.

    5. Peringatan atau Kritik Sosial: Amanat dalam cerita dapat berupa peringatan terhadap masalah sosial atau kritik terhadap ketidakadilan dalam masyarakat.

    6. Pesan Tentang Toleransi: Cerita mungkin mengandung pesan tentang pentingnya toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, atau perdamaian di antara berbagai kelompok.

    7. Pelajaran Tentang Pengalaman Hidup: Amanat bisa berupa pelajaran yang diambil dari pengalaman hidup karakter-karakter dalam cerita, seperti belajar dari kesalahan, tumbuh melalui penderitaan, atau menemukan kebahagiaan dalam kesederhanaan.

    Amanat dalam sebuah cerita tidak selalu terang-terangan diungkapkan, namun sering tersirat melalui narasi, dialog, atau tindakan karakter.

  • Karya tulis berupa catatan peristiwa yg mirip autobiografi tts?

    Karya tulis berupa catatan peristiwa yg mirip autobiografi tts?

    Karya tulis berupa catatan peristiwa yg mirip autobiografi tts adalah memoar.

    Pembahasan:

    Memoar adalah sebuah genre sastra yang menceritakan kisah hidup seseorang yang ditulis oleh orang tersebut sendiri.

    Memoar biasanya ditulis berdasarkan ingatan dan pengalaman pribadi penulisnya, serta dapat mencakup berbagai topik, mulai dari kehidupan pribadi hingga peristiwa bersejarah.

    Pengalaman Pribadi

    Memoar berpusat pada pengalaman, refleksi, dan perasaan pribadi penulis. Biasanya, penulis menceritakan bagian dari hidupnya, peristiwa-peristiwa tertentu, atau periode waktu yang berpengaruh dalam hidupnya.

    Kehidupan Tokoh Utama

    Memoar berkisah tentang kehidupan tokoh utama, yaitu penulisnya sendiri. Namun, tokoh-tokoh lain yang memiliki hubungan signifikan dengan penulis juga dapat dimasukkan.

    Rekaman Sejarah Pribadi

    Memoar berfungsi sebagai rekaman sejarah pribadi yang menceritakan peristiwa-peristiwa dalam hidup penulis, pandangan tentang peristiwa tersebut, dan pengaruhnya pada perkembangan pribadi.

    Refleksi dan Pembelajaran

    Memoar berisi refleksi penulis tentang perjalanan hidup, keputusan-keputusan yang diambil, dan pelajaran yang dipetik dari pengalaman tersebut.

    Kisah Inspiratif

    Kisahnya inspiratif yang dapat memotivasi atau memberikan wawasan kepada pembaca. Bisa menggambarkan bagaimana seseorang mengatasi rintangan, meraih keberhasilan, atau tumbuh sebagai individu.

    Gaya Naratif

    Penulis menggunakan gaya naratif untuk menggambarkan pengalaman-pengalaman, membuat cerita hidup menjadi lebih menarik dan dapat dicerna oleh pembaca.

  • 5 Fungsi Paragraf dalam Karya Tulis yang Perlu Diketahui

    5 Fungsi Paragraf dalam Karya Tulis yang Perlu Diketahui

    Pernahkah kamu berpikir tentang betapa pentingnya sebuah paragraf dalam karya tulis?

    Meskipun sering dianggap sebagai unsur yang sepele, paragraf memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan pesan dan informasi dengan jelas, unik, dan mudah dibaca.

    Fungsi Paragraf dalam Karya Tulis

    Sebuah paragraf adalah unit dasar dalam penulisan yang terdiri dari satu atau beberapa kalimat yang berkaitan satu sama lain.

    Paragraf memiliki peran utama dalam mengatur ide, menggambarkan detail, dan memberikan aliran logis dalam teks.

    Jika kita pernah membaca sebuah tulisan yang penuh dengan paragraf yang tidak teratur atau terlalu panjang, maka kita mungkin merasa kebingungan dan kesulitan memahami isi tulisan tersebut.

