Tag: kebudayaan

  • Hubungan Manusia dan Kebudayaan Beserta Contohnya

    Hubungan Manusia dan Kebudayaan

    Manusia dan kebudayaan pada hakekatnya memiliki hubungan yang sangat erat dan bahkan hampir semua tindakan manusia merupakan kebudayaan sehingga manusia dan kebudayaan tidak bisa dipisahkan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yaitu sebagai

    1. penganut kebudayaan,
    2. pembawa kebudayaan,
    3. manipulator kebudayaan, dan
    4. pencipta kebudayaan.

    Manusia dan kebudayaan merupakan salah satu ikatan yang tak bisa dipisahkan dalam kehidupan ini.

    Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna menciptakan kebudayaan mereka sendiri dan melestarikannya secara turun menurun.

    Budaya tercipta dari kegiatan sehari hari dan juga dari kejadian – kejadian yang sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.

    Kebudayaan berasal dari kata budaya yang berarti hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia.

    Definisi Kebudayaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.

    Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

    Sebuah kebudayaan besar biasanya memiliki sub-kebudayaan (atau biasa disebut sub-kultur), yaitu sebuah kebudayaan yang memiliki sedikit perbedaan dalam hal perilaku dan kepercayaan dari kebudayaan induknya.

    Munculnya sub-kultur disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karena perbedaan umur, ras, etnisitas, kelas, aesthetik, agama, pekerjaan, pandangan politik dan gender.

    Ada beberapa cara yang dilakukan masyarakat ketika berhadapan dengan imigran dan kebudayaan yang berbeda dengan kebudayaan asli.

    Cara yang dipilih masyarakat tergantung pada seberapa besar perbedaan kebudayaan induk dengan kebudayaan minoritas, seberapa banyak imigran yang datang, watak dari penduduk asli, keefektifan dan keintensifan komunikasi antar budaya, dan tipe pemerintahan yang berkuasa.

    • Monokulturalisme: Pemerintah mengusahakan terjadinya asimilaSi kebudayaan sehingga masyarakat yang berbeda kebudayaan menjadi satu dan saling bekerja sama.
    • Leitkultur (kebudayaan inti): Sebuah model yang dikembangkan oleh Bassam Tibi di Jerman. Dalam Leitkultur, kelompok minoritas dapat menjaga dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, tanpa bertentangan dengan kebudayaan induk yang ada dalam masyarakat asli.
    • Melting Pot: Kebudayaan imigran/asing berbaur dan bergabung dengan kebudayaan asli tanpa campur tangan pemerintah.
    • Multikulturalisme: Sebuah kebijakan yang mengharuskan imigran dan kelompok minoritas untuk menjaga kebudayaan mereka masing-masing dan berinteraksi secara damai.

    Contoh Hubungan Antara Manusia dan Kebudayaan

    Berikut ini adalah beberapa contoh hubungan antara manusia dengan kebudayaan adalah sebagai berikut:

    1. Kebudayaan-kebudayaan khusus atas dasar faktor kedaerahan

    Contoh: Adat-istiadat melamar di Lampung dan Minangkabau. Di Minangkabau biasanya pihak perempuan yang melamar sedangkan di Lampung, pihak laki-laki yang melamar.

    2. Kebudayaan khusus atas dasar agama

    Adanya berbagai masalah di dalam satu agama pun melahirkan kepribadian yang berbeda-beda di kalangan umatnya.

    3. Kebudayaan berdasarkan profesi

    Misalnya: kepribadian seorang dokter berbeda dengan kepribadian seorang pengacara dan itu semua berpengaruh pada suasana kekeluargaan dan cara mereka bergaul.

    4. Cara hidup di kota dan di desa yang berbeda

    Contoh: Perbedaan anak yang dibesarkan di kota dengan seorang anak yang dibesarkan di desa. Anak kota bersikap lebih terbuka dan berani untuk menonjolkan diri di antara teman-temannya sedangkan seorang anak desa lebih mempunyai sikap percaya pada diri sendiri dan sikap menilai (sense of value).

  • Unsur Kebudayaan Indonesia Menurut Coedes dan Dr Brandes

    Unsur Kebudayaan Indonesia Menurut Coedes dan Dr Brandes

    Unsur Kebudayaan menurut Coedes:

    1. Memelihara ternak
    2. Mengenal keterampilan tekhnik perundagian
    3. Mengenal pengetahuan pelayaran di samudra luas
    4. Sistem kekerabatan Patrineal
    5. Kepercayaan animisme dan dinamisme serta pemujaan roh nenek moyang
    6. Mengenalorganisasi pembagian air untuk pertanian
    7. Kepandaian membuat barang barang dari tanah liat
    8. Kepercayaan pada Penguasa Gunung
    9. Cara pemakaman pada dolmen atau kubur batu
    10. Mitologi

    Unsur Kebudayaan Menurut Dr Brandes:

    1. Bercocok tanampadi di sawah
    2. Mengenal prinsipdasar bermain wayang
    3. Mengenal seni gamelan yang terbuat dari perunggu
    4. Pandai batik
    5. Pola susunan masyarakat Macapat
    6. Telah mengenal alat tukar dalam perdagangan
    7. Membuat barang barang dari logam
    8. Memiliki kemampuan tinggi dalam berlayar
    9. Mengenal Astronomi
    10. Susunan masyarakat yang teratur

    Itulah unsur kebudayaan Indonesia menurut Coedes dan Dr Brandes.