    Di sisi lain, paragraf yang dirancang dengan baik akan memandu pembaca melalui teks dengan nyaman dan mudah dimengerti.

    Saat memulai menulis sebuah artikel, esai, cerita, atau jenis karya tulis lainnya, kita perlu memahami dengan baik fungsi-fungsi utama dari paragraf.

    Berikut adalah beberapa fungsi paragraf dalam sebuah karya tulis:

    1. Mengorganisasi Ide

    Salah satu fungsi utama dari paragraf adalah untuk mengorganisasi ide-ide yang ingin disampaikan. Setiap paragraf seharusnya berfokus pada satu topik atau gagasan utama.

    Dengan cara ini, pembaca akan lebih mudah memahami apa yang kita sampaikan tanpa perlu mencari-cari informasi yang tersebar di berbagai tempat.

    Misalnya, jika menulis sebuah artikel tentang manfaat olahraga, kita dapat memiliki paragraf yang berfokus pada manfaat kesehatan, paragraf lainnya tentang manfaat mental, dan seterusnya.

    Ini akan membuat pembaca lebih mudah mengikuti dan memahami setiap aspek dari topik yang kita bahas.

    2. Memberikan Bukti dan Rincian

    Paragraf juga berfungsi untuk memberikan bukti, rincian, atau contoh yang mendukung argumen atau gagasan utama dalam tulisan.

    Misalnya, jika kita sedang menulis esai argumentatif tentang perubahan iklim, setiap paragraf dapat berisi data statistik, hasil penelitian, atau contoh konkret yang mendukung klaim tersebut.

    Paragraf ini adalah tempat yang tepat untuk memberikan fakta dan informasi yang relevan, sehingga pembaca dapat melihat dasar-dasar dari apa yang disampaikan.

    Sehingga membantu memperkuat argumen dan membuat tulisan kita menjadi lebih kredibel.

    3. Membangun Aliran Naratif

    Dalam jenis karya tulis naratif seperti cerita pendek atau novel, paragraf memiliki peran penting dalam membangun aliran cerita.

    Setiap paragraf seharusnya mengandung elemen-elemen seperti pengenalan karakter, konflik, perkembangan plot, dan klimaks.

    Sehingga paragraf membantu membangun ketegangan dan membuat pembaca terlibat dalam cerita.

    Dalam hal ini, setiap paragraf memiliki fungsi yang lebih kompleks, yaitu untuk menggerakkan cerita ke depan, mengembangkan karakter, atau menghadirkan momen emosional.

    Tujuannya menciptakan susunan yang kohesif dan memikat yang membuat pembaca terus membaca.

    4. Mengatur Ide-ide dengan Logis

    Paragraf juga membantu dalam mengatur ide-ide secara logis.

    Dengan penggunaan kata penghubung yang tepat dan urutan yang masuk akal, paragraf memastikan bahwa pembaca dapat mengikuti alur berpikir penulis tanpa perlu melompat-lompat dari satu ide ke ide lainnya.

    Misalnya, jika kita sedang menulis panduan langkah demi langkah, setiap paragraf dapat mewakili satu langkah dan menggunakan kata penghubung seperti “selanjutnya” atau “setelah itu” untuk memberikan aliran yang jelas kepada pembaca.

    5. Memberikan Kesatuan Tema

    Sebuah paragraf seharusnya juga tetap fokus pada satu tema atau topik tertentu.

    Sehingga membuat pembaca tahu apa yang diharapkan dari paragraf tersebut dan menghindari kebingungan.

    Jika tiba-tiba beralih dari satu topik ke topik yang sangat berbeda dalam satu paragraf, pembaca dapat merasa kebingungan dan kehilangan minat.

    Misalnya, jika kita sedang menulis ulasan buku, setiap paragraf dapat berfokus pada satu aspek buku tersebut, seperti plot, karakter, atau gaya penulisan.

    Setelah memahami fungsi-fungsi utama dari paragraf dalam karya tulis, kita dapat membahas lebih dalam mengenai cara penggunaan yang cerdas untuk menghasilkan tulisan yang unik dan mudah dibaca.

  • Berikut ini yang tidak termasuk sifat-sifat karya tulis ilmiah yaitu?

    Berikut ini yang tidak termasuk sifat-sifat karya tulis ilmiah yaitu?

    Berikut ini yang tidak termasuk sifat-sifat karya tulis ilmiah yaitu?

    A. Karya ilmiah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.
    B. Karya ilmiah disusun secara sistematis dengan tata urutan yang jelas.
    C. Karya ilmiah dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat diterima akal sehat.
    D. Fakta yang digunakan dalam karya ilmiah harus dapat dipercaya.
    E. Karya ilmiah dilengkapi dengan imajinasi agar lebih menggugah perasaan.

    Jawaban: E. Karya ilmiah dilengkapi dengan imajinasi agar lebih menggugah perasaan.

    Karya ilmiah adalah hasil tulisan yang mengungkapkan penelitian, analisis, dan pemikiran yang dilakukan dalam bidang ilmu pengetahuan.

    Karya ilmiah ditujukan untuk menyajikan informasi yang akurat, terperinci, dan berdasarkan bukti-bukti yang objektif.

    Tujuan dari karya ilmiah adalah untuk memperluas pengetahuan, menjelaskan fenomena, atau mengemukakan argumen yang didukung oleh data dan analisis.

    Sebuah karya ilmiah umumnya terdiri dari beberapa komponen penting, termasuk abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, analisis data, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka.

    Setiap bagian memiliki peran yang khas dalam menyajikan informasi secara sistematis dan terstruktur.

    Dalam karya ilmiah, penulis menggunakan metode ilmiah untuk merumuskan pertanyaan penelitian, merancang penelitian atau eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, serta menyimpulkan hasil penelitian.

    Karya ilmiah harus didasarkan pada informasi yang dapat diverifikasi dan data yang sah.

    Selain itu, karya ilmiah juga mengikuti aturan dan konvensi tertentu dalam gaya penulisan, kutipan, dan referensi agar dapat dipahami dan diakses oleh pembaca.

    Beberapa kaidah kebahasaan karya ilmiah adalah sebagai berikut:

    1. Memperhatikan Impersonal

    2. Karya Ilmiah Bersifat Reproduktif

    3. Menggunakan Gaya Bahasa Denotatif

    4. Tidak Boros Kalimat

    5. Menggunakan Referensi yang Tepat

    6. Tidak Melibatkan Opini atau Perasaan Pribadi

    7. Menggunakan Bahasa Keilmuan

    8. Menggunakan Kalimat Pasif

    9. Karya Ilmiah Harus Bersifat Logis

    10. Mengandung Kohesi

  • Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar

    Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar

    Pengertian Daftar Pustaka

    Definisi daftar pustaka adalah susunan referensi dari semua buku yang yang kita gunakan untuk menyusun sebuah karya ilmiah.

    Singkatnya, daftar pustaka adalah daftar rujukan. Letak dari daftar pustaka di belakang atau di bagian akhir dari karya yang kita tulis.

    Fungsi Daftar Pustaka

    Adapun fungsi dari daftar pustaka adalah sebagai berikut:

    • Sebagai rujukan sumber informasi.
    • Menghindari plagiasi/penjiplakan.
    • Menghargai penulis lain/karya ilmiah lainnya.
    • Membantu pembaca untuk mendapat informasi serupa.
    • Hasil tulisan terlihat lebih kredibel karena merujuk ke berbagai referensi.
    • Memberitahu pembaca tentang kutipan yang lebih jelas.
    • Media informasi untuk penulis lain.

    Cara Menulis Daftar Pustaka

    Contoh Daftar Pustaka Dari Buku

    Jika Nama Penulis 2 Kata Atau Lebih
    ·        Khadir, Abdul. 2005. Kisah Orang Mualaf. Surabaya: Gramedia.
    ·        Yudhoyono, Susilo Bambang. 2016. Panduan Perang. Jakarta: Gramedia.