    Budaya merujuk pada segala aspek yang berkaitan dengan cara hidup dan perilaku manusia, seperti nilai-nilai, adat istiadat, seni, bahasa, dan kepercayaan yang diterima dan diwariskan dari generasi ke generasi.

    Bicara tentang budaya, setiap negara atau daerah memiliki budaya yang berbeda-beda, yang membuat keberagaman budaya menjadi salah satu kekayaan dunia.

    Budaya juga memainkan peran penting dalam membentuk identitas dan keberlangsungan hidup suatu masyarakat.

    Oleh karena itu, perlu untuk mempelajari dan memahami budaya yang ada di sekitar kita sebagai upaya menjaga keberagaman dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

  • Pengertian Budaya dan Sifat Kebudayaan Menurut Para Ahli

    Pengertian Budaya

    Budaya adalah sebuah opini, ide, gagasan, buah pemikiran yang diimplementasikan bersama oleh kelompok orang secara turun-menurun, generasi ke generasi dari nenek moyang atau pendahulunya.

    Bicara tentang budaya, kadang tidak ada habisnya. Sebab, budaya itu sifatnya unik yang terbentuk dari banyak unsur.

    Adapun unsur budaya eperti agama, suku, politik, adat-istiadat, bahasan, seni, dan masih banyak unsur lainnya.

    Ketika semua unsur itu disatukan, maka muncullah sebuah gagasan yang disebut budaya. Oleh karenanya, budaya juga bisa dipandang dengan berbagai sudut pandang berbeda, tergantung dari kemampuan berpikir setiap pelakunya.

    Dengan anggapan seperti itu, secara tidak langsung juga menjelaskan jika budaya sifatnya adalah dinamis, dapat berubah, dan menerima adanya masukan sehingga dikenal sebuah istilah yang bernama akulturasi.

    Pengertian Budaya Menurut Para Ahli

    Untuk lebih jelas, berikut adalah beberapa definisi budaya menurut para ahli.

    1. Budaya Menurut Koentjaraningrat

    Budaya adalah suatu sistem gagasan dan rasa, tindakan serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan belajar.

    2. Budaya Menurut E.B. Taylor

    Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, seni, kesusilaan, hukum, adat istiadat, serta kesanggupan dan kebiasaan lainnya yang dipelajari manusia sebagai anggota masyarakat.

    3. Budaya Menurut Kluckhohn dan Kelly

    Budaya adalah semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pedoman yang potensial untuk perilaku manusia.

    4. Budaya Menurut Linton

    Budaya adalah keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan pola perilaku yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.

    5. Kamus Besar Bahasa Indonesia

    Budaya diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia.

    Sifat Sifat Budaya

    1. Etnosentis

    Sifat etnosentris adalah sebuah sifat kebudayaan merasa bahwa kebudayaannya adalah yang terbaik, jika dibandingkan dengan budaya-budaya yang lainnya.

    Etnosentrisme cenderung memandang rendah orang-orang yang dianggap asing, etnosentrisme memandang dan mengukur budaya asing dengan budayanya sendiri.

    2. Universal

    Kebudayaan universal adalah kebudayaan yang selalu mencari jawaban atas problematika masyarakat, bukan apologi terhadap kesenian, tidak pula apriori terhadap politisasi massa.

    Tetapi, lebih merujuk pada rasionalitas untuk menjangkau perkembangan masyarakat majemuk Indonesia di masa depan.

    3. Akulturasi

    Akulturasi adalah suatu proses sosial yang muncul manakala suatu kelompok manusia dan kebudayaan tertentu bertemu dengan unsur dari suatu kebudayaan asing.

    Lambat laun, kebudayaan asing itu akan diterima dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri menghilangkan unsur kebudayaan kelompok itu sendiri.

    Singkatnya, akulturasi bisa disebut sebagai campuran dua budaya yang membentuk sebuah budaya baru.

    4. Adaptif

    Sifat adaptif beranggapan bahwa kebudayaan adalah suatu mekansime yang dapat menyesuaikan diri. Kebudayaan adalah sebuah keberhasilan mekanisme bagi setiap manusia.

    Lantas, kebudayaan memberi manusia sebuah keuntungan selektif yang beguna untuk bertahan hidup terhadap bentuk kehidupan yang lain.

    5. Dinamis

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebudayaan itu tidak statis, tapi dinamis yang selalu berubah-ubah.

    Sebab, semakin hari akan ada unsur baru yang bisa bersahat dengna kebudayaan, bahkan bisa menggerus posisinya. Maka dari itu, lingkungan juga berpengaruh dalam perubahan kebudayaan secara lambat laun.

    Itulah beberapa pengertian budaya dan sifat kebudayaan menurut para ahli yang harus kita ketahui sebagai manusia yang sadar akan kebudayaan.