    Penulisan Daftar Pustaka Jika Dua Pengarang Atau Lebih
    ·        Rendra, Siti, Budiawan dan Sugeng. 2016. Panduan Pelatihan IM. Bandung: Desamedia.
    ·        Sugeng, R.W., dan Rizal Chairi. 2002. Kisah Perjuangan. Jakarta: Indo Media.
    ·        Husein, Hasan. dkk. 2007. Kumpulan Doa-Doa. Edisi Kedua. Jakarta.

    Penulisan Daftar Pustaka Untuk Buku Terjemahan Atau Suntingan
    ·        Saputra, Ardi (Penterjermah). 2013. Dasar Dasar HTML. Jakarta: Informatika.

    Jika Nama Penulis Sama, Tapi Judul Buku Berbeda
    ·        Setyawan. 2012. Dasar Manajemen . Sidoarjo: Arjo Media.
    ·        ________ . 2014. Akuntasi Dasar. Jakarta: Jaka Media.

    Jika Tidak Ada Nama Pengarang
    ·        Depdiknas. 2004. Petunjuk Pelaksanaan Dana Bantuan Operasional. Jakarta: Depdiknas.

    Contoh Cara Penulisan Daftar Pustaka Yang Baik Dan Benar

    Andre. 2002. Kota Lama. Malang: Pustaka Desa.
    _____. 2005. Kota Baru. Malang: Pustaka Desa.
    Anwar, Chairil. dkk. 2010. Cara Belajar Bahasa Inggris Edisi Kedua. Jakarta: PT Indo Nusantara.
    Skak, Bayu. 2014. Cara Sukses Youtuban. Malang: Bayu Pustaka.
    Departemen Pendidikan Nasional. 2001. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Surabaya: Gerai Pustaka.
    Ratna, Dewi. “Kehidupan Laut” Ocean, Volume XI, No. 1, 2016, hlm 13—15.
    Desi, Sarini. 2003. Tips Sukses Meraih Masa Depan. Jakarta: Balai Pustaka.

    Contoh Daftar Pustaka Dari Koran

    ·        Bagus, Yadi. 2011. Cara Internet Gratis, Harian Malang. Malang: Media Pustaka. (5 Januari 2011)
    ·        Yuli, Yanti. 2011. “Cara Mudah Menjahit Pakaian”, Kompas, Rabu, 15 Februari 2011. Jakarta.

    Contoh Daftar Pustaka Untuk Tugas Akhir Atau Skripsi

    Nama penulis, diikuti dengan tahun pada sampul, judul tugas/skripsi/tesis, pernyataan tugas akhir/skripsi, pernyataan tidak diterbitkan, fakultas, nama perguruan tinggi, kota tempat perguruan tinggi.

    ·        Deny S. 2004. Pengaruh Kuman Salmonella terhadap Kesehatan Tubuh. Tugas Akhir. Tidak di terbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : Jakarta.
    ·        Damayanti S. 2011. Ciri-Ciri Kanker Serviks. Skripsi. Tidak diterbitkan. Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya : Malang.

    Contoh Daftar Pustaka Dari Ensiklopedia Atau Kamus

    Penulisan daftar pustaka yang bersumber dari ensiklopedia atau kamus sama halnya dengan daftar pustaka pada umumnya.

    ·        Clark-Kent, D. 2001. Superman. The New Encyclopedia America. Encyclopedia America. 21: 517-538.
    ·        Sandler, J.M. dan Adam, H. (Eds). 1991. Kamus Bahasa Inggris – Indonesia. Lawang: PT Gramedia.

    Contoh Daftar Pustaka Dari Internet

    ·        Pratama, Deny. 2017. Cara Menulis Daftar Pustaka Yang Baik dan Benar. https://carabermanfaat.com/cara-menulis-daftar-pustaka.  Diakses 11 April 2017.

    Daftar Pustaka Dari Peraturan Pemerintah Atau Keputusan Presiden

    Penanggung jawab dari dokumen ini adalah pemerintah Indonesia, maka dapat ditulis dengan Republik Indonesia atau Pemerintah Indonesia atau Cukup Indonesia saja.

    ·        Republik Indonesia. 1991. Undang-Undang No. 23 Tahun 1991 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1991, No. 114. Sekretariat Negara. Jakarta.
    ·        Republik Indonesia. 1998. Undang-Undang No. 21 Tahun 1998 tentang Pemerintahan Daerah. Lembaran Negara RI Tahun 1998, No. 50. Sekretariat Negara. Jakarta.

  • Contoh Pendahuluan Makalah dan Karya Tulis Ilmiah yang Benar

    Contoh Pendahuluan Makalah dan Karya Tulis Ilmiah yang Benar

    Pengertian Pendahuluan

    Sebelum masuk ke contoh pendahuluan, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari pendahuluan.

    Menurut Kbbi, pendahuluan adalah:

    • n sesuatu yang mula-mula dilakukan; permulaan
    • n pembukaan atau kata pengantar dari sebuah pidato (buku, karangan, dan sebagainya): kata ~

    Jadi, dengan melihat arti dari Kbbi di atas, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa pendahuluan adalah pembuka dari karya ilmiah yang berisi tentang gambaran umum serta alasan penulis dalam menyusunnya.

    Biasanya, pembuka dalam sebuah karya ilmiah berada pada BAB pertama atau halaman depan sebagai kisi-kisi agar pembaca bisa mengikuti alur dalam membaca isi karya tersebut nantinya.

    Begitu pula dengan selain ilmiah, seperti makalah, artikel, paper, proyek, dan skripsi.

    Sebab setiap laporan harus berisi pendahuluan untuk memudahkan pembaca dalam menganalisis serta melihat hasil dan tujuan dari laporan tersebut.

    Poin Poin dalam Pendahuluan

    Adapun poin-poin atau bagian-bagian dari pendahuluan adalah sebagai berikut.

    1. Latar Belakang Masalah

    Latar belakang masalah adalah bagian awal yang menjelaskan tentang masalah/konflik sebuah peristiwa yang diangkat dalam karya ilmiah.

    Pada bagian ini, penulis harus mampu menjelaskan kenapa serta alasan dalam menulis karya ilmiah tersebut.

    2. Rumusan Masalah

    Rumusan masalah adalah kumpulan masalah yang nantinya akan dibahas dalam karya ilmiah. Tentunya tidak hanya membahas masalah saja, penulis juga harus bisa memberikan solusi atas masalah-masalah tersebut.

    3. Tujuan Penelitian

    Selanjutnya, dalam BAB Pendahuluan selalu diisi dengan tujuan penelitian. Sebab setiap karya ilmiah selalu memiliki tujuan yang digunakan untuk kemaslahatan umum. Jadi penulis bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat luas dengan karyanya.

    4. Metodologi Penelitian

    Dalam setiap penelitian, tentu saja harus menggunakan metodologi penelitian. Metodologi penelitian adalah cara atau teknik yang digunakan penulis dalam mencari data. Ada banyak jenis metodologi penelitian. Anda bisa baca selengkapnya di sini.

    Contoh Pendahuluan Makalah

    Aga lebih jelas, berikut adalah contoh pendahuluan makalah tentang kehidupan sosial.

    A. Latar Belakang

    Keharmonisan masyarakat dapat terbentuk dari budaya serta kesadaran sosialnya. Namun, semakin berkembangnya jaman, sosial budaya terus mengalami perubahan.

    Perubahan sosial budaya yang dialami manusia dapat dijelaskan sebagai proses penyesuaian hidup manusia dengan konstelasi yang ada.

    Seperti yang ditegaskan oleh Gillin dan Gillin (Soekanto, 1994), perubahan sosial dapat dipandang sebagai suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima, yang disebabkan baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebutuhan materil, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-penumuan baru dalam masyarakat tersebut.

    Perubahan yang dialami manusia bukanlah suatu penyimpangan, apalagi kesalahan. Sebab pandangan tersebut adalah suatu mitos yang perlu dihilangkan dari pandangan mengenai perubahan (Lauer, 1993).

    Setiap perubahan sosial selalu mencakup pula perubahan budaya, dan perubahan budaya akanmencakup juga perubahan sosial.

    Sosiatri merupakan ilmu sosial terapan (applied science), yang dalam pengembangannya mengandalkan realita yang terjadi di dalam masyarakat, berkaitan dengan masalah sosial yang perlu diselesaikan (pandangan awal perkembangan) dan penyesuaian kebutuhan dengan sumber daya yang ada (pandangan hasil perkembangan).

    Realita dalam masyarakat yang terus mengalami perubahan memiliki dimensi perubahan sosial. Sementara itu, secara keilmuan, pengembangan kajian, penelitian, dan teori-teori baru juga dituntut dari sosiatri, baik melalui hasil kerja lapangan (penelitian dan proyek sosiatri), maupun melalui berbagai kegiatan seminar dan diskusi.

    Aktivitas ilmiah mempermudah perubahan budaya. Inovasi baru di bidang keilmuan memperoleh ruang dan kesempatan formal. Kajian perubahan dalam sosiatri dapat dipadukan dengan konsep paradigma dari Khun (Ritzer, 1991).

    B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan penjelasan pada latar belakang di atas maka permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah bagaimana hubungan antropologi dan sosiologi dalam perkembangan kehidupan manusia.

    C. Tujuan

    Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui hubungan antropologi dan sosiologi dalam perkembangan hidup manusia, khususnya konteks budaya.

    Sekian pembahasan mengenai pendahuluan laporan karya ilmiah yang baik dan benar. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Cara Membuat Esai yang Baik dan Contoh Esai

    Cara Membuat Esai yang Baik dan Contoh Esai

    Cara Membuat Esai

    Essay adalah sebuah tulisan yang mengandung opini, pandangan, atau ekspresi pribadi mengenai sebuah hal yang sedang berlangsung di masyarakat. Agar maksud yang ingin disampaikan dalam sebuah essay bisa tesampaikan dengan baik, maka sebuah essay harus ditulis dengan sebaik mungkin. Berikut ini adalah cara membuat essay yang baik:

    1. Tentukan tema yang menarik

    Sebelum menulis sebuah essay, tentukan terlebih dahulu essay apa yang ingin Anda tulis. Sebuah tema yang bagus akan mempengaruhi isi keseluruhan essay tersebut. Oleh karena itu, pilihlah tema yang sedang hangat – hangatnya terjadi, sehingga para pembaca mau meluangkan waktunya untuk membaca essay yang akan Anda tulis.

    2. Lakukan research

    Setelah mendapatkan tema, lakukanlah research melaui buku atau internet tentang tema tersebut. Hal ini dilakukan untuk mendukung argument – argument yang ingin Anda tulis di dalam essay, sehingga pendapat Anda akan semakin kuat. Jika essay Anda didukung dengan data seperti, fakta, contoh, teori, dan lain – lain, maka esaay tersebut akan menjadi bagus. Sebaliknya, jika essay Anda tidak memiliki data – data pendukung, tulisan Anda ini akan dianggap omong kosong dan orang – orang tidak akan percaya dengan essay yang Anda buat.

    3. Membuat outline

    Membuat kerangka atau outline sangat berguna ketika membuat sebuah karya tulis. Hal ini dilakukan untuk menyususn ide – ide yang ingin diungkapkan. Selain itu, dengan outline, tulisan Anda tidak akan keluar dari ide atau tema, sehingga essay Anda akan koherence dan logis.

    4. Memperhatikan pemilihan kata

    Essay yang baik adalah essay yang menggunakan bahasa yang baik, karena essay adalah karya tulis formal. Oleh karena itu gunakanlah bahasa – bahasa yang formal. Disamping itu, Anda juga perlu mempertimbangkan siapa calon pembaca essay. Jika calon pembaca essay Anda adalah para intelektual, gunakanlah bahasa intelektual pula. Sebaliknya, jika calon pembaca adalah masyarakat umum, gunakanlah bahasa umum, tetapi tetap menggunakan bahasa formal. Hal ini dilakukan untuk membuat essay Anda selain bagus secara struktur, juga baik secara konteks, karena mudah dipahami.

    5. Kerjakan

    Setelah hal – hal di atas telah selesai dilakukan, mulailah menulis. Dalam menulis essay ada tiga hal yang harus diperhatikan, yaitu:

    A. Introduction.

    Introduction adalah bagian awal essay, Bagian ini mengungkapkan hal yang akan dibahas di dalam sebuah essay. Selain itu, di dalam introduction juga terdapat statement Anda tentang suatu pemasalahan yang akan dibahas, tulislah statement tersebut dengan bahasa yang bisa menimbulkan pertanyaan dan keingintahuan dari pembaca untuk mencari tahu alasan – alasan tentang statement tersebut.

    B. Isi.

    Bagian selanjunya adalah isi. Bagian ini mengandung garis besar keseluruhan isi essay. Tulislah dengan mengacu pada point – point pada outline yang telah dibuat. Kembangkanlah point – point tersebut dan jangan lupa untuk memberikan pendukung berupa data agar opini Anda tidak lemah.

    C. Penutup.

    Bagian selanjutnya adalah penutup. Bagian ini berupa konklusi atau kesimpulan dari essay. Tulislah kembali point – point pada bagian isi dengan bahasa lain dan dalam satu kalimat. Sebuah kesimpulan harus mewakili isi essay tersebut dan janganlah memunculkan ide atau topik baru pada bagain penutup.

    6. Judul

    Judul juga penting dalam membuat essay. Judul yang baik adalah judul yang bisa memikat perhatian orang lain, sehingga mereka tertarik untuk membacanya.

    Contoh Esai

    Kebut Membawa Maut

    Akhir – akhir ini sering sekali terjadi kecelakaan di jalan raya, terutama pada musim mudik atau menjelang lebaran. Kecelakaan – kecelakaan tersebut disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor kelelahan, mengantuk, kebut-kebutan, mesin yang tidak fit, dan lain – lain. Namun, dari banyaknya faktor tersebut, kebut-kebutan adalah faktor yang paling berbahaya diantara semua faktor – faktor lainnya.

    Menurut data yang diperoleh dari kepolisian dan jasa raharja, pada tahun lalu terjadi 1900 kasus kecelakaan di jalan raya akibat kebut-kebutan. kebut-kebutan di jalan raya sangatlah berbahaya karena menyebabkan kerugian baik bagi diri senidri maupun orang lain. Untuk meyakinkan statement di atas, berikut ini adalah dua paragaf yang membahas tentang kerugian akibat kebut-kebutan di jalan raya.

    Yang pertama adalah, kebut-kebutan bisa mencelakai diri sendiri dan orang – orang terkasih. Mengendari kendaraan di luar batas normal akan menyebabkab kecelakaan, sehingga melukai diri sendiri dan orang – orang terkasih yang ada di dalam mobil. Bahkan tidak hanya melukai, tetapi juga bisa mengambil nyawa mereka yang kebut-kebutan di jalan raya. Data dari kepolisian juga mengungkapkan bahwa dari 1900 kasus kecelakaan akibat kebut-kebutan, sekitar 5034 orang meninggal dunia.

    Kedua, kebut-kebutan bisa mencelakai orang lain, khusunya pejalan kaki. Para pengemudi yang memacu kendaraannya di luar batas bisa kehilangan control akan kendaraanya, sehingga akan menabarak para pejalan kaki. Contohnya kasus yang terjadi di Tugu Tani, Jakarta lima tahun lalu, sebanyak 17 orang meninggal dunia, dan 20 lainya luka – luka, akibat tertabrak mobil yang dikendarai oleh seorang wanita.

    Oleh karena itu, kebut-kebutan bisa menyebabkan kecelakaan dan mengantarkan kematian di jalan raya, tidak hanya bagi pengemudi, tetapi juga bagi orang lain yang ikut menggunakan jalan raya yang tidak bersalah.